29.4 C
Indonesia

Pantai di Meksiko dan Belize Berhadapan dengan Sampah Rumput Laut di Tengah Bangkitnya Pariwisata

Must read

MEKSIKO – Jutaan ton rumput laut berwarna cokelat tersapu ke sepanjang pantai Meksiko, menghadirkan kondisi yang dinilai dapat membahayakan ledakan perjalanan pasca pandemi di negara itu.

Menurut University of South Florida, rumput laut yang dikenal dengan nama Sargassum itu memberi warna coklat pada air yang jernih dan mengeluarkan bau seperti kotoran saat terdampar di pantai.

Tercatat ada 24,2 juta ton rumput laut yang terdampar di wilayah Karibia itu pada bulan lalu, naik dari total 18,8 juta ton yang tercatat pada bulan Mei.

Analis dari bank BBVA memperingatkan bahwa ledakan sargassum menimbulkan “ancaman signifikan” bagi pemulihan pariwisata pasca-pandemi di Meksiko.

Khususnya di negara bagian Quintana Roo, yang merupakan rumah bagi berbagai destinasi seperti Cancun, Tulum, dan Playa del Carmen.

Angkatan Laut Meksiko dan pekerja lokal telah dikerahkan untuk memindahkan tanaman tersebut dari air dan pasir.

“Sargassum bukanlah masalah yang bisa diselesaikan, tetapi harus terus-menerus diatasi, terutama di musim panas,” kata BBVA kepada euronews travel, Senin (4/7).

PDB Meksiko dari pariwisata terpukul 25 persen secara riil pada tahun 2020 karena pandemi, meskipun negara itu tidak pernah menutup perbatasannya.

Akan tetapi, pada tahun 2021, sektor ini perlahan pulih ke tingkat mendekati pra-pandemi–tetapi lintasan ke atas dalam bahaya kecuali fenomena rumput laut ini dapat dikendalikan.

Para peneliti menyalahkan banyak faktor, termasuk perubahan iklim, kotoran manusia, limpasan pertanian (air bocor dari ladang), dan debu yang bertiup ke barat dari Gurun Sahara Afrika.

Apakah rumput laut juga menjadi masalah di tempat lain?

Sejak tahun 2011, banyaknya rumput laut yang terdampar di Meksiko dan di seluruh Karibia telah meledak karena alasan yang belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Negara Belize juga baru-baru ini melihat peningkatan rumput laut sargassum yang mencemari pantainya.

Lokasi dengan hamparan rumput laut yang sangat buruk di negara Amerika Tengah itu adalah Hopkins dan Placencia di selatan negara itu.

Kepada euronews travel, Laura McMullen, seorang konsultan keberlanjutan di Inggris, yang berlibur di Caye Caulker, Belize, pada bulan Mei 2022 menceritakan pengalamanya.

“Ada rumput laut aneh yang terdampar di seluruh terumbu Mesoamerika,” katanya kepada Euronews Green.

“Ada beberapa tahun lalu tetapi [penduduk setempat] tidak pernah melihatnya seburuk ini. Itu menutupi semua pulau,” ujar Laura.

“Kemudian terurai dan memiliki bau yang sangat buruk. Mereka mencoba untuk menyingkirkannya tetapi itu tumbuh jauh lebih banyak karena perubahan iklim–suhunya jauh lebih tinggi dan lautnya jauh lebih hangat,” paparnya kemudian.

“Ini memengaruhi selam scuba, pariwisata, semuanya,” kata Laura.

Upaya bisnis lokal mengatasi masalah rumput laut

Jaringan hotel dan restoran di sepanjang pantai di Meksiko dan Belize telah membentuk gugus tugas yang terdiri dari puluhan pekerja pulau untuk mencoba dan menanganinya.

Mereka mencoba untuk menjaga area mereka tetap bersih untuk pelanggan, tetapi wilayah pantai umumnya telah diliputi oleh karpet rumput laut yang luas.

Dewan Kota San Pedro Belize mengumumkan pada bulan Maret bahwa mereka akan menghabiskan sekitar $20.000 (sekitar Rp299 juta) setiap tahun untuk membersihkan pantai dari rumput laut.

 

Sumber: euronews

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru