28.4 C
Indonesia

Setelah Berhasil Produksi 24 Ton Beras, KUB Tonasa Tani Jaya Minta Pemerintah Bangun Embung Agar Bisa Tanam Padi 3 Kali Setahun

Must read

KABBA – 30 petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tonasa Tani Jaya tengah berpesta merayakan keberhasilan mereka memproduksi 24 ton beras di periode Agustus 2021 ini. 3000 hektar lahan persawahan yang berada dalam kelompok ini kini siap melayani pembeli dari seluruh Sulawesi.

Dari pantauan The Editor, beras-beras yang diproduksi KUB ini tengah masuk dalam proses pengemasan. Meski masih menggunakan karung goni yang umum dijual di pasaran namun semangat petani memproduksi beras berkualitas premium tidak luntur.

“Stok kami terbatas dan siap melayani pembeli degan harga pasar,” ujar Ketua KUB Tonasa Tani Jaya, Andaq Hidayat saat berbincang dengan redaksi, Sabtu (7/8).

Kata Andaq, 24 ton beras yang berhasil diproduksi oleh kelompok taninya akan semakin meningkat bila pemerintah mau membantu petani membuka saluran air yang mengalir dari kawasan perbukitan Leang Lonrong.

Saat ini petani di Kecamatan Minasatene hanya bisa menanam padi dua kali dalam setahun karena minimnya pasokan air yang mengalir ke persawahan.

“Saat ini kawasan pertanian yang bisa tanam padi 3 kali dalam setahun hanya berkisar 100 hektar saja. Itu pun yang areanya dekat dengan sumber air di Leang Lonrong. Selebihnya ribuan hektar lainnya hanya bisa tanam dua kali setahun. Pasokan air mini,” ungkap Andaq.

Karena kondisi ini, Andaq berharap pemerintah mau membantu petani yang ingin memperbaiki situasi perekonomiannya dengan membangun embung. Pembangunan embung ini sudah dinanti oleh petani dan masyarakat di Kecamatan Minasatene selama puluhan tahun.

“Jadi permintaan pak menteri kemarin agar petani tidak membiarkan lahan tidur dan tanam padi 3 kali dalam satu tahun bisa kami lakukan. Tanpa air dari embung maka petani tidak bisa menanam padi sebanyak itu,” ungkap Andaq.

Beras masuk dalam tahap pengiriman (Foto: Kaha/ THE EDITOR)

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungannya ke Desa Panaikang pada Senin (19/7) kemarin meminta agar petani tidak membiarkan lahannya kosong usai panen padi. Bila memungkinkan, Syahrul berharap petani di Desa Pinaikang mau bertanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

Begini, kalau kau cuma dua kali tanam, berarti kau cuma pakai 12 bulan itu hanya enam bulan dalam setahun. Lalu setengahnya kau buang. Nah sekarang kita harus gunakan apa yang ada agar bisa kita tanam dulu sambil tunggu rentangan tanam lagi,” ujar Syahrul.

Kata Syahrul, ide menanam padi sebanyak tiga kali dalam satu tahun sangat memungkinkan karena saat ini telah tersedia bibit unggul. Dimana varietas unggul ini bisa mempercepat masa panen padi dan hasil produksinya juga tinggi.

Bila hanya menanam padi sebanyak dua kali selama satu tahun, lanjut Syahrul, maka lahan baiknya ditanam dengan komoditas tumbuhan lain seperti kedelai atau kacang hijau. Karena membiarkan lahan kosong selama enam bulan sangat sia-sia.

“Enam bulan sisanya harus kita intervensi. boleh jagung boleh. boleh kedelai boleh. Tanah itu di kepala saya tidak boleh nganggur selama lebih dari 20 hari. Sekarang bisa buat tiga kali tanam dan Pangkep itu bagus banget,” ungkapnya.

Syahrul berjanji akan memberikan bantuan kepada petani di Desa Panaikang beberapa alat mesin pertanian seperti Combain Harvester.Beberapa bibit tanaman seperti kedelai hitam juga akan diberikan kepada petani.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru