24.4 C
Indonesia

Punya 40 Kepribadian Berbeda, YouTuber Prancis Berjuang Untuk Mendapatkan Eutanasia

Must read

BELGIA – Seorang YouTuber yang mengidap dissociative identity disorder (DID) atau kepribadian ganda mendokumentasikan perjalanannya untuk mengakhiri hidupnya di sebuah klinik eutanasia di Belgia–yang ternyata tak berjalan sesuai keinginannya.

Memiliki 40 kepribadian berbeda, YouTuber asal Prancis itu, yang dikenal dengan nama Olympe, mengatakan tak lagi sanggup mengatur tekanan dari kondisinya serta segala penyebabnya.

Untuk itu, ia memutuskan pergi ke Belgia, negara yang melegalkan assisted suicide (bunuh diri yang dibantu), dan mengatakan telah berhubungan dengan tim dokter di sana.

Kabar itu ia sampaikan di akun Instagramnya, mengatakan bahwa, pada akhir tahun ini, ia akan memiliki “sumber daya” untuk melakukan hal tersebut di Belgia.

“Saya sudah berhubungan dengan para dokter,” tulisnya.

“Ini bukanlah debat. Ini hidup saya. Ini adalah keputusan yang saya buat yang sangat sulit untuk dilakukan,” tambahnya.

Hidup dengan begitu banyak kepribadian membuatnya mengalami tekanan dan masalah yang sama banyaknya, termasuk kekerasan seksual.

Ia juga harus beberapa kali pindah dari rumah penampungan yang satu ke rumah penampungan yang lain akibat kondisinya itu.

Akan tetapi, dokter Belgia, Yves de Locht, yang dilaporkan telah dihubungi oleh Olympe mematahkan klaimnya.

Ia mengatakan bahwa proses untuk melakukan hal yang diinginkan wanita berusia 23 tahun itu bisa berjalan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ia juga menyampaikan bahwa Belgia telah lelah dicap sebagai “bangsal kematian” untuk Prsncis, negara yang tidak melegalkan assisted suicide.

“Saya belum melihat berkas medisnya tapi saya sudah membaca emailnya. Dia ingin bertemu dengan saya,” katanya.

“Kami tidak menolak untuk bertemu (orang-orang seperti dia) tetapi kami menjelaskan kepada mereka bahwa prosesnya dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun,” sambungnya.

de Locht menyampaikan bahwa Olympe telah mengumumkan “akhir hidupnya” di akhir tahun, waktu yang tidak ditentukan olehnya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya butuh lebih banyak informasi sebelum bertemu dengan sang YouTuber.

Di sisi lain, Olympe, dengan keadaannya yang menderita dengan gangguan kepribadiannya, menegaskan bahwa ia tidak berharap menjadi “contoh” untuk muda-mudi yang lain.

Ia justru mendorong mereka yang memiliki pemikiran gelap untuk “menemukan orang-orang di sekitar mereka untuk bersandar”.

Mengutip Daily Mail, eutanasia–menarik atau menghentikan perawatan yang mempertahankan hidup seseorang–adalah tindakan yang legal di Belgia, Belanda, Luksemburg, Jerman dan Spanyol.

Sementara itu, bunuh diri yang dibantu–memberi pasien sarana untuk mengakhiri hidup mereka sendiri–adalah tindakan yang ilegal di sebagian besar Eropa.

Di Swiss, bunuh diri dengan bantuan dilegalkan, namun tidak dengan eutanasia aktif.

Meskipun ilegal di Prancis, dewan warga mulai memperdebatkan pendekatan negara tersebut terhadap perawatan akhir hidup secara umum dan status hukum bunuh diri yang dibantu.

Rekomendasi akan disampaikan ke parlemen pada bulan Maret tahun ini.

Di Inggris Raya, tindakan membantu orang lain dalam mengambil nyawanya dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Upaya memberikan bantuan untuk seseorang dalam mengakhiri hidupnya menyajikan banyak komplikasi etis dalam mendefinisikan “bunuh diri yang masuk akal”.

Komunitas ilmuwan juga kerap kali terbagi dalam pembahasan ini.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru