JAKARTA – Untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian pelaku industri industri pariwisata khususnya para pemandu wisata di seluruh Indonesia, PT Tourindo Guide Indonesia TBK (Pigijo) adakan seminar bertopik Jurus Tangkal Covid-19 ala Pigijo beberapa waktu lalu.
Pementasan Tari Kecak di Uluwatu, Bali (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)
Lewat seminar yang diadakan secara virtual tersebut Direktur Utama Pigijo Adi Putra Widjaja mengatakan para pemandu wisata di Indonesia harus memiliki keterampilan baru agar mampu bertahan di era seperti sekarang ini.
“Keterampilan baru seperti Personal Branding Online, Story Development, Handy Content Creatio, Financial Literacy yang nantinya menjadi seorang Digital Travelpreneur,” ujarnya dalam keterangan yang diterima The Editor, Selasa (9/6).
Seminar tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai asosiasi, komunitas dan perhimpunan seperti: Asosiasi Pemandu Wisata Gunung Indonesia (APGI), Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Komunitas Belajar Fotografi (JARI), Persatuan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan lembaga-lembaga pendidikan terkemuka.
Adi juga berharap agar jaringan masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri mendukungan dengan melakukan pembelian paket virtual tour dan produk khas daerah yang telah melewati kurasi team Pigijo yang ditayangkan di situs resmi www.pigijo.com. Sebagai langkah awal tur virtual yang akan ditayangkan adalah Pigijo Signature Tour Cerita Relief Borobudur langsung dari lokasi candi pada tanggal 16 Juni 2020. Acara ini akan dibawakan oleh Romo Bambang Eka dan didampingi oleh Handaka Vijjananda, penulis buku Borobudur.
Adi kembali mengingatkan bahwa acara virtual yang diadakan oleh Pigijo dirancang untuk membantu mempromosikan potensi wisata daerah di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan nota kesepahaman Pigijo dengan pihak-pihak yang mewakili seluruh jenjang pendidikan seperti: Satu Guru Satu Video dari Ikatan Guru Indonesia, Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Sekolah Tinggi Agama Budha Bodhi Dharma dan Universitas Buddhi Darma. Seluruh siswa dari lembaga ini akan dilatih membuat konten digital pariwisata Indonesia.
Pemandangan Sungai Vltava dengan latar belakang kota tua Praha, Republik Ceko (Fotog: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Pemandangan kota Praha dari kejauhan (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
PRAHA – Kota peri, demikian sebutan masyarakat untuk kota Praha yang cantik. Selain merupakan Ibukota negara Republik Ceko, Praha merupakan kota terluas di Eropa Tengah.
Saya menyusuri setiap sudut gang kota tua sambil mencari souvenir dan setiap saat juga saya merasa tengah kembali ke masa kecil seperti seolah tinggal di kota ini. Anak kecil berlarian di gang kecil yang bersih dan dipenuhi lampu warna warni. Selama berada di kota ini saya tidak diizinkan menjadi wanita dewasa karena setiap sudutnya menawarkan hiburan yang dibawa dari dunia mimpi. Pengrajin kota ini menghasilkan kerajinan tangan yang sulit ditemukan dimanapun seluruh dunia. Setiap detail benda seni yang dihasilkan dihargai cukup mahal karena memang sangat original dan unik.
Yang harus dan tidak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Praha adalah Sungai Vltava. Sungai Vltava merupakan sungai terpanjang di Republik Ceko dan menjadi pembatas antara ibukota dengan kota tua. Wisawatan dapat menikmati pemandangan sambil bersantai diatas kapal pesiar di Sungai Vltava. Namun anda juga bisa menikmati waktu sambil memberi makan angsa liar dan burung camar yang berkeliaran di sepanjang pinggiran sungai. Pemandangan yang ditawarkan juga tak kalah cantik karena dari kejauhan anda bisa melihat gereja berumur ratusan tahun dan gedung-gedung bersejarah yang dicat berwarna orange tua.
Salah satu lokasi paling strategis untuk menikmati liburan di Praha adalah Jembatan Charles. Jembatan yang sangat terkenal ini merupakan salah satu ikon kota Praha. Setiap hari jembatan ini diramaikan oleh musisi jalanan, seniman hingga pengemis. Hindari berkunjung saat libur nasional karena tempat ini dipastikan sangat penuh.
Selain itu, Praha juga dikenal dengan kota seni pertunjukan dan kota paling romantis di dunia. Sudah siap berlibur ke Praha?
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperpanjang operasi Kereta Api Luar Biasa (KLB) hingga 11 Juni 2020, dimana mulai 8 Juni 2020 masyarakat umum sudah diperbolehkan menggunakan KLB tersebut.
Perpanjangan KLB ini juga menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub No KA.202/B-291/DJKA/20 tanggal 5 Juni 2020 tentang Rekomendasi untuk Perpanjangan Masa Pengoperasian KLB serta habisnya masa berlaku Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020 pada 7 Juni 2020.
“Mulai 8 hingga 11 Juni, layanan KLB dapat digunakan seluruh masyarakat dengan melengkapi syarat-syarat tertentu,” ungkap VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6).
Untuk membeli tiket KLB, calon penumpang tetap diharuskan bebas dari virus COVID-19 dengan menunjukkan hasil PCR Test atau Rapid Test yang negatif dan masih berlaku. Petugas di stasiun akan memeriksa seluruh kelengkapan dokumen calon penumpang sebelum diizinkan membeli tiket. Tujuannya untuk mencegah penyebaran COVID-19 melalui pengoperasian KLB.
Khusus bagi calon penumpang yang akan menggunakan KLB dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. Penjualan tiket hanya dilakukan di stasiun keberangkatan mulai h-2 keberangkatan dan tidak dapat diwakilkan. Pada saat keberangkatan, penumpang tetap harus bermasker, dalam kondisi sehat (tidak flu, tidak demam, tidak batuk) dan suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius.
“Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, penumpang dilarang menggunakan KLB,” tegasnya.
Perpanjangan operasi KLB ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk tetap melayani mobilitas masyarakat ditengah pandemi COVID-19. Merka berharap masyarakat dapat terbantu dengan adanya perjalanan KLB. Layanan KLB ini juga terus dievaluasi dalam pengoperasiannya.
Dalam hal operasional KLB, KAI masih tetap mengoperasikan 6 perjalanan KLB yang melayani 3 rute yaitu Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Selatan pp, Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Utara pp, dan Bandung – Surabaya Pasar Turi pp. Perjalanan KLB dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal ganjil, dan KLB dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi setiap tanggal genap.
Sementara itu, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19, KAI membatasi kapasitas angkut dengan menjual hanya 50 persen tempat duduk dari kapasitas kereta, membuat tanda batas antre dan marka pada tempat duduk di stasiun dan kereta untuk menerapkan physical distancing, menyediakan alat pengukur suhu badan, ruang isolasi, pos kesehatan, hand sanitizer, wastafel portable di stasiun, rutin membersihkan fasilitas penumpang dengan disinfektan, dan berbagai langkah pencegahan lainnya.
Sejak dioperasikan pada 12 Mei 2020 hingga 7 Juni 2020, KAI telah melayani 3.835 penumpang. Rute yang paling diminati adalah Surabaya Pasarturi – Gambir dengan 500 penumpang dan Gambir – Surabaya Pasarturi dengan 419 penumpang. Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan KLB, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121
JAKARTA – Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) harus bisa mendorong rakyat agar mampu memiliki rumah sendiri. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan program Tapera harus diarahkan agar buruh benar-benar bisa memiliki rumah. Dalam pandangan dia, rumah yang masuk dalam program ini semestinya disiapkan oleh pemerintah sehingga bisa lebih murah dengan DP 0 rupiah. Selain itu bunga angsuran juga harus disubsidi oleh negara sehingga menjadi 0 {449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} dengan tenor minimal 30 tahun agar cicilan lebih rendah dan apabila tidak mampu membayar bisa dilakukan over kredit.
“Jadi program ini tidak akan memberatkan. Dengan harga rumah yang sudah naik, pasti buruh akan mendapatkan keuntungan,” jelas Said Iqbal, Minggu (7/6).
Said Iqbal juga meminta agar pemerintah merevisi beberapa aturan yang ada di dalam PP Nomor 25 Tahun 2020. Pemerintah menunjuk BUMN sebagai lembaga yang menjalankan program Tapera ini agar bisa menetapkan harga rumah yang murah. Dengan demikian, program ini adalah berbentuk rumah, bukan buruh menabung kemudian disuruh membeli rumah sendiri. Dengan rumah yang dibangun oleh pemerintah maka bisa ditetapkan DP 0 rupiah. Selanjutnya jika buruh tidak bisa lagi membayar maka rumah itu bisa di over
kredit.
Catatan selanjutnya yang diberikan Said Iqbal adalah iuran Tapera jangan memberatkan buruh. Jika di dalam PP No 25 Tahun 2020 besarnya simpanan yang ditanggung buruh adalah 2,5 persen dan pengusaha 0,5 persen, maka Ia meminta agar direvisi. Sehingga buruh cukup membayar 0,5 persen dan pengusaha membayar 2,5 persen. Dan Ia sangat sangat berharap agar peserta Tapera adalah buruh dari berbagai macam jumlah pendapatan. Artinya buruh yang menerima upah minimum sekali pun berhak ikut dalam program ini.
Sementara itu, peserta Tapera adalah buruh yang tidak memiliki rumah atau yang baru pertama kali mengikuti rumah. Sedangkan untuk renovasi rumah bisa menggunakan program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Mengingat dana dari buruh dan pengusaha yang ikut dalam program Tapera ini jumlahnya tidak sedikit maka Ia berharap agar program ini harus diawasi oleh Badan Pengawas yang terdiri dari buruh, pengusaha dan pemerintah.
“Tapera adalah solusi agar buruh bisa memiliki rumah. Namun demikian, agar rumah untuk buruh bisa diwujudkan, harus diimbangi peraturan yang jelas,” tutupnya.
Pengusaha Ingin Dana Tapera Tidak Dibebankan Kepada Mereka
Sekedar informasi, Presiden Joko Widodo telah menandatangani aturan tentang Peraturan Pemerintah Tabungan Perumahan Rakyat atau PP Tapera pada tanggal 20 Mei 2020 lalu. Tapera ini adalah iuran yang dipotong dari gaji karyawan setiap bulannya atau sama seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.
Disisi lain, kebijakan ini ternyata dikeluhkan para pelaku usaha. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengungkapkan PP Tapera yang diterbitkan Jokowi sangat membebani pengusaha. Hal ini karena dalam PP itu disebutkan besaran iuran Tapera adalah
sebesar 3 persen dengan komposisi 2,5 persen dipotong dari gaji pekerja dan 0,5 persen ditanggung pengusaha.
“Pengusaha saat ini sedang meradang, cash flow-nya sudah sangat berat akibat berhentinya berbagai aktivitas usaha yang sudah hampir 3 bulan tidak beroperasi, sudah banyak pekerja terkena PHK dan dirumahkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima The Editor, Minggu (7/6).
Katanya saat ini perusahaan hanya bisa memberikan gaji pokok tanpa ada tunjangan-tunjangan lain kepada pekerja. Ini akibat ketidakmampuan mereka akibat dampak Virus Corona atau COVID-19 yang menutup hampir mayoritas kegiatan bisnis. Permintaan Presiden Joko Widodo agar program Tapera jadi salah satu yang diutamakan menurutnya menjadi beban.
“Jangankan memikirkan iuran Tapera, iuran yang selama ini sudah menjadi kewajiban pengusaha seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kita minta untuk ditunda pembayarannya karena ketidak mampuan pengusaha,” katanya.
Untuk itu, dia berharap agar pemerintah dapat mengevaluasi pemberlakuan dari PP Tapera tersebut sampai dengan kondisi ekonomi membaik. Sehingga jika nantinya PP ini diberlakukan dapat dirasakan efektivitasnya dalam membantu pekerja memiliki rumah, dari pada dipaksakan hasilnya tidak maksimal. Bila perlu PP tersebut sementara dicabut dan diterbitkan kembali pada waktu yang tepat.
Sebagaimana diketahui, program Tapera telah dimuat di dalam Undang Undang Nomor 4 Tahun 2016. Menurut Pasal 1 Ayat 1 UU tersebut Tapera adalah penyimpanan atau sebuah tabungan yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Tapera hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan atau dikembalikan beserta hasil penyimpanannya setelah masa kepesertaan berakhir. Dana Tabungan Perumahan Rakyat adalah dana amanat yang dimiliki oleh seluruh peserta yang merupakan himpunan simpanan beserta hasil penyimpanannya. Peserta Tapera adalah setiap warga negara Indonesia dan negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia paling singkat 6 bulan dan telah membayar simpanan.
Konsep pembayaran Tapera sebagaimana tercantum dalam PP Nomor 25 Tahun 2020 adalah besaran simpanan atau biaya yang akan dipotong dari gaji baik karyawan maupun pekerja mandiri adalah sebesar 3 persen. Pembagiannya adalah penanggungan bersama. Sebesar 0,5 persen akan dibebankan kepada pemberi kerja dan 2,5 persen kepada pekerja atau karyawan. Sementara itu, pekerja mandiri menanggung secara penuh.
Sesuai dengan PP Nomor 25 Tahun 2020 konsep pembayaran Tapera adalah besaran simpanan atau biaya yang akan dipotong dari gaji baik karyawan maupun pekerja mandiri adalah sebesar 3 persen. Pembagiannya adalah penanggungan bersama. Sebesar 0,5 persen akan dibebankan kepada pemberi kerja dan 2,5 persen kepada pekerja atau karyawan. Sementara itu, pekerja mandiri menanggung secara penuh. Sementara itu, ketentuan dana Tapera ini akan dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan bagi peserta, hal ini terkecuali untuk peserta yang berkewarganegaraan asing. Dana Tapera dimanfaatkan untuk beberapa hal lainnya, yaitu pemilikan rumah, pembangunan rumah dan perbaikan rumah.
Beberapa pemanfaatan tersebut dapat diperoleh peserta dengan ketentuan sebagai berikut: merupakan rumah pertama, hanya diberikan 1 kali dan mempunyai nilai besaran tertentu untuk tiap pembiayaan perumahan. Untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan atau ketentuan yang sesuai dengan Pasal 27 Bagian Ke 4 UU Nomor 4 Tahun 2016, yaitu mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 (dua belas) bulan, termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah, belum memiliki rumah dan atau menggunakannya untuk pembiayaan kepemilikan rumah, pembangunan rumah atau perbaikan rumah pertama. Jenis rumah yang dimaksud dan dapat diperoleh oleh peserta dengan memanfaatkan dana Tapera adalah rumah tunggal, rumah deret, rumah susun atau penyebutan lain yang setara. Pembiayaan kepemilikan rumah yang tertera di dalam kategori dapat dilakukan dengan mekanisme sewa beli.
Telekonference bersama Menteri Pertanian era Joko Widodo - Jusuf Kalla, Andi Amran Sulaiman
JAKARTA – Menciptakan konglomerat muda dari desa merupakan langkah awal membangun Indonesia yang lebih baik. Salah satu caranya dengan mendorong pertanian modern berbasis digital.
Telekonference bersama Menteri Pertanian era Joko Widodo – Jusuf Kalla, Andi Amran Sulaiman
“Salah satu caranya adalah dengan mempercepat pemandatan digitalisasi pertanian dari hulu ke hilir,” ujar Andi Amran Sulaiaman lewat acara halal bihalal virtual Gempita Sabtu (6/6).
Gempita (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) menurut Menteri Pertanian RI era Joko Widodo – Jusuf Kalla ini, organisasi pertanian tersebut harus menjadi lokomotif inovasi dan kemajuan pertanian. Selain itu, Amran berharap anak muda yang bergabung dengan Gempita berperan serta membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.
Dalam orasinya selama 1,5 jam, Amran berharap agar Gempita juga membina kaum muda di pedesaan dengan berbagai edukasi berbasis ekonomi pertanian.
Dalam sesi tanya jawab, Koordinator Nasional Gempita Razikin Juraid meminta dukungan pemerintah terkait keberlanjutan program regenerasi petani. Ia juga mengatakan pelatihan dan pembinaan keterampilan berbasis ekonomi pertanian sangat penting.
Meski demikian, Ia tak menampik bahwa saat ini petani sulit megakses pinjaman dalm bentuk Kredit auasaha Rakyat (KUR) terutama di Nusa Tenggara Timur.
“Saat ini akses untuk mendapatkan KUR sangat sulit terutama di NTT,” pungkasnya.
JAKARTA – Dampak kenaikan tarif cukai di Indonesia mengundang banyak tanya dari berbagai pihak. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat kebijakan ini menurut mereka adalah menurunnya pendapatan petani tembakau terutama saat musim panen.
“Seperti saat kenaikan tarif cukai di awal tahun 2020, industri langsung menghentikan pembelian tembakau di sentra-sentra pertembakauan karena berupaya untuk mengurangi bahan baku,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji dalam keterangan resmi yang diterima The Editor Minggu (7/6).
Akibat kebijakan itu, lanjutnya, jumlah industri tembakau di Indonesia terus tergerus yang dapat terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Data Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat pada tahun 2017, jumlah pabrik rokok di Indonesia hanya tersisa 487 pabrikan dari 1.000 pabrik rokok yang eksis pada tahun 2012. Pabrikan tersebut termasuk penghasil tiga jenis produksi hasil tembakau yang dilegalkan dalam Undang-Undang, yaitu Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Putih Mesin (SPM), dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Tren penyusutan jumlah pabrikan rokok di Indonesia merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang cenderung tidak mendukung keberlangsungan industri ini.
Perubahan kebijakan dari tahun ke tahun juga merupakan hal lain yang menyebabkan pelaku industri tembakau sulit melakukan proyeksi masa depan bisnisnya. Contoh lainnya terkait kebijakan simplifikasi tarif cukai dan penggabungan tarif cukai SPM dan SKM yang terus mendapatkan
pertentangan oleh para pelaku industri. Jika diterapkan, kebijakan tersebut diyakini akan mematikan industri golongan kecil dan menengah. Padahal, para pabrikan rokok kecil dan menengah tersebut turut andil dalam menghidupkan perekonomian masyarakat serta pertanian tembakau di berbagai daerah di Indonesia.
Kategori kecil, menengah, dan besar pada pabrikan rokok di Indonesia tidak semata-mata menggambarkan kapasitas produksi yang dimiliki, namun juga menggambarkan jenis dan kualitas tembakau yang digunakan. Tembakau grade 1 yang disebut sebagai kualitas terbaik biasanya digunakan oleh perusahaan besar, sedangkan tembakau grade 2 dan lainnya biasanya digunakan oleh pabrikan yang lebih kecil. Masing-masing jenis dan kualitas tembakau ini biasanya juga ditanam di wilayah berbeda. Karena itu, adanya keragaman kategori industri menopang kelangsungan pertanian tembakau Indonesia berikut dengan kehidupan para petaninya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan. Secara pribadi Ia menyoroti dampak kenaikan tarif cukai yang terus-menerus tersebut kian menghimpit para pelaku industri tembakau. Salah satunya adalah menurunnya penjualan rokok tahun 2020 ini diprediksi akan mencapai angka 15{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} sampai 20{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}.
“Ditambah lagi, industri tembakau juga ikut terhantam oleh keberadaan pandemi COVID-19 karena berdampak pada penjualan rokok yang diprediksi semakin menurun hingga sekitar 30{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc} sampai 40{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc},” ungkapnya.
Henry mengingatkan bahwa tembakau merupakan sumber penghasilan bagi sekitar tiga juta petani di seluruh Indonesia. Selain bergantung pada kondisi cuaca untuk menghasilkan panen tembakau yang berkualitas, keberlangsungan hidup para petani tembakau juga sangat
bergantung pada eksistensi beragam industri tembakau sebagai penyerap hasil panen tembakau yang berbeda-beda kualitasnya. Namun, eksistensi seluruh industri tembakau juga sangat bergantung pada otoritas pemerintah, yang menetapkan peraturan atas keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) di Indonesia.
Melihat ketergantungan yang cukup tinggi dengan ekonomi masyarakat akar rumput, pemerintah perlu menghasilkan kebijakan terkait IHT yang stabil agar dapat menjaga eksistensi tidak hanya industri rokok, melainkan juga seluruh entitas yang dinaunginya. Sebagai contoh kebijakan terkait tarif cukai. Sejak tahun 2015, tarif cukai rokok terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Berturut-turut, tarif cukai rokok mengalami kenaikan sebesar 8,72 persen pada tahun 2015, 11,19 persen pada tahun 2016, 10,54 persen pada tahun 2017, 10,04 persen pada tahun 2018, 10,04 persen pada tahun 2019, dan terakhir 23 persen pada awal tahun 2020. 1 Kenaikan tarif cukai rokok yang cukup besar pada awal tahun ini juga dibarengi oleh kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok sekitar 35 persen dan cukai hasil tembakau (CHT) sekitar 21,55 persen.
Pelaku Industri Apresiasi Kebijakan Kementerian Keuangan Atas Relaksasi Penundaan Pembayaran Pita Bea Cukai
Kondisi pandemi yang tengah terjadi juga memberi tantangan lebih kepada IHT dan seluruh mata rantai di dalamnya. Karenanya, Henry turut mengapresiasi kebijakan dari Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang telah memberikan relaksasi penundaan pembayaran pita cukai dari 60 hari menjadi 90 hari selama pandemi COVID-19 ini yang sangat membantu para industri rokok dalam mengatur cash flow. Henry juga mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang telah memberikan bimbingan dan panduan sehingga para industri rokok tetap dapat berproduksi dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Untuk ke depannya, Henry merekomendasikan bahwa pemerintah tidak perlu mengubah kebijakan IHT yang sudah ada saat ini untuk melindungi beragam industri tembakau yang sudah terancam gulung tikar karena masing-masing kategori tersebut sudah memiliki pasarnya tersendiri. Selain itu, kondisi yang kian menghimpit pelaku usaha menyebabkan pabrikan rokok tidak dapat menunjang penghidupan masyarakat sekitarnya yang selama ini dilakukan berdasarkan asas gotong royong. Hal ini juga patut dipikirkan bersama. Wacana-wacana perubahan kebijakan seperti peningkatan tarif cukai rokok yang terus menerus ataupun juga penyederhanaan struktur tarif cukai dan penggabungan volume SKM dan SPM diminta agar tidak dilanjutkan.
“Kami berharap bahwa struktur tarif cukai yang mencakup 10 layer seperti saat ini tetap dipertahankan, serta tarif cukai untuk tahun 2021 tetap pada status quo dengan menggunakan aturan yang ada saat ini dan mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19 serta tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun ini,” tuturnya.
Sependapat dengan itu, Agus juga berharap bahwa pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang tepat dan stabil, khususnya setelah pandemi COVID-19 ini yang dampaknya juga turut dirasakan oleh industri hasil tembakau. Diharapkan, pemerintah dapat mengakomodir seluruh pelaku industri dan juga melindungi pihak-pihak lain yang terkena dampaknya, termasuk petani tembakau. Ia menyampaikan bahwa petani tembakau merupakan pihak yang paling sengsara jika industri tembakau terus dihantam. Dengan demikian, pemerintah perlu lebih melindungi para petani tembakau dengan memperhatikan kemakmuran para petani tembakau, memastikan penggunaan tembakau hasil panen para petani lokal secara efektif, serta tidak melanjutkan agenda-agenda yang terus menekan para pelaku IHT.
Harapan pihak-pihak yang terlibat dalam IHT tersebut diharapkan bisa diakomodasi oleh pemerintah agar sedikit meringankan tekanan ke tembakau tanah air. Sebagian besar industri kecil dan menengah akan terus tergerus dan terpaksa menutup sumber pemasukan bagi berbagai entitas yang terlibat di dalam mata rantai proses produksi rokok. Oleh karenanya, pemerintah diharapkan dapat menerapkan kebijakan IHT yang stabil dan kondusif dengan menjaga aturan yang sudah ada saat ini.
AFGHANISTAN – Sebuah bom kembali meledak dan menewaskan beberapa orang di Kabul, Afghanistan. Diketahui bahwa satu unit kendaraan yang membawa staf dari Jaringan Televisi Khurshid terkena hantaman bom pada Sabtu 30 Mei 2019 lalu.
Mobil van yang ditumpangi oleh awak jaringan televisi Khursid (Fotografer : Mansoor Faizy untuk The Editor)
Penyerangan kepada jaringan televisi Khursid terjadi untuk kedua kalinya di Kabul, Afghanistan. Sebelumnya di tahun 2019 lalu hal serupa juga pernah menimpa mereka.
Kepada The Editor, pemimpin Redaksi Aghanistan Times, Mansoor Faizy mengatakan bahwa kejadian ini sangat melukai hati seluruh awak media di Afghanistan. Padahal baru beberapa waktu lalu seluruh petugas yang menjadi korban bom tersebut baru saja merayakan ulang tahun ke-8 jaringan televisi tersebut.
“Jurnalisme bukanlah sebuah kejahatan,” jelasnya, Jumat (6/6).
Dari data yang diperoleh, jurnalis jaringan televisi Khurshid yang terluka bernama Zamir Amiri. Pemimpin Redaksi Jaringan Televisi Khurshid, Rafi Sediqi mengatakan bahwa dalam serangan tersebut dua staf termasuk satu orang wartawan dan teknisi terbunuh dalam insiden tersebut. Sementara itu 6 lainnya terluka parah selama kejadian berlaangsung. Semuanya langsung dibawa ke rumah sakit.
“Akhir-akhir ini tidak pernah ada kelompok atau individu yang berani mengancam dan menyerang jaringan televisi. Tapi setelah kejadian kemarin sepertinya target mereka berubah,” jelasnya.
Oleh Pastor Martin Selitubun, Pr dari Keuskupan Agats Papua untuk The Editor
Pada hari Minggu pertama setelah Pentakosta Gereja merayakan Hari Raya Trinitas atau Tritunggal Mahakudus. Ini adalah wahyu besar dari Tuhan bagi manusia yang ditawarkan kepada kita melalui Yesus Kristus seperti tertulis dalam Injil Yohanes:
“begitu besar cinta Tuhan bagi manusia, sehingga Ia mengutus Putra-Nya yang tunggal,”.
Cahaya Paskah dan Pentakosta telah memperbaharui diri kita dan akhirnya kita memperoleh kegembiraan dan keajaiban iman, bahwa, “Tuhan itu Cinta”. Ini bukanlah cinta yang sentimental atau emosional tetapi cinta Bapa yang merupakan asal usul semua kehidupan, cinta Anak yang mati di kayu salib dan bangkit, cinta Roh yang memperbarui manusia dan dunia. Pada akhirnya Tuhan mengajarkan kita untuk mencintai agar kita memberi diri kita kepada orang lain seperti yang Yesus berikan kepada kita dan untuk berjalan bersama dengan kita di jalan kehidupan.
Tritunggal Mahakudus adalah wajah Tuhan sendiri yang berjalan bersama dengan manusia. Pada hari ini kita memuji Tuhan untuk kemuliaan-Nya yang luar biasa. Kita memuji dan berterima kasih pada-Nya karena Dia adalah Cinta, dan karena Dia memanggil kita untuk masuk ke dalam pelukan persekutuan-Nya. Dari cinta sejati-Nya inilah muncul misteri terbesar Allah yang menerangi kehidupan manusia.
Dalam terang Tritunggal semakin banyak terjadi persekutuan dengan orang lain. Tritunggal adalah kebenaran, ideal, juga model bagi kehidupan umat manusia yang membantu mengatasi setiap dosa dan egoisme. Kita ditantang untuk berani keluar dari zona nyaman kesendirian kita, dan bersiap mengatasi setiap ketakutan untuk bersaudara dengan orang lain. Omong kosong jika kita memuji Allah saat mata terpejam dan mulut penuh dengan busa, sementara di kehidupan nyata kita hanya mencintai orang se-suku, se-agama, atau se-ras.
Pesta Tritunggal Mahakudus adalah undangan bagi kita untuk masuk ke dalam dinamisme Tuhan dan hidup secara baru bersama orang lain karena kita ada satu keluarga di dalam Allah. Keselamatan terjadi bukan saja karena persekutuan dengan Allah, tetapi juga sikap terbuka untuk bersaudara dengan sesama bahkan dengan mereka yang menurut kita paling hina di dunia sekalipun. Amin.
JAKARTA – Mengatasi tingginya harga bawang merah yang menembus angka Rp50.000 per kilogram, pemerintah segera gelontorkan 20 ton komoditi dapur tersebut ke pasar tradisional di seluruh Tanah Air. Kepala Distribusi Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi mengatakan tengah berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya agar distribusi berjalan dengan lancar cepat.
“Kami imbau agar provinsi lain juga lakukan hal serupa,” ujar Inti saat berbincang dengan The Editor, Jumat (5/6).
Jika stok bawang merah belum ada, lanjutnya, Inti meminta agar masing-masing wilayah yang bertanggung jawab segera berkoordinasi dengan Toko Tani Indonesia. Tujuannya agar TTI dapat memfasilitasi distribusi bawang merah dari wilayah lain.
Operasi semacam ini diakui Inti telah dilakukan seminggu sebelum lebaran dimulai. Operasi pasar kata Inti lagi dipantau setiap hari lewat video conference. Alasan utama mengapa operasi pasar dilakukan karena beberapa waktu lalu di Jakarta harga bawang merah sempat menembus angka Rp60.000 per kilogram.
Target pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan menurut Inti adalah menurunkan harga bawang merah hingga Rp32.000 per kilogram atau paling tinggi Rp35.000 per kilogram. Hal ini akan dicapai dalam waktu dua pekan kedepan setelah bawang merah bima masuk ke pasaran alias panen.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini diketahui harga bawang merah masih cukup tinggi di beberapa pasar di Tanah Air. Beberapa diantaranya adalah di Pajak Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara dan di Pasar Madiun, Jawa Timur harga bawang merah mencapai Rp50.000 per kilogram. Sementara itu di Pasar Cikarang Cikarang harga bawang merah dibanderol Rp48.000 per kilogram. Sementara itu di salah satu toko online di Jakarta bawang merah menembus angka Rp55.000 per kilogram. Harga serupa juga diberlakukan oleh pedagang keliling yang biasa berperasi sekitar Bukit Dago, Tangerang.
MADIUN – Omset atau pendapatan penjual sayuran di Pasar Madiun, Jawa Timur turun hingga 60 persen selama pandemik corona. Nurul Julaikah (34) salah satu pengusaha yang bergerak di bidang penjualan sayur mayur dan rempah-rempah mengaku mengalami penurunan omset yang drastis selama beberapa bulan terakhir ini.
Pasar Madiun, Jawa Timur (Fotografer : Kontributor Malang untuk The Editor
Kesehariannya, Nurul mengaku harus memutar otak agar mampu bertahan selama aturan Lockdown pemerintah diberlakukan. Katanya segala macam cara Ia lakukan termasuk berjualan dengan menggunakan pesan singkat online Whatsaap dan memberikan layanan jasa pengiriman dari kios miliknya di Pasar Madiun.
“Kalau biasanya ambil untung 2.000 sekarang hanya 1.000,” ujar Nurul yang memiliki tiga kios di Pasar Madiun, Jawa Timur kepada The Editor, Kamis (4/6).
Nurul yang sebelumnya adalah seorang karyawan swasta di Jakarta ini mengaku sudah memiliki pelanggan tetap jadi tidak perlu memberlakukan promo besar-besaran agar pembeli mau datang ke kiosnya. Selain berdagang Nurul juga menjadi suplier berbagai macam bumbu dan sayuran ke restoran di Madiun.
“Omset turun sampai 60 persen. Masih tertolong ada rumah makan padang yang ambil barang banyak-banyak,” tuturnya.
Tips dari Nurul kepada pedagang lainnya adalah agar memperlakukan pembeli seperti raja. Keramahan dinilai Nurul adalah kunci untuk menggaet hati pelanggan karena selama pandemik corona banyak konsumen yang ketakutan dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Tentunya hal semacam itu mematikan iklim usaha dan penjualan barang dan jasa.
“Pengiriman lewat online pakai jasa kurir. Gaet pembeli kalau aku ya ramah terus pandai berbicara,” katanya.
Harga bahan makanan dan bumbu dapur yang berlaku di Pasar Madiun adalah untuk cabai rawit dihargai Rp18.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp18.000 per kilogram, bawang putih kateng Rp22.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, daging sapi Rp110.000 per kilogram, telur ayam Rp21.000 per kilogram, tomat buah Rp7.000 per kilogram, tomat sayur 6.000 per kilogram, bawang bombay Rp18.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram
Lain lagi pengalaman seorang konsumen yang tinggal di Cikarang. Gama Christina (29) mengaku sengaja mengurangi jadwal berbelanja ke pasar. Sehari-hari, ibu satu anak ini biasa berbelanja di Pasar Central Cikarang. Dalam satu pekan Ia mengaku hanya dua kali ke pasar untuk berbelanja.
“Karena sayur gampang layu jadi tidak pernah di stok (disimpan). Kecuali yang model frozen food (makanan beku),” jelasnya.
Berikut harga bahan makanan yang Ia beli dari Pasar Central Cikarang, dimana harga cabai rawit dibanderol dengan harga Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram dan terakhir telur ayam Rp22.000 per kilogram.
Harga Bawang Merah di Pasar Madiun, Jawa Timur dan di Pasar Central Cikarang ternyata beda tipis. Mahalnya harga bawang merah yang mencapai angka Rp50.000 per kilogram ini terjadi karena panen yang melimpah namun serapan pasar belum juga meningkat.