22.4 C
Indonesia

Arkeolog Temukan Keju Berumur Ribuan Tahun di Makam Mesir Kuno, Bagaimana Rasanya?

Must read

MESIR – Para arkeolog secara misterius menemukan sisa-sisa keju berusia 2.600 tahun di sebuah makam Mesir kuno.

Ekspedisi tersebut menemukan cetakan halloumi di dalam kapal besar yang berasal dari dinasti Mesir ke-26 dan ke-27 (sekitar tahun 664–404 SM).

Halloumi sendiri adalah keju yang dibuat dari susu domba atau kambing atau campuran keduanya, bertekstur agak keras, dan dibuat dengan diawetkan dalam air garam.

Dr Mustafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Arkeologi, yang bertanggung jawab atas ekspedisi ini, mengatakan bahwa orang Mesir Kuno biasa menyebut keju sebagai “haram”.

Hal itu kemudian berubah selama masa Koptik menjadi kata “haloum”, dan dari situlah kita mendapatkan nama “keju halloumi”, jelas Waziri.

Akan tetapi, mengejutkannya, keju ini bukanlah keju tertua yang ditemukan hingga saat ini.

Pada tahun 2018, para arkeolog menemukan “gumpalan putih yang memadat” di makam Ptahmes.

“Bahan yang dianalisis mungkin merupakan residu padat arkeologis paling kuno dari keju yang pernah ditemukan hingga saat ini,” tutur Dr Enrico Greco, dari Universitas Catania.

Ia bekerja dengan rekan-rekannya di Universitas Kairo, Mesir, untuk menentukan identitas temuan tersebut.

“Kami tahu itu sebagian besar terbuat dari susu domba dan kambing, tetapi bagi saya sangat sulit membayangkan rasa tertentu,” imbuhnya.

Melalui teks terjemahan, Kementerian Pariwisata dan Barang Antik juga mengatakan bahwa penemuan keju baru-baru ini bukanlah satu-satunya artefak yang ditemukan selama ekspedisi berlangsung.

“Perlu dicatat bahwa misi arkeologi Mesir memulai pekerjaannya di situs tersebut sejak 2018, dan melalui lima musim penggalian terakhir, mereka telah berhasil mengungkap makam unik dari imam keluarga kelima ‘Wahati’, serta 7 makam batu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Adapun tujuh makam yang dimaksud, tiga di antaranya adalah makam negara bagian modern dan empat makam dari Wullah D Lama, dan bagian depan pemakaman dari negara lama.

Ke depannya, ekspedisi juga dijadwalkan akan mengungkap lebih dari seribu jimat keuangan, puluhan patung kucing kayu, dan masih banyak lainnya.

“Dan pada tahun 2020, lebih dari 100 peti mati kayu yang disegel dalam keadaan era akhir pertama mereka di dalam sumur pemakaman diresmikan, 40 patung dewa pengecut Saqara dengan bagian-bagian yang menakjubkan dan 20 kotak kayu dewa Horus,” sambung pernyataan tersebut.

“Penemuan ini telah dinilai sebagai salah satu dari sepuluh penemuan arkeologi paling penting tahun 2020 dan yang paling menarik, menurut majalah Arkeologi,” pungkas mereka.

 

Sumber: UNILAD

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru