22.4 C
Indonesia

Kementan Imbau Petani Muratara Cegah Kerugian Imbas Gagal Panen dengan AUTP

Must read

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau petani di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menghindari kerugian dari gagal panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, AUTP merupakan program proteksi bagi petani dari serangan hama OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan perubahan iklim.

Artinya, jikapun petani mengalami gagal panen imbas dua hal tersebut, maka petani tak perlu khawatir mengalami kerugian karena mendapat pertanggungan.

“Kami ingin memastikan dalam kondisi apapun pertanian harus terus berjalan, tak boleh terganggu. Pertanian ini memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Maka, keberlangsungannya mesti dijamin,” kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, AUTP mendukung program ketahanan pangan yang memang tengah menjadi fokus perhatian pemerintah.

Dengan AUTP, produktivitas pertanian yang menjadi kata kunci ketahanan pangan dapat terus terjaga.

“Sebab, petani tetap dapat mengembangkan budidaya pertaniannya meski mengalami gagal panen. Petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim ketika mengikuti program AUTP,” jelas Ali.

Dengan begitu, ketahanan pangan nasional tak akan terganggu sebab tingkat produktivitas petani dapat terjaga dengan baik.

“Artinya, program AUTP ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor,” ujar Ali.

Untuk dapat mengikuti program AUTP, petani harus terlebih dahulu memenuhi sejumlah persyaratan.

Pertama, petani harus tergabung dalam kelompok tani dan mendaftarkan lahan pertanian yang akan diasuransikan 30 hari sebelum masa tanam dimulai.

Kedua, membayar premi yang cukup ringan, yakni Rp36 ribu per hektar per musim dari total premi sebesar Rp180 ribu per hektare per musim.

Hal tersebut karena pemerintah melalui APBN memberikan subsidi sebesar Rp144 ribu per hektare per musim.

Ajakan agar petani mau mengikuti program ini pun dikeluarkan bukannya tanpa sebab, melainkan karena ada banyak manfaat yang bisa didapat ketika lahan pertanian mereka terlindungi asuransi.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru