23.4 C
Indonesia

Seperti Apa Dukungan Kementerian Pertanian Dalam Mengembangkan Pertanian Presisi? Berikut Penjelasan Langsung Dari Dirjen PSP Ali Jamil

Keuntungan yang diperoleh dari Smart Farming yang diyakini oleh kementerian pertanian adalah meningkatkan pendapatan dan keuntungan petani, meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa, meningkatkan produksi tanaman dan biodiversitas (keanekaragaman hayati) serta konservasi air.

Must read

JAKARTA – Ada yang tahu bentuk dukungan kementerian pertanian untuk mengembangkan pertanian Tanah Air? 

Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Ali Jamil melalui Instagramnya @dirjenpsp menjelaskan bentuk dukungan yang berhasil dijalankan oleh lembaganya selama beberapa tahun ini.

Teknologi

Dalam penjelasanya, Ali Jamil mengatakan bila teknologi yang digunakan oleh kementerian pertanian untuk mendukung pertanian Tanah Air adalah dengan memanfaatkan drone (sprayer dan pemetaan) serta sensor tanah dan cuaca.

Dalam situs ditjenbun.pertanian.go.id dijelaskan bila penerapan teknologi drone (pesawat tak berawak) dalam pertanian biasanya digunakan untuk pengelolaan hama yang presisi di bidang pertanian dan kehutanan. 

Teknologi drone ini ini diyakini juga aman bagi tanaman karena bentuknya yang kecil saat dipakai untuk melakukan pantauan udara terhadap area pertanian. 

Selain itu, drone juga bisa dipakai untuk mendeteksi spot hama pada tanaman, bahkan dinilai lebih cepat dan lebih irit saat dipakai.

Salah satu pendorong utama implementasi teknologi penginderaan jauh berbasis drone ke dalam pertanian adalah potensi waktu yang dihemat dengan otomatisasi pemantauan tanaman, menjadikan teknologi ini hemat biaya bagi petani. 

Sensing drone berpotensi memungkinkan cakupan area yang lebih luas daripada perangkat genggam berbasis darat.

Drone semakin banyak digunakan untuk studi penginderaan jauh dan sangat hemat biaya untuk inspeksi bidang yang lebih kecil.

Seiring peningkatan teknologi dan penurunan biaya, mereka juga dapat menjadi lebih kompetitif untuk digunakan di bidang yang lebih besar. 

Pada akhirnya, kegunaan penginderaan jauh berbasis drone untuk mendeteksi masalah hama akan bergantung pada kebutuhan masing-masing petani. 

Irigasi Pertanian

Ali Jamil menjelaskan bila dalam penugasannya, Ditjen PSP menyediakan jaringan irigasi untuk pertanian masyarakat. 

Dalam pengelolaan air irigasi, lanjutnya, pihaknya akan melakukan beberapa hal diantaranya memperhatikan kebutuhan dan ketersediaan air, mengembangkan teknologi air permukaan, dan air tanah, membangun jaringan irigasi, serta mengembangkan jaringan irigasi dan optimasi jaringan irigasi.

Selain itu, lanjut Ali Jamil, pihaknya juga akan melakukan pencegahan kerusakan area pertanian dari bencana alam dengan melakukan pengumpulan data iklim yang akurat.

Dan terakhir adalah dengan memberdayakan perkumpulan petani pemakai air melalui pembentukan organisasi terarah dan terukur.

Pupuk dan Pestisida

Ali Jamil mengatakan bila Ditjen PSP membangun sistem informasi penggunaan pupuk, pestisida, herbisida kimia secara presisi.

Selain itu, Ali Jamil mengataka bila Ditjen PSP juga menyediakan unit pengolahan limbah untuk memproduksi pupuk organik.

Dan, yang tak kalah pentingnya, kata Ali Jamil, Ditjen PSP juga menyediakan sertifikasi pertanian organik. 

Teknologi dan Mekanisasi

Ali Jamil mengatakan bila Ditjen PSP mendorong pertanian modern agar dapat berkembang di Indonesia seperti di negara maju.

Beberapa cara yang dilakukan oleh Ditjen PSP untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang modern adalah dengan menyediakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk membuka lahan.

Selain itu, kata Ali Jamil, Ditjen PSP berharap petani dapat mengggunakan Alsintan di masa panen tengah berlangsung hingga ke masa pasca panen.

Tugas lain Ditjen PSP dalam mengembangkan teknologi dan mekanisasi yang disebutkan Ali Jamil melalui akun instagramnya adalah dengan membangun jalan usaha tani. 

Jalan usaha tani ini akan mempermudah akses alsintan serta alat angkut lainnya yang dapat menjangkau area persawahan.

Bengkel Alsintan, diungkapkan Ali Jamil, adalah salah satu bagian penting dalam pengembangan teknologi dan mekanisasi pertanian di Indonesia. 

Dalam situs psp.pertanian.go.id milik kementerian pertanian dikatakan bahwa perbengkelan Alsintan dibuat dengan sistem jasa sewa dan perbengkelan bagi alat-alat pertanian yang disebar di seluruh Indonesia.

Bengkel Alsintan ini akan menyediakan pemeliharaan, perbaikan ringan dan berat, serta penjualan suku cadang alsintan.

Sementara ittu, masih kata Ali Jamil, pihaknya juga akan mendorong tersedianya distributor Alsintan sehingga pekerjaan petani makin mudah dan murah.

Dalam situs dinpertanpangan.demakkab.go.id disebutkan bahwa sistem pengelolaan Alsintan smart farming diterapkan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi antara sistem informasi manajemen, teknologi presisi, dan cyber physical system.

Smart farming merupakan teknologi di era Industri 4.0 untuk pengembangan pertanian modern, disebut juga sebagai Agriculture 4.0.

Keuntungan yang diperoleh dari Smart Farming yang diyakini oleh kementerian pertanian adalah meningkatkan pendapatan dan keuntungan petani.

Selain itu juga meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa, meningkatkan produksi tanaman dan biodiversitas (keanekaragaman hayati) serta konservasi air.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru