29.4 C
Indonesia

Dulu Hanya Punya Kemungkinan 2% untuk Hidup, Kembar Siam Abby-Erin Kini Sudah Lulus TK

Must read

CAROLINA UTARA – Pada 24 Juli 2016, kembar Abby dan Erin Delaney lahir ke dunia dengan kondisi fisik yang membuat keduanya hanya memiliki kemungkinan kecil untuk hidup.

Pada Juli tahun ini, mereka akan merayakan ulang tahun yang ketujuh sebagai lulusan taman kanak-kanak–sesuatu yang menurut ibu mereka, Heather, adalah “mimpi”.

“Menyaksikan mereka lulus, ini seperti kami bermimpi,” katanya, dikutip dari Daily Mail. “Itu adalah salah satu yang Anda rasa tidak akan pernah datang.”

Abby dan Erin lahir sebagai kembar siam yang berbagi tengkorak atau kembar siam craniopagus.

Menurut Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) yang merawat keduanya, kembar siam jenis itu adalah yang paling jarang terjadi di kasus kembar siam.

Saking jarangnya, dokter bahkan mengatakan bahwa kemungkinan orang tua memiliki anak kembar siam craniopagus hanyalah satu di antara 2,5 juta.

Kondisi calon anak-anaknya yang berbeda telah diketahui Heather jauh sebelum ia melangsungkan persalinan, yaitu pada minggu ke-11.

Kemudian, pada minggu ke-30, ia melahirkan Abby dan Erin yang hanya memiliki berat 6 pound (sekitar 2,7 kilogram).

“Ketika kami mengetahuinya pertama kali, kami terkejut, kami tidak tahu apa yang harus dipikirkan,” kata Heather.

“Itu sesuatu yang Anda lihat di TV. Saya kira itu tidak benar-benar terjadi di orang-orang,” sambungnya.

Atas kondisi fisiknya, Abby dan Erin disebutkan memiliki peluang yang sangat kecil untuk bisa bertahan hidup–yakni hanya sebesar dua persen.

Meskipun begitu, orang tua kedua anak itu diberi tahu bahwa mereka berpotensi menjadi kandidat pasien yang dioperasi setelah lahir.

Keduanya pun menjalani operasi pada 6 Juni 2017. Operasi itu menjadi yang pertama dari jenisnya dilakukan di CHOP dan memiliki berbagai risiko, mulai dari kerusakan otak ringan hingga kematian.

Dibutuhkan setidaknya 11 jam operasi, termasuk di dalamnya transfusi darah dalam jumlah yang sangat banyak, untuk memisahkan Abby dan Erin.

Mereka juga menjalani beberapa operasi kecil sebelum hari H untuk mempersiapkan segala kondisinya.

Dan dibutuhkan perawatan medis selama lima bulan sebelum keduanya dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit.

Kini, meskipun memiliki keterbatasan intelektual dan perkembangan yang lebih lambat dari anak-anak lainnya, Abby dan Erin tetap membanggakan orang tuanya.

Mereka berhasil lulus dari taman kanak-kanak pada Juni dengan Abby yang mendapat penghargaan rusa dan Erin mendapat penghargaan lumba-lumba.

Penghargaan rusa diberikan kepada Abby karena ia telah menjadi “teman yang ramah yang memperlakukan semua orang dengan cara yang lembut dan baik”.

Sementara itu, Erin mendapat penghargaan lumba-lumba untuk “jiwa pemberaninya” dan kesukaannya berpetualang.

“Saya sangat bangga terhadap mereka berdua,” kata Heather.

Sementara anak-anaknya tidak mengingat bahwa mereka pernah menjadi kembar siam, sang ibu memajang beberapa foto yang menunjukkan kondisi mereka saat itu.

“Suatu hari kami akan duduk bersama mereka dan membicarakan hal ini dengan baik–kami ingin mereka bangga atas diri mereka dan asal mereka.”

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru