29.4 C
Indonesia

Tujuh Wanita di China Beli Rumah untuk Ditinggali Bersama Ketika Pensiun

Must read

CHINA – Beberapa dari kita pasti pernah membicarakan rencana tinggal serumah dengan sahabat yang paling dekat.

Rencana itu dilengkapi dengan bayangan akan keseruan setiap harinya, peran masing-masing untuk membiayai kebutuhan rumah, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, apakah ada di antara kita yang benar-benar mewujudkannya?

Jika tidak ada, setidaknya sekelompok wanita di China berhasil mengubah yang mereka katakan sebagai candaan pada tahun 2008 lalu menjadi kenyataan.

“Awalnya, itu hanyalah lelucon,” ucap salah satu di antara mereka, Jin Du, dalam sebuah video yang diunggah pada tahun 2019 oleh kanal YouTube 一条Yit.

“Kami mengatakan kami akan tinggal bersama ketika kami berusia 60 tahun dan menjalani masa pensiun bersama.

“Kami akan memasak, memanggang daging (barbekyu) di lapangan, dan mendapatkan makanan dari desa,” tambahnya.

Bertemu lewat pekerjaan, Jin dan enam sahabatnya telah bersama-sama selama 20 tahun–waktu yang tidak sebentar untuk menjadikan mereka tak terpisahkan.

Pada tahun 2018, salah satu dari mereka menemukan bakal calon rumah idaman mereka di pinggiran Kota Guangzhou, Provinsi Guandong.

Rumah yang sebagiannya dikelilingi hamparan padi yang asri itu berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota.

Menimbang lokasinya yang pas untuk kehidupan di masa tua, mereka pun memutuskan untuk langsung membelinya.

Dilaporkan oleh Shanghaiist, dibutuhkan setidaknya 4 juta yuan (sekitar Rp8,3 miliar) untuk ketujuh wanita tersebut membeli dan merenovasi rumah idaman mereka.

Hasilnya adalah rumah tiga setengah lantai yang indah dengan luas total bangunan 700 meter.

Rumah itu dilengkapi dapur yang menyenangkan, kolam renang, serta dinding kaca di beberapa bagian yang memberikan akses langsung ke pemandangan menakjubkan di sekitarnya.

Sementara lantai satu merupakan kawasan untuk aktivitas yang melibatkan banyak orang, lantai-lantai di atasnya lebih bersifat pribadi dengan masing-masing anggota memiliki kamarnya sendiri-sendiri.

“Kami semua adalah individu yang mandiri, namun kami bisa berkomunikasi dan mengandalkan satu sama lain pada waktu yang sama,” kata Jin.

“Sepuluh tahun kemudian, anak-anak kami semua sudah akan dewasa. Jadi kami berharap bisa bersama lagi dalam waktu sepuluh tahun,” sambungnya.

Untuk memastikan masing-masingnya berkontribusi ke kehidupan rumah, mereka berjanji untuk menguasai keahlian yang sekiranya akan diperlukan.

Ada yang harus bisa memasak, mengerti pengobatan tradisional China, menanam sayuran, bahkan memainkan musik untuk hiburan ketika bosan.

Nah, ada yang berniat melakukan hal serupa?

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru