29.4 C
Indonesia

Mengapa Garam Masih Perlu Ditambahkan Yodium?

Must read

INDONESIA – Garam adalah benda padat berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Klorida sebanyak 80 serta senyawa lainnya seperti Magnesium Klorida, Magnesium Sulfat,
Kalsium Klorida dan lain-lain.

Garam yodium pertama kali digunakan di Switzerland tahun 1920. Apabila seseorang tidak mendapat asupan zat yodium dalam makanan yang makan sehari-hari, maka konsumsi garam beryodium mutlak diperlukan.

Winarno dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1992 mengatakan bahwa bila tubuh kekurangan yodium, kadar tiroksin dalam darah menjadi rendah. Kadar tiroksin yang rendah akan merangsang kelenjar pituitary untuk memproduksi lebih banyak hormon yang disebut TSH atau thyroid stimulating hormon. Hormone TSH menyebabkan kelenjar tiroid membesar karena jumlah dan ukuran sel-sel epitel membesar.

Dengan kata lain, Yodium berfungsi untuk membantu tubuh memproduksi hormon tiroid, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur proses metabolisme tubuh dan berbagai fungsi organ di dalam tubuh.

Mengapa Garam Perlu Ditambahkan Yodium?

Lini Sehat mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) yang cukup tinggi. Hal ini sangat disayangkan mengingat kekurangan yodium pada tubuh bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Misalnya seperti mengganggu proses tumbuh kembang, hingga berpotensi menurukan tingkat kecerdasan. Kelompok yang paling rentan terkena gangguan akibat kekurangan yodium yaitu, anak-anak dan ibu hamil.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk menanggulangi masalah tersebut dengan menambahkan yodium pada garam. Hal ini dinilai sebagai cara yang aman dan efektif untuk memperoleh asupan yodium yang optimal.

Yodium merupakan zat gizi esensial yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan, perkembangan serta fungsi sistem saraf dan otot. Walaupun yodium memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, tetap ada batasan jumlah konsumsi yang dianjurkan.

Rekomendasi asupan yodium

World Health Organization (WHO) merekomendasikan jumlah asupan yodium sebagai berikut:

Anak-anak 0-5 tahun: 90 mikrogram per hari
Anak-anak 6-12 tahun: 120 mikrogram per hari
Anak-anak >12 tahun + dewasa: 150 mikrogram per hari
Kehamilan: 250 mikrogram per hari
Menyusui: 250 mikrogram per hari
Dalam 1 sendok teh garam kira-kira terdapat 150-400 mikrogram yodium. Tapi belum tentu semua yodium tersebut akan masuk ke dalam tubuh, karena mungkin saja ada bagian yang terlarut dalam kuah dan tidak terkonsumsi.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru