28.4 C
Indonesia

Florida “Diserang” Kawanan Siput Raksasa Yang Berbahaya

Must read

FLORIDA – Kawanan siput tanah raksasa Afrika tiba-tiba muncul di Pantai Teluk Florida, kata pejabat setempat.

Keberadaan hewan tersebut diketahui tidak hanya mengancam untuk berbagai tanaman dan pohon, mereka juga berisiko menularkan jenis meningitis yang langka kepada manusia.

Menurut Departemen Pertanian AS, siput yang merupakan spesies asli Afrika Timur itu adalah salah satu yang paling merusak di dunia.

Jenis mereka dikenal dapat memakan setidaknya 500 jenis tanaman, kulit pohon, bahkan cat hingga plesteran rumah.

Dengan statusnya yang terdaftar sebagai salah satu dari 100 spesies invasif di dunia, muncul kekhawatiran mengenai keberadaannya di Florida akan menghancurkan lingkungan pertanian dan lingkungan alami lainnya di sana.

Tidak hanya itu, siput yang cangkangnya dapat tumbuh hingga seukuran kepalan tangan manusia ini juga sering membawa parasit yang dikenal sebagai ‘rat lungworm‘.

Parasit tersebut diketahui dapat menularkan penyakit yang sejenis meningitis.

Gejala penyakit ini antara lain nyeri otot, sakit kepala, leher kaku, demam, dan muntah.

Peringatan pejabat: jangan memakannya!

Lebih dari 1.000 siput tanah raksasa Afrika telah dikumpulkan di pinggiran Tampa di New Port Richey di Pasco County.

Seluruhnya menjalani pengujian pada hari Kamis (7/7) pekan lalu.

Greg Hodges, asisten direktur Divisi Industri Tanaman negara bagian, mengatakan dalam sebuah briefing bahwa siput-siput tersebut tidak membawa parasit rat lungworm.

Fenomena “serangan” tersebut pertama kali dideteksi oleh pejabat negara bagian pada 23 Juni lalu.

Mereka menekankan pentingnya untuk tidak menyentuh atau mengonsumsi siput tersebut guna mencegah infeksi.

“Yang paling penting, jangan memakannya. Ini bukan siput untuk diolesi mentega dan minyak dan bawang putih,” tegas Komisaris Departemen Pertanian Florida Nikki Fried.

“Ini bukan sesuatu yang ingin Anda sentuh. Ini bukan sesuatu yang ingin Anda makan,” sambungnya.

Disebutkan dalam laman resmi departemen tersebut, untuk membasmi siput-siput itu, otoritas negara bagian telah menempatkan wilayah di sekitar New Port Richey di bawah pengawasan.

Semua properti di dalam zona tersebut juga akan diperhatikan sampai siput-siput itu musnah.

Perawatan akan dilakukan dengan metaldehida, pestisida yang digunakan untuk mengendalikan siput, dan akan memakan waktu hingga 18 bulan.

Area tersebut akan dipantau selama dua tahun setelah penemuan siput terakhir.

Bagaimana siput itu sampai ke Florida?

Tidak jelas bagaimana siput itu sampai ke Florida, namun keterangan di laman resmi Departemen Pertanian AS menyebutkan bahwa mereka adalah “penumpang biasa” di layanan pengiriman barang kargo.

Siput itu juga dapat diimpor secara ilegal oleh orang-orang untuk tujuan makanan atau sebagai hewan peliharaan.

Ini adalah ketiga kalinya siput tanah raksasa Afrika ditemukan di Florida.

Pada tahun 1960-an, dibutuhkan dana hingga $1 juta (sekitar Rp15 miliar) dan waktu 10 tahun untuk memberantasnya.

Pada 2010, infestasi kedua membutuhkan waktu satu dekade lagi dan $23 juta (sekitar Rp345 miliar) untuk memberantasnya.

Jika populasi siput tumbuh melampaui konsentrasi inti di daerah New Port Richey, mungkin diperlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk upaya pembasmian.

 

Sumber: euronews

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru