26.1 C
Indonesia
Sunday, March 15, 2026

Hingga Juni 2020 Stok Cadangan Beras Pemerintah Hanya 1,42 Juta Ton Atau Minus 750 Ribu Ton Dari Tahun Sebelumnya

JAKARTA – Memasuki bulan Juni 2020 terdapat 1,45 juta ton beras di gudang Bulog, angka ini merosot tajam dari tahun 2019 lalu yang sempat menembus angka 2,2 juta ton. Dengan kata lain, pemerintah era sekarang menghasilkan beras dengan minus 750 ribu ton dari pemerintah sebelumnya.

Gudang Beras Bulog (Sumber : Kementerian Pertanian RI)

“Stok saat ini ada 1,47 juta ton, Stok di periode sekarang di tahun lalu 2,2 juta ton,” ujar Sekretaris Perusahaan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Awaludin Iqbal saat berbincang dengan The Editor, Kamis (4/6).

Menurut Iqbal, angka 1,45 juta ton adalah jumlah beras bersih yang telah diterima oleh Bulog dan angkanya pun tergolong standar. Dengan kata lain bukan gabah kering atau basah.

Diwawancara terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi justru mengatakan bahwa jumlah stok beras saat ini baru mencapai 1,42 juta ton. Ia memprediksi hingga Juli 2020 mendatang jumlah total beras yang akan di produksi petani mencapai 8,13 juta ton. Untuk diketahui, konversi atau penyusutan dari GKG (Gabah Kering Giling) sampai jadi beras adalah 57,1 persen.

Suwandi menyebutkan angka prediksi tersebut Ia peroleh dari KSA (Kerangka Sampel Area) BPS (Badan Pusat Statistik). Karena selama ini Kementan memang menggunakan data acuan pertanian dari sana.

“Data KSA BPS stok total akhir Juli prediksi 8,13 JT ton beras diantaranya ada di Bulog saat ini 1,42 JT ton,” jelas Suwandi.

Untuk diketahui, di bulan April 2020 kemarin Kementan mengklaim tengah terjadi panen raya padi di beberapa titik di Tanah Air. Pertanyaannya, bila panen raya tengah berlangsung mengapa jumlah stok beras justru tidak mencapai nilai terbaiknya seperti tahun lalu? Ada apa dengan kinerja Kementan?

Pertanyaan lain yang hingga saat ini masih juga enggan di jawab oleh pemerintah adalah bagaimana mungkin harga gabah bisa turun karena seharusnya saat ini Bulog disibukkan dengan proses pembelian gabah di petani untuk memenuhi gudang mereka. Logikanya, untuk mencapai angka 2,2 juta ton seperti tahun lalu maka pemerintah harusnya selalu siap di lapangan menyerap gabah petani lewat penggilingan. Dengan kata lain, sebenarnya surplus panen ini ada atau tidak? Mengapa harga gabah turun sementara target tidak tercapai.

Target cadangan tidak tercapai karena apa? Apakah kucuran dana lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp500 juta kepada para pemilik penggilingan padi adalah solusi utama agar penyerapan gabah petani bisa dilakukan secara maksimal dan penurunan harga gabah bisa ditekan?

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah atau Beras, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp4.200 per kilogram dan di penggilingan menjadi Rp4.250 per kilogram

Ditunggu Kajian Ilmiah Perguruan Tinggi Hadapi “The New Normal”

JAKARTA – Perguruan tinggi harus menginisiasi serta melakukan terobosan di bidang kesehatan dan bidang lainnya dalam menyongsong tatanan baru menghadapi Covid-19.

Foto : Dokumen Pribadi

Demikian dikatakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat didapuk sebagai pembicara kunci bertema Memaknai Pancasila di era Pandemi yang diselenggarakan Universitas Brawijaya Malang, Rabu.

“Di bidang kesehatan diharapkan adanya terobosan teknologi alat kesehatan, contohnya ventilator portable yang sangat dibutuhkan saat ini. Kemudian terobosan untuk menemukan vaksin Covid-19,” ujarnya.

Puan juga menggantungkan harapan kepada perguruan tinggi agar mampu menghadirkan terobosan inovatif menghadapi tatanan kehidupan pasca-pandemi Covid 19 di bidang logistik sehingga ditemukan terobosan distribusi barang yang aman dari penyebaran Covid-19.

Kajian-kajian ilmiah sebelum penerapan kenormalan baru dinilai Puan juga sangat penting ditemukan dalam waktu dekat. Kampus diminta aktif memberi masukan ke pemerintah terkait penanggulan pandemi ini. Masukan dari kampus menurutnya adalah bentuk gotong royong dari masyarakat akademik ditengah wabah corona.

“Gotong royong itu inti ajaran Pancasila yang disampaikan Bung Karno. Pandemi ini hanya bisa diatasi jika kita semua bergotong royong dalam skala besar,” tutupnya.

Puan Maharani Minta Agar Indonesia Kembali Ingat Pada Jiwa Gotong Royong – Jangan Buru-Buru Laksanakan “The New Normal”

JAKARTA –  Dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini, Indonesia diminta untuk mengingat kembali jiwa gotong royong yang pernah jadi ciri khas bangsa ini.

Suasana Hari Kesaktian Pancasila di kediaman Ketua DPR RI Puan Maharani yang diadakan secara virtual di rumah dinasnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan

Ketua DPR RI Puan Maharani memberi contoh dua daerah yang berhasil mewujudkan jiwa gotong royong berskala kecil, yakni Desa Jambanan, Sragen dan Desa Cimahi, Jawa Barat.

Di Cimahi kata Puan, sesama tetangga disana membantu menyediakan makanan untuk mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri karena positif terjangkit corona. Sementara di Desa Jambanan, warga yang dinyatakan sembuh total dari penyakit ini ternyata disambut dengan meriah saat tiba di kampung. Acara syukuran dilakukan agar penduduk dapat menerima dan melihat kalau warga mereka tidak akan membawa wabah.

“Untuk melawan Covid-19 kita jangan hanya terpaku pada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar tetapi yang Indonesia juga butuhkan saat ini adalah Gotong Royong Berskala Besar,” jelas Puan dalam keterangan yang diterima The Editor malam ini, Senin (1/6).

Jangan Buru-Buru Laksanakan The New Normal

DPR sebagai fungsi pengawasan, lanjutnya, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru melaksanakan The New Normal agar tidak memunculkan kebingungan baru di masyarakat. Pra kondisi dan protokol yang dipahami bersama dengan masyarakat dinilai sangat penting karena rincian New Normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah tentu berbeda-beda.

Puan juga menyarakan agar pemerintah mendengarkan saran dari pendidik, orang tua dan organisasi pendidikan sebelum membuka kembali sekolah sebagai bagian dari penerapan kebijakan new normal. Karena penyelenggaraan pendidikan di tengah Pandemi Covid-19 perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada kesehatan anak-anak kita, para generasi muda kita.

Di Hari Lahir Pancasila ini, lanjut Puan lagi, meminta dengan sangat agar protokol kesehatan di sekolah juga harus dipantau. Terutama untuk sekolah – sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) karena umumnya naluri anak kecil untuk bermain sangat tinggi. Ia mengimbau agar aturan kesehatan di sekolah-sekolah tidak disamakan dengan protokol kesehatan di mal, perkantoran dan tempat publik lain.

Puan juga mengingatkan bahwa pemerintah juga perlu merespon aspirasi yang berkembang terkait penerapan new normal. Misalnya dalam hal penerapan new normal di sekolah dimana unsur-unsur masyarakat meminta agar kegiatan sekolah dimulai ketika keadaan benar-benar sudah terkendali.

Kepada para guru PAUD, satu dari sedikit perempuan yang duduk di legislatif ini berpesan agar benar-benar memperhatikan proses pembentukan karakter anak sejak usia dini. Karena para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD berperan sangat penting dalam proses pendidikan Indonesia khususnya dalam pembangunan karakter bangsa.

“Budaya santun, toleran, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain sebagainya, mulai ditanamkan dalam hati nurani anak-anak kita,” ujar wanita yang akrab dipanggil Bunda oleh para Pegiat Pendidikan Usia Dini ini.

The New Normal Belum Berlaku di Desa Singa, Tanah Karo Sumatera Utara

Permintaan Puan Maharani disambut positif oleh guru di Tanah Karo. Nurdiana Br Ginting (58) mengatakan aturan dari Dinas Pendidikan hingga saat ini masih mengharuskan sekolah libur hingga Juli 2020 mendatang. Selama masa karantina berlangsung Ia dan 12 rekan lainnya yang mengajar di Sekolah Dasar Desa Singa bergantian mengadakan piket. Dua guru ditugaskan untuk berjaga dan beraktivitas di sekolah setiap hari.

“Setiap dua minggu sekali kami datang ke sekolah mengantarkan bahan ujian dan paket pembelajaran kepada siswa. Pertemuan tidak dilakukan di sekolah melainkan di balai desa,” ujar Nurdiana yang merupakan seorang guru agama katolik ini.

Teknologi yang sangat minim diakui Nurdiana jadi alasan para guru harus mendatangi murid mereka. Pasalnya tidak semua orang tua murid menggunakan aplikasi pesan instan untuk smartphone seperti Whatsaap, apalagi memiliki telepon genggam (handphone). Jadi mau tidak mau pesan yang disampaikan harus dari mulut ke mulut, baik lewat guru yang kebetulan tinggal sebagai warga di Desa Singa atau kalau beruntung menghubungi seorang warga yang bisa menyampaikan pesan ke salah satu anak didik mereka.

Setiap anak yang kemarin ikut ujian UAS, lanjutnya, satu per satu didatangi ke rumah mereka masing-masing dan usai ujian mereka akan difoto beserta dengan lembar ujian yang mereka kerjakan.

“Nanti satu anak didik diminta untuk menyampaikan pesan ke teman-temannya. Kami guru-guru di SD Singa tidak bisa hanya mengandalkan rekan kami yang tinggal disana. Kami harus datangi karena ini tanggung jawab kami. Satu anak didik akan memanggil teman-temannya ke tempat yang sudah di tentukan, biasanya balai desa atau kami sebut Losd,” jelasnya.

Nurdiana membenarkan bahwa mengatur anak-anak untuk tetap mengikuti standar keamanan dan kesehatan selama pandemik ini sangat sulit. Peraturan yang disampaikan lewat sekolah juga diindahkan. Banyak orang tua yang membawa serta anak mereka ke ladang. Ia berharap pemerintah ikut serta mengawasi demi kesehatan bersama.

Sebagai informasi, dalam pidato Puan maharani secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan diketahui bahwa DPR-RI ikut mengawal anggaran Pendidikan Nasional melalui fungsi anggaran yang dilaksanakan dengan memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia berharap BOP PAUD dalam anggaran tersebut dapat ikut meningkatkan proses dan mutu pendidikan pada usia dini.

“Termasuk juga di dalam APBN 2020, DPR dan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD sebesar 4 triliun 14 milyar 724 juta rupiah (Rp4.014.724.000.000),”papar Puan.

Mengakhiri Perang 40 Tahun Afghanistan

Dokumen Foto : Afghanistan Times

AFGHANISTAN – Kepala Eksekutif Persatuan Nasional yang juga mencalonkan diri sebagai Presiden Afghanistan, Abdullah Abdullah mengungkapkan bahwa tidak ada artinya gencatan senjata di Afghanistan bila perang dalam negeri terus berlanjut. Berikut hasil wawancara Pemimpin Redaksi Afghanistan Times, Mansoor Faizy dengan Abdullah Abdullah seperti dilansir dalam www.afghanistantimes.af.

Dokumen Foto : Afghanistan Times

Apakah Amerika benar-benar jujur ​​dalam membicarakan perjanjian damai? Pasalnya Taliban selalu mengatakan bahwa Amerika mengajukan syarat baru dan tuntutan yang berulang-ulang? Apa artinya?

Rincian yang dibahas dalam negosiasi di antara mereka dibagikan dengan pemerintah Afghanistan. Mereka beringsut mendekati kesepakatan tetapi serangkaian serangan terjadi di Afghanistan. AS berpikir bahwa rakyat Afghanistan juga harus mendapatkan sesuatu dari kesepakatan ini. Seperti yang dikatakan Taliban kepada AS bahwa mereka akan mengamati gencatan senjata dengan pasukan mereka tetapi tidak dengan pemerintah Afghanistan, usul ini tidak diterima oleh AS. Itu adalah langkah yang baik di pihak AS karena tidak masuk akal untuk mencapai gencatan senjata dengan orang asing tetapi terus memerangi rakyat Anda sendiri.

Bagaimana Anda menilai peran Pakistan, Iran, Cina, Rusia dan negara-negara kawasan lain dalam proses perdamaian Afghanistan?

Semua negara memiliki pengaruh mereka sendiri dan terpengaruh perang juga. Terlepas dari apa yang diyakini sebagian orang saya rasa tidak ada negara yang dapat mengambil manfaat dari perang. Beberapa negara mungkin menganggapnya bermanfaat tetapi hanya untuk jangka pendek. Namun dalam jangka panjang kelanjutan perang itu merugikan semua orang.

Mengapa ARG dan Istana Sapidar mengeluarkan dua pernyataan terpisah tentang pertemuan dengan Khalilzad?

Kami telah menyiarkan apa pun yang kami dengar. Kami tidak mungkin merilis pernyataan yang bertentangan. Mereka yang memutarbalikkan pernyataan harus dituntut.

Apakah ada perkembangan yang dibuat sehubungan dengan pembicaraan intra-Afghanistan? Apakah Anda di dalam lingkaran?

Ada beberapa pandangan berbeda, tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan signifikan yang dicapai. Ini perlu dikejar dengan benar.

Anda mengeluarkan permintaan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Apa reaksi Anda jika permintaan itu tidak dilaksanakan? Dan kedua, desas-desus menyarankan rencana anda menunjuk gubernur dan menteri sesuai penjatahan yang ditentukan dalam perjanjian Pemerintah Persatuan Nasional (NUG)?

Saya harus mengatakan bahwa tentang Kemenlu itu bukan hanya pendapat saya. Ada beberapa langkah yang diambil dalam reformasi yang tidak tidak semata untuk kepentingan kementerian. Orang-orang yang bekerja di sana adalah karyawan yang mengikuti langkah melawan hukum atas nama reformasi. Saya bertanggung jawab agar hal tersebut tidak terjadi.

Jika Anda bertanya kepada karyawan Kementerian Luar Negeri, lebih dari 90 persen percaya bahwa ini bukan reformasi. Dorongan reformasi mereka anggap akan menginjak hak mereka dan akan mendiskriminasikan mereka.

Sekarang, saya hanya akan mengatakan ini: Saya telah mengeluarkan perintah dan itu insyaallah akan diterapkan. Yang penting kita semua harus yakin bahwa NUG akan berlanjut sampai pemerintahan baru terbentuk. Saya belum mengambil tindakan lain tetapi saya menganggap perlu bahwa mereka yang berada dalam posisi otoritas harus bertindak sesuai dengan hukum. Dalam wawancara ini, saya tidak akan menyatakan hal lain tetapi saya berharap bahwa semua tindakan itu harus dicegah karena reaksinya tidak bermanfaat bagi siapa pun.

Dipercayai bahwa hasil pemilihan presiden tidak akan mengumumkan nama pemenang di babak pertama dan kedua tim pemilihan terkemuka sekarang sedang mencari cara untuk memperluas sistem NUG selama lima tahun ke depan? Apakah ini benar?

Tidak demikian! Hasil pemilihan harus diumumkan kepada orang-orang yang telah mengambil risiko memilih meskipun ada masalah keamanan. Kelanjutan dari kondisi saat ini untuk lima tahun lagi tidak memihak Afghanistan. Belum ada diskusi yang menyangkut hal ini sejauh yang saya tahu.

Jadi apa solusi Jenderal Dostum untuk bidang politik nanti?

Tidak, pendapat Jenderal Dostum telah terdistorsi. Sebagian dari pendapatnya diambil dari wawancara panjang. Tujuannya adalah bahwa konflik saat ini di dalam pemerintah tidak bisa berlanjut dan bukan tentang pemilihan. Komentarnya disalahartikan karena mengatakan ada ketegangan dalam NUG yang bukan untuk kepentingan rakyat. Saya berhubungan dengannya, Tuhan melarang jika perdamaian tidak membuahkan hasil. Kita akan menyaksikan musim perang yang sulit di depan. Pada titik ini, kami mengatakan bahwa pemerintah saat ini harus melanjutkan sampai pengumuman hasil, tetapi kelanjutannya untuk lima tahun ke depan benar-benar tidak dapat diterima.

Apakah akan ada pemilihan putaran kedua karena Fazel Ahmad Manawi menyatakan ini?

Saya seharusnya tidak mengatakan apa-apa tentang ini. Tim teknis kami memiliki beberapa ide tetapi saya yakin bahwa hasil pemilihan saat ini akan berubah.

Pertanyaan terakhir, dapatkah Anda menyampaikan pesan singkat tentang pemilihan dan perdamaian?

Perdamaian adalah tuntutan utama rakyat Afghanistan. Mayoritas absolut Afghanistan adalah mendukung perdamaian yang berkelanjutan dan abadi yang berarti perdamaian untuk semua. Saya tidak menawarkan prasyarat untuk mencapai perdamaian dan awal dialog antar Afghanistan, tetapi saya yakin itu baik jika pertempuran dikurangi dan gencatan senjata tercapai. Tapi gencatan senjata tidak boleh menjadi sine qua non yang mengeluarkan pembicaraan intra-Afghanistan. Semua warga Afghanistan harus duduk di belakang meja yakni, delegasi dari Republik Afghanistan dan delegasi dari Taliban. Ini awal yang baik untuk mengakhiri perang 40 tahun. Inilah keinginan saya. Kursi dan posisi seharusnya tidak mencegah hal ini.

Kedua, masalah saat pemilihan presiden. Cara pemilihan presiden dilakukan di sini, setengah rakyat Afghanistan paham tentang pemilihan dan mereka tahu apa yang telah terjadi dan apa yang belum. Saya berharap bahwa hasil yang transparan akan diumumkan sesuai dengan hukum. Saya yakin rakyat Afghanistan akan menerimanya. Pemilihan presiden yang adil akan membantu orang memiliki lebih banyak harapan untuk perdamaian. Jika kami tidak memiliki model pemilihan yang tepat, kami tidak dapat meyakinkan orang lain di meja perundingan damai.

Menanti Perdamaian Afghanistan, Akan Ada Atau Hanya Angan Rakyat Belaka?

AFGHANISTAN – Aghanistan adalah sebuah negara dimana perdamaian masih sebatas mimpi bagi warganya. Rakyat Afghanistan telah menderita selama beberapa dekade kerusuhan dan pertikaian. Peperangan terus menerus terjadi meski upaya diplomasi politik diupayakan. Warga sipil harus menjadi korban dengan mennaggung beban perang yang mengerikan.

Dokumen Foto : Aghanistan Times

Di satu sisi, ketidakpastian masih membayangi proses rekonsiliasi dan pemilihan yang lama berlarut-larut. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan Taliban ikut campur dalam perdagangan senjata dan perang opini. Keduanya saling tuduh dan melempar kesalahan satu sama lain.

Situasi ini merusak kemungkinan munculnya kesepakatan damai antar warga Afghanistan. Tak hanya itu, Proses pemilihan presiden yang tak kunjung menuai hasil akhir menambah daftar merah persoalan di negeri itu.

Untuk menggali lebih dalam isu tersebut, berikut petikan wawancara Pemimpin Redaksi Afghanistan Times, Mansoor Faizy dengan Kepala Eksekutif Persatuan Nasional yang juga mencalonkan diri sebagai Presiden Afghanistan, Abdullah Abdullah seperti yang dilansir dalam www.afghanistantimes.af.

Mari kita mulai dengan perdamaian. Anda baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan delegasi AS yang dipimpin oleh Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, apa perkembangan terakhir dalam proses perdamaian? Apakah Anda pikir negosiasi AS-Taliban yang sedang berlangsung akan membuahkan hasil?

Terima kasih! Perdamaian adalah masalah nasional. Kami mendukung semua negara sekutu yang dapat membuka jalan bagi pembicaraan damai. Ketika Khalilzad baru-baru ini meningkatkan perjalanannya, saya pikir pembicaraan damai telah mencapai tahap di mana harapan publik telah meningkat secara drastis dibandingkan dengan masa lalu. Ini berarti bahwa jika Tuhan menghendaki, masalah yang ada di antara Taliban dan Amerika Serikat akan mencapai kesimpulan yang memuaskan. Selain itu, di samping perjanjian, jika tindak kekerasan brekurang di tengah warga maka akan kesadaran baru yang membawa masa perdamaian baru. Jika hasil ini tercapai dan kemudian negosiasi intra-Afghanistan dimulai saat itulah masalah utama akan diatasi. Sikap kami dalam hal ini jelas bahwa kami tidak mendukung pemaksaan. Tetapi selama pembicaraan berlangsung harus ada dua kondisi yang diberlakukan, pertama tim yang terlibat harus mewakili semua warga Afghanistan yang terdiri dari pemerintah dan politisi dalam kerangka komposisi nasional. Delegasi Republik Islam Afghanistan yang hanya mewakili pemerintah tidak akan membuahkan hasil juga tidak akan mengecualikan pemerintah. Tetapi sekali lagi, masalah apa pun yang akan disajikan di sana membutuhkan tekad dan kemauan mutlak dari kedua belah pihak, termasuk Taliban dan Republik Islam Afghanistan.

Mengapa ada desakan kuat baru-baru ini dari pemerintah tentang gencatan senjata dan ada prasyarat yang diajukan sebelumnya; tidakkah Anda berpikir bahwa ini adalah upaya untuk menyabotase upaya perdamaian?

ARG (istana kepresidenan) harus menerjemahkan niatnya ke dalam praktik bukan hanya menyatakannya secara lisan. Permintaan utama dan nyata dari rakyat bukanlah gencatan senjata tetapi perdamaian yang berkelanjutan. Jika tidak ada pertempuran dan kekerasan selama satu hari, dua hari atau sebulan tentu akan membawa suasana baru. Ini adalah langkah yang berguna untuk perdamaian tetapi menghadirkan gencatan senjata sebagai syarat bukanlah langkah yang baik. Lebih baik membahas masalah gencatan senjata selama dialog intra-Afghanistan

Orang-orang khawatir tentang kurangnya keadilan dalam proses pembicaraan damai. Berapa banyak keadilan yang akan dijamin dalam pembicaraan damai menurut pendapat Anda?

Pencapaian utama dan penting dalam bidang keadilan adalah bahwa perang dan pertempuran yang dipaksakan dan mengorbankan orang-orang tak bersalah akan diakhiri. Hal ini diambil sebagai langkah pertama menuju keadilan. Sayangnya kondisi Afghanistan berbeda. Setiap masalah perlu ditangani sambil memperhitungkan kondisi di lapangan. Perang berlanjut sampai hari ini. Puluhan orang tak bersalah terbunuh setiap hari dan karena perang keadilan tidak dapat dipastikan. Sistem saat ini tidak dapat berfungsi sesuai dengan permintaan masyarakat. Oleh karena itu, perdamaian membawa peluang bagi kita untuk membangun sistem yang sehat di mana orang dapat bebas. Ini harus menjadi sistem berbasis hukum di mana tidak ada kebencian, sesuatu yang dengan sendirinya membuka jalan bagi keadilan. Hari ini kita dapat mengatakan bahwa tidak ada keadilan karena di masa perang, tidak masalah seberapa banyak kita bertindak sesuai dengan keadilan, upaya seperti itu akan menjadi di bawah pengaruh kondisi perang tetapi jika niat seseorang tidak tulus dalam hal ini maka berbeda lagi artinya.

Oposisi bersenjata dari pemerintah adalah sisi spesifik dari perang Afghanistan. Kelompok pemberontak itu melempari wanita dengan batu sampai mati beberapa hari yang lalu dan juga terlibat dalam beberapa insiden serupa lainnya. Bagaimana Anda bernegosiasi dengan kelompok seperti itu?

Apakah Anda ingin situasi ini berlanjut? Seperti tak berarti apa-apa. Menghentikan situasi ini bagaimanapun adalah kewajiban. Masalah ini akan diletakkan di meja perundingan ketika kita akan mencapai kesepakatan dengan grup. Setelah kami duduk di belakang meja ketika beberapa kondisi yang diajukan tidak dapat diterima oleh semua orang, jadi langkah pertama kami sekarang adalah untuk mengakhiri situasi saat ini. Kita akan sampai pada kesimpulan di mana semua orang akan menyampaikan pemikiran mereka dan bertarung secara politis tetapi tidak akan mendukung terorisme. Dalam situasi seperti itu, layanan terbaik adalah mengubah status quo.

Beberapa waktu yang lalu, presiden mengumumkan bahwa 45.000 tentara telah terbunuh dan jumlahnya mungkin telah meningkat sekarang. Seorang tentara yang terbunuh juga memiliki ayah, memiliki ibu dan juga adalah ayah bagi orang lain, seorang saudara laki-laki dan juga memiliki keluarga. Bisakah kita memberikan hak yang sah kepada keluarga korban seperti itu? Apakah kita menyadarinya? Sebaliknya mungkin ada 45.000 orang terbunuh dari pihak lawan juga tetapi itu bukan solusi. Karena solusinya adalah dalam perdamaian, negosiasi dan penyelesaian politik rakyat Afghanistan memiliki konsensus umum bahwa setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai modalitas pembicaraan damai.

AS diperkirakan akan meninggalkan Afghanistan? Akankah pendukung Taliban menghindari dukungan kepada kelompok pemberontak segera setelah perdamaian dipastikan?

Ini adalah bagian dari ketentuan perjanjian dan juga merupakan bagian penting dari diskusi di antara rakyat Afghanistan. Kami akan membuat perdamaian di antara kita sendiri. AS akan pergi. Sebuah kelompok baru mungkin muncul dan mencari bantuan militer dari satu negara atau yang lain dan akan mencoba merobohkan kelompok lain. Semua jaminan ini merupakan bagian dari perjanjian, tetapi tidak boleh disajikan sebagai prasyarat. Setiap delegasi yang mewakili Republik Islam Afghanistan akan termasuk semua dan akan berbicara dari sikap yang lebih tinggi. Sekarang, Afghanistan telah melarikan diri dari situasi kelam masa lalu dan tidak akan kembali ke negara tersebut dengan biaya berapa pun.

Jika orang-orang asing meninggalkan Afghanistan sebelum perjanjian damai, adakah jaminan bahwa Afghanistan tidak akan menjadi ladang perang lagi?

Perang yang berkelanjutan ini ada bahkan sebelum kehadiran orang asing. Jika Taliban terus bersikeras bahwa mereka tidak akan terlibat dalam negosiasi intra-Afghanistan maka tampaknya mereka sama sekali tidak serius tentang perdamaian.

Karena kita tidak mengajukan prasyarat, mereka juga harus melakukannya. Jika orang asing pergi dan situasinya memburuk, mungkin saja orang asing itu dapat kembali tetapi dalam kasus itu, hanya perang yang akan berlanjut.

Apakah Amerika benar-benar jujur ​​dalam pembicaraan damai karena Taliban terus mengatakan bahwa Amerika memiliki kondisi baru dan tuntutan yang berulang-ulang? Apa artinya?

Rincian yang dibahas dalam negosiasi di antara mereka dibagikan dengan pemerintah Afghanistan. Mereka beringsut mendekati kesepakatan tetapi serangkaian acara terjadi di Afghanistan. AS berpikir bahwa rakyat Afghanistan juga harus mendapatkan sesuatu dari kesepakatan ini. Seperti yang dikatakan Taliban kepada AS bahwa mereka akan mengamati gencatan senjata dengan pasukan mereka tetapi tidak dengan pemerintah Afghanistan, usul ini tidak diterima oleh AS. Itu adalah langkah yang baik di pihak AS karena tidak masuk akal untuk mencapai gencatan senjata dengan orang asing tetapi terus memerangi rakyat Anda sendiri.

AS diperkirakan akan meninggalkan Afghanistan? Akankah pendukung Taliban menghindari dukungan kepada kelompok pemberontak segera setelah perdamaian dipastikan?

Ini adalah bagian dari ketentuan perjanjian dan juga merupakan bagian penting dari diskusi di antara rakyat Afghanistan. Kami akan membuat perdamaian dalam negeri. AS akan pergi tapi sebuah kelompok baru mungkin muncul dan mencari bantuan militer dari satu negara atau yang lain dan akan mencoba merobohkan kelompok lain. Semua jaminan ini merupakan bagian dari perjanjian tetapi tidak bisa disajikan sebagai prasyarat. Setiap delegasi yang mewakili Republik Islam Afghanistan akan termasuk semua dan akan berbicara dari sikap yang lebih tinggi. Sekarang, Afghanistan telah melarikan diri dari situasi kelam masa lalu dan tidak akan kembali ke negara tersebut dengan biaya berapa pun.

 

Di Pajak Kabanjahe Harga Cabai Merah Keriting Di Tingkat Penjual Hanya 8.000 Per Kilogram Tapi Bawang Merah Tembus Hingga Angka 50.000 Per Kilogram

JAKARTA – Di masa pandemic Corona seperti ini ternyata menghasilkan penjual produk pertanian yang kreatif. Di kawasan Bukit Dago, Gunung Sindur, Jawa Barat misalnya, ibu pedagang sayuran yang biasa menjajakan barang jualannya dengan kereta dorong sekarang berubah dengan menggunakan teknologi seperti Whatsaap. Mereka tidak ragu bersaing dengan toko pertanian online yang mulai marak muncul beberapa tahun terakhir ini. Pembeli dimanjakan dengan sistem pesan antar barang belanjaan dengan harga yang relevan dengan toko online.

Dokumen : Pribadi

Benita Christie (36) salah satu warga di Bukit Dago dan juga adalah pelanggan tetap sistem ini. Ia mengatakan setiap pagi penjual sayur akan mengantarkan barang yang Ia butuhkan setelah di hari sebelumnya dipesan. Mereka mulai mengadopsi cara modern saat menjajakan barag dagangannya agar tidak digerus toko besar yang mampu menyediakan tenaga ahli.  Dengan harga yang bersaing, penjual sayur keliling ini katanya sangat aktif merespon permintaan pelanggan setiap hari.

Para pedagang ini menulis bumbu dapur ditulis dengan cara yang unik tapi cukup bisa dimengerti. Contoh, baput alias bawang putih dihargai sebesar Rp35.000 per kilogram, bamer alias bawang merah seharga Rp55.000, bawang bombay Rp28.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp22.000 per kilogram, cabai rawit Rp25.000 per kilogram, tomat Rp16.000 per kilogram, wortel berastagi Rp20.000 per kilogram.

“Tidak tahu apakah ibu penjual sayurnya jualan sayur di pasar atau tidak tapi di sekitar tempat saya tinggal kurang lebih harganya memang segitu,” ujar Benita kepada The Editor, Minggu (31/5).

Selain oleh penjual sayur keliling, Ibu Benita juga mendapat tawaran produk pertanian dari toko online yang sudah terkenal. Fresh.id demikian nama yang tertera di bagian atas selembar kertas yang Ia terima. Dan berikut adalah harga yang ditawarkan untuk produk serupa, yaitu bawang putih dihargai sebesar Rp35.000 per kilogram, bawang putih cutting Rp38.000 per kilogram, bawang putih kupas Rp40.000 per kilogram, bawang merah besar dihargai sebesar Rp55.000, bawang merah ekonomis Rp45.000 pr kilogram, bawang merah kupas Rp60.000 per kilogram, bawang bombay Rp40.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp20.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp25.000 per kilogram, tomat Rp12.000 per kilogram, wortel sayur Rp12.000 per kilogram.

Dari dua penjual diatas diketahui terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan untuk komoditi bawang bombay. Penjual keliling memberi harga Rp28.000 per kilogram, sementara itu Fresh .ID menjual dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp40.000 per kilogram.

Tidak ada perbedaan harga yang mencolok untuk komoditi bumbu dapur lainnya. Contoh, harga cabai merah keriting di pedagang sayur keliling dihargai Rp22.000 per kilogram. Sementara itu di selebaran kertas milik Fresh.ID cabai merah keriting dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Beda lagi dengan Toko Tani Indonesia milik Badan Ketahanan Pangan. Disini harga bahan pangan ditawarkan dengan harga yang sangat murah. Diketahui harga cabai merah keriting dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, cabai rawit Rp15.000 per kilogram, bawang putih Rp21.000 per kilogram, bawang merah Rp34.000 per kilogram, bawang merah Brebes Rp39.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000 per kilogram, telur Rp22.000 per kilogram atau Rp41.000 per tray, daging sapi untuk sop Rp75.000 per kilogram, daging sapi untuk rendang Rp80.000 per kilogram dan daging sapi untuk rendang Rp 85.000 per kilogram.

Untuk kawasan Tanah karo, Sumatera Utara, tepatnya di Pajak Kabanjahe terjadi ketimpangan harga untuk komoditi bumbu dapur. Tanah Karo selaku produsen produk pertanian ternyata tidak mampu menjual produk pertanian mereka semahal Jakarta. Diketahui penjual hanya mau membeli hasil bumi petani untuk cabai merah keriting Rp8.000 per kilogram, terung anta boga Rp800 per kilogram, cabai rawit Rp10.000 per kilogram. Sementara masyarakat harus membeli harga mahal untuk komoditi pangan yang berasal dari daerah lain seperti bawang putih Rp25.000 per kilogram, telur satu papan Rp38.000 Dan bawang merah Rp50.000 per kilogram.

Pertanyaannya adalah bila di pasar harga yang dibeli konsumen semurah itu, bagaimana dengan nasib petani yang menjual hasil pertanian mereka? Dipastikan harganya jauh dibawah standar jual pasar penjualan bumbu dapur dan sayuran. Bagaimana dengan daerah anda?

Berkunjung Ke Senoa, Pulau Buncit Berpantai Indah dan Berair Jernih

Menikmati keindahan Pantai Senoa (Fotografer : Dwi)

NATUNA – Pulau Buncit itulah sebutan yang pas bagi Pulau Senoa. Bentuknya yang menyerupai wanita berbadan dua ini juga yang melatari penamaan salah satu pulau terdekat dengan Pulau Natuna Besar.

Konon nama Pulau Senoa diambil dari kisah saudagar kaya dan istrinya. Suatu ketika saudagar kaya harus menyeberang ke Pulau Natuna Besar karena istrinya akan melahirkan.

Sayangnya, kapalnya saat itu terlalu sesak oleh barang berharga. Saudagar kaya itu ingin mengurangi barang bawaannya sehingga beban kapal bisa berkurang.

Namun, ketamakan istrinya menghalangi niatan saudagar itu. Walhasil, mereka harus tenggelam bersama kapal juga hartanya. Dari kisah itulah masyarakat menamakan pulau tersebut sebagai Pulau Senoa.

Kontur buncit terlihat karena pulau tak berpenghuni itu memiliki bukit yang tampak pula dari salah satu sisi Pulau Natuna Besar. Setelah mendengar cerita itu, saya lantas memahami mengapa asosiasi itu tepat dengan bentuk pulau yang menjadi salah satu destinasi wisata di Natuna.

Agar bisa mencapai pulau ini, saya harus menumpang kapal motor yang bisa mengangkut sekira 15 penumpang sekali jalan dari Desa Sepempang. Kapal ini tak beratap namun bisa mengantarkan pelancong sampai ke Pulau Senoa dalam 15 menit hingga 20 menit.

Ketersediaan kapal umum ini terkadang tak bisa dipastikan mengingat jumlah pelancong sangat terbatas. Dengan demikian, pelancong hanya bisa menyewa kapal nelayan. Untuk perjalanan dari Pulau Natuna Besar ke Pulau Senoa juga sebaliknya saya harus membayar Rp200.000.

Kendati jauh lebih mahal, pilihan itu lebih baik daripada tidak pergi sama sekali atau bila melancong seorang diri. Alasannya, di Pulau Senoa tak tersedia tempat penitipan barang, kamar mandi maupun ruang ganti.

Namun, di sana sudah tersedia dermaga sehingga proses naik-turun kapal lebih nyaman. Sampai di Pulau Senoa, saya disambut rumah tua kecil di atas karang. Saya langsung melewati batu karang untuk mencapai rumah itu.

Rumah dengan jendela dan berdinding papan itu tampak lapuk lengkap dengan coretan tangan jahil para pengunjungnya. Dari jendela rumah itu, saya melihat air laut biru nan jernih dengan Gunung Ranai berdiri kokoh seolah mengawasi.

Pengunjung saat itu cukup ramai namun tak seramai pantai-pantai populer lainnya. Terlihat sekira 30 orang pengunjung dengan sebagian besar merupakan keluarga yang menghabiskan libur Lebaran.

Saya pun mencelupkan kaki sambil duduk di batu karang. Dari situ saya menikmati air yang jernih dan biru kehijauan lengkap dengan ikan-ikan kecil yang melompat dan kawanan burung yang siap menangkapnya. Pasir putih dan bukit di tepi pulau menjadi bingkai pemandangan saya saat itu.

Menjauh dari pantai berbatu karang, saya pun mencoba berenang di air jernih itu. Saya merasa seperti memiliki sisi pantai karena tak ada lagi orang lain. Meskipun pengunjung lain berpiknik dan anak-anak melompat dari dermaga, semua seolah menjadi suara latar yang samar-samar terdengar karena suara air laut yang tersapu ombak tenang lebih dominan.

Damai dan menenangkan. Sambil bersantai, saya mengeluarkan makanan ringan. Ternyata, saya menarik perhatian beberapa anak yang penasaran dengan makanan yang saya bawa. Mereka pun ternyata menyadari bahwa saya bukanlah warga setempat.

Mungkin karena Ranai Besar meskipun pulau yang paling banyak populasinya, tetap saja jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan satu desa di dekat Ibu Kota. Oleh karena itu, dari perbedaan atribut dan gaya busana langsung identifikasi asal bisa dilakukan secara tepat.

Kami pun menjadi akrab secara instan. Seperti anak lelaki berusia 8 tahun pada umumnya, Alif yang berlibur bersama keluarganya mengajak saya menyusuri pantai bahkan melompat dari dermaga. Saya hanya memilih untuk menyusuri pantai dan menjadikannya model foto saya saat dia melompat dari dermaga.

Matahari mulai menghangat, tanda perjalanan harus diakhiri. Saya pun sudah meminta nelayan yang saya sewa kapalnya itu menjemput pukul 16.00 WIB. Rasanya ingin menghabiskan waktu sampai matahari terbenam. Sayangnya, saat itu cuaca di Natuna kerap tak menentu. Guratan awan abu-abu sudah terlihat di kejauhan, berpindah dari Gunung Ranai ke daratan dan mendekat ke Pulau Senoa.

Lama kelamaan pasir putih itu tenggelam dari pandangan mata karena saya kian dekat dengan Pulau Natuna Besar. Saya harus menerima bahwa inilah waktunya berpisah dengan Pulau Senoa beserta keindahannya.

Inggris Siap Bantu Indonesia Pulihkan Ekonomi Berbasis Rendah Karbon

JAKARTA – Pemerintah menilai harus ada upaya pemulihan ekonomi dan sosial berbasis strategi kebijakan berkelanjutan, terutama implementasi pembangunan rendah karbon untuk mengantisipasi pulihnya perekonomian nasional dan dunia yang tinggi emisi (carbon intensive industries).

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto (Dokumen: Pribadi)

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan bahwa intervensi ekonomi secara maksimal adalah salah satu upaya yang mereka lakukan untuk mengatasi krisis ekonomi akibat Covid 19. Ia mengklaim cara ini mampu mempercepat perekonomian dan kehidupan sosial Indonesia usai pandemik.

“Krisis ekonomi dan sosial yang disebabkan Covid-19 telah membawa perubahan mendasar pada
prioritas pembangunan Indonesia,” ujar Arifin dalam keterangan yang diterima The Editor, Sabtu (30/05).

Untuk diketahui, program kerja pemerintah di sepanjang tahun 2020 diutamakan pada penanggulangan
pandemi, jaring pengaman sosial dan menjaga stabilitas ekonomi. Sedangkan pada tahun 2021 nanti fokus pada percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Owen Jenkins pemerintah Inggris melalui UK Climate Change Unit mendukung usaha bersama pemerintah Indonesia dan dunia usaha serta sektor swasta untuk bersama-sama menanggulangi ancaman global dari pandemic Covid-19.

Hal penting lainnya yang akan dilakukan oleh pemerintah Inggris untuk membantu pemulihan paska Covid-19 adalah mendukung kebijakan stimulasi pemulihan pembangunan rendah karbon. Yang mana kedepannya akan memberikan peluang investasi dan pilihan-pilihan kebijakan yang dapat membantu memberikan peluang investasi dan pilihan-pilihan kebijakan yang dapat membantu.

“Disaat yang sama juga menanggulangi ancaman sangat mendesak atas lingkungan dan perubahan iklim,” ujar Owen.

Hal penting lainnya, lanjutnya, pemerintah Inggris mendukung iklim investasi Indonesia agar lepas dari dampak krisis global Covid 19.

Pembangunan kembali Indonesia yang lebih baik (build back better) versi Bappenas di bidang ekonomi adalah menciptakan model bisnis yang rendah karbon dan berkelanjutan, pemanfaatan dana publik untuk investasi di sektor yang mendukung perekonomian sekaligus rendah emisi dan berkelanjutan dan mengintegrasikan risiko dan peluang iklim ke dalam sistem keuangan serta aspek-aspek penyusunan kebijakan publik dan infrastruktur.

116.000 Wanita Indonesia Berhasil Tingkatkan Ekonomi Keluarga Dari Pekarangan Rumah Pribadi

Salah satu taman yang dijadikan sebagai pekarangan (Fotografer : Eddy Suntoro)

JAKARTA – Pandemi virus corona jadi momok yang harus dihadapi oleh pemerintah saat ini. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Badan Ketahanan Pangan adalah membangun pekarangan keluarga yang selama ini diabaikan, baik oleh masyarakat ataupun pemerintah itu sendiri.

Salah satu taman yang dijadikan sebagai pekarangan (Fotografer : Eddy Suntoro)

Luas pekarangan keluarga menurut versi Litbang Pertanian yang belum dimanfaatkan adalah sekitar 10,3 juta hektar, termasuk diantaranya adalah pekarangan rumah.

Salah satu Kelompok Wanita Tani yang menggembangkan Pekarangan pangan Lestari (P2L) binaan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian adalah di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Kadia Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Kelompok ini merupakan show window KRPL Kota Kendari yang mampu memasok sayuran ke hotel dan rumah makan. Artinya selain mampu memenuhi kebutuhan bahan pokok sendiri, secara ekonomi pun mereka terbantu.

Pengembangan lahan pekarangan ini juga sejalan dengan anjuran organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO), yang menyatakan bahwa pertanian berbasis keluarga sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan global.

Oleh karena itu pertanian berbasis keluarga harus diperhatikan dunia, di antaranya untuk mengurangi kelaparan dan kemiskinan.

“Artinya akan membentuk kemandirian pangan bagi tiap-tiap rumah tangga, sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi dari pekarangan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam keterangan yang diterima oleh redaksi, Sabtu (30/5).

Dalam upaya mensosialisasikan dan memanfaatkan lahan pekarangan Badan Ketahanan Pangan sudah megembangkan Pertanian Pangan Lestari (P2L) di 3.876 lokasi yang tersebar di seluruh priovInsi.

Jika setiap satu kelompok kegiatan P2L jumlahnya 30 orang maka sekitar 116 ribu masyarakat yang diberdayakan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu keuntungan menanam di pekarangan adalah penanaman dan perawatannya relatif mudah dan dalam waktu relatif singkat masa tanamnya sudah bisa dipanen. Modalnya juga relatif murah dan peralatan tanamnya bisa diperoleh di sekitar lingkungan kita seperti menggunakan botol bekas, polibag dan
sebagainya.

Jika tanaman dipelihara dengan baik, tanaman akan tumbuh subur dan dalam waktu relatif singkat sudah bisa dipanen. Misalnya kangkung yang berumur 1 bulan sudah bisa panen. Dan masih banyak lagi hal yang merupakan keunggulan bertanam dari pekarangan sendiri.

Bahkan baru-baru ini sempat viral video di youtube tentang teknik memelihara ikan lele dengan ember, dan diatasnya ditanami sayuran kangkung menggunakan pot dari bekas gelas minuman. Video ini banyak tersebar dan menjadi contoh bagi masyarakat sehingga mempraktekannya.

Disaat pandemi virus corona seperti sekarang ini dan kita diminta bekerja dari rumah, tidak ada salahnya kalau kegiatan yang sangat bermanfaat ini mulai di praktekan di pekarangan sendiri. Selain bisa untuk mengisi waktu, juga bisa menjadi hobi yang mengasyikan dan menguntungkan.

Yang penting adalah berani mencoba.

Untuk membantu masyarakat agar bisa aktif dan berpartisiasi dalam upaya memanfaatkan potensi lahan pekaangan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Diantaranya adalah pentingnya sosialisasi dan penyebarluasan informasi cara-cara bertanam di pekarangan.

Kedua, pemerintah daerah melalui dinas pertanian di daerah dapat melakukan pembagian benih/bibit tanaman secara gratis sekaligus melakukan bimbingan, memviralkan keluarga yang berhasil menjalankan program mengembangkan pekarangan dan mengadakan aneka lomba yang intinya adalah menggali kreatifitas dan inisiasi masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan.

Eddy Suntoro

Humas Ahli Madya Kementerian Pertanian

Agriculture Integrated Survey (AGRIS/SITASI) Untuk SDGs Indonesia

Ladang padi di Bali (Fotografer : Valentina Tarigan untuk The Editor)

Oleh Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kadarmanto, MA

JAKARTA – Di Indonesia kemiskinan masih merupakan fenomena. Diketahui bahwa 62 persen dari total penduduk miskin di pedesaan berasal dari sektor pertanian dan pedesaan.

Mayoritas penduduk miskin pedesaan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Artinya pemerintah harus fokus membangun wilayah pedesaan di sektor pertanian. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan perekonomian nasional. Terkait hal ini, ketersediaan data yang mencakup aspek sosial ekonomi di sektor pertanian secara holistik dan reguler merupakan sebuah keniscayaan.

Tapi harus diingat bahwa data yang dikumpulkan harus melalui proses pengumpulan data yang didasarkan pada metodologi yang kuat. Jadi, pemerintah akan memperolah informasi yang akurat dan tepat waktu yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan otentik dan bia dipercaya (evidence-based policy).

Semangat tersebut sejalan dengan semangat agenda Strategi Global untuk meningkatkan statistik pertanian dan pedesaan yang telah dicanangkan oleh Food Agriculture Organization (FAO). Sayangnya, dalam konteks Indonesia, terdapat kesenjangan antara kebutuhan informasi untuk mendukung kebijakan yang kuat terkait sektor pertanian di pedesaan dan ketersediaan data yang ada. Dengan kata lain, data tersebut tidak tersedia karena tidak ada sistem data berkelanjutan untuk statistik pertanian dan pedesaan.

Contoh konkrit terkait hal ini adalah kelangkaan data berkualitas tinggi dan terkini untuk perhitungan indikator-indikator SDGs di bawah perwalian FAO. Data ini tercakup dalam tujuan dan pembangunan berkelanjutan. Kondisi ini telah mengurangi kapasitas Indonesia dalam menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terutama di sektor pertanian dan pedesaan. Tak hanya itu, progres capaian pembangunan berkelanjutan yang diukur melalui indikator-indikator tersebut juga tidak ada.

Indonesia termasuk negara yang tidak mampu menyediakan indikator yang akan digunakan untuk evaluasi global dan perbandingan antar negara standar FAO. Sebagai jalan keluar, BPS rencananya akan melaksanakan SITASI/AGRIS untuk pertama kalinya pada Tahun 2021 sesuai rekomendasi FAO. SITASI/AGRIS merupakan survei yang diharapkan mampu menyediakan The Global Strategy Minimum Core Data Set. Termasuk juga informasi yang diperlukan dalam perhitungan indikator utama SDGs pertanian yang diharapkan
dapat menjadi titik awal bagi ketersediaan sistem data berkelanjutan untuk statistik pertanian dan statistik pedesaan di Indonesia.

Lebih dari itu, SITASI/AGRIS juga dimaksudkan sebagai langkah awal menuju era baru Sensus Pertanian berstandar internasionalyang akan dilaksanakan pada Tahun 2023. Saat ini, SITASI/AGRIS sedang dalam tahap persiapan uji coba yang akan dilaksanakan di tiga provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk mencapai tujuan SITASI/AGRIS maka dibutuhkan pelaksanaan serta dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya pemerintah pusat, daerah, kementerian atau lembaga terkait dan para akademisi atau pemerhati sektor pertanian.