27.4 C
Indonesia

WHO Umumkan Nama Baru Untuk Cacar Monyet

Must read

SWISS – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa cacar monyet atau monkeypox mulai sekarang akan dikenal sebagai mpox.

Keputusan ini menyusul adanya komplain atas bahasa dan stigma rasis terkait dengan nama virus tersebut.

Meskipun begitu, istilah yang lama masih akan tetap digunakan bersamaan dengan yang baru selama satu tahun sebelum nantinya digantikan sepenuhnya.

Nama mpox dipilih setelah dilakukan diskusi panjang antara para ahli, negara, dan masyarakat umum.

WHO mengatakan bahwa nama baru ini dapat dengan mudah digunakan dalam bahasa Inggris serta bahasa-bahasa lain.

Dilansir dari BBC, cacar monyet pada manusia pertama kali diidentifikasi pada tahun 1970 dan dinamai berdasarkan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditemukan pada monyet penangkaran lebih dari satu dekade sebelumnya.

Sejak saat itu, WHO telah memperkenalkan saran tentang penamaan penyakit.

Hal ini menekankan kebutuhan untuk meminimalkan dampak negatif yang tidak perlu pada perdagangan, perjalanan, pariwisata atau kesejahteraan hewan, dan untuk menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, bangsa atau etnis.

Selama pandemi Covid-19, disarankan pula agar varian dirujuk menggunakan huruf abjad Yunani karena “tidak menstigmatisasi” dan mudah diucapkan.

Virus mpox, yang merupakan anggota keluarga virus yang sama dengan cacar, telah menyebar secara tidak biasa pada tahun ini.

Virus itu menyebar di banyak negara di luar negara-negara tempat biasanya itu ditemukan, yakni di Afrika tengah dan barat.

Pada bulan Juli, WHO mengumumkan darurat kesehatan global karena adanya lonjakan orang yang mengalami gejala penyakit ini di seluruh dunia, termasuk demam tinggi dan lesi kulit atau ruam.

Kasus penyakit ini telah menurun selama beberapa bulan sekarang, namun lebih dari 100 negara telah terpengaruh pada tahun 2022.

Hal itu pun mendorong permintaan besar akan pasokan vaksin untuk melindungi mereka yang paling berisiko.

Amerika Serikat, Brasil, Spanyol, Prancis, dan Inggris adalah negara-negara yang melaporkan jumlah total kasus mpox tertinggi tahun ini. Secara global, ada 50 kematian akibat virus tersebut.

Sejak Mei, Inggris telah melaporkan lebih dari 3.500 kasus, namun peluncuran vaksin untuk kelompok rentan membantu menurunkan jumlahnya setelah mencapai puncaknya pada bulan Juli.

Kebanyakan orang yang terpapar virus ini adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan sesama jenis.

 

Sumber: BBC

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru