29.4 C
Indonesia

Simak Strategi Ditjen PSP Kementerian Pertanian Hadapi Badai El-Nino 2023 Ini

Di tahun 2023 ini Kementan juga akan mengalokasikan 500 unit embruing, 629 unit perpompaan, 250 unit perpipaan, 3.213  unit RJIT.

Must read

JAKARTA – Kondisi iklim kedepan (musim kemarau), seperti yang sudah BMKG prakirakan, akan terjadi kemarau yang ekstrim (el nino), terutama di bulan Agustus 2023 mendatang.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian  Ali Jamil mengatakan bila pihaknya tengah menyiapkan berbagai antisipasi kekeringan.

Diantaranya 800 unit traktor roda embat, 4,745 unit traktor roda dua, 1.900 unit pompa.

“Dan seluruhnya disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia,” ungkap Ali Jamil beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjutnya, ia juga akan memaksimalkan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tertier (RJIT) yang dapat meningkatkan efisiensi aliran irigasi hingga ke lahan sawah. 

Juga termasuk di dalamnya terus melanjutkan program Irigasi Perpipaan, Irigasi Perpompaan, Pembangunan Embung, Dam Parit. 

“Ini bertujuan sebagai suplesi air hingga lahan,” ungkapnya.

Ini Dia Persiapan Ditjen PSP Kementan Menghadapi Badai El-Nino

Ali Jamil melanjutkan bahwa di tahun 2023 ini Kementan juga akan mengalokasikan 500 unit embruing, 629 unit perpompaan, 250 unit perpipaan, 3.213  unit RJIT.

Selain itu, lanjutnya, infrastuktur irigasi yang telah dibangun di tahun sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan antisipasi  kemarau nanti.

Ia mengarahkan bila selama periode tahun 2020 hing 2022 Kementan telah mengalokasikan kegiatan irigasi untuk meningkatkan ketersediaan air pada musim kemarau.

Alsintan yang disiapkan dalam kurun maktu tersebut adalar 11.866 unit RJIT, 2.177 unit perpompaan, 439 unit perpipaan, dan 1.531 unit Sembung.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru