23.4 C
Indonesia

Jalanan Macet dan Bikin Stres, Petisi Kembalikan WFH Ditandatangani Ribuan Orang

Must read

JAKARTA – Media sosial tengah diramaikan dengan eksistensi petisi yang meminta agar sistem bekerja dari rumah alias work from home (WFH) kembali diberlakukan.

Petisi yang dibuat oleh pengguna bernama Riwaty Sidabutar itu sejatinya telah ada sejak dua bulan lalu, namun baru ramai diperbincangkan belum lama ini.

Dalam halaman petisinya, Riwaty menyerukan agar aturan wajib WFO (work from office, bekerja dari kantor) 100% dikaji ulang.

Ia berpendapat pekerja sebaiknya diberikan pilihan untuk dapat bekerja dari rumah.

Semua ini bukan tanpa alasan. Ia beralasan kembalinya para pekerja ke kantor masing-masing membuat jalanan semakin macet dan perjalanan terhambat.

Akibatnya, pekerja akan tiba di kantor dengan kondisi yang sudah lelah dan hal itu akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan.

“Karena lamanya perjalanan, saya malah jadi lebih lelah, dan hasil pekerjaan tidak sebagus ketika saya bekerja dari rumah,” tulisnya.

“Di rumah, saya merasa lebih percaya diri, lebih aman, dan juga merasa lebih nyaman,” sambungnya.

Riwaty juga mencantumkan pengalamannya sebagai contoh. Ia mengaku harus menempuh jarak sejauh 20 kilometer dari rumah ke tempatnya bekerja.

Itu artinya ia menempuh jarak total 40 kilometer untuk pergi-pulang bekerja setiap harinya.

“Belum lagi kalau hujan. Bisa-bisa, saya terjebak kemacetan lama sekali, satu jam bahkan menggunakan sepeda motor,” tambahnya.

Menurutnya, peralihan dari sistem WFH yang berjalan selama dua tahun ini ke WFO hanya membuatnya stres.

Oleh sebab itu, ia meminta agar pekerja diberikan hak memilih di antara kedua sistem itu. Seperti di Belanda, katanya, yang sudah melakukannya.

“Saya yakin, dengan adanya aturan ini dari pemerintah, kantor-kantor akan dapat lebih fleksibel sehingga pekerja-pekerja pun bisa lebih nyaman,” imbuhnya.

“Dukung petisi saya ini, ya, teman-teman! Sebarkan juga ke kawan-kawan pekerjamu!”

Petisi yang dibuat secara daring itu eksis di laman Change.org. Hingga tulisan ini dibuat, sebanyak lebih dari 13 ribu orang telah menandatanganinya.

Laman itu menyatakan bahwa, jika petisi Riwaty memperoleh 15 ribu tanda tangan, maka petisinya menjadi salah satu yang paling banyak ditandatangani di laman tersebut.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru