27.4 C
Indonesia

Waspada! Kenali Ciri-Ciri Hewan Yang Terkena Rabies

Must read

JAKARTA – Kabar meninggalnya seorang balita akibat gigitan anjing yang mengidap rabies awal pekan ini sewajarnya menjadi peringatan bagi kita semua.

Anjing seperti itu–atau hewan-hewan lain yang juga bisa tertular (seperti kelelawar, kera, kucing, dan sebagainya)–bisa saja ada di sekitar kita tanpa kita menyadarinya.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri hewan yang terinfeksi penyakit mematikan ini agar penanganan dari para ahli dapat diberikan lebih cepat.

Melansir Alodokter, rabies sendiri diartikan sebagai penyakit akibat infeksi virus yang bisa merusak otak dan sistem saraf.

Virus penyebab penyakit ini biasanya ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Agar kita bisa lebih waspada, kenali enam ciri hewan dengan rabies di bawah ini.

Perubahan perilaku

Salah satu ciri umum hewan yang tertular rabies, sekaligus ciri yang paling mudah diamati, adalah berubahnya perilaku hewan tersebut.

Perubahan ini dapat berupa hewan tampak gelisah, ketakutan, atau bahkan lemas, lebih banyak diam, dan tidak bersemangat.

Ketika virus telah sampai di otak, pengidapnya akan lebih kesulitan mengendalikan perilakunya.

Akibatnya, hewan akan menjadi lebih agresif dan bisa menyerang apa pun yang ada di dekatnya, baik itu hewan lain, manusia, atau bahkan sekadar benda mati.

Demam

Tingginya suhu tubuh hewan alias demam menandakan adanya perlawanan dari sistem imun di dalam tubuh terhadap virus asing yang tiba-tiba masuk.

Oleh sebab itu, hewan yang demam sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Lumpuh rahang dan tenggorokan

Virus rabies tidak segan-segan melumpuhkan rahang dan tenggorokan pengidapnya, yang membuat mereka kesulitan untuk makan, minum, dan mengontrol air liur.

Tak jarang pengidap rabies memuntahkan apa yang masuk ke mulutnya, baik itu makanan maupun minuman, dan tampak berbusa di sekitar rahangnya.

Kejang

Mengingat rabies menyerang saraf dan otak, hewan yang mengidapnya bisa juga mengalami kejang. Dalam beberapa kasus, kejang juga diikuti oleh pingsan dan koma.

Kesulitan berjalan

Di bagian tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak, rabies menyerang otot dan membuatnya menjadi lebih kaku.

Akibatnya, hewan dengan penyakit ini akan kesulitan bergerak atau tampak kesakitan saat berjalan.

Sensitif terhadap cahaya dan suara

Rabies membuat hewan yang mengidapnya lebih sensitif terhadap cahaya dan suara sehingga hewan itu menjadi lebih mudah gelisah dan berujung lebih agresif terhadap lingkungannya.

Jika sudah begitu, mudah saja baginya melancarkan serangan agar tidak diganggu dengan hal-hal tersebut.

Penanganan hewan yang tertular rabies

Masih menurut Alodokter, sayangnya hingga saat ini belum ada obat yang dapat menangani kasus rabies pada hewan atau bahkan manusia.

Hewan yang terkena rabies biasanya akan mati dalam kurun waktu 1–2 pekan. Untuk mencegah penularan, hewan itu umumnya disuntik mati.

Untuk mencegah itu semua, kita bisa memberikan vaksin anti rabies kepada hewan-hewan yang berpotensi tertular.

Misalnya anjing dan kucing peliharaan, kita bisa membawanya ke dokter hewan untuk disuntikkan vaksin tersebut.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru