27.4 C
Indonesia

Roket Kairos Jepang Meledak Tidak Lama Setelah Diluncurkan

Must read

JEPANG – Kairos, roket berbahan bakar padat karya perusahaan startup Space One, meledak dan terbakar hanya beberapa detik setelah lepas landas pada Rabu (13/3).

Kegagalan itu pun menggagalkan upaya perusahaan, yang berbasis di Tokyo, untuk menjadi perusahaan swasta pertama di Jepang yang menempatkan satelit di orbit.

Melansir The Japan Times, Kairos diketahui diluncurkan untuk membawa mock-up satelit mata-mata pemerintah dengan ukurannya yang mencapai 18 meter dan berbobot 23 ton.

Roket itu lepas landas dari fasilitas antariksa baru di Kushimoto, Prefektur Wakayama, tak lama setelah pukul 11 pagi waktu setempat.

Akan tetapi, roket tersebut meledak di udara lima detik setelah diluncurkan, dan puing-puingnya jatuh ke daerah pegunungan di dekatnya.

Rekaman berita langsung dari peristiwa tersebut menunjukkan serpihan-serpihan roket tergeletak di tanah, sementara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang besar.

Api akhirnya berhasil dipadamkan, dan tidak ada yang terluka, kata Gubernur Wakayama, Shuhei Kishimoto, kepada para wartawan beberapa jam setelah ledakan.

Ia juga mengatakan bahwa peluncuran yang gagal tersebut merupakan “langkah besar ke depan” karena roket tersebut secara otonom menjalankan sistem untuk membatalkan penerbangan, seperti yang telah diprogramkan.

Roket Kairos meledak tak lama setelah lepas landas dari fasilitas antariksa di Kushimoto, Prefektur Wakayama, Jepang, Rabu (13/3). (Foto: Instagram @bbcnews/THE EDITOR)
Roket Kairos meledak tak lama setelah lepas landas dari fasilitas antariksa di Kushimoto, Prefektur Wakayama, Jepang, Rabu (13/3). (Foto: Instagram @bbcnews/THE EDITOR)

“Roket menjalankan perintah pembatalan setelah mendeteksi adanya masalah,” kata Kishimoto, seraya menambahkan bahwa perusahaan akan memperoleh data berharga dari penerbangan tersebut, meskipun hanya berlangsung selama lima detik.

“Ini berbeda dengan ledakan yang tidak terkendali, jadi saya sedikit lega,” tambahnya.

Para eksekutif Space One mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab ledakan tersebut.

Meskipun begitu, mereka tetap berkomitmen pada tujuan perusahaan untuk melakukan 20 kali peluncuran dalam setahun pada akhir tahun 2029 dan 30 kali peluncuran pada tahun 2030-an.

“Kami akan mencari tahu penyebabnya sesegera mungkin dan memperjelas langkah-langkah kami untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Presiden Space One Masakazu Toyoda dalam konferensi pers di Nachi, Prefektur Wakayama.

“Melalui langkah-langkah tersebut, kami akan melanjutkan peluncuran kami, bertujuan untuk mewujudkan layanan peluncuran roket kecil dan berkontribusi pada perluasan lebih lanjut dari layanan ruang angkasa,” sambungnya.

Peluncuran pada Rabu menyusul penundaan pada menit-menit terakhir pada Sabtu (9/3), ketika perusahaan tersebut mendeteksi sebuah kapal di perairan terdekat di ujung selatan Semenanjung Kii hanya 10 menit sebelum peluncuran.

Perusahaan rintisan ini awalnya bertujuan untuk melakukan peluncuran roket pertamanya pada tahun fiskal 2021, tetapi terpaksa menundanya hingga lima kali, dengan alasan penundaan pengadaan suku cadang di tengah pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru