21.6 C
Indonesia
Monday, March 16, 2026

Gaji Minim Bikin Hidup TNI Polri Terkatung-Katung

Aksi Kitra di Lombok Utara (Foto: Darwis/ THE EDITOR)
Aksi Kitra di Lombok Utara (Foto: Darwis/ THE EDITOR)

LOMBOK – Tuntut Kesejahteraan TNI POLRI, Kitra datang dari Lombok Utara. Aktivis Kitra yang menggelar aksi di Pelabuhan Bangsal pada Minggu (4/7) ini juga meminta agar Presiden Joko Widodo segera memperbaiki kesejahteraan aparatur negara dengan menaikkan gaji mereka hingga Rp50 juta per bulan.

“Gerakan KITRA berjuang agar negara punya kepedulian yang nyata terhadap nasib penghidupan Keluarga TNI POLRI” ujar Koordinator Aksi Lapangan Kitra Lombok Utara, Syakban.

Menurutnya sebagai garda terdepan bangsa, TNI Polri sepantasnya mendapatkan hak kesejahteraan yang lebih dari negara seperti yang berlaku dibeberapa negara luar. Dan memberikan gaji Rp50 juta per bulan menurutnya akan menjadi sebuah bentuk perhatian negara terhadap mereka.

“Gaji anggota TNI Polri ini akan bermanfaat luar biasa bagi keluarganya dan lingkungan sosial ekonomi Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sejarah pemiskinan ini kata Syakban telah berlangsung selama 75 tahun. Katanya keluarga TNI Polri hidup dengan upah minim dan mengalami kesulitan menafkahi keluarga inti.

“Akibatnya, banyak keluarga TNI POLRI hidup terkatung-katung baik masa aktifnya maupun saat purna tugas,” ungkapnya.

Senada hal tersebut, Syarkawi Korda KITRA Lombok Utara menegaskan bahwa Kitra akan terus berjuang agar pemerintahan Jokowi peduli dengan nasib TNI Polri sebagaimana yang pernah tercantum dalam janji Nawacita.

DPR RI dan Pemerintah melalui BAPPENAS menurutnya harus menyiapkan aturan agar sistem pengajian TNI Polri segera disusun dan disepakati menjadi Undang Undang sebagai bukti kongkrit kepedulian pemerintah pada nasib TNI POLRI,

Setelah 15 Tahun, Aktor Bollywood Amir Khan Dan Sutradara Kiran Rao Bercerai

Amir Khan dan Kiran Rao saat masih bersama (Foto: The Economic Times/ THE EDITOR)
Amir Khan dan Kiran Rao saat masih bersama (Foto: The Economic Times/ THE EDITOR)

INDIA – Salah satu pasangan yang paling mengundang kontroversi di Bollywood, Amir Khan dan Kiran Rao akhirnya bercerai. Pernikahan yang sudah berlangsung selama 15 tahun ini akhirnya kandas setelah keduanya dikarunia satu anak.

Amir Khan yang merupakan seorang aktor dan Kiran Rao yang adalah Sutradara sempat menggegerkan Bollywood. Keduanya dianggap pasangan yang tidak mungkin bisa hidup bersama karena latar belakang yang berbeda. Bagi orang India, aktor atau aktris biasanya akan menikah dengan sesama mereka. Jadi saat ada yang menikah di luar lingkup kerja mereka maka akan mengundang kontroversi.

Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keduanya kepada media, tertulis bahwa keduanya ingin menjajaki hidup baru sebagai orang tua bersama dan keluarga untuk anak semata wayang mereka. Selain itu keduanya juga mengungkapkan bahwa perceraian ini sudah pernah mereka bahas beberapa waktu sebelumnya.

Setelah merasa lebih nyaman, isi surat tersebut mengatakan bahwa pasangan tersebut akhirnya melegalkan perceraian mereka dan mulai hidup terpisah. Mereka juga mengaku langsung memulai kehidupan layaknya pasangan yang bercerai.

Keduanya juga telah berjanji untuk memenuhi kebutuhan anak sebagai sebuah keluarga yang utuh, yakni membesarkan dan mengajarinya bersama. Sebagai rekan kerja, keduanya yang tengah menjalankan proyek film, Paani Foundation juga akan terus berlangsung. Pasalnya keduanya memiliki ketertarikan yang sama untuk program ini.

Amir Khan dan Kiran Rao terkenal sebagai pasangan Bollywood yang sangat modern karena keduanya kerap menunjukkan kedekatan dengan berciuman di depan publik. Perlu diketahui, dalam budaya India sangat tabu bagi pasangan untuk berciuman di depan khalayak ramai. Film-film India juga masih menggunakan aturan yang sama hingga sekarang.

Amir Khan adalah seorang aktor Bollywood yang sangat kritis dan terkenal akan kepeduliannya pada sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat miskin di India.

Dalam politik, Amir khan juga sangat vokal dan kerap menunjukkan sikapnya pada keputusan pemerintah yang Ia anggap tidak mendukung masyarakat miskin India.

Taman Batu Purba, Lokasi Wisata Alam Yang Perlu Dijajal Oleh Pencinta Olah Raga Ekstrim

Taman Batu yang dikelilingi oleh bukit batu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Taman Batu yang dikelilingi oleh bukit batu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

PANGKEP – Taman Batu, sebuah area konservasi hasil ciptaan alam yang berlokasi di Desa Balleangin, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Berisikan ribuan ton batu cadas yang bentuknya mirip seperti candi prambanan menjadi sebuah keajaiban alam yang menakjubkan.

Kali ini tim jalan-jalan The Editor bersama dengan Kompolnas Kabupaten Pangkep Ridwan Saenong menuju lokasi yang tidak jauh dari pusat kota Pangkajene. Lokasinya sangat mudah untuk dicapai, cukup dengan berkendara motor atau mobil dan sepeda.

Sejauh mata memandang turis-turis asing yang datang ke tempat ini menggunakan moda transportasi sepeda untuk berwisata dan berkeliling area wisata alam yang dilindungi ini.

Area taman batu berada sekitar 20 meter dari pinggir jalan. Bila tidak jeli Anda mungkin akan sulit menemukannya karena tidak ada penanda jalan yang menunjukkan bahwa di taman tersebut berada dibalik persawahan milik warga desa.

Saat tiba di taman batu, tidak ada kata lain yang bisa dikatakan selain rasa takjub. Susunan bebatuan cadas terhampar diatas lahan seluas 1 hektar menghiasi seluruh area dengan latar belakang bukit batu.

Bebatuan yang ada di tempat ini sepintas terlihat seperti batu karang bawah laut yang mengering. Ada dua macam susunan batu yang akan mengundang rasa takjub wisatawan. Pertama adalah susunan bebatuan yang mirip dengan candi dan susunan bebatuan yang mirip dengan bunga yang tengah mekar.

Susunan batu yang mirip bunga mekar ini sepintas terlihat seperti kursi duduk dan bisa dinaiki. Sementara bebatuan cadas yang mirip dengan candi berukuran raksasa dan tersusun rapat satu sama lain. Yang menarik lagi adalah, di sekitar taman batu ini petani menanam wijen, jadi menambah keindahan taman.

Bebatuan dengan ukuran lebih kecil (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Turis dilarang mematahkan bebatuan cadas nan runcing. Beberapa batu bisa dilewati dan dijadikan sebagai tumpuan untuk foto. Namun pengunjung tidak diizinkan menaiki bebatuan cadas yang tinggi karena sangat berbahaya.

Tajamnya bebatuan purba yang ada di taman ini bisa dirasakan saat disentuh. Cuaca panas yang terik mengingatkan turis untuk selalu membawa air mineral saat berkunjung ke tempat ini.

Pemerintah Harus Lebih Peduli Pada Pariwisata

Saat ini belum ada moda transportasi yang langsung menuju taman batu. Jadi turis harus menyewa mobil atau motor untuk bisa tiba di tempat ini baik dari Makassar atau dari kabupaten lain di sekitar kota Pangkajene.

“Kalau ada transportasi umum mungkin akan lebih mudah dicapai dan makin banyak pengunjung,” ujar Khalijah, warga Pangkep yang juga menjadi rekan wisata The Editor.

Menurut Lurah Desa Balleangin, penjual makanan biasanya ramai menjajakan makanannya di taman batu pada hari Minggu karena ramainya kunjungan turis.

Keberadaan sapi-sapi milik warga desa tidak mengganggu kebersihan taman batu karena terdapat parit pemisah serta pagar yang tidak akan membuat sapi berjalan hingga ke lokasi taman.

Taman ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata bagi Anda yang suka pada olah raga alam. Anda sangat direkomendasikan juga berwisata sambil berkendara dengan sepeda untuk menikmati keindahan alam bukit batu yang ada disekeliling desa tersebut.

Helipad, Koki Pribadi, Sarana Olah Raga Serta Kampus. Begini Cerita Dari AAS Building Milik Andi Amran Sulaiman

Justan Riduan Siahaan dengan latar belakang helipad gedung AAS Building (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)
Justan Riduan Siahaan dengan latar belakang helipad gedung AAS Building (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Gedung berarsitektur minimalis ini berdiri megah di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. AAS Building, demikian nama yang tertulis di dinding marmer hitam yang dapat dilihat oleh setiap orang yang lalu lalang di area pusat bisnis Kota Makassar ini.

Sebuah kayu setinggi dua meter dengan gambar Andi Amran Sulaiman terpajang di lobi seolah menyambut tiap tamu yang masuk ke gedung 13 lantai ini. Amran Sulaiman memang nyentrik, saat masuk ke dalam gedung, sebuah foto bergambarkan wajah keluarganya dipajang disebelah kanan atas. Sementara mobil dengan plat bernomor RI 38 juga terparkir mulus di bagian kiri gedung.

“Mobil ini hanya bisa diambil dan dipakai bila menteri yang menjabat memenuhi masa tugasnya selama 5 tahun. Dan bagi Pak Amran mobil ini adalah sebuah bentuk penghargaan bagi dirinya sendiri bahwa pernah menjabat sebagai seorang menteri pertanian,” ujar Direktur Keuangan Tiran Group Justan Riduan Siahaan saat menjelaskan mengenai sejarah keberadaan mobil sedan tersebut kepada The Editor, Jumat (1/7).

Tak hanya itu, Justan lanjutkan, saat ini Amran Sulaiman tengah fokus pada kegiatan kemanusiaan membantu korban Covid-19 lewat yayasan AAS Foundation. Hal ini ternyata dilakukan seiring dengan membangun korporasi AAS Building yang dalam dua tahun terakhir ini berhasil menelurkan 38 anak perusahaan dengan target omset mencapai Rp5,5 triliun di tahun 2021 ini.

“Saat ini gedung ini belum disewakan. Kemarin Lab School ingin menjadikan 8 lantai baru di gedung ini untuk dijadikan sebagai kampus. Tapi akhirnya dibatalkan oleh Pak Amran karena Ia masih ingin menikmati gedung ini terlebih dahulu untuknya,” ungkap pria asal Sumatera Utara tersebut.

Mobil dinas yang pernah dipakai saat menjabat sebagai menteri pertanian terparkir rapi di lobi utama (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

The Editor yang diajak berkeliling gedung AAS Building diberi tahu total aset gedung tersebut mencapai Rp500 miliar lebih. Dan saat ini penyempurnaan gedung masih terus dilakukan karena pembangunan dan tahapan desain interior gedung dari lantai 4 hingga lantai 13 masih terus dilakukan.

“Biaya desain interior untuk satu lantai menghabiskan dana Rp200 juta. Tadinya lantai yang tengah dibangun ini akan dibangun jadi kampus tapi belum ada pemberitahuan dari Pak Amran,” ungkapnya.

Kata Justan, AAS Building juga dibangun dengan fasilitas helipad alias landasan untuk helikopter. Dua unit cafe yang berada di lantai yang berbeda dibangun sebagai bagian dari fasilitas gedung.

Pemandangan dari lantai atas (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Untuk mendukung sarana kesehatan, lanjutnya, Amran Sulaiman membangun fasilitas olah raga dan koki untuk karyawan yang bekerja di gedung ini.

“Pak Amran ingin karyawannya rajin olah raga dan koki yang disediakan untuk menyediakan makanan yang berstandar tinggi untuk karyawannya,” ungkap Justan.

Ke depannya Amran Sulaiman akan memperluas bisnis korporasinya di bidang penerbangan. Sebagai tahap awal Ia akan membeli pesawat pribadi sebagai bagian dari moda transportasi yang akan membawanya ke berbagai tempat.

“Khususnya untuk kegiatan amal ya, pesawat pribadi ini tujuannya untuk itu,” ungkap Amran.

Targetnya, lanjut Justan, Tiran Group ingin masuk sebagai 10 perusahaan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, Amran saat ini tengah serius mengelola 38 perusahaan yang berkantor di AAS Building.

Lobi tamu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

38 perusahaan milik Amran tersebut diantaranya, PT. Tiran Indonesia, PT. Pelayanan Samudera Lamapepening PT. Tiran Mineral, PT. Andi Nurhadi Mandiri, PT. Hajjah Junaeda Mandiri, PT. Hajjah Tene Mandiri, PT. Tiran Sulawesi, PT. AAS Gemilang Nusantara, PT. Tiran Makassar, PT. Andi Nurhadi Nusantara, PT. Amrul Nadin, CV. Empos Tiran, PT. Yastra Energy, PT. Jaya Kapur Nusantara dan PT. Petro Mandiri Nusantara.

Selanjutnya PT. Sumber Molase Abadi, Yayasan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman PT. Agro Jaya Abadi Nusa, PT. Asa Anugerah Jaya, PT. Agro Ponre Nusantara CV. Empos, CV. Profita Lestari, CV. Alftir Karya Mandiri PT. AAS Digital Mandiri, PT. AAS Gemilang Mandiri, PT. AAS Mineral Mandiri, PT. AAS Primatama Logistik.

PT. AASDIN Nickel Mining, PT. Andi Amar Ma’ruf Sulaiman PT. Celebes Nusantara Raya PT. Cipta Kawasan Bersinar PT. Global Fero Cemerlang, PT. Mineral Kilau Abadi, PT. Plastindo Abadi Nusantara, PT. Tiran Fero Nusantara, PT. Anugerah Mineral Cemerlang PT. Amanah Fortuna Nusantara PT. Sulawesi Sumatera Nusantara.

Aksi Galang Dukungan Kesejahteraan TNI POLRI Datang Dari UIN Ciputat

CIPUTAT – Aksi mahasiswa Ciputat menyikapi pemiskinan TNI POLRI digelar Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan KITRA (Koalisi Untuk Kesejahteraan TNI POLRI). Aksi yang dilakukan di depan kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan pada Sabtu (3/7) ini meminta agar masyarakat turun tangan langsung dalam menyelesaikan persoalan gaji aparat yang selama ini tidak dibayar sebagaimana seharusnya.

“Gerakan menggalang dukungan rakyat agar pemerintah segera merealisasikan gaji TNI POLRI sebesar 50 juta per bulan,” ujar Koordinator lapangan Kitra Ciputat Yusran Suedi.

Yusran menuturkan bahwa KITRA Ciputat memahami bila TNI POLRI sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan dimiskinkan oleh pemerintah selama ini. Kondisi tersebut menurutnya yang jadi penyebab terhambatnya berbagai macam tugas konstitusional di Tanah Air.

“Bagi KITRA ini bukti nyata kebijakan ekonomi pemerintahan selama 75 tahun tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa sistem penggajian yang dianut pemerintah tidak memberikan harapan bagi keluarga TNI POLRI untuk memilih cara hidup, melainkan hanya kemampuan memilih menu makanan sehari-hari.

Untuk itu, Yusran meminta Presiden Jokowi mewujudkan kesejahteraan TNI POLRI sesuai janji Nawacita, DPR RI, dan BAPPENAS agar segera merealisasikan tuntutan Gerakan KITRA demi kejayaan Negara Republik Indonesia.

Yusran juga menjelaskan bahwa aksi KITRA Ciputat adalah bagian dari gelombang gerakan nasional yang secara simultan dari seluruh pelosok nusantara. Aksi ini akan terus bergerak bersama sampai tuntutan tersebut terwujud.

Meski Di Tengah Himpitan Pandemi, Tiran Group Berhasil Tandatangani Kontrak Pembangunan Smelter Nikel Di Makassar

Lobi utama AAS Building (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Penandatanganan kontrak (Foto: THE EDITOR)

MAKASSAR – Tiran Group, perusahaan raksasa milik Andi Amran Sulaiman (AAS) kembali membuat milestone. Group perusahaan yang kini dinahkodai Sattar Taba yang membawahi 38 perusahaan ini akan menandatangani bersama kontrak jual beli listrik dengan PLN dan kontrak pembangunan smelter nikel. Penandatanganan kontrak ini dilakukan pada Jumat (2/7) di AAS Building yang berlokasi Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

“Kami menilai bahwa pekerjaan itu untuk kerja-kerja kemanusiaan sehingga hasilnya jangan dinikmati oleh segelintir saja, tapi semakin banyak yang menikmati akan semakin berkah. Etos kerja yang di landasi dengan kejujuran, serta menjadikan kerja sebagai ibadah merupakan motivasi bagi seluruh karyawan Tiran Group,” ujar Sattar saat ditemui usai acara.

Prinsip semacam ini menurut Sattar yang membuat Tiran Group berhasil tegak menegakkan panji ekonomi secara mandiri. Selain Sattar Taba, terdapat beberapa nama orang hebat yang ikut mengisi jajaran direksi untuk melengkapi manajemen perusahaan Tiran Grup, diantaranya Justan Riduan Siahaan selaku Direktur Keuangan, Mayjen TNI (Purn) H. Iskandar sebagai Direktur Operasional, Ir. Moch Safri Sabit dan Mansur sebagai staf ahli Direktur Utama.

“Merekalah yang akan menjadi penggerak mesin Tiran Grup yang akan bergerak ke masa depan menjemput niat besar seorang Andi Amran Sulaiman, pemuda desa yang bermimpi untuk cita-cita besar kejayaan investasi dan Indonesia mandiri,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, Tiran Grup akan melakukan investasi besar-besaran dalam suatu Kawasan Industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini akan menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp4,9 triliun antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd.

Dalam acara ini, akan dilakukan penandatanganan pembangunan satu line smelter senilai Rp1,8 triliun. Di dalamnya termasuk investasi untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti water treatment, perkantoran dan pemondokan, gardu induk, serta fasilitas pendukung lainnya.

Empat line smelter tersebut akan menduduki lahan sekitar 50 Ha

Masa depan smelter tersebut sangat cerah. Bijih nikel (ore) untuk smelter tersebut didukung oleh perusahaan tambang sendiri. Perusahaan tambang yang berjarak sekitar 30 km dari lokasi smelter ini sudah beroperasi sejak lima tahun lalu dan diperkirakan bisa beroperasi selama 40 tahun dengan cadangan yang cukup untuk kebutuhan empat line smelter tersebut.

Kerja Sama Dengan PT. PLN Persero

Lobi utama AAS Building (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Saat ini, lanjut Sattar lagi, operasi persiapan dan operasi tambang telah terdukung oleh peralatan berat dan dump truck sebanyak 208 unit dan akan ditambahkan dalam waktu segera menjadi 500 unit.

Smelter nikel tersebut akan dibangun dalam suatu Kawasan Industri seluas 5.199 Ha yang juga akan dikelola oleh perusahaan di bawah kendali Tiran Grup.

“Nantinya, PT Tiran Mineral, sebagai pengelola kawasan, akan mengundang para investor smelter nikel.

Potensi investor smelter yang akan datang tentu besar dengan kawasan yang cukup luas tersebut. Saat ini seorang pengusaha besar di negeri ini sudah menyatakan niat nyata untuk membangun smelter nikel sebanyak 8 line,” ungkapnya.

Dukungan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasok tenaga listrik, menurut Sattar juga nyata dan diabadikan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT Tiran Mineral dengan PT PLN. PT PLN akan membangun transmisi untuk pasokan listrik sebesar 50 MW ke PT Tiran Mineral dengan biaya sambungan sekitar Rp26 miliar.

Untuk sambungan ini PT PLN harus melakukan investasi sebesar Rp798 miliar. Bahkan PT PLN, menurut hitungan Sattar sudah merencanakan dalam RPJUTL untuk melakukan investasi dalam rangka mendukung industri smelter senilai Rp86 triliun.

“Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat nyata dalam rencana investasi ini. Kehadiran Duta Besar Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun, walau secara virtual, adalah bukti nyata dukungan negara,” beber Sattar.

“Duta Besar kita inilah yang berkomunikasi langsung dengan Chairman Tonghua, Dong Hong Wei yang tadi menandatangani kontrak secara virtual dari Tonghua, dan disaksikan oleh Bruce Lan, wakil Tonghua di Makassar,” katanya.

Sejumlah pejabat yang hadir secara virtual dalam acara ini diantaranya Bupati Konawe Utara Ruksamin, IPM. Asean Eng dan anggota Muspida, Executive Vice President PT PLN Persero Yohanes Sukrislismono dan lain-lain.

“Terakhir mitra lokal kami dari Bank Mandiri, BRI dan BNI 46 di Makassar hadir menyaksikan langkah besar perusahaan ini,” jelas Sattar.

Ia menambahkan bahwa konsentrasi Tiran Grup membangun smelter berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam indonesia yang hasilnya akan dinikmati oleh negara. Dengan orientasi ini Tiran Grup diharapkan menjadi contoh pelaku percepatan investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pulau Selayar, Keramahan Penduduknya Tidak Akan Pernah Anda Lupakan

Keindahan pantai Dermaga Barugaia yang dikelola oleh nelayan (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Keindahan pantai Dermaga Barugaia yang dikelola oleh nelayan (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

SULAWESI SELATAN – Pulau Selayar yang berada di ujung selatan Pulau Sulawesi memang sangat eksotis. Keramahan penduduknya pun demikian. Sejauh mata memandang yang terasa hanyalah ketenangan yang dibalut dengan keramahan masyarakat setempat.

Di masa sekarang ini, mencapai Pulau Selayar tidak sulit. Dari Dermaga Pelabuhan Bira yang berada di Bulukumba Anda tinggal menyeberang dengan kapal feri dengan waktu tempuh maksimal dua jam saja. Harga tiketnya juga murah, yakni Rp24.500 per orang.

Saat ini terdapat dua jenis kapal angkut menuju Pulau Selayar bila berangkat dari Pelabuhan Bira. Pertama adalah kapal feri yang dilengkapi dengan AC dan yang kedua adalah kapal dengan non AC.

Harga yang ditawarkan relatif sama namun bila ingin menikmati waktu saat berada di kapal maka The Editor rekomendasikan untuk memilih kapal dengan fasilitas AC agar bisa beristirahat meski sejenak.

Waktu tempuh menuju pulau ini juga disesuaikan dengan kondisi cuaca dan arus laut. Namun, bila Anda ingin tiba di Selayar lebih cepat, maka berangkatlah dengan menaiki pesawat udara. Saat ini Wings Air menyediakan dua kali penerbangan dengan rute Makassar-Selayar setiap hari dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit.

Desa Barugaia yang asri dan bersih (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Jernihnya air laut yang akan mengantarkan Anda dari Pulau Bira sampai ke Selayar memang sangat luar biasa. Anda bisa melihat karang-karang yang menghiasi dermaga Pelabuhan Bira dan dermaga Pelabuhan Pamatata di Selayar.

Saat tiba di Pelabuhan Pamatata suasana panas khas pantai akan menyambut tiap tamu yang turun dari kapal feri. Namun melihat kapal nelayan yang bersandar di pinggir dermaga membuat rasa panas tersebut hilang berganti keceriaan. Apalagi saat menengok karang-karang yang indah di bawah laut.

Perjalanan dari dermaga Pelabuhan Pamatata ke pusat kota Selayar akan memakan waktu sekitar 45-60 menit dengan menggunakan mobil. Bila Anda adalah turis yang senang bepergian dengan moda transportasi umum, maka Damri akan senantiasa menanti di pelabuhan. Pohon kelapa milik petani menyambut ceria para pendatang di Selayar. Barisan demi barisannya terlihat cantik jadi pembatas antara lautan dan daratan.

“Pohon-pohon ini milik petani semua,” ujar Ibu Salmawati, warga yang tinggal di Desa Barugaia, Kecamatan Bonto Manai, Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu.

Keramahan warga pulau ini dapat terlihat di wanita yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini. Di pagi hari Ia membawa kami untuk menikmati segarnya air laut dengan berenang di Dermaga Barugaia bersama anak-anak Pulau Selayar. Sementara di sore hari Ia menyediakan ikan-ikan laut untuk dibakar bersama keluarganya setelah sehari sebelumnya mengajak The Editor menikmati keindahan Pantai Sunari.

Pantai Sunari adalah satu dari sekian kawasan wisata Pulau Selayar yang dikelola oleh investor asal Pulau Dewata, Bali. Dengan menawarkan komplek resort tepi laut dan sarana hiburan cafe dan live music, para pengunjung yang datang ke tempat ini biasanya menikmati waktu di tempat ini untuk menikmati pantai berpasir putih yang bersih.

Perlu diketahui, kondisi pantai di beberapa lokasi di Selayar perlu mendapat penanganan khusus dari pemerintah. Warga yang tak pernah berhenti membersihkan kawasan pantai seolah tak punya pilihan lain saat melihat anak-anak mereka jadi langganan puskesmas karena harus menjalani beberapa jahitan akibat tertusuk kaca.

Para nelayan yang tinggal di Desa Barugaia (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Saat berenang di laut, Ibu Salma mengajak kami untuk membuang sampah tabung televisi yang terdampar di pantai. Lokasi sampah kaca yang tak jauh dari tempat anak-anak berenang memang sangat mengkhawatirkan.

“Kita angkat saja supaya anak-anak tidak kena sampah. Sampah semacam ini memang sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Suasana Dalam Kota Yang Asri

Suasana dalam kota di Pulau Selayar juga sangat asri. Rumah warga yang dominan berbentuk rumah panggung menjadi daya tarik tersendiri saat berada di Selayar. Rumah panggung dari bahan kayu ini merupakan rumah tradisional khas Sulawesi.

Warnanya yang ceria dan beragam seolah mengingatkan para turis untuk bersantai dan menikmati waktu sambil bermain di pantai.

Pulau ini juga memiliki komoditas hortikultura, yakni jeruk. Rasanya yang manis dan asam datang dari kontur tanah dimana jeruk khas pulau ini di tanam, yakni bebatuan. Cocok sekali dinikmati saat cuaca terik.

Penduduk Islam Yang Sayang Pada Anjing

Anak-anak Desa Barugaia (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Mayoritas penduduk Pulau Selayar adalah beragama Islam. Yang unik bagi turis saat berada disini adalah penduduknya memelihara anjing yang dipakai untuk menjaga ladang tanam mereka dari serangan tupai dan hewan lainnya.

Saat ditanya tentang keunikan ini, Salma mengatakan bahwa penduduk Pulau Selayar adalah penyayang binatang. Jadi menjadikan anjing sebagai hewan peliharaan bukan hal yang pantang atau najis sebagaimana biasanya dilakukan oleh banyak masyarakat muslim lain.

“Disini orang jadikan anjing untuk menjaga ladang mereka dari serangan hewan seperti tupai. Kami pelihara anjing karena hewan ini sangat berguna. Tidak ada larangan memelihara anjing disini,” tutup Salma.

KITRA Sektor Alauddin Ikut Desak Gaji TNI POLRI Naik Hingga 50 Juta

Aksi KITRA di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat, 2 Juli 2021 (Foto: Haqi/ THE EDITOR)
Aksi KITRA di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat, 2 Juli 2021 (Foto: Haqi/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Gelombang aksi keprihatinan atas kemiskinan TNI POLRI digelar puluhan aktivis mahasiswa Makassar yang tergabung dalam KITRA (Koalisi Untuk Kesejahteraan TNI POLRI) Sektor Alauddin di pertigaan jalan Alauddin Makassar pada Jumat (2/7).

Koordinator KITRA Sektor Alauddin Makassar Rahman Batara mengatakan bahwa pemerintah seharusnya mendukung pemenuhan gaji TNI POLRI hingga Rp 50 juta per bulan.

“Kita optimis bila TNI POLRI sejahtera maka akan berdampak sistemik dimana seluruh waktu, energi dan keterampilan mereka tidak perlu terbagi atau terbelah demi mencari uang tambahan bagi keluarganya, 24 jam ini digunakan total buat negara dan rakyat sebab kebutuhan keluarga dan masa depannya dijamin oleh negara,” ungkap Rahman.

Oleh karena itu, lanjutnya, kami meminta Presiden Jokowi mewujudkan kesejahteraan TNI POLRI sesuai janji Nawacita, DPR RI, dan BAPPENAS agar segera merealisasikan tuntutan KITRA demi kejayaan Negara Republik Indonesia.

Menutup kegiatan aksi, Rahman mengucapkan Dirgahayu POLRI ke 75 dan berharap pengabdian para aparatur hukum negara dihargai oleh negara. Untuk diketahui, aksi  ini digelar bertepatan dengan Hari Bayangkara 1 Juli 2021 di sejumlah kota besar lainnya, seperti Garut dan Minahasa.

Inilah Patuxai, Pintu Gerbang Kota Vientiane Ibukota Laos

Pintu gerbang Kota Vientiane, Ibukota Laos (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Pintu gerbang Kota Vientiane, Ibukota Laos (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

LAOS – Gerbang kemenangan Laos atau kerap disebut Patuxai. Berada di Laos sangat sayang bila anda tidak menyempatkan waktu untuk beristirahat di taman kota yang berada di Vientiane. Saat tiba disini air mancur yang berada tepat di depan gerbang ini belum dinyalakan, jadilah saya hanya duduk sambil menikmati suasana taman yang dijadikan masyarakat setempat sebagai tempat untuk bermain.

Gerbang Patuxai ini merupakan sebuah monumen sejarah perang di pusat kota Vientiane, Ibukota Laos. Untuk menemukannya tinggal jalan kaki menuju ke Lane Xang Avenue yang tak jauh jaraknya dari pusat kota Vientiane.

Pengunjung juga bisa menaiki gerbang ini lewat tangga yang berada dekat dengan toko souvenir. Meski terlihat kecil tapi pemerintah Laos menyediakan museum kecil di monumen ini. Untuk berkunjung bisa dari pukul 08.00 pagi hingga 5 sore dengan tiket masuk seharga 0,35 dolar atau 3.000 kips (mata uang Laos).

Sekilas memang desain puncak gerbang ini mirip dengan Bali. Meski demikian keduanya tidak berkaitan sama sekali. Saya coba cari tahu lewat selebaran yang banyak ditemukan di toko cenderamata. Dari sana saya tahu bahwa monumen ini tidak sebatas menandai peperangan yang pernah terjadi di Laos.

Monumen ini juga disebut sebagai gerbang kemenangan meski dibangun saat Laos masih dalam era kepemimpinan model Monarki Konstitusional. Desainnya dibuat oleh seorang tentara Laos yang juga berprofesi sebagai jurnalis bernama Tham Sayasthsena.

Monumen ini dibangun dengan gaya tradisional Laos dimana arti dari tiap desain dalam bangunan selalu mewakili lima prinsip seorang Buddhis, yakni keramahtamahan, fleksibilitas, kejujuran, kehormatan dan kemakmuran. Gapura ini memiliki gerbang di empat sisi yang mengarah ke empat penjuru mata angin.

Di depan setiap gerbang terdapat kolam yang memiliki lambang arti penghormatan masyarakat Laos kepada para pejuang yang telah gugur di medan perang.

Selama berada di Laos banyak pengalaman menarik yang saya pelajari dan tentunya perlu diikuti oleh turis yang datang kesana, yaitu Kurangi membahas tentang politik saat bicara dengan masyarakat Laos. Mereka sangat menghormati sistem pemerintahan yang sedang berjalan dan jarang membahas tentang hal yang sifatnya menjelek-jelekkan pemerintah.

Saya coba beberapa kali membahas tentang sistem pemerintahan yang sedang berjalan dengan beberapa warga namun hasilnya nihil karena gurat wajah mereka langsung menunjukkan tanda kurang tertarik membahas tentang topik tersebut. Saya pun sadar diri dan tersenyum kecut sembari mengalihkan pembicaraan tentang pariwisata. Lebih aman.

Menempuh Pendidikan Di Kota Tomsk, Pusat Pendidikan Dan Penelitian Sejak Jaman Perang Soviet Di Rusia

Salah satu sudut kota Tomsk, Rusia (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)

RUSIA – Di musim semi kemarin, Tomsk berusia 416 tahun. Selama itu pula, berbagai kenangan sejarah telah terjadi di kota ini. Tomsk berdiri di tahun 1604, jauh sebelum Perang Dunia II di mulai. Mengapa disebut sebagai tempat paling baik untuk melanjutkan pendidikan?

Pertama adalah Tomsk adalah kota yang dijadikan sebagai pusat penelitian di Siberia selama perang berlangsung. Kota ini menghasilkan segudang ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk para pemenang Hadiah Nobel, seperti Vincent Callaghan yang menerima Hadiah Nobel untuk studi perubahan iklim di tahun 2007 dan Harald zur Hausen yang menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran di tahun 2008.

Tomsk juga memiliki universitas yang khusus untuk mempelajari bahasa. Mereka menyediakan kursus bahasa di berbagai tingkat. Pusat pendidikan atau universitas disini juga terlibat dalam bidang bilingualisme sastra.

Sejak Perang Patriotik Raya dikumandangkan di Rusia, Kota Tomsk beralih fungsi menjadi kota industri. Sejarah mencatat bahwa 32 industri besar dipindahkan ke Tomks di tahun 1941-1943. Di tahun yang sama, 9 unit industri pertahanan Rusia juga dipindahkan ke kota ini. Jadi, belajar di kota ini akan membuat anda paham tentang cara membangun sebuah negara lewat jenjang pendidikan di universitas.

Ingin belajar strategi perang? kota ini juga tempatnya. Para ahli yang mengajar di kota ini memang sangat ahli di bidangnya. Karena dukungan pemerintah saat perang memang sangat kuat terhadap kota ini. Dari kota ini pemerintah Rusia membiayai peperangan yang terjadi di beberapa tempat di wilayahnya sendiri maupun di negara lain. Kota ini benar-benar dibangun sebagai mesin pencetak uang dan administrasi oleh Rusia kala itu.

Sebagai bukti, selama era perang berlangsung Kota Tomsk ternyata muncul sebagai salah satu kota paling sukses di dunia. Jumlah negara yang berada di bawah Serikat Republik di Tomsk juga tumbuh 6 kali lipat.

Banyak perusahaan yang jadikan Tomks sebagai basis usaha. Pengusaha ramai-ramai memindahkan usahanya ke kota ini karena perkembangannya memang sangat pesat.

Sehingga selama perang berlangsung pertumbuhan penduduk bertambah dari yang awalnya hanya 114.000 orang menjadi 177.000 orang dalam periode waktu 1940-1944.

Berbagai laboratorium dari Perang Soviet serta praktek perbudakan di pindahkan ke Kota Tomsk. Mereka yang sangat tertarik pada sejarah perang dan ingin studi di bidang kebudayaan akan sangat senang saat mempelajari kekayaan ilmu pengetahuan yang ini di kota ini. Pemerintah Rusia benar-benar berhasil menjadikan Tomsk sebagai kota industri dan kota pendidikan di waktu yang sama.

Laboratorium yang dulunya dijadikan sebagai pusat penelitian untuk Lembaga Pertahanan Soviet akhirnya dijadikan sebagai pusat pendidikan bagi mahasiawa. Tomks tak pernah tidur sejak pertama kali dijadikan sebagai basis pertahanan ekonomi oleh Soviet.

Tomsk adalah pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi besar di Siberia, rumah bagi 8 universitas, 11 lembaga penelitian, 5 inkubator bisnis, Zona Ekonomi Khusus Inovasi Teknis, serta lebih dari 25.000 organisasi dan perusahaan, 11.700 bisnis kecil, lebih dari 3.000 pusat perbelanjaan dan toko, lebih dari 80 sekolah dan sekolah tata bahasa, dan 60 organisasi budaya dan hiburan.

Sekarang Tomsk masih menjadi kota bagi pelajar dan ilmuwan, terdapat 9 lembaga pendidikan tinggi, 15 lembaga penelitian ilmiah, zona ekonomi khusus pengembangan teknologi, dan 6 inkubator bisnis.

Saat ini Tomsk menduduki peringkat keempat di Rusia dengan jumlah profesor bergelar doktor, peringkat ketiga (setelah Moskow dan St. Peterburg) dengan jumlah siswa per 10.000 penduduk, dan peringkat ketiga di dunia yang sangat tertari untuk mendaftar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.