27.4 C
Indonesia

Arkeolog Ungkap Keberadaan Kedai Minuman Berusia 5.000 Tahun di Irak

Must read

IRAK – Sekelompok arkeolog menemukan sebuah kedai minum kuno yang berasal dari 2.700 SM di kota kuno Lagash, Irak.

Tidak hanya itu, mereka juga mengungkap bahwa pub tersebut, yang tersembunyi hanya 19 inci di bawah permukaan, terbagi menjadi ruang makan terbuka dan sebuah ruangan berisi bangku, oven, sisa makanan kuno, dan bahkan sebuah kulkas berusia 5.000 tahun.

Kepada CNN, Reed Goodman, seorang arkeolog dari University of Pennsylvania mengatakan para peneliti pada awalnya menemukan diri mereka berada di ruang halaman terbuka, area yang sulit untuk digali, karena “terbuka dan terpapar ke luar”.

Setelah kembali ke halaman misterius itu beberapa bulan kemudian, tepatnya pada musim gugur 2022, direktur lapangan Sara Pizzimenti, dari Universitas Pisa, memperluas parit.

Tim kemudian menemukan oven berukuran industri, “lemari es” kuno yang menyerap kelembapan, untuk menjaga agar makanan tetap dingin, dan lusinan mangkuk berbentuk kerucut.

Banyak dari mangkuk-mangkuk tersebut berisi sisa ikan, mengungkap bahwa halaman diperuntukkan sebagai area makan luar ruangan.

“Saya pikir fitur pertama yang ditampilkan adalah oven yang sangat besar ini dan ini benar-benar indah,” kata Goodman.

“Dari berbagai episode pembakaran dan endapan abu meninggalkan semacam warna pelangi di tanah dan interiornya dibingkai oleh batu bata besar ini,” sambungnya.

Lagash, sekarang kota al-Hiba, adalah salah satu kota tertua dan terbesar di Mesopotamia selatan.

Kota itu diduduki dari milenium kelima sampai pertengahan milenium kedua SM dan meliputi area seluas hampir dua mil persegi.

Kota itu telah lama menjadi situs arkeologi yang penting, dengan penggalian dimulai kembali baru-baru ini pada tahun 2019 sebagai bagian dari proyek bersama antara Museum Penn, Universitas Cambridge, dan Badan Purbakala dan Warisan Negara di Baghdad.

Penggalian terbaru telah menggunakan sejumlah teknik baru seperti fotografi drone dan analisis genetik.

Penggalian-penggalian sebelumnya berfokus pada arsitektur religius dan pemahaman para elit, sesuatu yang tidak dilakukan oleh Holly Pittman.

Direktur Proyek Arkeologi Lagash dan kurator bagian Timur Dekat Museum Penn itu berkonsentrasi pada area-area non-elit selama penggalian terbaru ini untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang kota-kota kuno.

Mengungkap kedai minum mendukung perspektif Pittman dan timnya bahwa masyarakat tidak diorganisir hanya menjadi elit dan orang yang diperbudak–pandangan yang berlaku sebelumnya–melainkan juga ada kelas menengah kuno.

“Fakta bahwa Anda memiliki tempat berkumpul umum di mana orang dapat duduk dan minum segelas sup ikan, mereka tidak bekerja di bawah tirani raja-raja,” kata Goodman.

“Di sana, sudah ada sesuatu yang memberi kita sejarah kota yang jauh lebih berwarna,” tambahnya.

 

Sumber: CNN

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru