Elizabeth Warren mengkritisi miliarder Amerika Serikat yang enggan membayar pajak di akun Instagramnya pada Sabtu, 30 Juli 2021 (Foto: @elizabethwarren/ THE EDITOR)
Elizabeth Warren mengkritisi miliarder Amerika Serikat yang enggan membayar pajak di akun Instagramnya pada Sabtu, 30 Juli 2021 (Foto: @elizabethwarren/ THE EDITOR)
AMERIKA SERIKAT – Minggu lalu sejumlah orang terkaya di dunia terbang ke luar angkasa bersama roket buatan Blue Origin, New Shepard.
Perjalanan ini bukan dalam misi untuk melakukan penelitian ilmiah seperti yang pernah dilakukan oleh Neil Armstrong saat menginjakkan kakinya pertama kali di bulan pada tahun 1930 lalu.
Perjalanan ini dilakukan oleh para miliarder tersebut untuk kesenangan dan hobi mereka. Sayangnya, dalam hingar bingar kegembiraan yang ditunjukkan oleh para peserta, ternyata tersimpan kecurangan pajak yang tidak diketahui oleh banyak pihak.
Perlu diketahui, miliarder yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Jeff Bezos pemilik Amazon dan Elon Musk pemilik perusahaan mobil Tesla.
“Saya tidak melarang hobi mereka ini. Saya juga tidak menentang perjalanan ke luar angkasa. Saya suka film Star Trek-Next Generation. Namun saya sedang bicara tentang para orang kaya yang menolak membayar pajak,” demikian diungkapkan oleh Politisi asal Partai Demokrat, Amerika Serikat Elizabeth Warren dalam akun Instagramnya hari ini, Sabtu (31/7).
Ucapan terima kasih Jeff lewat konferensi pers Jeff atas suksesnya misi terbang ke luar angkasa selama 11 menit kepada seluruh karyawan Amazon dan konsumen yang belanja di Amazon disindir dengan tajam oleh Warren.
Menurutnya, Jeff adalah pengusaha yang bisa terbang ke luar angkasa karena membayar rendah gaji karyawannya dan licik karena ingin menghancurkan serikat pekerja Amerika Serikat.
Warren menjabarkan bahwa Jeff tidak membayar pajak penghasilannya di tahun 2007 dan 2011. Sementara itu pengusaha lain yang ikut dengannya Elon Musk pemilik perusahaan mobil Tesla justru tidak membayar pajak sama sekali di tahun 2018.
Tak hanya itu, 25 pengusaha paling kaya se-Amerika mendapat keuntungan dan menjadi lebih kaya raya lagi karena berhasil meraup untung 400 miliar dolar di tahun 2014-2018. Namun hanya membayar pajak penghasilan 3,4 persen dari nilai tersebut kepada pemerintah.
Padahal di saat yang bersamaan rata-rata orang Amerika membayar pajak sebesar 7,2 persen dari total kekayaan yang mereka dapatkan setiap tahun.
“Pengusaha tentu saja memiliki uang untuk pulang dan pergi ke bulan, tetapi mereka selalu berkilah dan mengelak berinvestasi di dalam negeri yang memberi mereka kesempatan untuk menjadi kaya raya,” ungkap Warren.
Menurut Warren, pemerintah sudah saatnya menetapkan pajak kekayaan kepada para miliarder ini. Sebelum orang kaya menangis karena aturan ini, lanjutnya, mari kita lihat skema sederhana tentang pajak. Warren umumnya akan membayar pajak sebesar dua sen per dolar dari tagihan yang Ia miliki. Aturan ini berlaku untuk orang dengan pendapatan di bawah 50 juta dolar AS. Dan beberapa sen lagi untuk orang-orang yang berpenghasilan miliaran.
“Jadi Jeff Bezos akan seharusnya membayar pajak sebesar 5,4 miliar dolar dari pendapatannya yang berkisar di angka Rp181 miliar dolar AS. Dan tentunya Jeff masih memiliki banyak uang untuk dihabiskan bila Ia membayar pajak,” ungkapnya.
Warren mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah bila pengusaha taat membayar pajak. Salah satunya adalah membiayai program Build Back Better yang tengah digaungkan oleh Presiden Biden untuk membantu negara-negara berkembang. Selain itu juga pajak akan membantu memperluas aturan untuk perawatan lansia dan anak-anak.
“Uang tersebut digunakan untuk membangun jembatan dan jalan-jalan di Amerika. Dan membantu pembiayaan pendidikan gratis bagi mahasiswa dan sekolah teknis,” bebernya lagi.
Investasi di seluruh sektor tersebut, kata Warren, dapat dilakukan oleh pemerintah kepada warga Amerika. Pemerintah juga menurutnya dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi masa depan anak-anak Amerika. Dan perbaikan ini Warren janjikan tidak hanya akan dinikmati oleh para miliarder saja, melainkan seluruh orang Amerika Serikat.
Safarudin (naik motor) bersama Andi Sudirman Sulaiman di Balaikota Sulawesi Selatan pada Jumat, 30 Juli 2021 (Foto: @andisudirman.sulaiman/ THE EDITOR)
Safarudin (naik motor) bersama Andi Sudirman Sulaiman di Balaikota Sulawesi Selatan pada Jumat, 30 Juli 2021 (Foto: @andisudirman.sulaiman/ THE EDITOR)
MAKASSAR – Safaruddin (64), seorang warga yang sehari-harinya bekerja sebagai pencuci kendaraan di Minahasa Upa, Sulawesi Selatan mendapat hadiah kendaraan roda dua dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Safarudin adalah seorang pria yang viral di media sosial karena kegigihannya mengikuti program vaksinasi virus corona yang diadakan di Mall Nipah, Makassar pada Kamis . 15 kilometer ditempuh pria ini dengan bersepeda untuk bisa ikut vaksin meski namanya belum terdaftar secara online.
Kegigihan Safarudin ini ternyata diabadikan oleh petugas yang berada di Mall Nipah, Makassar beberapa waktu lalu. Safarudin yang sebelumnya hanya berdiri mematung di tengah antrean akhirnya disapa oleh petugas. Dan ternyata namanya tidak masuk dalam pendaftar karena Ia tidak memiliki ponsel untuk mendaftar.
Safarudin ini adalah satu dari sekian masyarakat Indonesia yang rela mengayuh sepedanya dari tempat jauh untuk bisa di vaksin demi sesuap nasi di masa depan. Mencari nafkah bagi keluarga adalah tugas Safaruddin, jadi tekanan dari teman-teman terdekatnya yang tidak ikut program ini pun Ia abaikan.
Kegigihan Safarudin ini ternyata dilihat oleh PLT Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Sehingga pada Kamis (29/7) lalu Safaruddin diundang langsung oleh Sudirman untuk hadir di ruang kerjanya di Kota Makassar. Bantuan sembako diberikan oleh Sudirman langsung yang mengunduh pertemuannya di akun Instagramnya di @andisudirman.sulaiman.
Dan ternyata kemujuran tak berhenti disitu saja karena hari ini, Jumat (30/7) Safarudin kembali diundang ke Balaikota Sulawesi Selatan untuk menerima hadiah berupa sepeda motor matic berwarna merah.
Sudirman mengatakan bahwa sepeda motor tersebut diberikan untuk memudahkan Safarudin bekerja sehari-hari. Dan tentunya akan memudahkan Safaruddin juga dalam mengikuti program vaksin tahap II.
“Apresiasi ini sebagai bagian dari dukungan Bapak Menkes kepada Bapak Safarudin membantu sebagai motivator masyarakat untuk melakukan vaksin,” tutupnya.
JAKARTA – Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Di balik anggapan buruk orang tentang mariyuana, ternyata ada sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatan.
Dilansir dari Hello Sehat, berikut manfaat ganja bagi kesehatan Anda:
1. Mencegah glaukoma
Tanaman yang satu ini bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata dari glaukoma. Glaukoma adalah penyakit yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, dan menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP), alias tekanan bola mata, pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ini mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini sekaligus mencegah kebutaan.
2. Meningkatkan kapasitas paru
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association pada Januari 2012, disebutkan bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru. Bahkan, bahan yang satu ini bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Kapasitas paru adalah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.
Hal ini dikaitkan dengan cara penggunaan mariyuana yang biasanya diisap dalam-dalam. Oleh sebab itu, peneliti menyimpulkan hal ini mungkin menjadi semacam latihan untuk paru. Namun, tentu saja paparan jangka panjang asap mariyuana dengan dosis tinggi bisa merusak paru-paru.
3. Mencegah kejang karena epilepsi
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak tanaman ini dan bentuk sintetisnya pada tikus epilepsi.
Obat ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Hasilnya, cannabinoid dalam tanaman ini mampu mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.
4. Mematikan beberapa sel kanker
Kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol dapat menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1. Bukti ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco, yang dilaporkan pada tahun 2007. Dalam banyak kasus, dipercaya bahwa ganja mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.
Selain itu, bukti menunjukkan bahwa ganja juga bisa membantu melawan mual dan muntah sebagai efek samping kemoterapi. Akan tetapi, meski banyak penelitian menunjukkan keamanannya, tanaman ini tidak efektif dalam mengendalikan atau menyembuhkan kanker.
5. Mengurangi nyeri kronis
Sebuah tinjauan yang dilakukan oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicines melaporkan fakta bahwa dalam dunia medis, mariyuana kerap digunakan untuk mengatasi rasa sakit kronis. Hal ini karena mariyuana mengandung cannabinoid yang bisa membantu menghilangkan rasa nyeri ini.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, tanaman yang satu ini bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. Tak hanya itu, tanaman yang satu ini bahkan banyak digunakan untuk penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti fibromyalgia dan endometriosis.
6. Mengatasi masalah kejiwaan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menunjukkan bukti bahwa mariyuana membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa tertentu. Para peneliti menemukan bukti bahwa tanaman ini bisa membantu menghilangkan gejala depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.
Akan tetapi, mariyuana bukan obat yang tepat untuk masalah kesehatan jiwa, seperti gangguan bipolar dan psikosis. Pasalnya tanaman yang satu ini justru bisa memperparah gejala orang dengan gangguan bipolar.
7. Memperlambat perkembangan alzheimer
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Pharmaceutics menemukan fakta bahwa THC mampu memperlambat pembentukan plak amiloid. Plak-plak yang terbentuk ini bisa membunuh sel-sel otak yang berkaitan dengan alzheimer.
THC membantu menghalangi enzim pembuat plak ini di otak agar tidak jadi terbentuk. Namun, penelitian juga ini masih berada di tahap awal sehingga butuh lebih banyak studi penguat.
Masalah kesehatan akibat ganja
1. penyebab halusinasi
Selain memiliki manfaat dalam dunia medis, cimeng (nama lain dari ganja) juga bisa memunculkan masalah kesehatan yang tak main-main. Hal ini terutama terjadi ketika Anda menggunakannya sembarangan tanpa seizin dokter. Berikut berbagai efek negatifnya pada tubuh, yaitu:
2. Efek pada otak
Bahan aktif dalam mariyuana, delta-9 tetrahydrocannabinol atau THC, bekerja pada reseptor kanabinoid pada sel-sel saraf dan memengaruhi aktivitas sel-sel tersebut. Beberapa area otak memiliki banyak reseptor cannabinoid, tetapi area otak lainnya hanya memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali.
Sebagian reseptor kanabinoid ditemukan di bagian otak yang memengaruhi kesenangan, daya ingat, pikiran, konsentrasi, persepsi indra, dan koordinasi gerakan.
Ketika Anda mengonsumsinya dalam dosis tinggi, penggunanya akan mengalami berbagai gejala seperti halusinasi, delusi, rusaknya daya ingat, dan disorientasi (linglung). Hal ini terjadi karena reseptor kanabinoid bekerja terlalu aktif.
3. Efek pada jantung
Mariyuana bisa menyebabkan detak jantung meningkat 20-50 kali lebih banyak per menitnya. Bahkan, efeknya bisa lebih parah saat Anda menggunakannya bersamaan dengan obat-obatan lain.
Ketika tekanan darah dan detak jantung melonjak tajam, Anda empat kali berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dalam satu jam pertama setelah merokok ganja.
4. Efek pada tulang
Penelitian menemukan fakta bahwa orang yang merokok cimeng dalam jumlah besar memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Akibatnya, orang tersebut lebih rentan mengalami patah tulang dan osteoporosis di kemudian hari.
Selain itu, penelitian yang dilakukan di University of Edinburgh, Inggris, menemukan fakta bahwa pengguna cimeng berat mengalami pengurangan indeks massa tubuh. Hal ini juga berpengaruh pada kepadatan tulang cenderung menghilang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.
5. Efek pada paru-paru
Cimeng yang dikonsumsi dengan cara dibakar seperti rokok bisa menyebabkan rasa terbakar dan menyengat pada mulut serta tenggorokan. Selain itu, para peneliti juga menemukan fakta bahwa perokok cimeng bisa mengalami masalah pernapasan yang sama dengan perokok tembakau, seperti: Batuk berkepanjangan, Produksi dahak meningkat, Penyakit dada akut, Peningkatan risiko infeksi paru-paru.
Meski kebanyakan perokok cimeng tidak mengonsumsi tanaman ini sebanyak perokok tembakau, efeknya tetap tak boleh diabaikan. Ini karena cimeng atau mariyuana mengandung lebih banyak hidrokarbon karsinogenik dibandingkan dengan asap tembakau.
Tak hanya itu, para perokoknya juga cenderung menghirup lebih dalam dan menahannya di paru-paru mereka. Akibatnya, risiko penyakit jauh lebih besar.
Walaupun memiliki manfaat medis, ganja juga bisa menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, jika ada obat lain yang mungkin lebih efektif dan tentu saja legal, sepertinya Anda belum harus beralih ke tanaman yang satu ini. Pasalnya di Indonesia sendiri pemakaian ganja untuk obat masih belum dilegalkan.
Jangan menggunakan ganja sembarangan
Jangan sekali-kali menggunakan ganja sembarangan untuk kesenangan diri. Ingatlah bahwa ganja merupakan barang ilegal yang masuk dalam kategori obat-obatan terlarang.
Di dalam undang-undang, ganja masuk ke dalam narkotika golongan I berbarengan dengan sabu-sabu, kokain, opium, dan heroin. Jangankan mengonsumsinya, menanam ganja bukan dengan tujuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan bahkan bisa dikenakan jeratan pidana.
Jadi, jangan menyalahgunakan tanaman yang satu ini, ya.
JAKARTA – Ganja atau mariyuana berasal dari tanaman bernama Cannabis sativa. Tanaman satu ini memiliki 100 bahan kimia berbeda yang disebut dengan cannabinoid. Masing-masing bahannya memiliki efek berbeda pada tubuh.
Dilansir dari Hello Sehat, Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) merupakan bahan kimia utama yang kerap digunakan dalam pengobatan. Perlu diketahui, THC merupakan senyawa yang membuat Anda merasa mabuk atau high.
Senyawa cannabinoid sebenarnya diproduksi juga oleh tubuh secara alami untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra. Namun pada ganja, sebagian senyawa ini sangatlah kuat dan bisa menyebabkan berbagai efek kesehatan serius jika disalahgunakan.
Ganja atau yang juga disebut dengan cimeng ini biasanya digunakan dengan cara dibakar seperti rokok. Tak hanya daunnya, bunga, biji, dan batangnya juga kerap digunakan sebagai bahan untuk merokok. Selain itu, ganja juga banyak dicampur ke dalam makanan, mulai dari brownies, cookies, gulai, diseduh sebagai teh, atau dihirup dengan vaporizer.
Manfaat ganja dalam dunia medis
Dikutip dari WebMD, mariyuana bisa menjadi obat bila diolah secara medis. Dustin Sulak, seorang profesor bedah, meneliti dan membuat mariyuana untuk digunakan secara medis. Sulak merekomendasikan beberapa jenis mariyuana kepada para pasiennya dan mendapat hasil yang mengejutkan.
Saat diberikan mariyuana, pasien yang memiliki sakit kronis mengalami perbaikan kondisi dari sebelumnya. Kemudian pasien dengan multiple sclerosis juga mengalami lebih sedikit kejang otot dibanding sebelumnya. Bahkan, pasien dengan peradangan usus parah mulai bisa makan lagi.
Penelitian Sulak ini cukup kuat dan menambahkan sejarah panjang manfaat ganja yang dapat digunakan sebagai obat terapeutik. Namun masalahnya, karena tergolong barang ilegal, sulit untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas ganja dalam dunia medis.
Jenis ganja untuk obat medis
Di Amerika Serikat sendiri, ada empat jenis ganja yang sudah diizinkan untuk diproduksi demi keperluan obat atau medis, yaitu:
1. Marinol dan Cesamet
Dua obat ini digunakan untuk mengatasi mual dan kehilangan nafsu makan akibat kemoterapi dan pada pasien pengidap AIDS. Kedua obat ini merupakan bentuk lain dari THC, yang merupakan bahan utama ganja yang memberikan rasa high. Keduanya ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA), lembaga yang setara dengan BPOM di Indonesia, pada tahun 1980-an.
Untuk merangsang nafsu makan, dokter akan meresepkan marinol dengan dosis 2,5 mg dalam sekali atau dua kali sehari sebelum makan siang, malam, dan atau waktu tidur. Namun, jika diresepkan untuk meredakan mual akibat kemoterapi, dokter akan memberikan dosis sebanyak 5 mg saat 1 hingga 3 jam sebelum kemoterapi dan 2 hingga 4 jam setelahnya.
Salah satu efek samping fisik dari marinol, yaitu lemas, sakit perut, mual, muntah, detak jantung cepat, muka merah, dan pusing. Sementara efek samping psikologis yang biasanya muncul, yaitu cemas, kantuk, kebingungan, halusinasi, dan paranoid.
2. Epidiolex
Obat ini digunakan pada anak-anak penderita epilepsi dan Badan POM Amerika Serikat melegalkannya pada tahun 2013. Namun, penggunaannya secara bebas sangat dilarang.
3. Sativex
Obat ini merupakan obat yang sedang menjalani pengujian secara klinis di Amerika Serikat dan merupakan obat untuk mengatasi kanker payudara. Obat ini merupakan kombinasi dari bahan kimia yang terkandung di dalam tanaman ganja dan disemprotkan ke mulut. Sativex disetujui di lebih dari 20 negara untuk mengatasi kejang otot dari multiple sclerosis dan sakit akibat kanker.
4. Manfaat ganja untuk kesehatan
Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Di balik anggapan buruk orang tentang mariyuana, ternyata ada sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatan, seperti:
1. Mencegah glaukoma
Tanaman yang satu ini bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata dari glaukoma. Glaukoma adalah penyakit yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, dan menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP), alias tekanan bola mata, pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ini mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini sekaligus mencegah kebutaan.
2. Meningkatkan kapasitas paru
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association pada Januari 2012, disebutkan bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru. Bahkan, bahan yang satu ini bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Kapasitas paru adalah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.
Hal ini dikaitkan dengan cara penggunaan mariyuana yang biasanya diisap dalam-dalam. Oleh sebab itu, peneliti menyimpulkan hal ini mungkin menjadi semacam latihan untuk paru. Namun, tentu saja paparan jangka panjang asap mariyuana dengan dosis tinggi bisa merusak paru-paru.
3. Mencegah kejang karena epilepsi
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak tanaman ini dan bentuk sintetisnya pada tikus epilepsi.
Obat ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Hasilnya, cannabinoid dalam tanaman ini mampu mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.
4. Mematikan beberapa sel kanker
Kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol dapat menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1. Bukti ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco, yang dilaporkan pada tahun 2007. Dalam banyak kasus, dipercaya bahwa ganja mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.
Selain itu, bukti menunjukkan bahwa ganja juga bisa membantu melawan mual dan muntah sebagai efek samping kemoterapi. Akan tetapi, meski banyak penelitian menunjukkan keamanannya, tanaman ini tidak efektif dalam mengendalikan atau menyembuhkan kanker.
5. Mengurangi nyeri kronis
Sebuah tinjauan yang dilakukan oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicines melaporkan fakta bahwa dalam dunia medis, mariyuana kerap digunakan untuk mengatasi rasa sakit kronis. Hal ini karena mariyuana mengandung cannabinoid yang bisa membantu menghilangkan rasa nyeri ini.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, tanaman yang satu ini bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. Tak hanya itu, tanaman yang satu ini bahkan banyak digunakan untuk penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti fibromyalgia dan endometriosis.
6. Mengatasi masalah kejiwaan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menunjukkan bukti bahwa mariyuana membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa tertentu. Para peneliti menemukan bukti bahwa tanaman ini bisa membantu menghilangkan gejala depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.
Akan tetapi, mariyuana bukan obat yang tepat untuk masalah kesehatan jiwa, seperti gangguan bipolar dan psikosis. Pasalnya tanaman yang satu ini justru bisa memperparah gejala orang dengan gangguan bipolar.
7. Memperlambat perkembangan alzheimer
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Pharmaceutics menemukan fakta bahwa THC mampu memperlambat pembentukan plak amiloid. Plak-plak yang terbentuk ini bisa membunuh sel-sel otak yang berkaitan dengan alzheimer.
THC membantu menghalangi enzim pembuat plak ini di otak agar tidak jadi terbentuk. Namun, penelitian juga ini masih berada di tahap awal sehingga butuh lebih banyak studi penguat.
Cara menggunakan ganja untuk keperluan medis
Secara medis, ganja bisa digunakan dengan berbagai cara seperti:
Dihirup melalui perangkat yang disebut dengan vaporizer
Dimakan, dicampur dalam masakan
Dioleskan ke kulit dalam bentuk losion, minyak, atau krim
Diteteskan langsung di lidah
Diminum langsung
Cara mana yang perlu dilakukan bergantung dari yang disarankan dokter. Pasalnya, setiap metode bekerja dengan cara yang berbeda.
Menghirup menjadi salah satu cara yang efeknya bisa dirasakan dengan sangat cepat. Sementara itu, jika Anda mengonsumsinya dengan cara dimakan, tubuh butuh waktu 1-2 jam untuk bisa merasakan efeknya.
Efek samping ganja dalam obat
Sama seperti obat lainnya, mariyuana yang digunakan dalam dunia medis juga bisa menimbulkan berbagai efek samping seperti: mata merah, depresi, pusing, detak jantung meningkat, halusinasi, tekanan darah rendah.
Selain itu, obat yang satu ini juga bisa memengaruhi gerak dan koordinasi tubuh. The National Institute on Drug Abuse mengatakan bahwa ganja bisa membuat Anda ketagihan dan meningkatkan keinginan untuk menggunakan obat-obatan lainnya.
Marcel Bonn-Miller, PhD, spesialis penyalahgunaan zat di Fakultas Kedokteran, University of Pennsylvania, Perelman School of Medicine, menyatakan bahwa semakin sering dan tinggi kadar THC yang digunakan semakin besar pula kemungkinan Anda untuk mengalami ketergantungan.
Oleh karena itu, dokter akan sangat berhati-hati saat harus memberikan obat yang satu ini agar tubuh tak memiliki efek ketergantungan yang parah. Mungkin hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini ganja tidak dilegalkan di Indonesia.
Masalah kesehatan akibat ganja
Selain memiliki manfaat dalam dunia medis, cimeng (nama lain dari ganja) juga bisa memunculkan masalah kesehatan yang tak main-main. Hal ini terutama terjadi ketika Anda menggunakannya sembarangan tanpa seizin dokter. Berikut berbagai efek negatifnya pada tubuh, yaitu:
Efek pada otak
Bahan aktif dalam mariyuana, delta-9 tetrahydrocannabinol atau THC, bekerja pada reseptor kanabinoid pada sel-sel saraf dan memengaruhi aktivitas sel-sel tersebut. Beberapa area otak memiliki banyak reseptor cannabinoid, tetapi area otak lainnya hanya memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali.
Sebagian reseptor kanabinoid ditemukan di bagian otak yang memengaruhi kesenangan, daya ingat, pikiran, konsentrasi, persepsi indra, dan koordinasi gerakan.
Ketika Anda mengonsumsinya dalam dosis tinggi, penggunanya akan mengalami berbagai gejala seperti halusinasi, delusi, rusaknya daya ingat, dan disorientasi (linglung). Hal ini terjadi karena reseptor kanabinoid bekerja terlalu aktif.
Efek pada jantung
Mariyuana bisa menyebabkan detak jantung meningkat 20-50 kali lebih banyak per menitnya. Bahkan, efeknya bisa lebih parah saat Anda menggunakannya bersamaan dengan obat-obatan lain.
Ketika tekanan darah dan detak jantung melonjak tajam, Anda empat kali berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dalam satu jam pertama setelah merokok ganja.
Efek pada tulang
Penelitian menemukan fakta bahwa orang yang merokok cimeng dalam jumlah besar memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Akibatnya, orang tersebut lebih rentan mengalami patah tulang dan osteoporosis di kemudian hari.
Selain itu, penelitian yang dilakukan di University of Edinburgh, Inggris, menemukan fakta bahwa pengguna cimeng berat mengalami pengurangan indeks massa tubuh. Hal ini juga berpengaruh pada kepadatan tulang cenderung menghilang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.
Efek pada paru-paru
Cimeng yang dikonsumsi dengan cara dibakar seperti rokok bisa menyebabkan rasa terbakar dan menyengat pada mulut serta tenggorokan. Selain itu, para peneliti juga menemukan fakta bahwa perokok cimeng bisa mengalami masalah pernapasan yang sama dengan perokok tembakau, seperti:
Batuk berkepanjangan
Produksi dahak meningkat
Penyakit dada akut
Peningkatan risiko infeksi paru-paru
Meski kebanyakan perokok cimeng tidak mengonsumsi tanaman ini sebanyak perokok tembakau, efeknya tetap tak boleh diabaikan. Ini karena cimeng atau mariyuana mengandung lebih banyak hidrokarbon karsinogenik dibandingkan dengan asap tembakau.
Tak hanya itu, para perokoknya juga cenderung menghirup lebih dalam dan menahannya di paru-paru mereka. Akibatnya, risiko penyakit jauh lebih besar.
Meski memiliki manfaat medis, ganja juga bisa menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, jika ada obat lain yang mungkin lebih efektif dan tentu saja legal, sepertinya Anda belum harus beralih ke tanaman yang satu ini. Pasalnya di Indonesia sendiri pemakaian ganja untuk obat masih belum dilegalkan.
Jangan menggunakan ganja sembarangan
Penggunaan ganja memang cukup kontroversial. Keberadaannya pun dianggap ilegal dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang. Di sisi lain, sebenarnya tanaman yang juga tumbuh subur di Indonesia ini merupakan obat yang memiliki cukup banyak manfaat untuk kesehatan. Namun meski penggunaannya tidak selalu berbahaya, ganja bisa memengaruhi tubuh dan pikiran Anda saat masuk ke dalam tubuh.
Sekilas tentang ganja
Ganja atau mariyuana berasal dari tanaman bernama Cannabis sativa. Tanaman satu ini memiliki 100 bahan kimia berbeda yang disebut dengan cannabinoid. Masing-masing bahannya memiliki efek berbeda pada tubuh.
Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) merupakan bahan kimia utama yang kerap digunakan dalam pengobatan. Perlu diketahui, THC merupakan senyawa yang membuat Anda merasa mabuk atau high.
Senyawa cannabinoid sebenarnya diproduksi juga oleh tubuh secara alami untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra. Namun pada ganja, sebagian senyawa ini sangatlah kuat dan bisa menyebabkan berbagai efek kesehatan serius jika disalahgunakan.
Ganja atau yang juga disebut dengan cimeng ini biasanya digunakan dengan cara dibakar seperti rokok. Tak hanya daunnya, bunga, biji, dan batangnya juga kerap digunakan sebagai bahan untuk merokok.
Selain itu, ganja juga banyak dicampur ke dalam makanan, mulai dari brownies, cookies, gulai, diseduh sebagai teh, atau dihirup dengan vaporizer.
AMERIKA SERIKAT – Hasil riset dari sekelompok peneliti di Amerika Serikat menunjukkan bahwa senyawa dari tanaman ganja ternyata mampu menghambat infeksi parah virus corona 2 (SARS-CoV-2) terhadap sel paru-paru manusia. SARS-CoV-2 sendiri adalah virus yang bertanggung jawab atas pandemi penyakit corona virus 2019 (COVID-19) yang hingga kini masih melanda dunia.
National Geographic mengatakan, seorang peneliti biokimia dari University of Chicago di Illinois bernama Marsha Rosner, dan rekan-rekannya berhasil menemukan fungsi cannabidiol (CBD) dan metabolitnya, 7-OH-CBD, secara kuat mampu memblokir replikasi atau atau proses memperbanyak diri SARS-CoV-2 di sel epitel paru. Senyawa dari ganja tersebut mampu menghambat ekspresi gen virus corona dan membalikkan banyak efek virus tersebut pada transkripsi gen inang.
“Studi ini menyoroti CBD, dan metabolit aktifnya, 7-OH-CBD, sebagai agen pencegahan potensial dan pengobatan terapeutik untuk SARS-CoV-2 pada tahap awal infeksi,” kata Rosner dan tim seperti dilansir News Medical, beberapa waktu lalu.
Laporan hasil studi ini kini sedang menjalani peer-review. Adapun versi pre-print dari makalah penelitian ini tersedia di website bioRxiv.
Saat ini memang sudah banyak vaksin corona yang telah dibuat dan disetujui oleh WHO untuk digunakan masyarakat secara umum. Namun begitu, virus corona masih menyebar dengan cepat dan menginfeksi banyak orang tiap harinya. Oleh karena itu, Rosner dan rekan-rekannya mengatakan perlunya pendekatan alternatif, terutama untuk populasi dengan akses terbatas ke vaksin.
Rosner dan rekan-rekannya juga mengatakan beberapa penelitian telah melaporkan bahwa cannabinoid tertentu memiliki efek antivirus terhadap virus hepatitis C dan virus lain. Selain itu, obat oral CBD juga telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) untuk pengobatan epilepsi.
Adapun dalam riset mengenai efek senyawa CBD pada replikasi virus corona ini, para peneliti melakukan pre-treatment pada sel A549 sebagai sel karsinoma paru manusia yang mengekspresikan ACE-2 (A549-ACE2) dengan memberikannya 0-10μM CBD selama 2 jam. Kemudian mereka menginfeksi sel tersebut dengan SARS-CoV-2.
Analisis sel selama 48 jam kemudian menunjukkan bahwa CBD secara potensial menghambat replikasi virus di dalam sel
Tim kemudian menyelidiki juga apakah senyawa kanabinoid lain yang berasal bukan dari tanaman ganja juga dapat menghambat infeksi SARS-CoV-2. Uniknya, ternyata satu-satunya senyawa kanbinoid yang secara kuat menghambat replikasi virus hanyalah CBD dari ekstrak ganja. Adapun senyawa kanabinoid lain, setelah diuji, ternyata hanya memiliki efek antivirus yang sangat terbatas atau bahkan tidak memiliki efek antivirus.
Lebih lanjut, metabolit 7-OH-CBD, bahan aktif dalam pengobatan epilepsi dengan menggunakan CBD, juga secara efektif menghambat replikasi SARS-CoV-2 dalam sel A549-ACE2.
Ketika para peneliti menyelidiki apakah CBD dapat mencegah pembelahan proteolitik oleh Mpro atau PLpro, mereka menemukan CBD tidak berpengaruh pada aktivitas protease. Hal ini membuat tim berhipotesis bahwa CBD menargetkan proses sel inang.
Hasil pengobatan dengan CBD selama 24 jam pada sekuens RNA dari sel A549-ACE2 yang terinfeksi SARS-CoV-2 juga menunjukkan penekanan yang signifikan dari perubahan ekspresi gen yang diinduksi virus tersebut. Jadi, para peneliti meyakini, CBD secara efektif menghilangkan ekspresi RNA virus, termasuk RNA yang mengkode protein spike.
Selain itu, CBD secara efektif membalikkan induksi virus dari sitokin yang dapat memicu respons hiperinflamasi yang mematikan efek yang disebut sebagai “badai sitokin” selama tahap infeksi selanjutnya.
“Jadi, CBD memiliki potensi tidak hanya untuk bertindak sebagai agen antivirus pada tahap awal infeksi tetapi juga untuk melindungi host dari sistem kekebalan yang terlalu aktif pada tahap selanjutnya,” kata Rosner dan tim.
Secara garis besar hasil riset ini menunjukkan jumlah kejadian infeksi SARS-CoV-2 pada pasien yang mengonsumsi CBD ditemukan lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Rincinya, kejadian SARS-CoV-2 hanya ditemukan sebanyak 1,2{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} di antara pasien yang diresepkan CBD, dibandingkan dengan 12,2{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} di antara pasien yang tidak memakai CBD.
“Penurunan substansial dalam risiko infeksi SARS-CoV-2 pada pasien yang menggunakan CBD yang telah dilegalkan FDA menyoroti potensi kemanjuran obat ini dalam memerangi infeksi SARS-CoV2,” kata Rosner dan rekan-rekannya.
“Kami menganjurkan uji klinis terkontrol dengan plasebo yang dirancang dengan hati-hati dengan konsentrasi yang diketahui dan formulasi yang sangat khas untuk menentukan peran CBD dalam mencegah dan mengobati infeksi dini SARS-CoV-2,” simpul mereka.
Tim kemudian menyelidiki juga apakah senyawa kanabinoid lain yang berasal bukan dari tanaman ganja juga dapat menghambat infeksi SARS-CoV-2. Uniknya, ternyata satu-satunya senyawa kanbinoid yang secara kuat menghambat replikasi virus hanyalah CBD dari ekstrak ganja. Adapun senyawa kanabinoid lain, setelah diuji, ternyata hanya memiliki efek antivirus yang sangat terbatas atau bahkan tidak memiliki efek antivirus.
Lebih lanjut, metabolit 7-OH-CBD, bahan aktif dalam pengobatan epilepsi dengan menggunakan CBD, juga secara efektif menghambat replikasi SARS-CoV-2 dalam sel A549-ACE2.
Ketika para peneliti menyelidiki apakah CBD dapat mencegah pembelahan proteolitik oleh Mpro atau PLpro, mereka menemukan CBD tidak berpengaruh pada aktivitas protease. Hal ini membuat tim berhipotesis bahwa CBD menargetkan proses sel inang.
Hasil pengobatan dengan CBD selama 24 jam pada sekuens RNA dari sel A549-ACE2 yang terinfeksi SARS-CoV-2 juga menunjukkan penekanan yang signifikan dari perubahan ekspresi gen yang diinduksi virus tersebut. Jadi, para peneliti meyakini, CBD secara efektif menghilangkan ekspresi RNA virus, termasuk RNA yang mengkode protein spike.
Selain itu, CBD secara efektif membalikkan induksi virus dari sitokin yang dapat memicu respons hiperinflamasi yang mematikan efek yang disebut sebagai “badai sitokin” selama tahap infeksi selanjutnya.
“Jadi, CBD memiliki potensi tidak hanya untuk bertindak sebagai agen antivirus pada tahap awal infeksi tetapi juga untuk melindungi host dari sistem kekebalan yang terlalu aktif pada tahap selanjutnya,” kata Rosner dan tim.
Secara garis besar hasil riset ini menunjukkan jumlah kejadian infeksi SARS-CoV-2 pada pasien yang mengonsumsi CBD ditemukan lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Rincinya, kejadian SARS-CoV-2 hanya ditemukan sebanyak 1,2{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} di antara pasien yang diresepkan CBD, dibandingkan dengan 12,2{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} di antara pasien yang tidak memakai CBD.
“Penurunan substansial dalam risiko infeksi SARS-CoV-2 pada pasien yang menggunakan CBD yang telah dilegalkan FDA menyoroti potensi kemanjuran obat ini dalam memerangi infeksi SARS-CoV2,” kata Rosner dan rekan-rekannya.
“Kami menganjurkan uji klinis terkontrol dengan plasebo yang dirancang dengan hati-hati dengan konsentrasi yang diketahui dan formulasi yang sangat khas untuk menentukan peran CBD dalam mencegah dan mengobati infeksi dini SARS-CoV-2,” simpul mereka.
Salah satu jenis aglonema hasil kreasi @jarupih (Foto: Larasita/ THE EDITOR)
Salah satu jenis aglonema hasil kreasi @jarupih (Foto: Larasita/ THE EDITOR)
JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo membutuhkan sistem manajemen pertanian profesional bila ingin menghentikan gempuran buah dan sayuran impor. Pembangunan integrasi dan infrastruktur pertanian yang terencana dan rapi akan mendorong keberhasilan swasembada hortikultura dalam negeri bila digarap secara serius.
“Dimulai dari R&D untuk mendapatkan bibit unggul, lahan, pemeliharaan, dan cara panen yang tepat dibarengi dengan distribusi yang baik, Indonesia bisa swasembada,” ujar Penasehat Keuangan Ronawati Wongso dalam akun Linkedlnnya beberapa waktu lalu.
Pada waktu saya tinggal di Amerika, lanjutnya, apabila belanja di supermarket Asia, yang saya lihat banyak produk sayur dan buah seperti yang biasa kita makan di Indonesia adalah produk Thailand. Segala macam ada termasuk Pete.
Saya sering bertanya-tanya, mengapa ya Indonesia yang begitu subur dengan tanah yang luas tetapi kok produk sayur dan buahnya belum sampai di Luar Negeri sedangkan Thailand dengan luas yang lebih kecil bisa menguasai pasar.
Di Thailand, kata Rona lagi, untuk produk buah dan sayuran, Research dan Development (R&D) mendapat perhatian dan dilakukan oleh kerajaan. Kerajaan melakukan R&D untuk bibit unggul, setelah berhasil, diberikan kepada rakyatnya.
“Untuk Indonesia saat ini mungkin fokus dulu produksi untuk konsumsi dalam negeri sendiri, karena inipun belum bisa tercapai,” jelasnya.
“Apakah Indonesia bisa? Pasti bisa kalau direncanakan dan diimplementasikan dengan baik infrastrukturnya,” ungkapnya.
Pengusaha Hortikultura Thailand Yang Bergelar Master Dan Doktor
Berbagai tanggapan muncul di akun Linkedln Rona. Salah satunya datang dari salah satu netijen bernama Sonny Marpaung. Dalam komentarnya, Sonny yang mengaku sebagai pebisnis di bidang florist ini mengatakan bahwa pengusaha tanaman hias di Thailand banyak bergelar master hingga doktor. Pengusaha tersebut sengaja menempuh pendidikan tinggi agar bisa mengembangkan produk tanaman dengan teknologi agar bernilai tinggi.
“Misalnya, thn 2000 an mrk mengembangkan tanaman pride of sumatra, yg dirumah saya hanya menjadi tanaman hias di Pagar rumah, menjadi varietas aglonema yang bernilai tinggi,” ungkap Sonny.
Tak hanya itu, Sonny juga mengatakan bahwa para master dan doktor asal Thailand juga mengembangkan beras yang bibitnya diambil dari Indonesia untuk dikembangkan menjadi beras premium.
“Yg pada akhirnya di indo hanya bisa dikonsumsi oleh orang2 itu. Contoh lainnya durian monthong,” ungkapnya.
Sonny menjelaskan lagi bahwa saat ini kontribusi tenaga profesional agribusiness di Indonesia masih sangat kurang. Salah satu yang menyebabkan minimnya ketertarikan masyarakat untuk mengembangkan usaha ini karena minimnya benefit yang didapatkan.
Jadi, lanjut Sonny, tak heran bila kebanyakan tamatan agribusiness dari universitas terkemuka di Tanah Air justru hanya berakhir bekerja di bidang perbankan saja.
Teknologi Pertanian Indonesia Rendah
Kekayaan alam Indonesia yang luar biasa besar ternyata tidak serta merta mendorong perbaikan di bidang pertanian. Yuli Setiawan, netijen lain yang berkomentar di Linkedln Rona menjelaskan bahwa negara-negara yang bertetangga dengan Indonesia sangat fokus dalam mengembangkan teknologi pertanian.
Keseriusan ini berimbas pada meningkatnya produk-produk pertanian yang sebelumnya tidak dilirik oleh petani. Misalnya pisang, penelitian pisang dimulai dari penemuan bibit terbaik, cara pembudidayaan, cara pemupukan, cara pengemasan, cara penjualan hingga cara mengendalikan hama penyakitnya membuat negara lain selalu maju selangkah dari pada Indonesia.
“Kalau itu semua tanya ke siapa?” ungkap Yuli.
Menurutnya, pemerintah seharusnya mendorong penerapan hasil riset pertanian langsung kepada petani. Selain itu Ia juga berharap infrastruktur pertanian juga didorong hingga ke pelosok pedesaan.
Presiden Jokowi menyerahkan bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka pada 30 Juli 2021 (Foto: Sekretariat Negara/ THE EDITOR)
Presiden Jokowi menyerahkan bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka pada 30 Juli 2021 (Foto: Sekretariat Negara/ THE EDITOR)
JAKARTA – Program karantina wilayah atau lockdown yang tengah berlangsung saat ini di beberapa wilayah di Indonesia tidak menjamin persoalan pandemi corona akan selesai. Demikian diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam acara pemberian banpers produktif usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta (30/7).
“Kalau lockdown kita bisa bayangkan, dan itu belum bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, pilihan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tujuannya adalah untuk mengatasi krisis kesehatan tanpa melupakan penanganan ekonomi. Hal itu yang membuat Jokowi lebih menerapkan PPKM Darurat ketimbang lockdown.
Dalam pengertian Jokowi, PPKM Darurat adalah bentuk lain dari lockdown yang sifatnya lebih permanen. “Itu (PPKM Darurat) masih semi aja saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka,” ungkapnya.
Jokowi katakan bahwa pemerintah harus menerapkan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus virus corona. Meningkatnya kasus masyarakat yang terkena covid-19 pada periode Juni hingga Juli 2021 sangat disayangkan oleh Jokowi. Padahal di periode Januari hingga Mei 2021 kemarin kasus orang terinfeksi virus corona di Indonesia sudah mulai berkurang.
Jokowi sendiri mengklaim keberadaan virus corona di Pulau Jawa perlahan mulai berkurang. Namun Ia mengingatkan akan kasus orang terinfeksi covid-19 yang mulai meningkat di luar Pulau Jawa. Untuk itu, Jokowi meminta agar masyarakat terus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya dengan rajin mencuci tangan, memakai masker saat berada di luar ruangan dan menjaga jarak.
Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19
Presiden Jokowi juga meminta agar seluruh masyarakat Indonesia ikut menyukseskan program vaksinasi covid-19. Karena pemerintah menargetkan di akhir 2021 ini 70 persen masyarakat Indonesia sudah di vaksin.
“Kalau sudah 70 persen itu paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat. Kalau sudah, tercapai yang namanya kekebalan komunal atau herd immunity,” tandasnya.
Katedral Santiago (Foto: Martin Selitubun/ THE EDITOR)
Katedral Santiago (Foto: Martin Selitubun/ THE EDITOR)
SPANYOL – Katedral Santiago adalah salah sayu tujuan penting bagi para peziarah Katolik seluruh dunia. Santiago de Compostela berada di provinsi A Corua, Spanyol. Meskipun bukan ibukota provinsi, kawasan ini sebenarnya adalah ibukota wilayah Galicia. Santiago adalah kota Galicia yang paling sering dikunjungi dan populer oleh orang asing, tetapi itu bukan yang terbesar.
Gelar kota yang paling sering dikunjungi jatuh ke tangan Kota Vigo. A Corua juga memiliki jumlah penduduk yang lebih besar. Katedral besar kota ini menyimpan jasad Santo Yakobus Rasul yang mayatnya dibawa ke Galicia setelah ia dipenggal ketika kembali ke tanah suci.
Kota asli Santiago sebenarnya adalah tidak lebih dari sebuah perkembangan biara yang menampung selusin biarawan. Para anggota biara ini diberi peran menjaga kuburan Santo Yakobus setelah penemuannya pada abad ke-9. Santiago mengklaim bahwa mereka memiliki hotel tertua di dunia bernama “Hostal dos Reyes Catlicos” (sekarang hotel parador). Hotel ini memiliki fasad yang menarik dan berada di alun-alun “obradoiro” yang sama dengan katedral utama.
Asal mula tepatnya kata “Compostela” tidak diketahui, tetapi diperkirakan berasal dari kata Latin yang sama yang artinya adalah bintang atau bidang cahaya – referensi ke gambar yang dilihat oleh seorang pertapa di atas tempat peristirahatan Santo Yakobus tak lama sebelum telah ditemukan.
Santiago de Compostela menghasilkan buku panduan pertama yang diakui di dunia bernama “Codex Calixtinus” pada abad ke-12, yang menawarkan panduan bagi para peziarah yang ingin mengikuti rute “Camino de Santiago” (Jalan Santo Yakobus) dalam perjalanan ziarah suci ke Katedral Santiago ini.
Santiago de Compostela tetap menjadi tempat paling suci ketiga dalam gereja Katolik dan jumlah peziarah suci terus meningkat setiap tahunnya. Malam terakhir perayaan festival selama pesta Santo Yakobus jatuh di bulan Juli dan puncaknya dirayakan dalam konser bentuk besar-besaran di alun-alun “Obradoiro” yang dihadiri oleh keluarga kerajaan Spanyol.
Berdasarkan situs resmi Camino de Santiago, tahun 2018 mencatat peziarah terbanyak yang berjumlah 320.000 lebih peziarah terlampaui. Dimana pejalan kaki berjumlah 306.064, pesepeda: 20.787, berkuda: 318, dan dengan kursi roda 79.
Penulis adalah seorang pastor dari Keuskupan Agats Papua
Budapest Eye dilihat dari Taman Erzsebet Square (Foto: Elitha Evinora Br Tarigan/ THE EDITOR)
BUDAPEST – Siapa yang tidak suka naik gondola? setiap orang dari berbagai umur tentu sangat senang naik wahana hiburan yang satu ini. Pernahkah anda mencoba Budapest Eye?
Budapest Eye dilihat dari Taman Erzsebet Square (Foto: Elitha Evinora Br Tarigan/ THE EDITOR)
Budapest Eye adalah satu-satunya gondola yang bisa anda temukan di Budapest. Berada di tengah taman Erzsebet Square, bianglala setinggi 65 meter ini menghipnotis siapapun yang melihatnya. Susunan lampu cantik disetiap sudut bianglala ini juga membuatnya sangat eyecatching dilihat dari sudut manapun.
Di Erzsebet Square sendiri beragam festival musik kelas dunia sering diadakan disini, termasuk mendiang Michael Jackson yang pernah konser di taman ini sekitar tahun 1996. Tak heran bila salah satu pohon di taman ini diberi nama mendiang. Untuk mencapainya juga sangat mudah karena hanya membutuhkan waktu dua menit jalan kaki dari stasiun bus.
Pemerintah kota Budapest memang mempermudah masyarakat dan turis mengakses setiap taman yang ada di kotanya. Erzsebet Square sendiri memang satu yang terbesar diantaranya.
Untuk diketahui, ukuran gondola Budapest Eye memang sedikit lebih besar dari pada gondola yang ada di negara Eropa lainnya, seperti Paris dan Inggris. Setiap kabin gondola mampu memuat hingga 8 orang dan di desain tertutup.
Jadi meski saat musim dingin masyarakat bisa naik karena dilengkapi dengan penghangat udara. Gondola ini juga memiliki standar keamanan yang tinggi jadi penikmat wahana akan diperiksa dengan ketat agar saat berada diatas tidak terjadi apa-apa.
Pemandangan yang ditawarkan saat naik Budapest Eye memang sangat menakjubkan. Apalagi untuk pasangan yang sedang dimabuk cinta, gondola ini tidak bisa dilewatkan.
Tiket yang harus dibayar untuk orang dewasa adalah 9 Euro (Rp142.000), anak-anak dibawah usia 12 tahun dikenakan tiket 5 Euro (Rp79.000), paket keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak cukup membayar 23 Euro (Rp363.600), untuk grup diatas 20 orang masing-masing dikenakan tiket 8 Euro (Rp126.500) dan kursi prioritas atau ekslusif seharga 11 Euro (Rp173.900) per orang.
Keluarga Akidi Tio serahkan sumbangan sebesar 2 Triliun untuk menanggulangi virus corona di Sumatera Selatan (Foto: Humas Polda Sumsel/ THE EDITOR)
Keluarga Akidi Tio serahkan sumbangan sebesar 2 Triliun untuk menanggulangi virus corona di Sumatera Selatan (Foto: Humas Polda Sumsel/ THE EDITOR)
PALEMBANG – Untuk menangani penyebaran virus corona, seorang pengusaha asal Sumatera Selatan, Akidi Tio menyumbangkan uangnya sebesar Rp 2 triliun kepada masyarakat. Sumbangan yang diberikan langsung lewat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Eko Indra Heri tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Kapolda Sumsel mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk menanggulangi korban yang terkena covid-19 di wilayahnya. Terutama saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang tengah berlangsung saat ini.
Dari situs Humas Polda Sumsel diketahui bahwa Kapolda Sumsel mengatakan bila sumbangan sebesar Rp2 triliun tersebut Ia peroleh dari dari salah satu keluarga yang Ia kenal saat masih bertugas di Aceh.
“Dana tersebut diberikan oleh salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh, dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak Covid-19,” katanya pada Senin (26/7).
Keberadaan sumbangan tersebut, lanjutnya, sangat penting dan cukup berat. Ia berharap semua pihak akan bekerja untuk menyalurkan anggaran tersebut kepada keluarga yang membutuhkan. Tujuannya agar warga Sumsel yang terkena virus corona dapat segera disembuhkan.
“Kita akan berikan kepada warga yang berhak menerimanya,” katanya.
Siapa Keluarga Akidi Tio
Dalam foto yang dilansir oleh Humas Polda Sumsel diketahui bahwa orang yang menyumbangkan uang sebesar Rp2 triliun tersebut bernama Akidi Tio. Dalam sebuah papan pengumuman kecil berwarna merah tertulis kalimat: Sumbangan Untuk Penanggulangan Covid-19 Dan Kesehatan Di Palembang, Sumatera Selatan.
Dari papan pengumuman tersebut juga diketahui bila nama penyumbangnya adalah Akidi Tio yang ditunjukkan telah meninggal dunia. Akidi dan keluarga besarnya ternyata bersama-sama menyumbangkan dana sebesar Rp2 triliun.
CNN Indonesia melansir bahwa keluarga Akidi Tio adalah seorang filantropis yang sering memberikan santunan di sejumlah panti jompo di Sumatera Selatan. Di masa pandemi, keluarga ini memberi bantuan bagi warga menjalani isolasi mandiri meskipun tidak pernah dipublikasikan.
Akidi juga diketahui adalah seorang pengusaha asal Langsa, Aceh yang pernah tinggal di Palembang. Direktur Utama RS RK Charitas Palembang Hardi Darmawan kepada Polda Sumatera Selatan mengatakan bahwa Akidi Tio memiliki tujuh orang anak. Enam anaknya tinggal di Jakarta, sementara satu orang di Palembang.
“Awalnya saya hanya menerima telepon dari salah satu anak Akidi, saya kira panggilan sebagai dokter. Tapi saya kaget ketika keluarga menyampaikan niat untuk memberikan bantuan kepada warga Sumsel senilai Rp2 triliun untuk membantu penanganan Covid-19 ini,” Kata Hardi yang telah jadi dokter pribadi keluarga Akidi Tio selama 48 tahun tersebut.
Uang Tersebut Untuk Menambah Laboratorium PCR
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengungkapkan, kemungkinan sebagian dari bantuan tersebut akan digunakan untuk mempercepat proses pemeriksaan dengan menambah jumlah laboratorium PCR serta menyediakan moda transportasi untuk mendistribusikan oksigen.
“Penambahan kapasitas lab diperlukan untuk mempercepat pemeriksaan. Juga ketersediaan transportasi untuk oksigen masih jadi kendala meskipun sehari Sumsel bisa produksi 33 ton oksigen medis,” pungkasnya.