28.4 C
Indonesia

Penduduk Desa Tewas dalam Pembantaian di Barat Etiopia

Must read

ETIOPIA – Badan hak asasi Etiopia mengatakan bahwa sejumlah penduduk desa di barat negara itu telah tewas dalam pembantaian yang terjadi atas dasar etnis.

Kejadian ini terjadi di tengah upaya pasukan federal Etiopia menstabilkan daerah itu setelah pembunuhan massal lainnya terjadi lebih dulu pada pertengahan Juni lalu.

Wilayah Oromiya, kawasan yang menjadikan Amhara sebagai kelompok etnis minoritas, memang dikenal telah mengalami serangan kekerasan selama bertahun-tahun–berakar pada keluhan tentang marginalisasi politik dan pengabaian oleh pemerintah pusat.

Dilansir dari Reuters, Komisi Hak Asasi Manusia Etiopia (EHRC) melaporkan bahwa pembantaian itu terjadi pada hari Senin di dua desa di Kellem Wollega, sekitar 400 km barat ibukota Addis Ababa.

Mereka menyalahkan Tentara Pembebasan Oromo (OLA), kelompok pecahan terlarang dari partai oposisi, atas pembunuhan tersebut. OLA membantah tuduhan itu dan menyalahkan kelompok paramiliter.

Akan tetapi, Reuters tidak segera dapat memverifikasi klaim dari kedua belah pihak.

Sejalan dengan EHRC, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed pun menyalahkan OLA atas serangan itu–yang juga disebutnya sebagai “pembantaian”.

Juru bicara OLA Odaa Tarbii membantah tuduhan itu.

Ia mengatakan bahwa milisi sekutu pemerintah lah yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut, sementara pasukan federal yang baru-baru ini dikerahkan di daerah itu tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.

“Tuduhan perdana menteri adalah upaya rezim untuk membelokkan fakta bahwa ia sedang berjuang untuk menjaga ketertiban dalam pasukannya sendiri,” kata Odaa kepada Reuters.

Juru bicara pemerintah Ethiopia Legesse Tulu mengatakan bahwa OLA berusaha untuk mengalihkan kesalahan ke pemerintah.

Ia menyebutnya sebagai taktik “setiap kelompok teroris yang digunakan untuk menyembunyikan pekerjaan jahat mereka”.

Tulu tidak memberikan rincian tentang korban.

Sementata itu, juru bicara pemerintah daerah Oromiya tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di tengah kegiatan saling tuduh ini, juru bicara Abiy memaparkan fakta bahwa ada sekitar 340 orang yang tewas di wilayah yang sama bulan lalu.

Stabilisasi segera di daerah tersebut pun diserukan oleh EHRC.

“Ketidakamanan yang terus berlanjut di daerah itu dan apa yang tampaknya menjadi pembunuhan warga yang ditargetkan secara etnis harus segera dihentikan,” kata Daniel Bekele, kepala EHRC dalam sebuah pernyataan pada Senin malam.

 

Sumber: Reuters

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru