29.4 C
Indonesia

Desa Kecil Ini Terapkan Denda Untuk Wisatawan Yang Berhenti Terlalu Lama Untuk Berfoto

Must read

ITALIA –  Bukan lagi suatu hal yang aneh melihat ramainya wisatawan yang mengabadikan momen mereka di tempat-tempat wisata di mana pun itu.

Foto, video, ataupun media dokumentasi lainnya bisa menjadi kenang-kenangan berharga yang mengingatkan mereka akan pengalaman mengunjungi tempat-tempat itu.

Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri, menumpuknya wisatawan yang ingin bergantian mendokumentasikan diri mereka terkadang menghalangi wisatawan yang lain, pekerja di tempat wisata itu, atau bahkan aktivitas penduduk setempat.

Untuk itu, beberapa tempat wisata pun menerapkan langkah-langkah tertentu.

Seperti Pemerintah Desa Portofino, Italia, yang menerapkan denda bagi wisatawan yang berlama-lama di hotspot fotografi.

Melansir Insider, desa itu tak lain adalah latar belakang pernikahan Kourtney Kardashian dan Travis Barker pada musim panas tahun lalu.

Berjarak lebih dari 400 kilometer dari ibu kota Roma, kawasan yang terkenal dengan deretan bangunan berwarna-warni di pinggir pantai itu adalah tempat populer untuk mengambil gambar.

Saking populernya, tagar #Portofino di Instagram bahkan telah digunakan di lebih dari 1,2 juta unggahan.

Peraturan tersebut, yang mulai berlaku pada awal April, telah memperkenalkan dua “zona merah” di bagian sibuk Portofino, di Italian Riviera.

The Times of London melaporkan, orang-orang yang menunggu di zona-zona ini “terlalu lama” akan menghadapi denda hingga 275 Euro (sekitar Rp4,4 juta).

Aturan tersebut, yang tidak hanya berlaku bagi mereka yang berswafoto, adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah kepadatan penduduk selama puncak musim turis di bagian desa wisata nelayan yang sibuk itu.

Meskipun Portofino hanya memiliki populasi di bawah 500, peraturan tersebut menyebutkan bahwa mereka memperkirakan “masuknya banyak” pengunjung dalam beberapa bulan mendatang.

Hal itu didasarkan pada jumlah pengunjung sebelumnya, pemesanan saat ini, dan jadwal kapal pesiar.

Wali Kota Portofino Matteo Viacava mengatakan bahwa tujuan peraturan tersebut adalah untuk “menghindari situasi berbahaya” yang disebabkan oleh lalu lintas pejalan kaki.

Pernyataan itu disebutkannya dalam sebuah wawancara dengan The Times of London, menyebutkan peraturan itu diharapkan akan mengakhiri “kekacauan anarkis” yang terlihat di daerah-daerah itu di masa lalu.

Menurut peraturan tersebut, kemacetan pejalan kaki merupakan “penghalang” bagi layanan darurat untuk dapat memberikan bantuan tepat waktu.

Viacava menekankan bahwa itu tidak dirancang untuk membatasi akses bagi mereka yang ingin mengunjungi dan memotret Portofino.

“Tujuannya bukan untuk membuat tempat itu lebih eksklusif, tetapi untuk memungkinkan semua orang menikmati keindahan kami,” katanya.

Aturan tersebut berlaku dari pagi hingga pukul 6 sore, setiap hari hingga 15 Oktober nanti.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru