23.4 C
Indonesia

Kenali Bahaya Membuka Pintu Darurat Pesawat Secara Sembarangan

Must read

JAKARTA – Tengah ramai di pemberitaan, seorang penumpang pesawat maskapai Asiana Airlines yang membuka pintu darurat ketika pesawat masih mengudara.

Akibat aksinya itu, sebanyak 12 dari 194 penumpang mengalami hiperventilasi dengan sembilan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.

Ia pun diinterogasi dan dinyatakan akan ditahan setelah penyelidikan selesai, dengan kemungkinan hukuman penjara selama 10 tahun telah menantinya.

Dari seluruh rangkaian peristiwa itu, dapat kita simpulkan bahwa tindakan penumpang itu sangat berbahaya dan tidak seharusnya dilakukan.

Pintu darurat pesawat hanya diperuntukkan untuk kondisi yang dinilai mengharuskan orang-orang di dalam pesawat untuk segera keluar, misalnya kecelakaan.

Selain yang dialami kedua belas penumpang tersebut, apalagi bahaya membuka pintu darurat secara sembarangan?

Melansir grid, ketika pesawat tengah mengudara, tekanan udara di dalamnya jauh lebih tinggi daripada di luar.

Jika pintu darurat tiba-tiba dibuka, penumpang, bagasi, dan barang-barang lainnya yang tidak terproteksi dengan baik dapat terhisap ke luar dengan kecepatan tinggi.

Mereka yang tidak terhisap pun dapat berhadapan dengan risiko kematian.

Selain itu, kondisi tersebut juga dapat merusak struktur pesawat sehingga semakin tidak aman untuk terbang.

Di samping risiko fisik, ada juga konsekuensi hukum karena membuka pintu darurat saat pesawat masih di udara adalah pelanggaran serius terhadap hukum penerbangan.

Pelaku dapat berhadapan dengan tuntutan hukum dan berakhir mendapatkan hukuman maupun denda yang sangat besar.

Apakah pintu darurat pesawat semudah itu untuk dibuka?

Mengutip Kumparan, pintu darurat pesawat sejatinya sulit dibuka dengan sembarangan karena telah dirancang demikian.

Hal ini lantaran tekanan di dalam kabin tidak memungkinkan untuk pintu dan jendela darurat bisa dibuka, bahkan jika pesawat masih terbang dalam ketinggian yang rendah.

Pintu pesawat adalah pintu model sumbat, yang menyumbat dari dalam ke luar dan bagian dalam pintu lebih besar daripada bagian luarnya.

“Tekanan udara di luar pesawat menambah ratusan kilo tekanan setiap meter persegi di pintu tersebut. Jadi, manusia tidak cukup kuat untuk membuka pintu tersebut,” ujar seorang pilot bernama Brett Manders, dikutip dari Express.

Pintu darurat, sama seperti pintu biasa, juga terkunci selama penerbangan. Hal itu tentu semakin menyulitkan upaya pembukaannya di tengah penerbangan.

Meskipun begitu, kondisi-kondisi tersebut tidak berarti tidak ada celah untuk penumpang tak bertanggung jawab melancarkan niatnya.

Sebelum kejadian baru-baru ini, seorang penumpang pesawat di Thailand juga nekat membuka pintu pesawat sebelum lepas landas karena merasa pengap.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru