21.4 C
Indonesia

Deli, Kerajaan Boneka Dibentuk Oleh Sultan Iskandar Muda Untuk Menghapus Sejarah Kerajaan Aru di Dunia

Siapakah Kerajaan Aru Yang Sangat Ditakuti Oleh Sultan Iskandar Muda dan Leluhurnya Ini?

Must read

MEDAN – Perebutan atas Selat Malaka antara Kerajaan Aru dan Kesultanan Aceh tercatat sebagai salah satu sejarah yang kelam di Sumatera.

Sejarah mencatat bila Raja Aceh sangat benci dengan Kerajaan Aru yang bersekutu dengan Portugis, bukan Inggris seperti mereka selama menguasai Selat Malaka.

Demikian dikatakan oleh Dr. Suprayitno, sejarawan dan dosen yang fokus pada penelitian situs di wilayah Sumatera dalam bukunya berjudul “Benteng Putri Hijau Dalam Sejarah Sumatera Abad 16 M”.

Baca Juga: Siapakah Kerajaan Aru Yang Sangat Ditakuti Oleh Sultan Iskandar Muda dari Aceh dan Leluhurnya Ini?

Izin pengutipan buku tersebut telah diberikan oleh penulis Kepada Redaksi The Editor.

Dalam buku tersebut dituliskan bila saat Aceh berhasil menghancurkan Kerajaan Aru di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda, Aceh langsung mengganti nama Aru menjadi Ghori dan kemudian Deli

Kemunculan Deli sebagai sebuah negeri terjadi pada abad ke-17 Masehi.

Bagaimana Sejarahnya?

Masih dari buku tersebut, Pada tahun 1613 Sultan Iskandar Muda mengirim pasukan lengkap dengan 70 anak gajah, dan perbekalan perang lainnya untuk menghancurkan Kerajaan Aru.

“Saat itu Istana Aru habis dibakar,” tulis Suprayitno.

Setelah Kerajaan Aru runtuh, muncullah nama Negeri Deli. 

Penulis Sejarah Bustanu Salatin mencatat bahwa Deli diserahkan ke Aceh pada tahun 1612 kepada Raja Inggris.

Hal serupa juga terjadi pada daerah lain yang dikuasai oleh Aceh seperti Besitang yang berada di wilayah Teluk Aru, Tambang, dan Asahan juga mengalami nasib yang sama.

Baca juga: Inilah Sejarah Putri Hijau, Ratu Yang Memimpin Kerajaan Aru di Sumatera Utara

Pada tahun 1620 meskipun memiliki kekuatan besar, dan dibentengi serta mendapat bantuan dari Portugis ternyata dapat dikalahkan oleh Raja Aceh dalam 6 Minggu.

100 ekor gajah digunakan dalam serangan itu, dan parit digali di sekitar benteng.

Sultan Iskandar Muda Takut Pada Kerajaan Aru

Setelah kemenangannya, Sultan Iskandar Muda tidak ingin ada nama Aru di dunia.

Hal ini terjadi karena menurut Sultan Iskandar Muda, leluhurnya sangat takut pada kerajaan ini pasalnya Kerajaan Aru memiliki kekuatan politik besar yang bekerja sama dengan Portugis, dan ditakuti oleh banyak bangsa di Selat Malaka.

Perlu diketahui bahwa Kerajaan Aru pada periode ini dikenal sebagai Negeri Bajak Laut.

Karena itu, kata Suprayitno, penghancuran Kerajaan Aru disertai dengan diangkutnya 22.000 orang rakyatnya ke Aceh dari Deli, dan tempat-tempat lain yang dikuasai oleh Sultan Iskandar Muda.

“Sultan Aceh ini jelas-jelas berencana untuk menghancurkan Aru, dan dia mungkin berniat hidak hanya untuk mengurangi penduduk negara itu tetapi untuk menghilangkan nama Aru selama-lamanya dan diganti dengan Kerajaan Deli,” tulisnya.

Catatan tentang sejarah ini juga disebut oleh Milner yang diterbitkan pada tahun 1978 di halaman 18-19.

Sebagai sebuah negeri baru, lanjutnya, penguasa Deli tidak pernah merujuk ke Aru dalam silsilah dinasti mereka.

Tetapi ke Gotjah Pahlawan, seorang kesatria Aceh yang berasal dari India.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru