25.4 C
Indonesia

Hasil Pemilihan Presiden Baru Sri Lanka Disambut Protes Massa

Must read

SRI LANKA – Parlemen Sri Lanka pada hari Rabu (20/7) memutuskan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe akan melanjutkan masa bakti presiden sebelumnya, Gotabaya Rajapaksa, setelah mendapatkan suara terbanyak di parlemen.

Dalam pemilihan presiden yang digelar usai pengunduran diri Rajapaksa itu, Wickremesinghe mendapatkan 134 suara dari 219 suara terhimpun yang sah.

Jumlah itu jauh unggul dari kedua lawannya, yakni Dullas Alahapperuma yang memperoleh 82 suara dan Anura Kumara Dissanayake yang hanya memperoleh tiga suara.

Seperti yang diketahui, sebelum menempati posisi plt presiden, Wickremesinghe telah lebih dulu menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Sri Lanka, menggantikan saudara Rajapaksa, Mahinda, yang mengundurkan diri pada bulan Mei lalu.

Hasil pemilihan ini pun kembali memantik emosi sebagian warga Sri Lanka. Mereka menolak terpilihnya Wickremesinghe sebagai presiden yang akan memimpin negara itu hingga 2024 nanti.

Ia dianggap sama gagalnya dengan Rajapaksa dalam mengeluarkan negara Asia Selatan itu dari lubang krisis yang amat dalam.

Selama berbulan-bulan, masyarakat Sri Lanka harus hidup dengan keadaan serba kekurangan, mulai dari kekurangan bahan pangan, obat-obatan, hingga bahan bakar.

Pemadaman listrik berlangsung selama belasan jam setiap harinya. Sekolah ditutup dan para karyawan diminta bekerja dari rumah karena tidak ada bahan bakar untuk kendaraan mereka.

Kondisi ini pun membuat banyak warga Sri Lanka ingin segera meninggalkan negara itu. Dalam sehari, terdapat 3.000 orang mengantre di depan kantor Departemen Imigrasi dan Emigrasi Sri Lanka untuk membuat paspor.

Hingga Mei 2022, departemen itu dilaporkan telah mengeluarkan sebanyak 288.645 paspor.

“Seperti yang Anda ketahui, parlemen memilih presiden baru hari ini, tetapi presiden itu bukan orang baru bagi kami, itu bukan mandat rakyat,” Pemimpin Federasi Mahasiswa Antar Universitas, Wasantha Mudalige, dalam orasinya di situs GotaGoGama di Kolombo, Rabu (20/7).

“Kami berhasil mendepak Gotabaya Rajapaksa yang memperoleh 6,9 juta suara, tetapi Ranil Wickremesinghe kini telah mengamankan kursi itu dari kursi belakang. Ranil bukan presiden kita,” tambahnya.

Dilansir dari Republika, para pengunjuk rasa menuduh Wickremesinghe telah membuat kesepakatan dengan keluarga Rajapaksa yang berkuasa untuk mengalahkan saingan politiknya.

Rajapaksa menunjuk Wickremesinghe sebagai perdana menteri agar ia ditunjuk sebagai penjabat presiden setelah Rajapaksa meninggalkan Sri Lanka beberapa waktu lalu.

“Ranil Wickremesinghe harus tahu bahwa jutaan orang di jalanan jauh lebih besar dari 134 orang,” kata seorang seniman, Jagath Manuwarna.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru