22.4 C
Indonesia

Peneliti Swedia Terima Hadiah Nobel Atas Karyanya Tentang Evolusi Manusia

Must read

SWEDIA – Karyanya tentang evolusi manusia berhasil mengantarkan Svante Paabo meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran.

Panitia mengatakan bahwa pria asal Swedia itu menyelesaikan dengan baik tugas yang tampak mustahil dari memecahkan kode genetik salah satu kerabat manusia yang punah, Neanderthal.

Ia juga dinilai telah mempersembahkan prestasi “sensasional” dalam menemukan kerabat yang sebelumnya tak dikenal, Denisovans.

BBC sendiri menyebut karya Paabo membantu mengeksplorasi sejarah evolusi manusia dan bagaimana kita menyebar ke seluruh planet ini.

Pekerjaan sang ahli genetika ini menyentuh inti dari beberapa pertanyaan paling mendasar.

Seperti, dari mana kita berasal dan apa yang memungkinkan kita, Homo Sapiens, berhasil bertahan hidup sementara kerabat kita yang lain punah.

Paabo bercerita kepada BBC bahwa panggilan yang menyatakan bahwa ia mendapat hadiah tersebut diterimanya saat akan menjemput putrinya.

“Saya sangat terkejut dan kewalahan, saya tidak menyangka ini,” tuturnya.

Pada 1990-an, penelitian untuk menyusun kode genetik manusia diketahui berlangsung dengan cepat.

Akan tetapi, aktivitas itu tergantung pada sampel segar DNA murni.

Paabo sendiri tertarik pada materi genetik tua, terdegradasi, dan terkontaminasi dari nenek moyang manusia.

Banyak yang mengira itu adalah tantangan yang mustahil. Akan tetapi, ia, untuk pertama kalinya, mampu mengurutkan DNA dari sepotong tulang berusia 40.000 tahun.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Neanderthal, yang sebagian besar tinggal di Eropa dan Asia Barat, berbeda dari manusia modern dan simpanse.

Karyanya berfokus pada hominin–kelompok manusia modern yang mencakup Homo sapiens dan juga kerabat kita yang telah punah.

“Dengan mengungkap perbedaan genetik yang membedakan semua manusia yang hidup dari hominin yang punah, penemuannya memberikan dasar untuk mengeksplorasi apa yang membuat kita menjadi manusia yang unik,” kata komite Nobel.

Perbandingan lebih lanjut antara DNA Neanderthal dan manusia dari seluruh dunia menunjukkan DNA mereka lebih cocok dengan manusia yang berasal dari Eropa atau Asia.

Ini memberi tahu kita bahwa Homo sapiens melakukan hubungan seks dan memiliki anak dengan Neanderthal setelah bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 70.000 tahun yang lalu.

Warisan itu pun masih bisa dilihat hingga hari ini.

Antara 1–4% DNA manusia modern berasal dari Neanderthal, yang bahkan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk merespons infeksi.

Jari gua

Kontribusi seismik berikutnya untuk asal usul manusia datang pada tahun 2008. Para ilmuwan telah menemukan tulang jari berusia 40.000 tahun di Gua Denisova, di Siberia.

Paabo mampu mengurutkan sampel DNA dan hasilnya menunjukkan bahwa itu adalah hominin yang sebelumnya tidak dikenal–yang dikenal sebagai Denisovans.

Dari kegiatan tersebut, diketahui bahwa Homo sapiens juga berkembang biak dengan Denisovans.

Di beberapa bagian Asia Tenggara, hingga 6% DNA manusia adalah Denisovan.

Beberapa dari warisan genetik ini membantu tubuh mengatasi tingkat oksigen yang rendah, membantu kelangsungan hidup di dataran tinggi dan ditemukan pada orang Tibet masa kini.

Paabo baru mendengar kabar hadiah Nobelnya pada Senin (3/10) pagi ketika ia dipanggil oleh Thomas Perlmann, sekretaris Komite Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran.

“Ia kewalahan, ia speechless. Sangat senang,” kata Perlmann.

Paabo dipandang sebagai salah satu pendiri disiplin ilmu paleogenomik.

Ia memenangkan hadiah sebesar 10 juta kronor Swedia (sekitar Rp13,8 miliar).

Pada tahun 1982, ayah Paabo, Sune Bergstrom, juga memenangkan Hadiah Nobel yang sama.

Karyanya menunjukkan bahwa sudah ada dua kelompok hominin yang berbeda (Neanderthal dan Denisovans) yang tinggal di Eurasia ketika Homo sapiens menyebar dari Afrika.

Analisis menunjukkan bahwa populasi yang sekarang punah ini kecil dan relatif kawin sedarah dan mungkin tidak mampu bersaing dengan manusia modern yang berkembang pesat.

 

Sumber: BBC

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru