29.4 C
Indonesia

Sebelumnya Tidak Diketahui, Kota Maya Kuno Ditemukan di Hutan Meksiko

Must read

MEKSIKO – Lembaga antropologi Meksiko pada Selasa (20/6) mengatakan bahwa sebuah kota Maya kuno yang sebelumnya tidak diketahui telah ditemukan di hutan negara itu.

Berada di kawasan selatan Meksiko, kota kuno itu diduga merupakan pusat penting lebih dari seribu tahun yang lalu.

Dijelaskan oleh INAH, kota itu mencakup bangunan-bangunan besar seperti piramida, tiang-tiang batu, tiga alun-alun dengan “bangunan megah” dan bangunan lain yang disusun dalam lingkaran hampir konsentris.

INAH juga mengatakan bahwa kota itu, yang diberi nama Ocomtun–yang berarti “pilar batu” dalam bahasa Maya Yucatec–akan menjadi pusat penting bagi wilayah dataran rendah tengah semenanjung itu antara 250 dan 1000 Masehi.

Kota itu berada di Cagar Alam Balamku di Semenanjung Yucatan negara itu dan ditemukan selama pencarian di bentangan hutan yang sebagian besarnya belum dijelajahi–hutan itu lebih besar dari negara Luksemburg.

Pencarian berlangsung antara Maret dan Juni menggunakan teknologi pemetaan laser udara (LiDAR).

Peradaban Maya, yang dikenal dengan kalender matematisnya yang canggih, membentang di tenggara Meksiko dan sebagian Amerika Tengah

Keruntuhan politik yang meluas menyebabkan penurunannya berabad-abad sebelum kedatangan penjajah Spanyol, yang kampanye militernya melihat benteng terakhir jatuh pada akhir abad ke-17.

Situs Ocomtun memiliki area inti, terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh lahan basah yang luas, yang mencakup beberapa struktur mirip piramida setinggi 15 meter, kata arkeolog Ivan Sprajc dalam sebuah pernyataan.

Kota ini juga memiliki lapangan bola yang menjadi tempat dilaksanakannya permainan bola pra-Hispanik, yang diyakini memiliki tujuan religius yang penting.

Permainan itu tersebar luas di seluruh wilayah Maya, terdiri dari mengoper bola karet yang melambangkan matahari melintasi lapangan tanpa menggunakan tangan dan memasukkannya melalui lingkaran batu kecil.

Sprajc mengatakan timnya juga telah menemukan altar pusat di daerah yang lebih dekat ke Sungai La Riguena, yang mungkin telah dirancang untuk ritual masyarakat.

Meskipun begitu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami budaya yang pernah hidup di sana.

Melihat bahan-bahan yang diambil dari bangunan, diperkirakan situs itu menurun sekitar 800 hingga 1000 M dilihat dari bahan yang diambil dari bangunan, katanya.

Sprajc juga menambahkan, ini kemungkinan merupakan cerminan dari “perubahan ideologis dan populasi” yang menyebabkan runtuhnya masyarakat Maya di wilayah itu pada abad ke-10.

 

Sumber: Reuters

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru