23.4 C
Indonesia

Pesawat Boeing Kena Macet di Bogor, Kok Bisa?

Must read

BOGOR – Kemacetan yang biasa terjadi di Jalan Raya Parung, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, akibat adanya perbaikan jalan terlihat sedikit berbeda kemarin, Selasa (26/7), pagi karena adanya potongan pesawat yang ikut melintas.

Kejadian ini pun menjadi viral setelah sejumlah akun media sosial membagikan videonya, salah satunya adalah akun @bogor24update di platform Instagram.

Dalam video berdurasi belasan detik itu, terlihat ada dua potongan pesawat dari jenis Boeing yang diangkut oleh dua kontainer di tengah-tengah kemacetan yang didominasi oleh kendaraan motor.

Terlihat pula ada sebuah bis yang hendak melintas dari arah yang berlawanan dan tengah bersisian dengan kontainer pembawa badan pesawat.

“Kapal nyublek di Jampang, kapal. Ngelawan bis… noh, ada lagi noh!” ucap laki-laki yang merekam video tersebut.

Mengutip akun @bogor24update, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Pada waktu ini, jalan raya umumnya ramai dengan orang-orang yang berangkat kerja maupun para siswa yang berangkat sekolah.

Kepala Kepolisian Sektor Kemang Kompol Arie Trisnawati pun mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa kontainer yang mengangkut muatan besar seperti itu seharusnya tidak melintas pada pagi hari.

“Kejadiannya benar di wilayah Kemang. Untuk kendaraan kontainer yang mengangkut peraturannya tidak boleh di pagi hari. Untuk lebih lanjut bisa ditanyakan ke Dishub,” kata Ari, dikutip dari Sindo News.

Ia juga menjelaskan bahwa pengangkutan moda transportasi udara tersebut sempat mengalami masalah di bandara sehingga jadwalnya mundur ke pagi hari.

Dari bandara, potongan badan pesawat tersebut dibawa ke “gudang” yang berlokasi di Kampung Jampang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

“Pas keluar bandara itu ada trouble, yang harusnya di tengah malam akhirnya malah kepagian berangkatnya karena trouble itu, jadinya terjebak di jalan dan bikin macet,” paparnya.

Sebagai informasi, sebuah lahan kosong yang luasnya diperkirakan mencapai 1 hektare di kawasan tersebut memang dikenal sebagai gudang penyimpanan bangkai pesawat sejak 2019 lalu.

Keberadaannya bahkan sempat menghebohkan awal tahun ini, dengan beredarnya bukti bahwa puluhan bangkai pesawat menghuni tempat itu dengan dibatasi tembok dan pagar besi.

Ari menegaskan bahwa keadaan macet telah biasa terjadi di kawasan itu bahkan tanpa hadirnya kontainer yang membawa badan pesawat.

“Di situ lagi perbaikan jalan provinsi, jadi menyempit. Enggak usah ada pesawat juga kemacetan berasa di situ,” tuturnya.

Kemacetan pun bisa terurai setelah polisi datang dan mengatur arus lalu lintas.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru