22.4 C
Indonesia

Kritik Minuman Terlalu Manis, Pelanggan Dihampiri Somasi

Must read

JAKARTA Jagat media sosial Twitter selama akhir pekan kemarin disibukkan dengan isu makanan dan minuman yang mengandung gula dalam kadar tertentu yang harus menjadi perhatian.

Pasalnya, seperti yang diketahui, mengonsumsi gula dalam kadar berlebih dapat membahayakan tubuh dengan berbagai macam potensi penyakit yang mengintai.

Dalam pembahasan isu hangat tersebut, seorang pengguna Twitter bernama Gandhi ikut mengeluhkan rasa manis dari produk Es Teh Indonesia yang baru dikonsumsinya.

Lewat akun Twitternya, @Gandhoyy, ia menduga bahwa minuman tersebut bukanlah “minuman”, melainkan “gula 3kg” yang dikocok dengan “bahan kue”.

Abis minum Es Teh Indonesia yang Chizu Red Velvet pertama dan terakhir kali. A*jing lu gil* yak itu bukan minuman t*i tapi gula 3kg dikocok sama sp bahan kue to*ol banget siapa sih yang bikin ini minuman ban*sat bangkrut aja mending daripada bocah kena diabetes massal,” demikian bunyi cuitannya yang telah disesuaikan.

Cuitan tersebut pun mendapat banyak perhatian dari warganet yang lain. Ada yang setuju, ada pula yang kurang setuju–terlebih dengan gaya bahasa Gandhi yang dinilai terlalu kasar, dan tentu ada juga yang tidak setuju.

Saking ramainya, cuitan tersebut diketahui oleh manajemen Es Teh Indonesia.

Akan tetapi, alih-alih membantah dugaan Gandhi, admin Twitter @esteh_indonesia justru mengatakan bahwa tim legal mereka telah mendapatkan data tersebut.

Secara mengejutkan, pada Minggu (25/9) pagi, Gandhi mengunggah permintaan maaf atas cuitan tersebut serta surat somasi yang diterimanya dari pihak Es Teh Indonesia.

Ia mengaku telah mencela produk yang dikonsumsinya yang menyebabkan kerugian pada perusahaan minuman terkait.

Ia juga mengaku telah menjelekkan nama produk dan memberikan informasi yang keliru terkait kandungan dan nama perusahaan dari minuman tersebut.

Sementara itu, dalam surat somasi tersebut, Brian Michel selaku tim legal PT. Esteh Indonesia Makmur menekankan 2 hal dari pihaknya.

Pertama, bahwa rasa manis pada produk bersifat subjektif sehingga “kurang pantas menyatakan bahwa produk Chizu Red Velvet (“Minuman”) seperti gula seberat 3kg”.

Menurut perusahaan tersebut, yang dikatakan Gandhi dapat menyebabkan pemberian informasi keliru dan/atau menyesatkan publik.

Kedua, mengenai kata-kata “hewan” dan kata-kata kurang baik yang digunakan Gandhi dalam cuitannya, pihak Es Teh Indonesia “merasa terhina”.

“Sehingga Kami merasa terhina/pencemaran nama baik atas pernyataan yang telah saudara berikan yang dapat melukai hati keluarga besar ESTEH INDONESIA.”

Brian pun melalui surat tersebut menegaskan bahwa pihaknya tengah memperingatkan dan menegur dengan keras (somasi) terhadap Gandhi.

Ia juga meminta Gandhi untuk menghapus cuitannya sebelumnya dan melakukan klarifikasi atas cuitan tersebut paling lambat 2×24 jam.

Keberadaan surat tersebut tentu tak luput dari perhatian warganet.

Banyak yang menyayangkan langkah yang diambil Es Teh Indonesia untuk masalah ini, yaitu melayangkan somasi pada seseorang yang notabene adalah salah satu pelanggannya.

Mereka berpendapat bahwa akan lebih baik jika pihak perusahaan memberikan data nutrisi yang dikandung oleh produk-produk mereka dibanding melakukan somasi.

Dengan begitu, publik dapat menilai sendiri apakah yang dikatakan Gandhi benar adanya atau hanya opini pribadi yang dilebih-lebihkan.

Dibanding-bandingkan dengan pihak lain

Tidak hanya menilai bahwa somasi yang dilakukan Es Teh Indonesia berlebihan, netizen juga membandingkan cara perusahaan tersebut dengan banyak perusahaan lainnya dalam merespons kritik publik.

kata gua u mending belajar ke indihome ama first media. Dah jutaan umpatan dan cacian tapi nda pernah pake somasi,” tulis @pamanhikam.

Jangan lupakan PDAM dan PLN yang dihujat massa tiap kali mati air dan listrik,” tulis @disfodan.

Cara handling nya jelek padahal kalo tu twit gak direspon juga gak bakal rame, yg suka pasti tetep beli, yg penasaran bakal tetep nyoba tapi kalo kayak gini sih jadi malah ilfeel.,” tulis @Sebutirdoang.

“Maaf kak kalau kurang sesuai dengan selera kakak, kami juga menyediakan less sugar kakkk” kyknya bales kek gini enak deh,” tulis @dawnloner.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru