22.4 C
Indonesia

Vovoeats: Ngeteh Rp600 Ribu di MBS Nggak Worth It!

Must read

SINGAPURA – Mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk makanan dan/atau minuman yang ternyata tidak sesuai ekspektasi adalah hal terakhir yang kita inginkan.

Begitu juga dengan Ivory, seorang food reviewer yang mengelola akun @vovoeats di Instagram.

Dalam sebuah unggahan baru-baru ini, ia bercerita bahwa ia telah menghabiskan uang sebesar S$58, atau sekitar Rp618 ribu, untuk pengalaman minum teh yang menurutnya “kurang worth it“.

Pengalaman itu diperolehnya di Angelina Paris di Marina Bay Sands (MBS), Singapura.

Awalnya, Ivory bercerita, ia hanya ingin menikmati teh yang tersedia di tempat itu. Akan tetapi, untuk dapat menikmatinya langsung di tempat, ia diharuskan mengorder paket minum teh.

Siapa sangka, paket yang dimaksud dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

Meskipun begitu, ia tetap melanjutkan niat awalnya untuk “ngeteh cantik” di sana.

Sebagai informasi, Angelina Paris berada di tengah-tengah MBS dan dilengkapi dengan pemandangan sungai buatan yang mengalir tepat di bawahnya.

Dengan kata lain, tempat minum teh ini memiliki satu poin plus yang tidak dimiliki oleh tempat lainnya yang ada di pusat perbelanjaan itu.

Selain English breakfast tea, Ivory juga menikmati sajian pastry dan desserts.

Teh itu sendiri beraroma sangat harum dan diimpor langsung dari ibu kota Prancis, Paris.

Mengenai rasa, sesuai yang telah disinggung sebelumnya, menurutnya, “kurang worth it“.

Begitu juga dengan pastry dan desserts-nya, yang terasa “bener-bener biasa aja” di lidah sang reviewer.

Menurutku their pastry & desserts rasanya ga WOW, bener” biasa aja,” tulisnya di unggahan tersebut.

Ketika ditanya oleh tim The Editor mengenai alasan spesifiknya, Ivory menjawab bahwa rasa tehnya tidak berbeda jauh dengan yang ada di Jakarta.

But balik lagi, mungkin mahal dikarenakan sewa tempatnya di MBS yang memang mal elit,” jelasnya.

Mengingat sistem yang diterapkannya adalah honest review, kita bisa percaya bahwa apa yang disampaikan Ivory seratus persen berdasarkan penilaian pribadinya dari pengalaman tersebut.

Tidak hanya pada Angelina Paris, ia juga menerapkan sistem ini pada makanan, minuman, dan tempat makan yang ia coba.

Beruntungnya, semua pihak yang di-review olehnya memahami sistem ini sehingga tidak ada komplain mengenai review yang tidak sesuai harapan mereka.

Ivory sendiri memulai perjalanannya sebagai food reviewer baru bulai Mei tahun ini.

Diawali oleh keisengan semata mengikuti program food review yang diadakan oleh suatu e-commerce, ia mulai dihubungi oleh beberapa brand untuk keperluan endorsement.

Sejak saat itu, ia mulai rajin mengunggah konten-konten review hingga sekarang dan terkenal akan konsistensinya yang menerapkan honest review.

Kalau kamu, tertarik juga menjadi food reviewer?

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru