22.4 C
Indonesia

Situs JW.ORG Bantu Orang Tua Tangani Depresi Anak

Must read

JAKARTA – Hari Kesehatan Mental Dunia atau World Mental Health Day yang akan jatuh pada tanggal 10 Oktober nanti menunjukkan bahwa orang-orang semakin peduli terhadap kesehatan mental.

Hal ini terlihat dari semakin maraknya isu mengenai kesehatan mental di media sosial, media cetak, dan media elektronik. Hal ini juga dipicu oleh semakin bertambahnya masalah kesehatan mental.

Sayangnya, masalah kesehatan mental ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.

Sebagai contoh, menurut survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), masalah psikologis pada anak-anak dan remaja berada pada urutan kedua dari seluruh kelompok usia yang disurvei.

Bagaimana orang tua dapat mengetahui apakah anak mereka mengalami depresi?

Artikel di situs web JW.ORG yang berjudul “Penyebab secara Kejiwaan” mengutip wawancara dengan Dr. Donald McKnew dari Institut Nasional untuk Kesehatan Mental.

Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan bahwa salah satu gejala utama depresi pada anak-anak adalah mereka tidak memiliki ketertarikan terhadap apa pun.

Mereka tidak ingin keluar dan bermain atau bergaul dengan teman-teman mereka. Mereka juga tidak berminat kepada keluarga mereka.

Mereka kehilangan konsentrasi atau selera makan, merasa diri tidak berharga, atau terus merasa bersalah.

Jika orang tua melihat semua gejala tersebut pada anak mereka, dan itu berlangsung selama satu atau dua minggu, bisa dikatakan anak itu mengalami depresi yang serius.

Lantas, apa penyebab depresi pada anak-anak?

WHO menyatakan bahwa depresi terjadi karena berbagai faktor, seperti perceraian atau perpisahan orang tua, kematian orang tercinta, pelecehan fisik atau seksual, kecelakaan yang parah, penyakit, atau tuntutan orang tua yang terlalu tinggi, misalnya dalam hal akademis.

Banyak ahli kesehatan mental yakin bahwa ketidakseimbangan biokimia dalam otak turut menyebabkan depresi.

Para ahli juga mendapati bahwa anak yang depresi biasanya mempunyai setidaknya satu orang tua yang juga mengalami depresi.

Depresi pada anak bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

Depresi yang tadinya ‘ringan’ bahkan bisa menjadi depresi berat dan bisa menyebabkan seorang anak melakukan tindakan bunuh diri.

Maka, apa yang dapat orang tua lakukan saat mengetahui anak mereka mengalami depresi?

Artikel di situs JW.ORG yang berjudul “Depresi Remaja—Penyebab dan Solusinya” memberikan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak yang mengalami depresi.

Beberapa langkahnya yaitu:

  • Jika orang tua melihat gejala depresi (bukan sekadar murung), pertimbangkan untuk meminta bantuan ahli kesehatan mental.
  • Orang tua dapat membantu anak untuk mengikuti petunjuk dokter, dan meminta saran dokter jika tidak ada kemajuan atau terjadi efek samping yang kurang baik.
  • Penting bagi orang tua dan anak untuk memiliki kebiasaan keluarga yang baik dalam jadwal makan, olahraga, dan jam tidur.
  • Orang tua bisa sering mengobrol dengan anak dan membantu dia mengatasi hal-hal buruk yang berkaitan dengan depresinya.

Selain itu, situs JW.ORG juga menerbitkan sejumlah artikel yang berhubungan dengan kesehatan mental. Artikel-artikel tersebut bisa diunduh secara gratis. Misalnya:

  • Depresi—Cara Mengobatinya
  • Bila Seseorang yang Anda Sayangi Mengidap Kelainan Mental
  • Cara Membantu Orang yang Mengalami Gangguan Kecemasan
  • Bagaimana Kalau Aku Mau Bunuh Diri? | Pertanyaan Anak Muda
  • Gimana Supaya Aku Enggak Sedih Terus? | Pertanyaan Anak Muda

Artikel-artikel tersebut bisa digunakan oleh orang tua untuk membantu anak yang depresi.

Depresi pada anak dapat menjadi pengalaman yang pahit, baik bagi yang mengalaminya maupun anggota keluarganya.

Namun, kesabaran, ketabahan, dan kasih dapat membantu anak mengurangi dan mengatasi depresi.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru