21.4 C
Indonesia

Peneliti Ungkap Kondisi Kesehatan Beethoven Sebelum Meninggal Lewat Analisis Genom

Must read

JERMAN – Hampir 200 tahun berlalu setelah wafatnya komposer ternama dunia Ludwig van Beethoven, namun kondisi persis kesehatannya sebelum menghembuskan napas terakhir saat itu masih menjadi misteri.

Dan sesuai dengan keinginannya, para ahli pun terus berupaya memecahkan misteri itu lewat berbagai penelitian dari masa ke masa.

Yang terbaru, peneliti mengungkap potongan puzzle misteri ini lewat analisis genom yang diambil dari lima helai rambut sang komposer.

Mereka kemudian menyatakan ada banyak faktor di balik penyakit liver yang dideritanya–yang berujung pada gagal hati yang dipercaya sebagai penyebab kematiannya.

Faktor-faktor tersebut antara lain genetika, infeksi virus, dan efek konsumsi alkohol selama hidupnya.

“Risiko penyakit hati Beethoven, yang muncul terutama dari mutasi pada dua gen, (yakni) PNPLA3 dan HFE, secara kasar akan meningkatkan risiko tiga kali lipat untuk spektrum penuh penyakit hati progresif,” ungkap antropolog biologi University of Cambridge Tristan Begg, salah satu penulis studi ini.

“Dengan sendirinya, faktor risiko ini tidak menjadi perhatian besar bagi kebanyakan orang yang memilikinya, tetapi akan ada efek interaksi berbahaya dengan konsumsi alkoholnya,” tambahnya kemudian.

Mengutip VOA Indonesia, dalam melakukan penelitian ini, para ahli melarutkan helaian rambut Beethoven ke dalam suatu cairan dan mengambil potongan-potongan DNA.

Langkah itu, ungkap Johannes Krause–salah satu penyusun penelitian, merupakan tantangan tersendiri mengingat DNA di rambut terpotong-potong ke dalam fragmen-fragmen kecil.

Meskipun begitu, lanjut Krause, setelah menggunakan rambut Beethoven sepanjang hampir tiga meter, mereka mampu menyusun sebuah genom yang mereka teliti untuk menemukan tanda-tanda penyakit genetik.

Selain menemukan fakta bahwa Beethoven secara genetik menderita penyakit hati, para ahli juga mengungkap bahwa sang komposer terinfeksi virus hepatitis B beberapa bulan sebelum ajalnya.

Di samping itu, mereka tidak dapat menjelaskan gangguan pendengaran progresif yang dideritanya sejak usia 29 tahun–dan menyebabkannya kehilangan pendengaran secara total pada usia 44 tahun.

Beethoven sendiri meninggal pada usia 56 tahun di Wina, Austria, setelah melahirkan beberapa karya yang berpengaruh dalam dunia musik klasik.

“Musik Beethoven terus menginspirasi jutaan orang hampir 200 tahun setelah kematiannya,” kata Begg.

“Sangatlah berharga untuk melakukan penelitian ini untuk mencoba memuaskan keinginan Beethoven mengenai pemahaman tentang kesehatannya, tetapi juga untuk menyampaikan fakta biografinya secara lebih akurat, yang juga menjadi perhatian,” lanjutnya.

Adapun hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Current Biology pada Rabu (22/3).

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru