26.1 C
Indonesia
Sunday, March 15, 2026

KB Kookmin Bank Bersiap Jadi Pemegang Saham 51{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} Bank Bukopin

JAKARTA – Kookmin Bank, pemegang saham terbesar kedua di Bank Bukopin, merealisasikan komitmennya mendukung penguatan likuiditas dan permodalan bank. Efektif hari ini, KB telah menyetorkan dana segar ke Bank Bukopin.

Untuk diketahui, KB Kookmin Bank resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas IV (rights issue) yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2018. KB Kookmin Bank menjadi standby buyer setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 Juni 2018. Dalam proses tersebut, KB Kookmin Bank meraih dana sebesar Rp1,46 triliun dan bank asal Korea Selatan tersebut menguasai 22{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} saham Bank Bukopin.

Direktur Operasi dan TI Bank Bukopin, Adhi Brahmantya mengatakan proses yang telah dilakukan dengan KB untuk menjadi pemegang saham pengendali baru masih terus berjalan baik di regulator Indonesia maupun Korea Selatan. Untuk membuktikan komitmen KB sebagai salah satu pemegang saham utama Bank Bukopin, KB telah menyuntikkan dana untuk mendukung likuiditas bank. Ia juga yakin akusisi KB Kookmin Bank terhadap Bank Bukopin adalah pertanda positif ditengah lesunya sentimen pasar terhadap ekspansi bisnis dan perekonomian.

“Tentu hal ini adalah bukti bahwa akusisi KB Kookmin Bank (terhadap Bukopin) adalah langkah nyata dari optimisme terhadap Bank Bukopin. Sebagai bank penyalur kredit retail (UMKM dan Konsumer) dengan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan ke depannya,” terang Adhi dalam keterangan yang diterima redaksi The Editor, Kamis (11/6).

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin, Jong Hwan Han yang merupakan direktur yang ditunjuk oleh KB menambahkan, dalam waktu dekat KB akan merealisasikan keinginannya menjadi pemegang saham pengendali baru Bukopin dengan kepemilikan minimal 51{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} dengan memenuhi proses dan ketentuan yang berlaku baik di Indonesia maupun di Korea Selatan.

Oleh karena kondisi tersebut, Adhi Brahmantya berharap nasabah semakin yakin bertransaksi keuangan dengan Bank Bukopin, mengingat sinergi dengan KB akan semakin kuat untuk menopang pertumbuhan bisnis ke depannya.

OJK sendiri secara khusus merilis pernyataan pers atas proses rights issue tersebut dan menyatakan bahwa tahapan proses right issue tersebut akan berdampak positif dalam memperkuat permodalan dan mendukung perkembangan bisnis Bank Bukopin, serta mengindikasikan masih tingginya kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap perbankan di Indonesia.

Pada 24 Oktober 2019, melalui forum RUPS Luar Biasa, rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) resmi mendapat persetujuan dari pemegang saham. Dalam perkembangannya, KB Kookmin Bank telah menyatakan siap mendukung proses PUT V dan akan melaksanakan hak yang dimilikinya untuk menambah proporsi kepemilikan saham di Bukopin.

KB Kookmin Bank sendiri merupakan bagian dari KB Financial Group. Bank yang berbasis di Korea tersebut tercatat sebagai bank dengan pencapaian net income terbesar di Korea sepanjang tahun 2019. Saham KB Financial Group tercatat di Korea Exchange (“KRX”) sejak 10 Oktober 2008 dan di New York Stock Exchange (“NYSE”) sejak 29 September 2008. Total aset KB Financial Group per 31 Desember 2019 mencapai KRW 789,6 triliun (ekuivalen IDR 9,350 triliun). KBFG telah mengembangkan sayapnya ke pasar global dengan jaringan yang tersebar di Inggris, Amerika Serikat, India, China, HongKong, Jepang hingga Selandia Baru. Di Asia Tenggara, Kookmin melakukan ekspansi ke Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Indonesia.

Panen Sayur Organik Dari Pekarangan Pribadi Jadi Gaya Hidup Warga Jakarta

Eddy Suntoro memamerkan sawi organik dari pekarangan pribadi miliknya (Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – Optimalisasi pekarangan dengan tanaman hidroponik mulai jadi gaya hidup baru masyarakat urban saat ini. Selain mengurangi stres dari rutinitas kerja, aktifitas berkebun juga mampu mengurangi beban ekonomi dapur.

Eddy Suntoro memamerkan sawi organik dari pekarangan pribadi miliknya (Foto: Dokumen Pribadi)

“Bisa disesuikan juga dengan ruang yang tersedia dan selera kita,” ujar Eddy Suntoro (59) saat menunjukkan kepada The Editor pekarangan organik miliknya di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (11/6).

Kata Eddy Ia memiliki berbagai macam tanaman di pekarangannya, mulai dari sayuran hingga rempah-rempah. Semua ditanam di media yang berbeda seperti dalam pot, plastik bekas, styrofoam hingga hidroponik. “Ibaratnya tidak ada lahan, tempel di dinding pun jadi,” kelakarnya.

Biaya yang dikeluarkan juga relatif mudah, misalnya benih kangkung hanya berkisar Rp16.000 dan bisa ditanam dalam jumlah banyak dan berkali-kali. Menurutnya asal tahu tekniknya maka sayuran kangkung bisa dipanen hingga tiga kali. Sementara sawi sudah pernah Ia panen langsung sebanyak lima kali langsung dari pekarangan organik miliknya.

Untuk teknik penanaman hidroponik, Eddy menggunakan media dinding pembatas rumah. Ia mengeluarkan biaya pemasangan termasuk upah tukang untuk 120 lubang tanaman. “Sawi organik yang ditanam secara hidroponik sudah panen hingga lima kali,” jelasnya.

Hadapi New Normal, Pasien Hamil Diminta Aktif Periksakan Kandungan Ke Rumah Sakit

JAKARTA – Masyarakat diminta untuk tidak khawatir berkunjung ke rumah sakit saat memeriksa kesehatan terutama kandungan.

Demikian diutarakan oleh Dokter Sofani Munzila, Sp.OG dalam acara live talkshow “Menghadapi New Normal” yang diadakan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

“Meskipun masih pandemi covid-19 tapi bila tengah hamil harus periksa. Jangan takut ke rumah sakit,” ujarnya.

Sofani mengimbau agar saat berkunjung ke rumah sakit, pasien diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku diantaranya menggunakan masker yang memenuhi standar dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu timbulnya virus. Seperti memegang bagian depan masker terlalu sering, menyentuh bagian wajah dan masker secara bergantian dan lupa mencuci tangan. Prosedur semacam itu menurutnya sangat perlu diperhatikan saat diperiksa.

Selain itu, hal lain yang Sofani imbau agar dilakukan oleh pasien yang tengah hamil adalah tetap berolahraga dan menjaga asupan vitamin. Katanya tidak ada alasan untuk tidak disiplin meski musim pandemi masih terus belum berakhir 100{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}.

Selama berada di rumah sakit pasien juga diminta untuk tidak terkejut melihat standar pelayanan tim medis yang berbeda dari biasanya. Aturan pelayanan tim medis selama pandemi corona diakuinya memang sangat berbeda dari biasanya. Salah satunya dari standar pakaian yang dipakai saat mereka bekerja. Hal semacam itu diharapkan olehnya tidak menimbulkan kepanikan pada pasien.

“Rumah sakit selalu disemprot cairan disinfektan jadi sangat steril, kemudian pakaian tim medis juga disesuaikan dengan kebutuhan apalagi yang berada di zona operasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pasien yang tengah hamil diminta untuk lebih aktif memeriksa kandungan dan melaporkan semua riwayat penyakit kepada dokter untuk mempermudah penanganan. “Jangan sampai diakhir baru ngomong ada penyakit nanti susah penanganannya,” tutupnya.

Perbedaan Masa Puncak Panen Akibatkan Jumlah Stok Beras Di Bulog Tak Sama Seperti Tahun Lalu

JAKARTA – Stok beras yang ada di gudang Bulog di periode Juni 2020 menurun hingga 700 ribu ton Bila dibandingkan dengan tahun 2019 lalu di periode yang sama. Dimana diketahui di bulan Juni 2019 gudang Bulog menyimpan hingga 2,2 juta ton cadangan beras, sementara di Juni 2020 ini stok yang ada hanya 1,4 juta ton.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Risfaheri mengatakan hingga hari ini jumlah stok beras di gudang Bulog sudah mencapai 1,5 juta ton atau naik 100 ribu ton dari sebelumnya. Masa puncak panen yang berbeda dijadikan alasan oleh pemerintah mengapa stok cadangan beras di Bulog tidak banyak di tahun ini.

“Stok di bulog tidak bisa membandingkan bulan yang sama karena puncak panen tahun ini berbeda dengan tahun lalu,” ujar Risfaheri saat berbincang dengan The Editor beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa masa puncak panen padi tahun 2019 jatuh di bulan Maret sampai April. Sementara itu di tahun 2020 ini masa panen berlangsung di bulan April sampai Mei. Perbedaan tersebut diklaim sebagai alasan jumlah stok beras tidak mencapai target seperti tahun lalu.

Yang terpenting katanya pemerintah mampu menyediakan stok cadangan beras sebanyak 1,5 juta ton sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk diketahui, di bulan April 2020 kemarin Kementan mengklaim tengah terjadi panen raya padi di beberapa titik di Tanah Air. Pertanyaannya, bila panen raya tengah berlangsung mengapa jumlah stok beras justru tidak mencapai nilai terbaiknya seperti tahun lalu? Ada apa dengan kinerja Kementan?

Pertanyaan lain yang hingga saat ini masih juga enggan di jawab oleh pemerintah adalah bagaimana mungkin harga gabah bisa turun karena seharusnya saat ini Bulog disibukkan dengan proses pembelian gabah di petani untuk memenuhi gudang mereka. Logikanya, untuk mencapai angka 2,2 juta ton seperti tahun lalu maka pemerintah harusnya selalu siap di lapangan menyerap gabah petani lewat penggilingan. Dengan kata lain, sebenarnya surplus panen ini ada atau tidak? Mengapa harga gabah turun sementara target tidak tercapai.

Target cadangan tidak tercapai karena apa? Apakah kucuran dana lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp500 juta kepada para pemilik penggilingan padi adalah solusi utama agar penyerapan gabah petani bisa dilakukan secara maksimal dan penurunan harga gabah bisa ditekan?

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah atau Beras, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp4.200 per kilogram dan di penggilingan menjadi Rp4.250 per kilogram.

Hadapi Era New Normal, Telkom Tawarkan Solusi Mudah Kepada Pelaku Bisnis

JAKARTA – Menghadapi era new normal, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menawarkan beragam solusi ICT yang dapat memudahkan pelaku bisnis dalam menjalankan operasional bisnis, meningkatkan upaya pemasaran hingga untuk keamanan lingkungan kerja.

Beberapa solusi yang bisa dimanfaatkan pelanggan di antaranya mulai dari CCTV Thermal, Tablet Camera Thermal, aplikasi AdsQoo serta layanan Shared Service. Dengan semangat sinergi, TelkomGroup berkomitmen mendukung para pelaku bisnis seperti UMKM dan korporasi tetap produktif dan terus menggerakkan roda perekonomian bangsa meski dihadapkan dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Kami senantiasa berupaya menghadirkan inovasi untuk sebuah solusi yang diharapkan tidak hanya menginspirasi namun juga dapat membantu pelaku usaha secara nyata dalam mempertahankan bisnis di tengah kondisi yang kurang menguntungkan seperti sekarang ini,” ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom Bogi Witjaksono dalam keterangan yang diterima The Editor, Kamis (11/6).

Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja, lanjutnya, TelkomGroup memiliki solusi CCTV Thermal dan Tablet Camera Thermal. CCTV Thermal adalah alat untuk mendeteksi suhu tubuh individu di tengah kerumunan orang sedangkan Tablet Camera Thermal digunakan untuk mendeteksi suhu yang sekaligus dilengkapi dengan fitur face recognition untuk mengenali penggunakan masker atau tidak.

Perangkat kamera yang mendeteksi suhu tubuh ini dapat diintegrasikan dengan berbagai kebutuhan perusahaan seperti untuk HR information system, building management & security system, ticketing system, smart parking system, serta sistem lain yang menggunakan API (Application Programming Interface). Solusi Thermal Camera yang dilengkapi face recognition dan mudah diintegrasikan dengan berbagai sistem manajemen ini akan sangat dibutuhkan oleh berbagai bidang usaha seperti mall, rumah sakit, perkantoran, apartemen, sekolah dan perguruan tinggi, pabrik, pergudangan, instansi pemerintah, serta area publik lainnya.

Untuk mendukung operasionalisasi bisnis pelanggan korporasi, TelkomGroup menyediakan layanan Shared Service, yaitu layanan pengunaan sistem business process secara bersama. Layanan shared service ini dijalankan oleh entitas anak usaha Telkom, Infomedia yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang penyedia shared service. Layanan ini akan memudahkan perusahaan untuk dapat mengefisiensikan biaya operasional dari peralatan, biaya lisensi aplikasi, hingga biaya SDM.

Bogi menambahkan, optimalnya sebuah pengelolaan fungsi enterprise adalah dengan adanya penerapan shared service. Dari benchmark di negara lain yang telah lebih awal mengimplementasikan shared service, Bogi mengatakan bahwa kelebihan shared service ini bukan hanya soal memangkas biaya, tetapi juga mengoptimalkan performansi perusahaan dengan penerapan digital process.

“Jadi optimalisasi disini tidak hanya soal cost. Dengan shared service, perusahaan akan dibantu mengoptimalkan proses bisnisnya dengan perangkat digital. Jadi kemudahan operasional, transparansi pengelolaan dan pencegahan fraud juga didapatkan. Apalagi di masa sulit seperti ini, digitalisasi proses tidak dapat lagi ditunda, harus diimplementasikan sekarang,” ungkapnya.

Selanjutnya, TelkomGroup melalui anak usahanya MDMedia menjawab kebutuhan korporasi untuk mendukung kegiatan pemasaran dengan menghadirkan AdsQoo (dibaca: ads-ku), sebuah platform digital yang memungkinkan pemilik usaha mengelola pemasangan iklan digital secara mandiri. Hanya dengan mendaftar, pelaku bisnis akan mendapatkan akses untuk memilih produk iklan digital seperti SMS Broadcast, SMS LBA, Google Ads, Facebook Ads dan juga Digital Out Of Home (DOOH).

“Seluruh tahapan pemasangan iklan hingga pembayaran dilakukan di dalam platform tersebut, sehingga sangat sesuai bagi para pelaku usaha untuk tetap mempromosikan produk mereka selama pemberlakuan kebijakan PSBB tersebut,” jelas Bogi.

Melalui AdsQoo, tahapan yang harus dilalui menjadi lebih singkat karena sudah diotomasi dan mudah diikuti. Sebagai contoh, untuk pemasangan iklan DOOH, setelah memilih titik lokasi yang diinginkan, berikut jumlah waktu tayangnya, lalu membayar dan memasukkan materi iklan, maka secara real time iklan tersebut langsung tayang.

Pelaku bisnis dari Yogyakarta Hermanu Basuki Aji mengaku sudah bertransaksi lebih dari 11 kali menggunakan layanan sangat membantu karena tidak perlu keluar rumah selama pandemi corona terjadi.

“Selama pandemi, saya tidak perlu keluar rumah karena seluruh proses pemilihan lokasi DOOH, pembayaran hingga mengunggah materi iklan dapat dilakukan dari rumah,” ungkap Aji.

Kembali lagi ke Bogi, keuntungan lain yang diperoleh adalah adanya kesempatan beriklan di AdsQoo secara eceran. Tidak ada minimum pembelian (kecuali untuk SMS LBA karena terikat dengan aturan operator). Hal ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM untuk tetap mempromosikan usahanya di saat sulit seperti sekarang ini. Untuk pemasangan iklan di DOOH dimulai dari harga IDR 6600/spot dan SMS mulai dari IDR 330/SMS.

“Ke depannya, Telkom akan terus menghadirkan solusi ICT terbaik yang dapat mendukung semua segmen pelanggan dalam beraktivitas tanpa halangan, khususnya menghadapi era new normal nanti,” tutup Bogi.

10 Juta Orang Indonesia Sebarkan Percakapan Virtual Selama Ramadan di Facebook. Apa Saja Itu?

JAKARTA – Meskipun pembatasan sosial tengah berlangsung, semangat untuk merayakan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tidaklah redup lantaran platform media sosial membantu setiap orang untuk tetap terhubung dengan cara yang berbeda dan menjaga semangat perayaan agar tetap hidup secara virtual.

Lantas, bagaimana masyarakat menjalani suasana Ramadan yang jelas berbeda tahun ini? Lalu, topik apa saja yang diperbincangkan di Facebook selama bulan suci Ramadan di Indonesia? Apalagi Ramadan merupakan salah satu momen terpenting bagi masyarakat Indonesia, dan orang-orang masih terus melestarikan tradisi berbuka puasa melalui media sosial. Sebanyak lebih dari

Facebook lewat Axicom menyebutkan bahwa 10 juta orang di Indonesia membuat postingan Facebook dan memberi komentar mengenai berbuka puasa selama bulan Ramadan. Berbagai postingan seperti ucapan selamat berbuka puasa, hingga resep makanan inspiratif untuk disajikan sebagai menu berbuka menjadi bagian dari aneka topik Ramadan yang ramai dibicarakan di
Facebook di Indonesia.

Di sisi lain, persiapan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri yang paling dinantikan terus menjadi cara bagi masyarakat Indonesia untuk mengisi keseharian. Hal ini diungkapkan Axicom lewat keterangan yang diterima The Editor hari ini, Kamis (11/6) bahwa tercatat lebih
dari 4,5 juta orang yang membuat postingan Facebook dan memberi komentar yang berkaitan dengan persiapan Lebaran,”

Axicom merilis data bahwa 89{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} responden sepakat bahwa tetap terhubung itu sangat penting agar mereka dapat terus menerima informasi terkini selama Ramadhan. Pandemi COVID-19 adalah sebuah tantangan namun Ramadan tetap dan akan selalu menjadi momen untuk membangun hubungan yang bermakna dengan teman serta keluarga. Facebook ternyata ingin jadi bagian dari tradisi dan perayaan bulan.

Puan Maharani: Penerapan The New Normal Jangan Bikin Masyarakat Abaikan Kesehatan Demi Perputaran Roda Ekonomi

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – Kebijakan The New Normal (kenormalan baru) yang diambil pemerintah harus diatur secara rinci agar kesehatan masyarakat tidak tidak dikorbankan demi mempertahankan roda ekonomi Indonesia.

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dokumen Pribadi)

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan skenario yang mendetail dan rinci di segala sektor sangat diperlukan agar masyarakat tidak perlu memilih antara kesehatan atau ekonomi.

“Ini penting karena New Normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan,” ujar Puan kepada The Editor, Rabu (10/9).

Menurut Puan, salah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Ia mengaku sudah menerima laporan bahwa beberapa pedagang di pasar tradisional terinfeksi Virus Covid-19. Bila tidak ada penanganan yang tepat maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan.

Puan mengingatkan bahwa denyut nadi ekonomi dan tempat utama terjadi interaksi sosial masyarakat daerah ada di pasar. Maka dari itu, Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap peraturan The New Normal yang tengah dan akan diberlakukan.

“Penetapan dan penerapan protokol New Normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar sosialisasi protokol The New Normal dilakukan sejelas mungkin supaya dapat dipahami semua kalangan. Selain menjalankan protokol yang rinci, menurutnya mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat juga sangat dibutuhkan. Terlebih tanggal 9 Juni 2020 kemarin Puan mengaku mendapat laporan data dari Gugus Tugas Covid-19 yang menyebutkan bahwa terjadi penambahan 1.034 kasus positif corona. Angka-angka semacam itu harus dimonitor dengan ketat dan harus jadi dasar pengambilan keputusan.

“Kita mengapresiasi bahwa target awal pengujian 10.000 spesimen dari tes Covid-19 sudah tercapai dan Presiden sudah menyampaikan ingin menaikkan target menjadi 20.000 per hari,” ungkap Puan.

Puan menegaskan bahwa pihaknya ingin agar kebijakan new normal bisa menggerakan ekonomi masyarakat namun tanpa mengabaikan risiko kesehatan. Terobosan dari instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah didorong untuk memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi juga sangat dinanti oleh pemerintah.

Jadi protokol New Normal yang rinci disertai dengan pengujian spesimen tes yang terus diperbanyak serta pelacakan penyebaran yang luas dan cepat. “Semuanya perlu dilaksanakan bersamaan agar kesehatan rakyat terjaga sekaligus roda ekonomi kembali berputar” tukasnya.

Semrawutnya Jaringan Kabel Listrik di Jakarta

Semrawutnya kabel listrik di pemukiman warga di Jalan Sulaiman, Palmerah, Kemanggisan, Jakarta Barat (Fotografer: Dwi)

JAKARTA – Semrawutnya jaringan kabel semacam ini bukan hal baru di Jakarta.

Semrawutnya kabel listrik di pemukiman warga di Jalan Sulaiman, Palmerah, Kemanggisan, Jakarta Barat (Fotografer: Dwi)

Di era modern seperti ini Indonesia masih saja belum berbenah terkait jaringan kabel listrik. Jakarta khususnya, sebagai Ibukota negara seharusnya sudah bisa menjadi contoh bagi kota lain agar tidak memiliki kesemrawutan seperti ini.

Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah semrawutnya jaringan kabel di pemukiman warga yang berada di Jalan Sulaiman, Kecamatan Palmerah, Kelurahan Kemanggisan, Jakarta Barat. Terlihat jelas kabel dengan berbagai ukuran melintang ke berbagai arah.

Anto (30) salah satu warga yang tinggal tepat di depan di semrawutnya telepon ini mengaku sangat terganggu dengan keberadaan tiang listrik yang dipenuhi kabel yang tak beraturan. Tempat tinggalnya yang berada di lantai dua rasanya jadi tak nyaman karena setiap hari disuguhi pemandangan semacam itu.

“Kadang khawatir juga karena lihat benang layangan nyangkut di kabel,” ujar Anto kepada The Editor, Rabu (10/7).

Ia juga berharap pemerintah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Karena kabel listrik yang semrawut sangat berbahaya bila terus menerus dipasangi kabel baru. “Lama-lama tiangnya bisa penuh kabel yang nggak beraturan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Emak (60) pemilik kios sembako yang berada tepat dibawah tiang listrik. Meski mengaku sudah biasa melihat kesemrawutan tiang kabel namun tetap saja Ia khawatir terjadi hubungan pendek (korslet) saat hujan.

“Khawatirlah kalau hujan bisa korslet tapi sejauh ini belum pernah,” katanya.

Emak tak berharap banyak, baginya keberadaan tiang telepon di depan kiosnya bukanlah masalah besar. Hanya saja Ia meminta agar pemerintah menjaga dan memperhatikan setiap kabel yang terpasang disana. “Jangan sampai kabel ilegal juga masuk jadi bahaya buat kami yang tinggal dekat tiang listrik,” pungkasnya.

XL Axiata Partners with Google Cloud to Advance Digital Transformation Strategy & Serve Customers in Indonesia

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk and ​Google Cloud announced two strategic partnership initiatives to further the telecommunications leader’s digital transformation journey as well as serve the evolving needs of millions of companies ​across Indonesia’s rapidly digitizing economy.

XL Axiata also has plans to implement Google Cloud’s scalable data analytics platform to enhance customer experiences through data- and AI-driven technologies. The launch of Google Cloud’s GCP region in Jakarta will enable XL Axiata to store, process and analyze data in real time locally to better serve its new and existing customers in Indonesia.

“XL Axiata is committed to the modernization of our infrastructure to get more business agility and increase application deployment velocity. Anthos was a natural fit as it lets us adopt containers while letting Google, a leader in Kubernetes, manage our container infrastructure for us,” said Yessie D Yosetya, Chief Information and Digital Officer of XL Axiata, Wednesday (10/6).

He explain that XL Axiata has adopted Anthos‒Google Cloud’s modern application management platform, to automate, manage and scale workloads across its hybrid- and multi-cloud environments in a secure, consistent manner. Google Cloud Anthos enables enterprises to build and manage Kubernetes-based applications, without modification, whether they are on existing on-premises data centers, Google Cloud or other clouds.

By migrating its microservices platform to Google Cloud and bringing Anthos ​Google Kubernetes, he continue, Engine (GKE) to its on-premises data centers, XL Axiata can extend its cloud capabilities across its on-premises and cloud-based resources in a cost effective manner.

He also said that for Indonesian businesses with Interconnect Partner Services, the two organizations also announced today that XL Axiata has also become a Google Cloud Interconnect Partner. This sees both organizations bringing the best of high-speed connectivity, cloud services and digital growth opportunities to customers in Indonesia who can reliably transfer data between XL Axiata’s five data centers and Google’s global network.

Through partner interconnect, He believe in traffic between on-site networks and Google Cloud does not use the public Internet. Instead, it travels via direct route on XL Axiata’s private network. This means fewer points of failure where traffic might usually get dropped or disrupted and offers the added benefit of increased security and management functionality.

“Service providers worldwide are embarking on transformation journeys centered on the cloud in order to drive new services, revenue opportunities and experiences,” said Megawaty Khie, Country Director of Google Cloud in Indonesia.

With Anthos, she continue, we’re providing consistent platform for XL Axiata to deploy workloads both on-premises and in the cloud so they can accelerate their own digital transformation. Our collaboration around partner interconnect will also enable companies of all sizes in Indonesia to gain access to high speed connectivity to create a whole new world of experiences for their customers.

“This is indeed a win-win collaboration with XL Axiata,” Said Megawaty.

For your information, PT XL Axiata Tbk is one of the major cellular providers in Indonesia. XL’s focus is to provide digital services for the people of Indonesia as well as to encourage the development of Indonesia’s digital economy.

Google Cloud Itself provides organizations with leading infrastructure, platform capabilities and industry solutions. They deliver enterprise-grade cloud solutions that leverage Google’s cutting-edge technology to help companies operate more efficiently and adapt to changing needs, giving customers a foundation for the future.

Investasi Emas Dengan GoPay

JAKARTA – Investasi emas dengan profil risiko yang minim dan menguntungkan dinilai masih menjadi pilihan favorit investasi masyarakat. Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mulai berinvestasi emas dengan mudah dan terjangkau,

Claudia Kolonas, Co-founder Pluang

GoPay dan Pluang membentuk GoInvestasi. Dengan GoInvestasi, investasi emas kini bisa dilakukan dalam tiga langkah mudah dimana pembeli tinggal masukkan jumlah pembelian, konfirmasi transaksi dan bayar dengan GoPay. Investasi dapat dimulai dari 0,01 gram emas atau setara Rp8.000 tanpa biaya apapun.

“Kemitraan dengan GoPay membuka peluang semua orang kini dapat berinvestasi dan menabung demi masa depan yang lebih baik,” ujar Claudia Kolonas, co- founder Pluang dalam keterangannya hari ini, Selasa (9/6).

Kapan pun dibutuhkan, lanjutnya, pengguna juga dapat mencairkan investasi emas berupa uang tunai secara langsung ke akun GoPay mereka. Selain itu emas digital juga dapat ditukarkan menjadi logam emas bersertifikat ANTAM 99,99{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}.

Sementara itu, Managing Director Go Pay Budi Gandasoebrata mengatakan pihaknya memprioritaskan fitur, layanan dan keamanan. Ia berjanji akan terus menjadi pembayaran digital andalan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa penuh tantangan ini.  Berdasarkan data Gopay, investasi adalah salah satu tren penggunaan yang meningkat saat ini. Oleh karena itu, kami yakin fitur investasi yang transparan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja akan memenuhi kebutuhan pengguna.

“Untuk konsumen, GoPay juga menyiapkan berbagai fitur baru yang dapat memudahkan transaksi tanpa kontak dimanapun, termasuk investasi,” katanya.

Dari segi keamanan, kata Budi, GoPay dan Pluang berkomitmen memastikan pengguna GoInvestasi tetap tenang dalam bertransaksi karena semua transaksi di GoInvestasi diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan emasnya dijamin oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Budi mengklaim segala transaksi yang terjadi tidak hanya tercatat dalam aplikasi tapi juga di badan pemerintah, yaitu BAPPEBTI dan fisik emas yang ditabung dijamin oleh KBI.

Untuk diketahui mendaftarkan diri di GoInvestasi  cukup hanya menggunakan akun Gojek. Setelah proses pendaftaran, pengguna langsung dapat bertransaksi membeli emas digital pertama mereka mulai dari 0,01 gram di aplikasi Gojek dengan GoPay.