29.4 C
Indonesia

Gandeng Microsoft, Netflix Bakal Sediakan Paket Langganan Lebih Murah dengan Iklan

Must read

CALIFORNIA – Perusahaan layanan streaming Netflix pada hari Rabu (13/7) mengatakan bahwa mereka telah memilih Microsoft Corp sebagai mitra untuk menghadirkan paket berlangganan dengan iklan.

Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan pelanggan yang sempat melambat dengan meluncurkan paket yang lebih murah.

Kabar tersebut pun disambut dengan naiknya saham Netflix sebesar 2% menjadi $178,06 atau sekitar Rp2,6 juta.

Sebelumnya, pada bulan April, Netflix mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan versi layanan baru dengan harga lebih rendah dalam upaya untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Pengumuman itu muncul saat perusahaan tersebut membukukan kehilangan pelanggan pertamanya dalam lebih dari satu dekade.

Mereka juga memproyeksikan kerugian yang lebih dalam pada masa yang akan datang.

COO Netflix Greg Peters mengatakan dalam sebuah unggahan blog bahwa Netflix memilih Microsoft karena kemampuannya untuk berinovasi serta perlindungan privasinya yang kuat.

“Ini masih sangat awal dan kami memiliki banyak hal yang harus diselesaikan. Tapi tujuan jangka panjang kami jelas. Lebih banyak pilihan bagi konsumen dan pengalaman merek TV premium yang lebih baik daripada linier bagi pengiklan,” ungkap Peters.

Microsoft diharapkan dapat menguatkan penjualan iklan Netflix.

Raksasa perangkat lunak itu diketahui menghasilkan $10 miliar (sekitar Rp150,9 triliun) dari pendapatan iklan tahun lalu.

Mereka menjual iklan di berbagai layanan seperti mesin pencari Bing dan jejaring sosial yang berfokus pada bisnis, LinkedIn.

Bulan lalu, Microsoft menyelesaikan akuisisi platform periklanan online AT&T Inc, Xandr Inc., yang memungkinkan pengiklan membeli ruang iklan di ribuan situs web dan audiens target.

Kerja sama ini juga semakin mungkin mengingat Presiden Microsoft Brad Smith telah menjabat di dewan Netflix sejak 2015.

Pengumuman kemitraan datang menjelang laporan pendapatan kuartal kedua Netflix pada hari Selasa (12/7).

Perusahaan tersebut memperingatkan investor bahwa mereka bisa kehilangan sebanyak 2 juta pelanggan pada periode tersebut, meskipun kembalinya serial populer seperti “Stranger Things,” yang memecahkan rekor penonton.

Dengan langkah ini, Netflix otomatis bergabung dengan sejumlah pesaingnya dalam menawarkan layanan yang didukung iklan, termasuk Hulu dari Walt Disney Co, Peacock dari NBCUniversal, dan HBO Max dari Warner Brothers Discovery.

Sementara itu, Disney juga berencana untuk memperkenalkan versi Disney+ dengan iklan.

Peneliti Comscore Inc mengatakan layanan yang didukung iklan tersebut melihat tingkat adopsi yang lebih cepat daripada layanan berlangganan, karena inflasi juga dirasakan oleh konsumen.

“Waktunya sudah tepat untuk layanan streaming berbasis langganan tradisional seperti Netflix untuk mempertimbangkan meluncurkan tingkat yang didukung iklan untuk meningkatkan lintasan pertumbuhan mereka,” kata James Muldrow dari Comscore dalam sebuah pernyataan.

 

Sumber: Reuters

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru