22.5 C
Indonesia
Monday, March 16, 2026

Swiss Masih Jadi Negara Yang Penduduknya Paling Makmur Dan Bahagia Di Dunia

Salah satu sudut Kota Zurich - Swiss Fotografer: Dilla Sausan untuk The Editor)
Salah satu sudut Kota Zurich – Swiss Fotografer: Dilla Sausan untuk The Editor)

SWISS – Swiss, secara resmi disebut Konfederasi Swiss, adalah sebuah negara kecil di Eropa Tengah yang terdiri dari Alpen, danau, dan lembah berukir gletser seluas 16.000 mil persegi.

Swiss adalah salah satu negara terkaya di dunia, dan telah terkenal selama berabad-abad karena netralitasnya.

Usnews melaporkan bahwa Konfederasi Swiss pada awalnya didirikan pada tahun 1291 sebagai aliansi defensif diantara kanton.

Pada tahun 1499, konfederasi tersebut berubah menjadi independen dari Kekaisaran Romawi Suci.

Pada tahun 1848, sebuah konstitusi baru mengubah sistem konfederasi menjadi pemerintah federal yang tersentralisasi, untuk mengakhiri sebuah periode konflik.

Menurut CIA World Factbook, Swiss memiliki tingkat pengangguran yang rendah, tenaga kerja terampil dan salah satu negara dengan produk domestik bruto tertinggi di dunia.

Ekonomi kuat negara ini didukung oleh tarif pajak perusahaan yang rendah, sektor layanan yang sangat maju yang dipimpin oleh layanan keuangan dan industri manufaktur berteknologi tinggi.

Kontribusi budaya terhadap negara tidak proporsional dengan ukurannya yang kecil. Banyak warga negara Swiss berhasil memenangkan Hadiah Nobel dan mendaftarkan hak paten per kapita dari pada kebanyakan negara lain. Dan kenetralannya selama periode konflik menarik beberapa pemikir besar dunia untuk berimigrasi, termasuk James Joyce, George Byron dan Voltaire.

Swiss juga terkenal karena sektor perbankannya yang rahasia. Aturan pelaporan dan legislasi telah menghasilkan transparansi yang lebih besar, tetapi aturan kerahasiaan tetap ada dan warga negara nonresiden diizinkan untuk menjalankan bisnis di daerah yang erat kaitannya dengnan lepas pantai dan berbagai perantara.

Netralitas Swiss telah lama dihormati oleh negara-negara tetangganya di Eropa – negara itu tidak memihak satupun negara yang terlibat dalam perang dunia atau yang bukan termasuk sebagai anggota Uni Eropa. Akibatnya, Swiss, terutama Jenewa, adalah lokasi kantor pusat yang populer untuk organisasi internasional, seperti Komite Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meskipun Swiss tidak bergabung dengan yang terakhir sampai tahun 2002, Negara ini juga merupakan anggota dari IMF, WTO dan Bank Dunia.

Untuk pertama Kali, Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa 2020 Diadakan Secara Virtual

Pertemuan Saksi - Saksi Yehuwa Tahun 2019

JAKARTA – Jutaan saksi-saksi Yehuwa dan tamu undangan mereka di sekitar 240 negeri akan ”menghadiri” pertemuan global tahun ini dengan tema Teruslah Bersukacita.

Pertemuan Saksi-Saksi Yehuwa Tahun 2019

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan mereka, Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan acara tahunan yang sangat dinantikan ini secara virtual. Sidang jemaat, keluarga-keluarga, dan para tamu akan menonton acara tersebut selama bulan Juli dan Agustus 2020. Biasanya, pertemuan seperti ini diadakan di stadion, arena, balai pertemuan dan tempat-tempat pertemuan yang lebih kecil di seluruh dunia.

Tadinya pertemuan ini dijadwalkan pada tanggal 28-30 Juni 2020 dan 17-19 Juli 2020 di ICE BSD Sriwijaya Hal di Tangerang BSD, dengan perkiraan hadirin sebanyak dua pertemuan 12.000 orang. Pertemuan ini dibatalkan pada Juni dan Juli akibat pandemi COVID-19.

”Ibadah kami berpusat pada kasih kami kepada Allah dan sesama, tidak soal di mana kami berada secara fisik,” ujar juru bicara Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia Ario Sulistiono dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (25/7).

Kata Ario, acara pertemuan regional tahun ini menonjolkan persatuan keluarga internasional kami dan sukacita yang dapat dimiliki orang-orang meski menghadapi stres dan keputusasaan. Dua prinsip Kristen yang membimbing keputusan bersejarah Saksi-Saksi Yehuwa ini adalah penghargaan terhadap kesucian kehidupan dan kasih akan sesama.

”Sekalipun kami sangat ingin berkumpul bersama, kehidupan terlalu berharga untuk dipertaruhkan,” kata Ario.

”Pertemuan mingguan virtual yang kami adakan selama empat bulan terakhir telah membuktikan kepada kami bahwa yang paling penting bukan di mana kami berada secara fisik, tapi bagaimana keadaan kami secara rohani. Dalam banyak hal, kami menjadi lebih dekat sebagai keluarga rohani daripada sebelumnya,” tambahnya.

Pertemuan Saksi – Saksi Yehuwa Tahun 2019

Sebagai informasi, acara ini akan dirilis dalam enam bagian, masing-masing adalah sesi pagi atau siang dari acara pertemuan yang biasanya diadakan selama tiga hari berturut-turut. Banyak sidang jemaat dan keluarga akan menyaksikan sesi pertama pertemuan ini pada akhir pekan 11-12 Juli.

Sidang-sidang jemaat dianjurkan untuk mengadakan diskusi rohani singkat melalui konferensi video sebelum menonton sesi acara. Kemudian, akan diumumkan bahwa acara pertemuan dapat dilihat di JW Broadcasting dari rumah masing-masing. Pengaturan telah dibuat agar kelompok-kelompok yang lebih kecil berkumpul dengan fitur ”breakout” di akhir setiap sesi untuk membahas hal-hal penting dari pertemuan tersebut. Akhir pekan terakhir dari acara virtual ini dijadwalkan pada 29-30 Agustus.

Acara ini akan mengupas pertanyaan seperti: Bagaimana Anda bisa mendapatkan sukacita dan mempertahankannya? Bagaimana Anda bisa memupuk sukacita dalam keluarga? Bagaimana Anda bisa tetap bahagia di masa-masa sulit? Fitur utama pada pertemuan ini adalah drama berdasarkan Alkitab yang membahas kehidupan Nehemia dan bagaimana dia membantu bangsa Israel pada zaman dahulu mendapatkan sukacita dalam ibadah mereka kepada Allah.

Mereka yang berminat untuk melihat pertemuan ini dapat menghubungi sidang jemaat setempat atau mengaksesnya di jw.org, di bawah menu ”Perpustakaan”. Tidak ada biaya untuk menonton acara ini.

Sejak awal Maret, Saksi-Saksi Yehuwa telah menutup semua Balai Kerajaan setempat untuk pertemuan umum dan mengadakan pertemuan umum mingguan mereka dengan konferensi video dan acara streaming. Pelayanan umum yang mereka lakukan secara pribadi juga dihentikan untuk sementara sejak bulan Maret. Sebagai gantinya, mereka menggunakan metode alternatif untuk membantu orang-orang yang tertarik dengan berita Alkitab.

Setiap tahun, banyak orang yang bukan Saksi Yehuwa menghadiri pertemuan tahunan ini. Ada lebih dari 8,6 juta Saksi yang aktif di seluruh dunia, namun pertemuan regional tahun 2019 dihadiri oleh lebih dari 14 juta orang.

Karena acara tahun ini tersedia secara online dalam ratusan bahasa, ini mungkin pertemuan regional Saksi-Saksi Yehuwa dengan jumlah hadirin terbanyak sampai saat ini.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Anggara Pardede & Stephen Tjokro di nomor ponsel 0811-8118118818 & 0877-75697750 atau email anggara.pardede@icloud.com & stephen.tjokros@gmail.com , atau kunjungi jw.org.

Keluar Dari Liverpool, Adam Lallana Mengaku Tetap Profesional Bermain Pekan Depan

Adam Lallana di pertandingan Piala FA, babak ketiga Liverpool vs Everton - Anfield, Liverpool, Inggris, 5 Januari 2020 (Sumber Foto: Reuters)

Adam Lallana di pertandingan Piala FA, babak ketiga Liverpool vs Everton – Anfield, Liverpool, Inggris, 5 Januari 2020 (Sumber Foto: Reuters)

INGGRIS – Meski kontraknya habis, tapi Adam Lallana mengaku akan tetap fokus dan bermain profesional di laga pertandingan bersama Liverpool.

Sebagaimana diketahui, pemain Liverpool bernomor punggung 20 ini akan meninggalkan Anfield musim ini. Dikabarkan Ia akan meninggalkan Liverpool degan status bebas transfer.

“Saya akan terus menikmati setiap hari terakhir di Liverpool. Yang pasti akan ada pertandingan besar Rabu nanti, jadi saya hanya ingin memastikan bahwa saya menikmatinya dengan rekan tim saya karena kita telah menjadi bagian dan penghargaan khusus yang kami menangkan bersama,” ujar Lallana seperti dirilis di laman resmi klub.

Sebagaimana diketahui, pemain yang berusia 32 tahun itu bergabung dengan Liverpool seharga 25 juta pounds dari Southampton sejak tahun 2014. Bersama The Reds, dia telah mencetak 22 gol dari 178 penampilan.

Kata Lallana, meninggalkan Liverpool setelah berhasil meraih prestasi gemilang dengan menyumbangkan empat piala selama 6 tahun bergabung bersama Liverpool merupakan sebuah penutup yang baik.

“Saya pikir ini saat yang tepat untuk meninggalkan dan mengakhiri bab saya di sini,” ujarnya.

Kontrak Lallana bersama Liverpool sebelumnya akan berakhir per 30 Juni 2020. Namun, karena Premier League sempat terhenti akibat pandemi virus corona, kompetisi baru akan berakhir pada Juli.

Setelah memperbaharui kontrak pada Juni kemarin, akhirnya Lallana hanya mendapat kontrak jangka pendek oleh Liverpool. Dikabarkan beberapa klub besar mulai melirik pemain yang sebelumnya bergabung dengan Southampton tersebut.

Berdasarkan Laporan, Umat Kristiani Di China Menghadapi Banyak Masalah

Gereja Katedral di Dali, China (Sumber Foto: Aleteia)

CHINA – Berminggu-minggu sebelum pembaruan perjanjian Vatikan, ada yang mengatakan bahwa kehidupan Gereja Katolik belum membaik di China.

Gereja Katedral di Dali, China (Sumber Foto: Aleteia)

Dengan berakhirnya “perjanjian sementara” antara Republik Rakyat China dan Tahta Suci yang akan berakhir pada akhir September, gelombang laporan media muncul tentang bagaimana Beijing memperlakukan masyarakat yang memeluk agama lain di Negeri Tirai Bambu itu, terutama umat Katolik.

Aleteia.org mengungkapkan bahwa para pengamat menunggu berita apakah kedua belah pihak akan memperbarui perjanjian yang akan berakhir tanggal 21 September 2020 nanti. Belakangan ini memang disebutkan bahwa berita tentang umat Katolik yang tinggal di Tiongkok kurang begitu positif.

Disebutkan juga bahwa perjanjian antara Vatikan dan China ini bertujuan untuk menyembuhkan keretakan selama puluhan tahun antara gereja Katolik yang loyal ke Vatikan dan gereja Katolik yang loyal ke Partai Komunis China yang tidak pernah dipublikasikan. Kabarnya, perjanjian ini akan menjadi cara bagi Vatikan dan Beijing berkolaborasi dalam penamaan uskup.

“Perjanjian itu akan berakhir pada bulan September kecuali jika diperpanjang, hanya akan berkontribusi sedikit dalam cara pemulihan hubungan antara Tahta Suci dan Beijing. atau kebebasan yang lebih besar bagi umat Katolik di Cina,” ujar Mimi Lau seperti tertuang dalam South China Morning Post Hong Kong.

AsiaNews melaporkan telah melakukan survei terhadap para uskup, imam, dan umat awam di China tentang perubahan di China sejak perjanjian dibuat. AsiaNews diterbitkan oleh Lembaga Misi Luar Negeri Kepausan (PIME) yang memiliki sejarah misi panjang di China dan Hong Kong. Dilaporkan minggu ini bahwa sekarang wajib untuk mengibarkan bendera China di bangunan-bangunan Kristen, seperti memperlihatkan potret Presiden Xi Jinping. Salah satu sumber outlet di China mengatakan bahwa larangan orang di bawah usia 18 tahun menghadiri Misa dan katekismus diterapkan secara sistematis, meskipun itu melanggar konstitusi China.

Francis, seorang imam yang tinggal di Timur Laut China, mengatakan bahwa pihak berwenang sering mengumpulkan imam untuk mengadakan kursus pelatihan, mendorong para imam untuk bergabung dengan asosiasi patriotik dan kemudian menangkap mereka dengan membawa mereka ke tempat-tempat rahasia untuk mencuci otak mereka.

Asosiasi Patriotik Katolik China didirikan pada tahun 1957 oleh umat Katolik yang setia kepada Partai Komunis China sebagai Gereja yang dikendalikan pemerintah tanpa ikatan dengan Vatikan.

“Sebelum Perjanjian, beberapa paroki masih bisa merayakan misa di rumah-rumah umat beriman,” Fr. Kata Francis.

“Namun dengan Perjanjian itu, tempat-tempat doa sementara telah ditutup; umat beriman yang menjadi tuan rumah misa diancam, ditangkap dan didenda, dan mereka dipaksa untuk menandatangani dokumen di mana mereka berjanji bahwa mereka tidak akan lagi menjadi tuan rumah bagi para imam. Dengan perjanjian itu, para uskup dari keuskupan ditangkap secara ilegal. Gereja dan imannya menghadapi kesulitan terbesar,” tambahnya lagi.

Teresa, seorang wanita asal China Tenggara, mengatakan kepada AsiaNews bahwa dalam dua tahun terakhir, keuskupannya menghadapi tekanan yang semakin besar. Ia mengungkapkan bahwa, sampai tahun lalu, pembangunan dan penggunaan gereja terbatas, meskipun bangunan tersebut sebelumnya telah disahkan oleh otoritas pemerintah, dengan semua dokumen yang diperlukan.

“Misalnya, beberapa gereja diblokir pada pertengahan konstruksi; yang lain ditutup segera setelah pekerjaan selesai; yang lain memotong air dan listrik untuk mencegah gereja digunakan,” jelas Teresa.

Di beberapa tempat, orang Katolik dilaporkan harus memilih antara keyakinan dan praktik keagamaan mereka dan bantuan pemerintah. Bitter Winter, sebuah majalah online tentang kebebasan beragama dan hak asasi manusia di China melaporkan pada 16 Juli bahwa sebuah kota di Provinsi Shanxi memerintahkan agar salib, simbol agama atau gambar di rumah-rumah orang Kristen yang menerima pembayaran kesejahteraan sosial diganti dengan potret Ketua Mao dan Presiden Xi Jinping.

“Rumah tangga agama miskin tidak dapat menerima uang dari negara tanpa bayaran,” satu orang melaporkan seorang pejabat mengatakan kepadanya. “Mereka harus mematuhi Partai Komunis untuk uang yang mereka terima,”.

Bitter Winter mengklaim memiliki jaringan beberapa ratus koresponden di semua provinsi di China. Ia juga merinci upaya dua tahun pemerintah untuk mempromosikan sekularisme dalam menghadapi minat yang semakin besar terhadap agama. Pusat peradaban baru telah didirikan di seluruh negeri di China agar nilai-nilai pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru dapat tertanam. Pernyataan Bitter Winter ini dipublikasikan oleh Pusat Studi tentang Agama Baru di Turin, Italia, dan diedit oleh cendikiawan agama Massimo Introvigne.

Telkomsel Berikan Bantuan ke 5.700 Penjaga BTS di Seluruh Indonesia

Sumber Foto: Telkomsel

JAKARTA – Telkomsel memberikan bantuan kepada masyarakat yang selama ini sudah dipercaya menjadi penjaga BTS (Base Transmition Station) yang bertanggung jawab menjaga keamanan fungsi infrastruktur BTS operator seluler ini.

Sumber Foto: Telkomsel

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada para petugas yang telah berupaya menjaga infrastruktur jaringan agar tetap menghadirkan konektivitas terdepan bagi masyarakat, walau di masa sulit sekalipun.

Direktur Network Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada 5.700 penjaga BTS Telkomsel mendapat bantuan dalam bentuk paket sembako, menyesuaikan kebutuhan dari para petugas.

Selain itu, bantuan diberikan dalam bentuk bantuan saldo LinkAja yang memungkinkan penerima untuk memenuhi kebutuhan keseharian dengan lebih mudah secara online, sehingga memberikan manfaat lebih bagi petugas yang banyak menghabiskan waktunya di lapangan dan meminimalkan kerumunan di tempat perbelanjaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh petugas yang tetap berdedikasi tinggi di tengah masa sulit seperti saat ini dan terus konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (25/7).

Sebelumnya, Telkomsel telah memberikan donasi lebih dari 100.000 unit alat medis dan puluhan ribu paket sembako senilai lebih dari 40 miliar rupiah. Bantuan tersebut berupa ventilator, thermogun infrared, masker, dan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat untuk Rumah Sakit Darurat (RSD) dan rumah sakit rujukan COVID-19 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Telkomsel juga menjalankan inisiatif CSR khusus bagi 10.000 para relawan penanganan COVID-19 termasuk tenaga medis dengan menyediakan paket data khusus berisi kuota 25GB.

Sistem New Normal Kota Madiun Dipertanyakan Pengusaha

Inul Vizta di Kota Madiun, Jawa Timur (Foto: Nurul Julaikha untuk The Editor)

MADIUN – New Normal yang digaungkan pemerintah seakan jadi polemik bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha. Bagaimana tidak, banyak pengusaha jatuh bangun memperbaiki keuangan perusahaan demi bertahan di saat pandemi covid 19. Contoh saja, bisnis hiburan seperti Inul Vizta.

Inul Vizta di Kota Madiun, Jawa Timur (Foto: Nurul Julaikha untuk The Editor)

Di Kota Madiun, karaoke keluarga milik pedangdut Inul Darastista terpaksa buka tutup. Ceritanya, Pemerintah Kota setempat menutup seluruh tempat hiburan malam maupun wisata untuk menghentikan lajunya penyebaran virus Covid-19 pada 19 Maret 2020.

Hasilnya, Kota Madiun mendapat peringkat sebagai wilayah zero ODP atau zona hijau. Dari situ, Pemkot membuat evaluasi dengan pelaku hiburan dan wisata untuk membuka kembali usaha pada 13 Juli 2020. Tentu saja, keputusan tersebut disambut dengan suka cita oleh mereka yang bekerja di Inul Vizta Madiun.

Namun, baru buka dua hari, Pemkot Madiun melalui Dinas Pariwisata melakukan sidak dan meminta untuk menutup kembali usaha. Alasan penutupan yakni harus mendapatkan izin dari Wali Kota langsung.

Menurut Dian selaku Admin Store Inul Vizta Madiun, pihaknya membuka berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Madiun bernomor 443.32/1968/2020 tentang Perpanjangan Peningkatan Kewaspadaan Covid-19. Dalam surat tersebut tertera  masa perpanjangan penutupan diskotik dari tanggal 4 Juni 2020 hingga 12 Juli 2020. Tempat hiburan seperti diskotik, karaoke dan warnet iperbolehkan buka kembali pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020.

Mengkuti aturan tersebut, pihak Inul Vizta langsung beroperasi tanggal 14 Juli 2020, namun ternyata mendapat teguran dari petugas. Tanggal 14 Juli 2020 pemerintah menyurati pihak Inul Vizta dan malam harinya, di tanggal yang sama, gugus Tugas Covid-19 Kota Madiun bersama Polisi Pamong Praja (Pol PP) lakukan sidak ke tempat karaoke tersebut.

“Terus tanggal 14 malam itu Pol PP datang ke inul buat sosialisasi, katanya gitu, tapi nyatanya kita debat malahan. Setelah itu kami tanggal 15 (kami) ngajuin (surat) ke Pemerintah Kota,” jelas Dian melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu kepada The Editor.

Kepastian dari Pemkot untuk memberikan izin kepada Inul Vizta Madiun membuat resah para karyawan setempat, sebab sumber mata pencaharian mereka hanya dari sana. Hari demi hari galau menanti, akhirnya Pemerintah Kota mengeluarkan izin untuk beroperasi kembali pada tanggal 21 Juli 2020.

Perjuangan Inul Vizta Madiun tidak sampai situ saja, Gugus Tugas Covid-19 Kota Madiun masih juga terus mengevaluasi prosedur pelayanan dan penggunaan fasilitas tempat karaoke tersebut apakah sesuai standar atau tidak.

“Atasan kami (Manager) yang ke (berangkat) walikota bilang begini, kalau Inul Vizta enggak buka, pengusaha masih bisa makan. Jadi kami karyawan yang berusaha buat minta buka. Soalnya kami karyawan kalau enggak buka enggak ada pemasukan terus kita mau makan dari mana. Andaikan mereka ngerti,” jelas Dian.

Kejadian tersebut berujung pada sidak brsama, dimana pada tanggal 18 Juli 2020, Gugus Tugas Covid-19 bersama Satpol PP, Polisi dan awak media melakukan inspeksi lagsung ke Inul Vizta Madiun. Hasilnya ternyata tempat karaoke ini harus menata ulang kursi, menambah tempat cuci tangan dan menyediakan handsanitizer di setiap ruangan karaoke.

“Alhamdulillah terus ya sekarang boleh itu. Tapi ini katanya belum semua (tempat hiburan) boleh buka sih dengar-dengar,” kata Dian.

Disorot Dengan Drone, Taman Sultan Ahmed Yang Hijau Diinjak Oleh Peserta Shalat

Peserta shalat Jumat yang berdiri diatas rumput melambai ke arah drone yang terbang rendah di sekitar Museum Hagia Sophia (Sumber: Euronews)

ISTANBUL – Ribuan masyarakat ikut shalat di hari pertama status Museum Hagia Sophia dijadikan sebagai masjid hari ini, Jumat (24/7) waktu Istanbul, Turki.

Peserta shalat Jumat yang berdiri diatas rumput melambai ke arah drone yang terbang rendah di sekitar Museum Hagia Sophia (Sumber: Euronews)

Taman yang berada diantara Museum Hagia Sophia dan Masjid Biru yang bernama Taman Sultan Ahmet Square juga dijadikan sebagai tempat shalat. Taman ini cukup terkenal dengan rumput hijau diatasnya dan selalu dirawat oleh pemerintah Turki. Peserta shalat melambaikan tangan tiap kali drone terbang rendah melintas dan menyorot disekitar taman yang diinjak peserta shalat.

Biasanya, masyarakat akan duduk disekitar taman yang menyediakan bangku-bangku panjang untuk pengunjung. Disekitar taman ini juga biasanya banyak ditemukan penjual jagung dan kacang rebus.

Dari tayangan video yang diunggah Euronews, peserta shalat yang umumnya pria terlihat duduk sambil bercengkrama satu sama lain. Sementara itu, suasana di dalam Museum Hagia Sophia sendiri tampak ramai, lampu-lampu kristal museum juga sudah dinyalakan. Tujuh orang Imam dengan kopiah duduk di bagian depan.

Sebagaimana diketahui, 11 orang imam ditunjuk untuk memimpin shalat Jumat di Hagia Sophia. Salah satunya adalah seorang profesor studi agama, shalat Jumat di Hagia Sophia merupakan yang pertama dalam 86 tahun.

Presiden Erdogan Tiba Di Museum Hagia Sophia Untuk Mengikuti Shalat Jumat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tiba di Museum Hagia Sophia (Sumber: Euronews)

ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut menghadiri shalat Jumat di Museum Hagia Sphia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tiba di Museum Hagia Sophia (Sumber: Euronews)

Dari tayangan video yang diunggah oleh Euronews, tampak Erdogan hadir dengan mengenakan jas lengkap dengan dasi berwarna hitam dan masker. Pasukan bersenjata juga tampak mengikuti rombongan yang hadir dengan pakaian senada.

Erdogan terlihat langsung masuk ke dalam area Museum Hagia Sophia bersama rombongan. Di dalam museum, Erdogan dan rombongan tetap mengenakan masker, dua orang imam tampak langsung menghampirinya kehadirannya di dekat salah satu pilar bangunan yang dekat dengan pintu masuk.

Erdogan terlihat berbincang beberapa waktu dengan imam yang menjemputnya di pintu masuk. Melewati pilar-pilar yang ada di dalam museum, keduanya yang dikerubungi oleh rombongan berjalan pelan menuju ke depan bangunan.

Di dalam museum, Erdogan dan rombongan mengambil posisi di depan, menghadap 11 orang imam berpakaian putih dan memakai kopiah. Di dalam museum sendiri, peserta yang ikut shalat umat tampak memakai baju kemeja putih, kontras dengan rombongan Erdogan yang datang memakai jas berwarna hitam.

Seluruh peserta mengikuti sujud syukur saat teriakan “Allahu Akbar” berkumandang dari salah satu dari 11 imam yang duduk di depan Erdogan.

Saat Sholat, Umat Muslim Justru Sibuk Mengabadikan Keindahan Interior Hagia Sophia

Main Handphone saat shalat Jumat di Museum Hagia Sophia

ISTANBUL – Ribuan masyarakat muslim di Turki menghadiri shalat Jumat pertama di Museum Hagia Sophia.

Jalanan di depan Museum Hagia Sophia dan Masjid Biru penuh dengan ratusan ribu masyarakat muslim yang shalat Jumat dari Hagia Sofia (Sumber Foto: Euronews)

Dari tayangan video langsung yang disiarkan oleh Euronews, tampak ribuan masyarakat sudah berada di dalam masjid. Puluhan mobil juga berjejer di sepanjang area luar masjid.

Masyarakat juga terlihat memadati seluruh taman-taman kota yang berada di depan area masjid yang berada tepat di depan Masjid Biru Istanbul.

Pemerintah Turki benar-benar mempersiapkan siaran pertama selama 86 tahun ini. Kamera dari berbagai sudut luar Museum Hagia Sophia untuk tayangan langsung ke seluruh dunia dipancarkan langsung dari Istanbul.

Suasana di dalam museum yang diubah namanya menjadi masjid ini pun tak ketinggalan disorot. 11 orang imam tampak duduk di depan museum yang biasa digunakan sebagai altar gereja.

Aturan jarak aman pandemi terlihat diabaikan, Masyarakat duduk berdekatan, hanya beberapa sudut saja yang mengikuti aturan jarak aman.

Main Handphone saat shalat Jumat di Museum Hagia Sophia (Sumber Foto: Euronews)

Selama shalat juga masyarakat yang duduk dibarisan masjid justru sibuk mengabadikan suasana dengan telepon genggam. Masih dari tayangan video yang disiarkan langsung itu, masyarakat yang berdiri di pintu masjid juga tampak hanya berdiri sambil melihat-lihat interior masjid yang kita ketahui bersama dihiasi oleh gambar-gambar Yesus Kristus dan Rasulnya.

Hagia Sophia merupakan gereja ortodox dari abad ke-6 yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah umat kristiani. Banyak diantara jemaat yang ikut sholat melihat langit-langit bangunan ini karena memang tersohor akan keindahannya.

Presiden Jokowi: Untuk Anak-Anakku Di Seluruh Indonesia, Sabar

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo memperagakan cara agar terhindar dari virus corona kepada anak-anak (Sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA – Beradaptasi dengan kebiasaan baru memang bukan hal yang mudah dilakukan, terutama oleh anak-anak.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo memperagakan cara agar terhindar dari virus corona kepada anak-anak (Sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

Virus corona telah merenggut hak anak-anak untuk bermain, di Hari Anak Nasional 2020, Presiden Jokwi ingin anak-anak di seluruh Nusantara belajar beradaptasi dengan kebiasaan baru ini.

“Pesan untuk anak-anakku di seluruh Tanah Air: sabar. Sekarang ini, anak-anak sedang belajar hal baru: beradaptasi dengan kebiasaan baru,” ujar Presiden Jokowi dalam tayangan video yang berdurasi 3,47 menit yang diunggah oleh Sekretariat Negara, Rabu (22/7).

Meski belajar dari rumah, Ia berharap anak-anak tetap bahagia dan sehat serta bahagia. Ia paham bila gaya hidup baru yang harus dilalui oleh seluruh masyarakat di dunia sangat sulit untuk dipahami oleh anak-anak. Karena kebiasaan bermain dan mengeksplorasi diri merupakan bagian dari gaya hidup dan hak anak.

“Tetap semangat belajar dari rumah, tetap sehat, dan bergembira. Semoga pandemi ini segera berlalu,” katanya.

Meski memakai masker, Presiden Jokowi yang terlihat ditemani oleh Ibu Negara Iriana Widodo mengatakan bahwa senyum anak-anak Indonesia adalah penyemangat mereka saat bertugas ke luar daerah.

Satu hal yang selalu membuat saya dan Ibu Iriana semangat bekerja adalah melihat anak-anak tersenyum,” ucapnya sembari melihat satu sama lain.

Sebagaimana diketahui, Badan khusus PBB, UNESCO mengatakan bahwa lebih dari 258 juta anak-anak dan remaja harus terisoalsi akibat pandemi corona. Jumlah ini mewakili 17{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} dari semua anak-anak sekolah dini di dunia, kebanyakan mereka yang tidak memiliki akses ke sektor pendidikan berada di Asia Selatan, Asia Tengah dan kawasan sub-Sahara Afrika.

Masyarakat dari kalangan miskin adalah yang paling terdampak akibat serangan virus ini. 90 persen populasi siswa global harus kehilangan sekolah, anak-anak dari keluarga mampu dapat melanjutkan sekolah dari rumah dengan menggunakan laptop, ponsel dan internet. Sementara jutaan anak-anak lainnya terputus dari pendidikan sekolah sama sekali.