23.4 C
Indonesia

Hadapi El Nino, Mentan SYL Minta Jajaranya Dampingi Para Petani di Lapangan

petani juga bisa menggunakan akses Kredit Usaha Rakyat atau KUR pertanian sebagai permodalan utama dalam meningkatkan produktivitas budidaya. 

Must read

JAKARTA – Musim kemarau dan Badai El-Nino yang dahsyat akan sager menggempur Indonesia. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta agar seluruh staf dan pejabat yang bekerja di Lembaga negara tersebut segura turun ke lapangan untuk menolong petani.

“Menghadapi musim kering ekstrim atau elnino saya minta jajaran Kementan berada di lapangan membantu para petani yang kesulitan,” ujar pria yang akrab disapa dengan panggilan SYL dalam rilis yang diterima Redaksi The Editor pada Jumat (5/5).

Dalam pendampingan itu, secure khusus SYL mengatakan pihaknya harus mendampingi petani dan menyiapkan sumber pengairan baik yang berasal dari sumur bor maupun aliran Irigasi.

“Perintahkan jajarannya untuk mempersiapkan musim kemarau ekstrim atau el nino yang diperkirakan akan mencapai puncakmya Kemudian saya juga meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sekedar Informasi, kementerian Pertanian saat ini giat mendorong petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP). 

Menurutnya salah satu cara menghadapi badai El-Nino adalah dengan penguatan penggunaan pompa air di wilayah-wilayah yang dianggap rentan mengalami kekeringan .

“Serta mendorong percepatan tanam dengan menggunakan varirtas tahan kering, mekanisasi seperti penggunaanTraktor Roda 4 dan Traktor Roda 2,” katanya lagi.

SYL mengatakan bila tahun 2023 ini pihaknya akan mengalokasikan pembangunan 500 unit embruing, 629 unit pompa, 250 unit pipa, dan 3.213 unit RJIT.

Sementara pada tahun 2020 sampai 2022 Kementan telah mengalokasikan kegiatan irigasi peningkatan ketersediaan air RJIT sebanyak 11,866 unit, perpompaan 2.177 unit, perpipaan 439 unit dan Embung 1.531 unit.

“Dan seperti yang selalu saya sampaikan bahwa sintesa dalam menghadapi elnino itu adalah membuat kelembagaan yang kuat dan bernilai ekonomi. Termasuk didalamnya menyiapkan teknologi dan mekanisasi,” katanya.

Selain itu, kata SYL, petani juga bisa menggunakan akses Kredit Usaha Rakyat atau KUR pertanian sebagai permodalan utama dalam meningkatkan produktivitas budidaya. 

Dengan Anggara itu, SYL petani bisa memperbaiki lahan kering dengan membeli alsintan maupun mesin pencacah untuk panen. 

“Kita harus memperkokoh kekuatan SDM kita melalui KUR. Kemudian memperkokoh produksi kita dengan benih unggul dan pengembangan pupuk organik,” katanya.

SYL juga mengapresiasi Minerva anak buahnya yang ia anggap sukses dalam menyiapkan kebutuhan bahan pokok pangan selama Ramadan dan Lebaran kemarin.

Karena menurutnya  ketersediaan bahan pokok adalah hal yang paling penting karena berkaitan dengan kesiapan negara dalam menghadapi krisis global.

“Tentu saya menyampaikan terimakasih kepada petani dan jajaran kementan karena terus bekerja mempersiapkan kebutuhan bahan pokok pangan selama ramadhan dan lebaran,” katanya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS)  memastikan ketersediaan dan pasokan produksi pangan selama bulan puasa dan lebaran kemarin dalam posisi aman alias mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini terjadi karena adana panen raya yang terjadi di sejumlah sentra. Di antaranya panen komoditas hortikultura dan panen raya padi yang terjadi di beberapa sentra produksi seperti Karawang, Indramayu, Ngawi, Lamongan, Grobogan, Sragen dan daerah lainya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru