21.4 C
Indonesia

Jawaban Menkominfo Atas Keresahan Operator Lokal Terhadap Starlink

Must read

JAKARTA – Masuknya Starlink ke Indonesia sempat dikhawatirkan akan mengancam operator di dalam negeri. Namun, pemerintah memastikan Starlink akan mendapatkan perlakuan sama dengan perusahaan lokal.

“Untuk Starlink, kami membuka diri karena ingin menciptakan level of playing field yang sama kepada semua perusahaan telekomunikasi. Tentu saja selama mereka mengikuti aturan dan regulasi yang ada di Indonesia,” kata Menteri Kominfo, Budi Arie dalam Profit CNBC Indonesia, Kamis (18/4).

“Kami tidak berikan favoritism, kami memberikan fair treatment kepada semua perusahaan di sektor telko,” imbuhnya.

Dia mengharapkan kehadiran raksasa teknologi, termasuk Starlink, dapat memberikan transfer ilmu pengetahuan. Jadi bisa meningkatkan kompetisi dan persaingan pelaku usaha lokal di tingkat global.

Starlink sudah dipastikan masuk ke Indonesia dengan mengajukan dua izin sebagai penyedia Vsat dan penyelenggara internet (ISP). Perusahaan juga menggandeng penyelenggara jasa interkoneksi internet di Indonesia.

Sebelumnya, Budi Arie menjelaskan Starlink akan melakukan uji coba di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ini dilakukan bulan Mei mendatang, namun ia belum memberikan tanggal pastinya.

“Starlink itu kan teknologinya satelit. Uji cobanya mesti di daerah yang minim infrastruktur telko dong, baru bisa dilihat dia ‘paten nggak nih barang’,” kata Budi Arie, ditemui di acara Halal Bihalal di Gedung Kementerian Kominfo, Selasa (16/4/2024).

Kata Pelaku Industri Soal Starlink Masuk RI

Sejumlah pihak telah buka suara wacana masuknya Starlink ke Indonesia. Salah satunya Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif Angga yang berharap Starlink bisa berkolaborasi dengan ISP lokal.

“Terutama mereka yg beroperasi di daerah rural, atau Kalimantan dan Sulampua [Sulawesi, Maluku, Papua],” kata Arif kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/4/2024).

Sementara itu, Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan perusahaan lokal mampu dan harus menjadi pemain utama untuk pemenuhan kebutuhan akses internet di Indonesia. Operator asing bisa masuk untuk memberikan tambahan pada kebutuhan itu.

Namun dia mengingatkan untuk mengkaji masuknya operator asing ke Indonesia. Salah satunya terkait tarif layanan yang akan dijual di pelanggan nantinya.

“Namun, perlu dikaji kelaziman lebih lanjut, apakah praktik operator satelit asing yang menjual produk di suatu negara dengan harga lebih murah dibandingkan di negara asalnya sudah sesuai dengan tata cara perdagangan internasional. Hingga saat ini tidak pernah ada operator domestik yang meminta adanya proteksi biaya atau tarif layanan yang diberikan kepada masyarakat terhadap operator satelit asing.” ujar Adi, Selasa (16/4).

Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir juga berpesan agar Starlink bisa mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Dengan begitu iklim kompetisi dengan pemain lokal tetap sehat.

Salah satu yang dia contohnya adalah pembayaran USO, yang juga dilakukan pemain lain. Selain itu juga mengajukan izin penyelenggara layanan di dalam negeri.

“Kita sih berharap Starlink ini equal playing field, fairness nya ada dengan pemain-pemain yang sama, dia harus bayar USO ya bayar, dia harus dapat izin penyelenggaraan yang ada dia juga harus dikenakan,” kata Marwan ditemui beberapa waktu lalu.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru