22.4 C
Indonesia

Hanya Ada Sekitar Tujuh Persen Penduduk Yang Menggunakan Uang Tunai untuk Bertransaksi di Australia

Must read

AUSTRALIA – Kemajuan teknologi yang semakin canggih dari masa ke masa telah banyak memudahkan pekerjaan manusia.

Mulai dari berkomunikasi, mendapatkan informasi, melakukan produksi, hingga sekadar membayar barang yang dibeli kini bisa dilakukan dengan bantuan teknologi.

Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri, di balik sederet manfaat yang lahir dari teknologi masa kini, hadir beberapa pihak yang dibuat kerepotan olehnya.

Lansia, mereka yang tinggal di daerah pedesaan, hingga para penyandang disabilitas dilaporkan kesulitan beradaptasi dengan situasi ini.

Seperti Gillian Mitchell, seorang warga Kota Waroona, negara bagian Australia Barat, Australia, yang mengaku “sangat sedih” ketika bank di kotanya tutup.

Kepada ABC Perth, ia mengatakan butuh waktu sekitar 30–40 menit untuk dirinya bisa mendapatkan layanan perbankan yang semakin jarang.

Penutupan itu menyusul semakin banyaknya orang yang menggunakan layanan internet banking hingga tak lagi membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Mitchell, yang berasal dari “angkatan tua”, harus memiliki uang tunai untuk membeli semua kebutuhannya.

“Saya harus punya uang tunai untuk membayar kebutuhan saya,” katanya. “Saya tidak membayar [secara] online. Saya tidak memiliki internet atau komputer.”

Penggunaan uang tunai di Australia telah mencapai rekor terendah dalam sejarah, dengan lebih banyak orang kini menggunakan ponsel mereka untuk bertransaksi.

Hanya 7% penduduk di negara tersebut yang masih menggunakan uang tunai untuk membayar lebih dari 80% kebutuhan mereka.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru