25.4 C
Indonesia

Jam Tangan Adolf Hitler Terjual dengan Harga 1 Juta USD

Must read

MARYLAND – Jam tangan milik sang pemimpin Nazi, Adolf Hitler, telah terjual seharga $1 juta (sekitar Rp14,8 miliar) dalam sebuah lelang kontroversial yang diadakan di Maryland, Amerika Serikat.

BBC News melaporkan bahwa arloji Huber yang memiliki ukiran inisial ‘AH’ di atasnya itu dijual kepada penawar anonim tertinggi di Alexander Historical Auctions.

Menurut The Times of Israel, jam tangan itu menampilkan tiga tanggal, yaitu tanggal lahir Hitler, tanggal ketika ia menjadi kanselir, dan tanggal Partai Nazi memenangkan pemilihan pada Maret 1933.

Arloji itu diperoleh tentara Prancis pada Mei 1945, setelah mereka menyerbu Berghof, rumah peristirahatan Hitler di daerah Obersalzberg di Pegunungan Alpen Bavaria di Jerman.

Selain jam tangan, pelelangan ini juga menghadirkan gaun biru milik mitra Hitler–Eva Braun, gambar yang ditandatangani dan korespondensi pejabat Nazi, dan barang-barang pribadi Führer lainnya.

Meskipun pelelangan mendapat reaksi keras dari anggota komunitas Yahudi, lelang itu tetap berlangsung selama akhir pekan.

Presiden Alexander Historical Auctions Bill Panagopulos mengatakan bahwa, meskipun ia memahami rasa frustrasi komunitas Yahudi, ia masih percaya bahwa pelelangan ini memiliki makna sejarah.

“Banyak orang menyumbangkan [artefak Nazi] ke museum dan institusi, seperti yang telah kami lakukan,” ungkapnya kepada Washington Post.

“Yang lain butuh uang, atau hanya memilih untuk menjual. Itu bukan keputusan kami,” sambungnya.

Panagopulos juga menolak untuk mengungkapkan identitas sang pembeli, namun ia mengatakan bahwa pembelinya adalah seorang Yahudi Eropa.

Ini bukan pertama kalinya sebuah pelelangan menghadapi pengawasan publik karena menjual barang-barang yang berhubungan dengan pemimpin Nazi yang dipermalukan itu.

Pada tahun 2018, foto hitam putih Hitler, yang diambil sekitar tahun 1920-an sebelum ia menjadi kanselir, juga dijual di sebuah pelelangan.

Foto itu digunakan untuk menggambarkan dirinya sebagai pria ‘normal’, dengan ia yang terlihat duduk di kursi mengenakan kaus kaki setinggi lutut.

Foto tersebut, bersama dengan beberapa foto lainnya, diserahkan ke Lelang Hansons dan dijual kepada penawar tertinggi.

“Itu adalah gambar propaganda awal dan Hitler tampak seperti seorang petani untuk mencoba dan menciptakan citra bahwa dia adalah salah satu dari rakyatnya,” ujar Adrian Stevenson dari Hansons.

“Tetapi ketika dia berkuasa, itu sepenuhnya gambar yang salah untuk digambarkan dan dia tidak ingin gambar itu digunakan. Dia berpikir bahwa foto dirinya dengan lutut dipajang akan merusak citranya,” sambungnya.

Foto itu kemudian dilarang digunakan setelahnya. Stevenson mengatakan bahwa mungkin foto yang sama telah tercetak beberapa ratus saat itu, namun sangat sulit untuk menemukannya saat ini.

 

Sumber: UNILAD

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru