29.4 C
Indonesia

Pemerintah Resmi Mulai Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Umum

Must read

JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi memperbolehkan masyarakat umum untuk memperoleh vaksin Covid-19 dosis booster kedua mulai kemarin, Selasa (24/1).

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor HK.02.02/C/380/2023 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi Kelompok Masyarakat Umum.

SE itu ditetapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu pada 20 Januari 2023.

Menyusul ketetapan itu, Juru Bicara Kemenkes dr. Muhammad Syahril mengatakan pihaknya akan mulai mengirim tiket elektronik atau e-tiket vaksinasi Covid-19 ke masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat yang telah menerima e-tiket untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 booster kedua.

“E-tiket vaksinasi booster kedua akan dikeluarkan secara bertahap mulai hari ini. Dan kurang lebih sebanyak 40 juta e-tiket booster kedua ini sudah mulai dikirim kepada masyarakat,” ujarnya dalam konferensi daring, Selasa.

Meskipun begitu, ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang belum mendapatkan e-tiket namun telah memenuhi persyaratan untuk vaksinasi Covid-19 booster kedua tetap boleh mendapatkan bagiannya.

Adapun persyaratannya adalah telah berusia lebih dari 18 tahun dan memiliki jarak dengan vaksin booster pertama setidaknya enam bulan.

Selain itu, penting untuk mengetahui jenis vaksin yang akan diterima saat melangsungkan vaksinasi di fasilitas kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi.

Vaksin itu harus sesuai dengan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Melansir laman resmi Kemenkes RI, berikut adalah regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua, yaitu:

Kombinasi untuk booster pertama Sinovac

  • AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
  • Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Zifivax dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Inavac dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
  • AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Kombinasi untuk booster pertama Pfizer

  • Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Kombinasi untuk booster pertama Moderna

  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)

  • Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm

  • Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Kombinasi untuk booster pertama Covovax

  • Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Syahril juga mengimbau masyarakat yang belum melakukan vaksinasi atau belum melengkapi dosis vaksinasi primer maupun booster untuk segera melakukannya di fasilitas terdekat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi,” tuturnya.

“Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” tambahnya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru