26.1 C
Indonesia
Monday, March 16, 2026

Alquran Berbahasa China Dan Arab Di Masjid Agung Taipei

Alquran yang ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa China Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

TAIPEI – Masjid Agung Taipei adalah kepedulian pemerintah Taiwan terhadap kenyamanan turis muslimin dan muslimah berwisata ke negara mereka. Terletak di jantung kota Taipei, masjid ini berdiri megah dan menjadi cagar budaya. Masjid ini dibangun tahun 1950 dan resmi beroperasi tahun 1960 dan resmi diakui sebagai cagar budaya oleh pemerintah Taiwan.

Alquran yang ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa China (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Meski bentuk bangunan terlihat kecil, namun masjid ini mampu menampung hingga 1.000 jamaah ini menjadi ajang silaturahmi warga muslim dari seluruh dunia yang tinggal di Taipei. Muslim Indonesia menjadi pengunjung masjid paling banyak yang diikuti oleh muslim asal Myanmar, Thailand dan Pakistan

Salah satu yang menarik di masjid ini adalah Alquran yang ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa China. Deretan Alquran dengan warna dan isi serupa dapat ditemukan di setiap pinggir ruangan masjid. Masjid ini memang dibangun untuk umat muslim Taiwan yang ingin menghabiskan waktu untuk berdoa dan membaca.

Menurut penuturan Susanto (39), salah satu pengurus Masjid Agung Taipei asal Indonesia, ada warga Taipei yang menjadi Islam setelah mengetahui keberadaan masjid ini.

Masjid ini sangat mudah diakses dengan transportasi umum. Lokasinya berada di No. 62, Sec 2, Xinsheng S Rd Da’an Distrik, Taipei, Taiwan. Untuk urusan transportasi tidak perlu khawatir karena angkutan umum di negara ini sangat kondusif dan murah. Apalagi Pemerintah Kota Taipei sudah menjadikan masjid ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata.

Untuk informasi, terdapat 2 unit mushola di Taipei dan berada di jalul kereta bawah tanah di B1, No.3, Beiping W. Rd Zhongzheng Dist, Taipei Taiwan dan di area Discovery Center of Taipei yang berada di -4F No. 1, City Hall Rd, Xinyi Distrik, Taipei, Taiwan.

Pulau Cambang-Cambang, Eksotisme Wisata Bahari Yang Ditelantarkan Oleh Pemerintah

Cottage yang tidak terurus dan tidak memiliki fasilitas toilet (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Wahana water boom yang tidak lagi terpakai (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

PANGKEP – Cambang-Cambang, pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan yang tengah menanti untuk diperbaiki tampilan fisiknya. Mengapa demikian? Karena pulau eksotis yang jaraknya hanya 15 menit dari dermaga Maccini Baji Labakkang, Kabupaten Pangkep.

Pulau ini sehingga disebut sebagai istilah Maldives ala Indonesia. Agar tahu lebih jauh tentang pulau ini, tim jalan-jalan The Editor akan mengajak pembaca untuk datang langsung ke lokasi. Untuk bisa menikmati tempat ini secara leluasa maka baiknya menyewa perahu milik warga yang dihargai Rp200.000. Dengan harga tersebut Anda akan ditunggu oleh pemilik perahu di dermaga sebanyak waktu yang dibutuhkan saat menikmati pulau.

Air laut yang berwarna biru muda disepanjang bibir pantai akan menggoda siapa saja yang ingin berlibur di tempat ini. Kami tiba di Pulau Cambang-Cambang di masa pandemi corona, jadi tidak bisa menginap di cottage yang biasa disewakan dengan harga Rp250.000 saja.

“Selama corona pulau ini dikosongkan dan tidak bisa dijadikan sebagai tempat menginap,” ujar Udin, pria yang ditugaskan oleh pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menjaga pulau kecil ini beberapa waktu lalu.

Cottage yang tidak terurus dan tidak memiliki fasilitas toilet (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Pulau ini terlihat kurang terurus namun bersih. Water boom yang dipasang dekat dermaga terlihat seperti barang usang karena sudah lama tidak dipakai. Air yang tengah surut menunjukkan sebuah bangunan rusak mirip kolam yang menjadi area luncur yang langsung mengarah ke laut.

Perlu diketahui, pulau cambang-cambang ini dibangun dan dikelola oleh pemerintah daerah Pangkep. Sayangnya bangunan maupun wahana pendukung pariwisata di tempat ini tidak terawat sama sekali.

“Anak-anak bisa terluka kalau naik water boom itu karena bangunan yang seharusnya jadi kolam di laut rusak karena terbawa arus,” ungkap Udin.

Pantai Cambang-Cambang (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Tak hanya water boom, cottage yang dulu pernah jadikan pulau cambang-cambang sebagai Maldivesnya Indonesia juga tak kalah memprihatinkan. Rumah berwarna merah yang dibangun tepat diatas laut ini tidak dirawat sama sekali. Dari 15 cottage yang tersedia, hanya beberapa yang bisa dipakai.

Bangunan kayu yang menghubungkan satu cottage dengan cottage lainnya juga tak kalah memprihatinkan. Toilet bangunan juga lepas terbawa arus, jadi bila menginap di tempat ini maka Anda akan langsung membuang hajat langsung ke laut, tempat Anda akan menikmati waktu menikmati berbagai macam wisata bahari.

Bangunan-bangunan cottage juga nyaris roboh ke laut. Sangat memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Pangkep semestinya tidak mengabaikan perawatan cottage di pulau ini. Pasalnya pulau ini menyuguhkan pesona air laut yang begitu jernih dan bersih, dipadukan dengan pasir putih di pesisir pantai.

Tidak hanya keindahan daratan saja, pulau ini juga memiliki pesona terumbu karang yang tidak kalah indahnya dengan tempat lain. Pulau ini juga menjadi tempat untuk menikmati panorama matahari terbit dan tenggelam di Kabupaten Pangkep.

Justan Riduan Janji Smelter 4,9 Triliun Milik Tiran Group Akan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Justan Riduan Siahaan saat ditemui di AAS Building, Makassar pada Sabtu 10 Juli 2021 (Foto: SMD/ THE EDITOR)
Justan Riduan Siahaan saat ditemui di AAS Building, Makassar pada Sabtu 10 Juli 2021 (Foto: SMD/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter di Kab Konawe Utara oleh Tiran Group segera dimulai setelah disepakatinya kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp 4,9 triliun antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd.

Direktur Keuangan Tiran Group Justan Riduan Siahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana mega proyek ini mengatakan bahwa sebagai tahap awal perusahaan tersebut akan membangun satu line smelter senilai Rp. 1,8 triliun dengan fasilitas pendukung seperti water treatment, perkantoran dan pemondokan, gardu induk, serta fasilitas pendukung lainnya yang akan dimulai tahun ini.

“Tahun ini kita akan memulai pembangunan smelter bersama fasilitas pendukung industrial lainnya. Kami akan menyiapkan izin, financial dan sumber daya manusianya,” katanya saat ditemui di AAS Building, Makassar, Sabtu (10/7).

Kata Justan, waktu pembangunan smelter ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 16 sampai 24 bulan sejak pembangunan fisik berlangsung. Dari perkiraannya masa pembangunan proyek ini akan sedikit bertambah karena pandemi corona yang tak kunjung usai.

Walaupun dimasa pandemi  prediksi pembangunan akan sedikit bertambah, lanjut Justan, namun pembangunan smelter ini tetap akan dikerjakan dalam dua tahap.

Tahap pertama, untuk bidang smelter mulai dari detail engineering design, rekrutmen dan kontruksi tugasnya Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd.. Tahap kedua, untuk pekerjaan sipilnya termasuk fasilitas pendukung seperti pengolahan air, perkantoran dan pemondokan dan gardu induk akan kami kerjakan sendiri.

Komponen Smelter Didatangkan Dari Tiongkok

Selain minim resiko, masih kata Justan, proyek ini juga lebih hemat pembiayaannya. Pembangunan smelter ini tidak terlalu sulit karena di pabriknya sudah tersedia komponen smelter yang sudah jadi untuk diurai kembali dan dibawa ke Makassar untuk direkonstruksi ulang.

“Adapun tenaga kerja yang akan dipekerjakan nantinya berasal dari tenaga kerja lokal. Tentu dibutuhkan tenaga kerja ahli yang kami rekrut seperti project manager, engineering dan pekerja lainnya”, ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Inspektorat Jenderal di Kementerian Pertanian ini.

Pembangunan smelter ini kata Justan juga akan mendorong perusahaan asal Tiongkok untuk memacu transfer teknologi selama mereka melakukan aktivitas pembangunan. Menurutnya Tiongkok dikenal memiliki tradisi kuat dalam riset dan penguasaan teknologi yang mumpuni.

Di tahun pertama Tiongkok akan mendampingi supervisi dan ditahun pembentukannya tim dari Tiran Group mulai dilatih secara mandiri mengoperasikan smelter ini.

“Termasuk juga dalam hal penyusunan perencanaan Detail Engineering Desainnya,” jelas Justan.

“Itu kondisi ideal yang kita harapkan agar sama-sama menguntungkan. Kita yang sedang membangun infrastruktur tentu butuh teknologi mereka, sebaliknya mereka juga butuh perusahaan seperti kita untuk menyalurkan teknologinya,” kata Justan lagi.

Andi Amran Sulaiman Pencetus Ide Smelter

Kata Justan, hanya orang yang memiliki visi yang jernih dan misi yang kuat agar bisa melaksanakan proyek smelter ini. Dan sejauh ini ide yang digelontorkan oleh Andi Amran Sulaiman selaku pemilik Tiran Group telah diterjemahkan oleh Justan.

“Saya hanya menerjemahkan dan menjalankan apa arahan beliau. Seperti ungkapan pepatah “belajarlah sampai ke negeri Cina” tanpa melihat kepentingan apapun kalau Cina yang visibel sekarang maka Cina lah yang kami pakai, maksudnya produknya.

Apa bedanya Cina, Eropa dan Amerika. Cina itu lebih praktis, fungsinya ini kerjakan ini. Kalau Eropa dan Amerika seninya ada, sainsnya dan estetikanya juga ada makanya produk mereka mahal,” ungkap Justan.(SMD)

Rute Pendakian Rinjani Dibuka Saat Kondisi Tumbuhan Di Pegunungan Tengah Hijau Dan Eksotis

Rute menuju kaki Gunung Rinjani, terlihat Desa Sembakun di tengah perbukitan dan pegunungan (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)
Rute menuju kaki Gunung Rinjani, terlihat Desa Sembakun di tengah perbukitan dan pegunungan (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

RINJANI – Kawasan wisata alam resmi dibuka, satu diantaranya adalah Gunung Rinjani. Meski baru satu jalur pendakian namun setidaknya penikmat wisata pegunungan sudah mulai bisa kembali menikmati keindahan gunung setinggi 3,726 meter ini. Meski demikian, pengunjung harus ingat untuk mendaftarkan diri secara online agar sebagaimana yang diatur oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Rinjani merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera. Disini berbagai tanaman dan hewan khas Australasia hidup dan tumbuh subur. Tak heran memang karena dari kejauhan hijaunya pepohonan dapat dinikmati dari seluruh area taman wisata.

Pendaki diimbau untuk datang saat bulan Juli hingga Agustus karena kondisi tumbuhan di seluruh wilayah Gunung Rinjani akan hijau dan tampak eksotis. Edelweis adalah salah satu sajian paling banyak yang bisa ditemukan disepanjang rute pendakian. Namun, seiring posisi pendaki makin mendekati puncak gunung maka berbagai keajaiban dari san pencipta pun mulai terlihat, seperti Danau Segara Anak, gulungan awan yang menutupi puncak Rinjani, keindahan pasir dan tebing gunung serta padang savana hijau yang mampu menyihir mata anda.

Dalam istilah Jawa Kuno, nama Rinjani memiliki makna spiritual yang dalam, yaitu Tuhan. Mungkin itu yang jadi alasan mengapa selalu saja ada kejutan di setiap titik rute baru saat naik ke puncak gunung ini. Bagaimana tidak, masih di area lereng gunung saja pengunjung bisa menemukan hutan rimbun yang ditaburi air terjun yag menakjubkan. Dari kejauhan terlihat sebuah Danau bernama Segara Anak seluas 600 meter dengan gunung api kecil aktif di tengahnya. Gunung api ini muncul usai serangkaian letusan yang terjadi di Rinjani sekitar tahun 1990-an.

Masyarakat Bali selalu datang ke danau ini untuk melakukan upacara Pekelan dimana perhiasan ditempatkan di tengah danau sebagai persembahan kepada roh yang ada disana. Orang Wetu Tellu juga demikian, mereka menganggap danau ini suci dan selalu datang berdoa di saat bulan purnama.

Lereng pegunungan Rinjani yang ditumbuhi tumbuhan hijau (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

Dari situs Rinjani National Park diketahui rute perjalanan selama tiga hari dari Rinjani menuju tepi kawah Senaru, kemudian turun hingga ke Danau Kawah dan berlanjut ke Sembaun Lawang merupakan salah satu jalur pendakian terbaik di Asia Tenggara. Tapi bagi pendaki yang suka bertualang mungkin akan langsung menuju puncak gunung api. Rute ini paling aman dicapai dari Sembalun Lawang. Dibutuhkan waktu sekitar empat hari agar pendaki tiba di Senaru.

Masyarakat setempat diberi kesempatan mendapat keuntungan dari jalur pendakian ini. Dinas Pariwisata Lombok dan perwakilan masyarakat mengelola jalur pendakian bernama Rinjani Trek Center (RTC) Di Senaru dan Pusat Informasi Rinjani (RIC) di Sembalun Lawang.

Apa Itu Konsili Vatikan II Dari Gereja Katolik

Konsili Vatikan II (Foto: William A Historian/ THE EDITOR)
Konsili Vatikan II (Foto: William A Historian/ THE EDITOR)

ROMA – Konsili Ekumenis Vatikan II atau lebih dikenal dengan nama Konsili Vatikan II, adalah konsili ekumenis ke -21 yang dibuat oleh Gereja Katolik dalam kurun waktu tahun 1962-1965, yang dipimpin oleh Paus Yohanes XXIII, pada tanggal 11 Oktober 1962, dan ditutup oleh Paus Paulus VI, pada 8 Agustus 1965.

Pembukaan Konsili ini dihadiri oleh 2540 orang Uskup yang berasal Gereja Katolik Roma di seluruh dunia, 29 orang pengamat dari 17 Gereja lain, dan para undangan yang bukan Katolik.

Sidang ini menarik, karena diadakan dalam empat periode, di mana jumlah Uskup yang hadir lebih banyak dan berasal dari lebih banyak negara dari pada konsili-konsili sebelumnya. Jumlah dokumen yang dihasilkannya pun lebih banyak dan dampak pengaruhnya atas kehidupan Gereja Katolik lebih besar dari peristiwa manapun sesudah zaman reformasi pada abad XVI.

Tujuan diadakannya Konsili ini adalah untuk memperbaharui Gereja secara spiritual dengan cara kembali ke sumber Tradisi Suci yang lama baik yang tertulis (Kitab Suci) maupun yang lisan yaitu ajaran para Bapa Gereja dan tulisan Para Orang Kudus.

Dari sidang ini diharapkan agar Gereja dapat memperoleh kesegaran baru sehingga dapat menjawab tantangan zaman, dan iman Katolik dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari (aggiornamento).

Mengapa itu perlu?

Pertama, Gereja Katolik terus mencari cara untuk mengintegrasikan pengalaman manusia modern yang terus berkembang dan dengan dogma Kristiani dan ajaran Yesus yang bersumber dari Injil.

Kedua, tidak bisa dipungkiri bahwa gereja semesta pun menghadapi tantangan yang sangat besar dari perubahan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan teknik. Gereja perlu perubahan mendasar dalam struktur dan praktik untuk menghadapi tantangan ini.

Ketiga, agar Gereja kembali pada panggilan asalnya, yaitu semakin terfokus pada pribadi Kristus dan pada Misteri Paska-Nya.

Ketiga hal diatas ini, dirangkum dalam sebuah pernyataan mendalam oleh Paus Yohanes XXIII, bahwa “Saya ingin membuka jendela dari Gereja sehingga kita bisa melihat keluar dan mereka yang ada di luar bisa melihat ke dalam.”

Apa saja hasil Konsili Vatikan II?

Konsili Vatikan II menghasilkan 4 konstitusi, 9 dekret, dan 3 pernyataan penting yang berguna bagi kita semua hingga saat ini. Apa saja dokumennya? Mari kita lihat sama-sama:

4 Konstitusi yang dihasilkan, yaitu:

1. Dei Verbum (tentang Wahyu Ilahi)

2. Gaudium et Spes (tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini)

3. Lumen Gentium (tentang Gereja)

4. Sacrosanctum Concilium (tentang Liturgi Suci)

9 dekret tersebut diantaranya:

1. Ad Gentes (tentang Kegiatan Misioner Gereja)

2. Apostolicam Actuositatem (tentang kerasulan Awam)

3. Christus Dominus (tentang Tugas Pastoral para Uskup dalam Gereja)

4. Inter Mirifica (tentang Upaya-upaya Komunikasi Sosial)

5. Optatam Totius (tentang Pembinaan Imam)

6. Orientalium Ecclesiarum (tentang Gereja-gereja Timur Katolik)

7. Perfectae Caritatis (tentang Pembaharuan dan Penyesuaian Hidup Religius)

8. Presbyterorum Ordinis (tentang Pelayanan dan Kehidupan para Imam)

9. Unitatis Redintegratio (tentang Ekumenisme)

Tiga pernyataan yang dihasilkan dari Konsili Vatikan II diantaranya:

1. Dignitatis Humanae (tentang Kebebasan Beragama )

2. Gravissimum Educationis (tentang Pendidikan Kristen)

3. Nostra Aetate (tentang Hubungan Gereja dengan Agama-Agama bukan Kristiani).

Demikian informasi singkat seputar Konsili Vatikan II. Selamat berlajar dan mencari Tuhan dalam perziarahan kita …Tuhan memberkati.

Ini Dia Basilika San Paolo Yang Ditujukan Untuk Menghormati Rasul Paulus

Basilika San Paolo tampak depan (Foto: Martin Selitubun/ THE EDITOR)
Basilika San Paolo tampak depan (Foto: Martin Selitubun/ THE EDITOR)

ROMA – Basilika San Paolo adalah gereja yang didedikasikan bagi St. Paulus. Gereja ini sendiri berstruktur Bizantium yang mengesankan.

Patung Santo Paulus yang menghiasi bagian depan basilika menegaskan jati dirinya yang kuat dan perkasa. Gereja ini adalah basilika patriarkal terbesar di Roma setelah basilika Santo Petrus di Vatikan.

Dengan wajah gembira walaupun terlihat letih, semua peserta tampak antusias mengitari gereja untuk menuju ke pintu masuk yang sedang di renovasi.

Setelah mengunjungi pintu suci, Wong Sandy, tour leader kami yang ramah ini memimpin para peserta tour Christour kali ini untuk masuk dan berdoa di dalam Gereja.

Gereja ini sendiri dibangun pada abad-abad pertama Kekristenan di tempat Santo Paul dimakamkan, yaitu sekitar tahun 313. Hal ini berhubungan erat dengan Kaisar Konstantinus yang mengeluarkan Dekrit Milan, dimana Kerajaan Romawi harus mengakhiri penganiayaan terhadap orang-orang Kristen dan memberi mereka kebebasan beribadah serta mendukung pembangunan tempat-tempat doa.

Tentu saja, tujuan situs kesyahidan Santo Paulus ini untuk ziarah. Secara perlahan, gereja ini di perbaiki terus menerus. Gedung gereja yang dibangun pada masa Konstantin ini dianggap terlalu kecil jika dibandingkan dengan arus peziarah. Kemudian gereja yang lama dibongkar dan dibangunlah basilika yang lebih besar dengan mengubah orientasinya, dari timur ke barat.

Dengan menyaksikan cinta Gereja terhadap tempat ini, para Paus tidak berhenti untuk memulihkannya dan mempercantiknya dengan penambahan lukisan dinding, mosaik, lukisan, dan kapel selama berabad-abad.

Dapat dikatakan bahwa Gereja saat ini adalah hasil dari intervensi besar-besaran dari rekonstruksi dan pemulihan, yang terjadi pada paruh kedua tahun 1800-an, sebagai akibat dari kebakaran hebat pada bulan Juli 1823, yang menghancurkan banyak bagian basilika kuno ini. Gereja baru ditahbiskan pada tahun 1854 selama masa kepausan Pius IX.

Siapakah Santo Paulus

Kisah tentang Paulus ini bersumber dari catatan sejarah, surat-suratnya yang asli, Injil Lukas, dan tentu saja dari tulisan di masa tuanya yang dikenal dengan nama surat Deutero Paulinis.

Paulus adalah seorang pemuda keturunan bangsa Yahudi, yang dilahirkan di Tarsus antara tahun 5-10 setelah Yesus lahir. Paulus memiliki nama Ibrani, Sya’ul, yang kemudian dikenal dengan nama Saulus.

Nama lainnya yang diambil dari nama bangsa Yunani atau Romawi, yakni Paulus. Paulus yang tumbuh besar dalam lingkungan helenis atau Yunani, adalah seorang terdidik dan ahli retorik. Sebelum pertobatan terjadi, Paulus dikenal sebagai seorang penganiaya orang Kristen.

Pertobatan Paulus dapat diperkirakan antara tahun 33-36 Masehi, dengan bukti kuat untuk tahun 34 dengan mengacu pada salah satu suratnya. Menurut Kisah Para Rasul, pertobatannya atau yang lebih dikenal dengan istilah metanoia terjadi saat dia dalam perjalan menuju Damaskus di mana ia mengalami pertemuan dengan Yesus, yang kemudian menyebabkan ia menjadi buta untuk sementara.

Kisah ini dapat ditemukan dalam Kisah Para Rasul 9: 1-31. Dapat dikatakan bahwa pertobatan ini sangat istimewa di mana kemauan untuk Paulus bertobat awalnya datang dari Tuhan Yesus sendiri, setelah itu barulah muncul niatan bertobat dari Paulus sendiri.

Setelah bertobat perjalanan misi Paulus berpusat di kawasan Asia Kecil dan Yunani pada tahun 46, 50, dan yang ketiga di tahun 54. Problem yang dialami disana adalah tentang sunat dan menaati hukum Taurat. Revolusi Paulus yang terkenal adalah bahwa sunat bukanlah syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan. Seseorang, atau tepatnya siapapun akan diselamatkan jika percaya kepada Kristus.

Kematian Paulus sendiri terjadi ketika ditahan beberapa kali oleh tentara Romawi, dan akhirnya dibunuh di Roma sekitar tahun 67 dalam masa pemerintahan Kaisar Nero. Sebelum kematiannya, dia menuliskan beberapa nasehatnya yang terkenal, diantaranya terdapat di dalam surat kepada jemaat di Kolose dan Efesus.

Pengamat Ekonomi: Bila Mau Stop Impor Buah Dan Sayur Maka Direktorat Hortikultura Harus Temukan Bibit Unggul

Business Advisor Ronawati Wongso (Foto: THE EDITOR)
Business Advisor Ronawati Wongso (Foto: THE EDITOR)

JAKARTA – Keinginan Direktorat Hortikultura menghentikan gempuran buah dan sayuran impor lewat program Kampung Hortikultura mendapat dukungan dari Business Advisor Ronawati Wongso. Perempuan yang berhasil menyelamatkan Maspion Group dari badai krisis ekonomi 1998 ini mengatakan dalam pelaksanaannya nanti pemerintah harus berani melakukan dalam skala besar.

“Menurut saya idenya bagus. Kalau mau dilaksanakan harus dalam skala besar,” ujar Rona saat berbincang dengan redaksi beberapa waktu lalu.

Kata Rona, pemerintah harus mendukung masyarakat membuat perusahaan terbuka (PT) karena minimnya lahan yang bisa dimiliki oleh petani di pedesaan.

Agar program ini terintegrasi dari hulu ke hilir maka riset untuk menemukan bibit unggul sangat disarankan oleh perempuan yang mampu menyelamatkan Maspion di saat umurnya masih sangat muda, yakni 32 tahun.

Pasalnya, bibit unggul yang ditemukan oleh pemerintah akan digunakan untuk efisiensi biaya pemeliharaan tanaman, pemupukan dan perawatan. Matrix pengukuran atas program ini diimbau Rona dilakukan secara teratur sehingga target pemerintah untuk menghentikan impor buah dan sayuran berhasil.

Salah satu studi yang menurut Rona harus dilakukan Direktorat Hortikultura sedari sekarang adalah tentang penggunaan lahan yang efisien. Misalnya metode tanam tumpang sari dan vertikal. Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk ditugaskan dalam program ini menurut Rona dapat dihasilkan melalui serangkaian pendidikan tentang pertanian.

Untuk program besar ini, Rona meminta Direktorat Hortikultura makin jeli agar ukuran yang diterapkan terhadap bibit-bibit buah dan sayuran yang baru ditemukan nanti dapat sesuai dengan target yang diinginkan pemerintah.

Menurutnya swasembada mustahil dilakukan kalau penataan di lingkungan internal direktorat hortikultura dan kementerian pertanian tidak ditata dengan serius. Karena menurut penilaian Rona pemerintah kurang memberi perhatian pada detail persoalan terutama pada penelitian. Sehingga saat diterapkan di beberapa daerah hasilnya berbeda.

“Wortel misalnya apakah seragam (keseragaman). Berapa banyak yang mati kena penyakit atau mati natural dari total bibit yang ditanam hingga waktu panen. Ini contoh yang harus diambil secara serius,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kampung hortikultura adalah satu dari sekian rancangan pembangunan yang tengah digencarkan oleh Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian untuk menghentikan gempuran sayur dan buah-buahan impor.

Direktur Perlindungan Hortikultura Inti Pertiwi Nashwari mengatakan bahwa program Kampung Hortikultura ini nantinya akan membangun peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan lewat pariwisata dan pendidikan.

Ada tiga kategori yang ditentukan oleh pemerintah untuk membangun Kampung hortikultura, diantaranya; Kampung yang dipilih harus sesuai dengan agro ekosistem buah dan sayuran yang ditanam, masyarakat harus semangat menjalankan program ini karena mereka yang akan melaksanakan.

Untuk menggedor daya saing produk hortikultura yang ramah lingkungan asal Indonesia, Inti mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan kawasan hama terpadu dengan menyediakan bahan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan ramah lingkungan, menyiapkan perangkap anti hama seperti likat kuning dan feromon dan melakukan konservasi musuh alami tumbuhan.

Gedor ramah lingkungan ini juga dilakukan dengan mengembangkan pertanian organik, penurunan gas rumah kaca dan mendukung gerakan tiga kali ekspor.

Ronawati Wongso, CFA adalah konsultan bisnis dengan spesialisasi pengoptimalan laba dan turnaround perusahaan dengan pengalaman 30 tahun di berbagai perusahaan besar yamg bisa ditemukan lewat situsnya di https://rantaiconsulting.com/. Ia juga adalah penulis buku bisnis “Company Makeover for Massive Profits”, buku panduan untuk meningkatkan laba secara masif.

Emirates Stop Penerbangan Dari Indonesia Dan Afghanistan

Pesawat Emirates dengan tipe Airbus A380-800 akan mendarat di Bandara Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab, 26 Desember 2018 (Foto: Reuters/ THE EDITOR)
Pesawat Emirates dengan tipe Airbus A380-800 akan mendarat di Bandara Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab, 26 Desember 2018 (Foto: Reuters/ THE EDITOR)

DUBAI – Terhitung sejak Minggu (11/7) besok, Emirates tidak lagi melayani penerbangan dari Indonesia dan Afghanistan. Larangan untuk berkunjung juga ditetapkan oleh pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kepada warganya karena pandemi corona yang jumlahnya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini.

“Penumpang transit dari Indonesia dan Afghanistan juga akan dilarang memasuki UEA, namun penerbangan transit yang bepergian ke UEA dan menuju negara-negara ini dibebaskan dari penangguhan,” kata Gulf News, Sabtu (10/7).

Meski demikian, pemerintah UEA tetap memberi kesempatan bagi warganya yang ingin kembali ke negaranya dengan menetapkan beberapa aturan, diantaranya:

1. Warga negara UEA dan kerabat tingkat pertama
2. Pemegang tempat tinggal emas atau perak
3. Misi diplomatik oleh UEA dan tiga negara (termasuk administrator yang bekerja di kedutaan)
4. Delegasi resmi dan pengusaha dengan persetujuan sebelumnya
5. Pekerjaan penting (terbatas pada kategori tertentu)

Kategori yang dikecualikan ini harus mengikuti pedoman pencegahan tertentu yang meliputi:

1. Karantina 10 hari
2. Tes PCR di bandara, dan pada hari ke-4 dan ke-8 memasuki negara itu
3. Tes PCR dibatasi hingga 48 jam, bukan lagi 72 jam, dan semua tes harus dilakukan oleh laboratorium
terakreditasi yang mengeluarkan hasil dengan kode QR.
4. Seperti diketahui, Indonesia sedang memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19 dengan total akumulasi kasus
mencapai 2.491.006 kasus.

Dengan kasus sebanyak ini, Worldometer menempatkan Indonesia pada posisi 16 sebagai negara dengan kasus Corona tertinggi di dunia.

Moeldoko Anggap Lalat-Lalat Politik Ganggu Penanganan Pandemi Corona

Moeldoko (Foto: Kantor Staf Kepresidenan/ THE EDITOR)
Moeldoko (Foto: Kantor Staf Kepresidenan/ THE EDITOR)

JAKARTA – Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam sebuah video yang diposting sebuah media online, menuai respon negatif para politisi Partai Demokrat. Dalam video itu, Moeldoko mengingatkan semua pihak agar jangan menjadi lalat politik yang mengganggu penanganan pandemi di Tanah Air.

“Sekali lagi, janganlah menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu,” ujar Moeldoko.

Pada awal video, Moeldoko meminta agar masyarakat jangan pesimis dalam menghadapi pandemi Covid-19, karena katanya, pesimisme tidak akan membuat masalah terselesaikan, dan pesimisme membuat otak kita menjadi kreatif, bahkan buntu.

“Energi kita tersedot, dan sama sekali tidak produktif. Untuk itu, buang pesimisme. Justru kita harus menjadi selalu optimis,” katanya.

Mantan Panglima TNI itu mengaku kalau pemerintah bukan anti kritik, dan mengajak semua pihak berkolaborasi membangun soliditas.

“Kita semuanya bersatu padu, berpikir untuk menyelamatkan masyarakat. Jangan berpikir yang lain, mari kita sama-sama bergerak untuk pemulihan bersama, dan KSP dalam konteks ini siap menampung berbagai pemikiran baru untuk menghadapi Covid-19 ini,” katanya.

Moeldoko lalu mengingatkan semua pihak agar jangan menjadi lalat-lalat politik yang menggangu konsentrasi mereka-mereka yang bekerja keras, bahkan mempertaruhkan hidup dan mati. Mereka yang dia maksud adalah para tenaga medis dan para aparatur sipil negara (ASN).

Sebelumnya, Rabu (7/7), Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono, mengeritik cara pemerintah menangani pandemi Covid-19, karena menurutnya, pemerintah seperti tak berdaya meski keberadaan pandemi itu di Indonesia telah memasuki tahun kedua.

Indikasinya adalah Covid-19 yang kian mengganas, sehingga banyak orang yang terpapar, bahkan hingga meninggal dunia.

“Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya,” kata Ibas, sapaan Edhie Baskoro.

Pernyataan Ibas itu menuai beragam kritik, termasuk dari pemerintah.

Tak jelas apakah statemen Moeldoko dalam video itu merespon pernyataan Ibas atau bukan, namun ternyata sangat menyengat Partai Demokrat, sehingg kedua kader seniornya, yakni Rachland Nashidik dan Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Arief, langsung berkomentar pedas.

“Jenderal, lalat hanya mengerubuti sampah berbau busuk atau anyir. Jika Anda lihat istana diganggu lalat, itu artinya di Istana sudah terlalu banyak sampah,” kata Rachland melalui @RachlandNashidik.

Seperti diketahui, Moeldoko memang pernah mempromosikan Ivermectin, obat yang disebut-sebut dapat digunakan untuk pasien Covid-19, sementara BPOM memberikan izin edar obat keras itu sebagai obat cacing.

Pengamat: Gubernur DKI Dan Ketua DPRD Harus Berani Pangkas Anggaran Kunker Dan TGUPP Demi Covid-19


JAKARTA – Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menyarankan Gubernur Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta memangkas sejumlah anggaran untuk memaksimalkan penanganan pandemi Corona. Pemangkasan dilakukan dalam APBD Perubahan 2021.

“Pada refocusing anggaran, Pak Anies dan DPRD sebaiknya potong anggaran TGUPP, Kunker (kunjungan kerja), reses, Sosper (sosialisasi Perda), hibah, pembelian tanah, dan lainnya. Formula E juga sebaiknya dibatalkan,” kata Sugiyanto melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/7).

Ia menegaskan, hasil dari pemangkasan itu dialihkan untuk mengatasi pandemi Corona yang mengalami laju kenaikan signifikan di Jakarta, karena jika masyarakat ditanya, mereka pasti mengatakan ingin agar pandemi segera diakhiri.

“Keselamatan masyarakat dari pandemi sangat penting,” tegas aktivis yang akrab disapa SGY itu.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini berada pada gelombang kedua pandemi Corona akibat penyebaran sejumlah varian hasil mutasi virus SARS-COV-2, virus penyebab Covid-19, seperti varian Alpha dari Inggris, Beta dari Afrika Selatan, dan Delta serta Kappa dari India.

Gelombang kedua terjadi akibat peningkatan kasus positif Corona yang merata hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai penyumbang kasus terbanyak.

Hingga Jumat (9/7), total kasus positif Corona di Jakarta secara akumulasi sejak Maret 2020 sebanyak 636.389 kasus, bertambah 13.112 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, yang masih dirawat dan diisolasi sebanyak 100.142 orang, sementara yang meninggal 9.306 orang dan sembuh 526.941 orang.

Tingkat kematian mencapai 1,5{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}, jauh di bawah rata-rata nasional yang sebesar, 2,6{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}, sementara tingkat kesembuhan 82,8{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}, sedikit di atas rata-rata nasional yang sebesar 82,4{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}.

SGY mengusulkan agar anggaran TGUPP dipotong, karena hingga kini kinerja Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan itu masih menjadi polemik karena dinilai tak jelas, namun setiap anggota mendapat gaji besar, sekitar Rp41 juta hingga Rp51 juta/bulan.

TGUPP bahkan dituding sebagai salah satu penyebab kisruhnya setiap penyelenggaraan seleksi terbuka di Pemprov DKI, karena diduga ada oknum TGUPP yang dapat mengintervensi Panitia Seleksi (Pansel).

Anggaran Kunker diusulkan dipangkas, karena Kunker di masa pandemi bukan hanya membuat anggota DPRD terinfeksi Covid-19, tapi sejauh ini hasil Kunker juga dinilai tak jelas apa hasilnya. Anggaran reses dan Sosper diusulkan dipangkas karena protokol kesehatan Covid-19 melarang masyarakat melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan.

Anggaran pembelian tanah diusulkan dipangkas karena di masa pandemi seperti ini, anggaran itu dinilai tidak urgen. Apalagi karena pengadaan tanah telah menimbulkan kasus yang membuat mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yorry C Pinontoan dijadikan tersangka oleh KPK.

Gelaran Formula E diusulkan dibatalkan, karena dinilai sulit dilaksanakan di masa pandemi Corona. Apalagi jika gelombang kedua pandemi belum selesai.

Anggaran hibah diusulkan dipangkas karena masih ditemukan banyaknya anggaran yang salah sasaran atau anggaran ganda, sehingga sebelum anggaran diusulkan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) kepada DPRD, setiap organisasi/badan/lembaga yang mendapatkan hibah telah melalui verifikasi yang ketat dan proporsional.

SGY meminta agar TAPD DKI segera menyerahkan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2021 kepada DPRD, karena jika mengacu pada PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, KUA/PPAS seharusnya sudah dibahas pada bulan Juni dan Juli.

“Bila mungkin paling lambat Agustus KUA/PPAS Perubahan 2021 telah dibahas. Jangan tunggu hingga batas akhir pengesahan di bulan September,” pungkasnya.