30.4 C
Indonesia

Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Nasser dengan “Tepat dan Terbatas”

Must read

PALESTINA – Pasukan Israel menyerbu rumah sakit terbesar yang masih berfungsi di Jalur Gaza di Palestina, Rumah Sakit Nasser, Kamis (15/2).

Penyerbuan tersebut dilaporkan berlangsung beberapa jam setelah Israel melepaskan tembakan yang menewaskan seorang pasien dan melukai enam orang lainnya di kompleks yang sama.

Diberitakan CNN, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa penyerangan didasarkan pada informasi terpercaya dari sejumlah sumber–termasuk para tawanan yang telah dibebaskan.

Ia mengatakan para sumber menyebut bahwa pasukan pejuang Palestina, Hamas, sebelumnya menahan para sandera serta jenazah sandera di rumah sakit.

Meskipun begitu, VOI melaporkan bahwa IDF tidak pernah mempublikasikan bukti dari klaim-klaim tersebut.

“Teroris Hamas kemungkinan besar bersembunyi di belakang warga sipil yang terluka di dalam Rumah Sakit Nasser saat ini,” ujar Hagari, menambahkan bahwa operasi tersebut akan dilakukan “tepat dan terbatas”.

“Operasi sensitif ini dipersiapkan dengan baik dan dilakukan oleh pasukan khusus IDF yang menjalani pelatihan khusus,” lanjutnya, dikutip dari Reuters.

Serangan tersebut menciptakan kepanikan di Rumah Sakit Nasser yang tidak hanya diisi oleh pasien dan tim medis, melainkan juga ribuan pengungsi yang berlindung di dalamnya.

Dalam video yang beredar, beberapa orang terlihat berjalan di lorong gelap rumah sakit dengan mengandalkan senter ponsel mereka sementara tembakan terus dilepaskan.

“Apakah masih ada orang di dalam? Ada tembakan, tundukkan kepala!” demikian terdengar suara seorang dokter berteriak di video tersebut.

Terdengar pula suara seorang pria yang menyebut bahwa tentara Israel telah mengepung rumah sakit dan tidak ada yang bisa keluar.

Otoritas kesehatan Gaza menyebut pasukan Israel mengusir para pengungsi dan keluarga staf medis yang berlindung di Rumah Sakit Nasser.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, menyebut tentara Israel memaksa para dokter di rumah sakit untuk meninggalkan pasien yang membutuhkan perawatan intensif, sehingga mengancam nyawa mereka.

“Pendudukan Israel menyerbu Kompleks Medis Nasser dan mengubahnya menjadi barak militer setelah menghancurkan tembok selatan dan masuk dari sana,” katanya.

Sementara itu, Hamas membantah tuduhan Israel yang menyebutnya beroperasi di rumah sakit yang berlokasi di Khan Younis itu.

Anggota Biro Politik Hamas Muhammad Nazzal mengatakan kelompoknya “tidak memiliki urusan” di rumah sakit.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru