22.4 C
Indonesia

Bos Samsung Mengaku Tidak Memberikan Anaknya Ponsel Sampai Berusia 11 Tahun

Must read

INGGRIS – Bos Samsung Mobile Inggris Raya James Kitto terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak akan memberikan ponsel ke anak perempuannya sebelum ia berusia 11 tahun.

Pernyataan itu datang setelah Inspektur Kepala Ofsted mengatakan ia “terkejut” ketika mengetahui anak-anak sekolah dasar kini telah memiliki smartphone.

“Saya pribadi tidak akan memberikannya [ponsel] lebih awal, tapi itu adalah keputusan orang tua kapan Anda sebaiknya memberikan ponsel kepada anak Anda,” tutur Kitto dalam program BBC Today.

Menurutnya, pada umur berapa pun seseorang diberikan ponsel, yang terpenting adalah memastikannya aman ketika mengakses dunia maya–fitur yang melengkapi hampir semua ponsel teranyar.

Pasalnya, ada begitu banyak bahaya yang mengintai setiap orang di dunia maya, salah satunya adalah pornografi.

Sebuah studi yang dipublikasikan pekan lalu mengungkap satu hal yang mengejutkan, bahwa anak-anak dengan usia paling muda sembilan tahun ternyata telah terpapar pornografi yang didapatkan secara online.

“Yang terpenting di sini adalah, siapa pun yang menggunakan smartphone, dari usia berapa pun, aman ketika ia berselancar dan menjelajah internet,” jelas Kitto.

“Dari pandangan pribadi saya, anak perempuan saya mendapatkan ponsel ketika ia berusia 11 tahun.

“Pilihan apa pun yang Anda buat, dan pada usia berapa pun Anda buat pilihan itu untuk anak Anda, penting untuk memastikan bahwa, jika mereka mengakses internet, mereka mengaksesnya dengan cara yang aman,” paparnya.

Mengutip BBC, regulator telekomunikasi Ofcom mengatakan bahwa semua penyedia ponsel telah memberikan layanan gratis agar orang tua bisa mengontrol apa yang bisa dilihat anak-anak mereka di internet.

Layanan itu juga mengatakan bahwa anak-anak harus berhati-hati ketika berbagi gambar dan menjalin hubungan di internet.

Sebuah studi yang dilakukan oleh firma riset Childwise menunjukkan bahwa tiga perempat dari anak usia sembilan dan 10 tahun memiliki akses ke ponsel.

Itu terurai menjadi 60% memiliki ponsel, dan 14% menggunakan milik anggota keluarga atau teman.

Lebih dari dua pertiga dari anak-anak itu dapat mengakses dunia maya.

Laporan yang sama, Childwise Monitor 2023, juga mengungkap bahwa 8% anak usia lima dan enam tahun memiliki ponsel mereka sendiri dan 8% lainnya memiliki akses ke ponsel milik anggota keluarga atau teman.

Sementara itu, untuk anak usia tujuh dan delapan tahun, kedua kategori tersebut masing-masingnya memiliki persentase 43% dan 23%.

Bulan lalu, inspektur kepala Ofsted Amanda Spielman mengatakan dia “tidak nyaman” dengan anak-anak yang lebih kecil memiliki akses internet tanpa batas.

Spielman mengatakan ada “banyak hal” yang dapat dilakukan untuk membatasi akses anak-anak ke konten porno dan dewasa.

Awal pekan lalu, sebuah survei oleh Komisioner Anak untuk Inggris yang menanyakan kapan remaja-dewasa muda pertama kali melihat pornografi diterbitkan.

Sasaran dari survei itu tepatnya adalah mereka yang berusia 16 hingga 21 tahun.

Temuan dari survei itu menunjukkan bahwa pada usia sembilan tahun, 10% anak-anak telah melihat pornografi, dan 27% telah melihatnya pada usia 11 tahun.

Pada usia 13 tahun, setengah dari mereka telah terpapar.

Mengingat anak-anak muda itu bersekolah, lebih banyak dari mereka memiliki akses ke telepon.

Temuan ini kemudian dikaitkan dengan rendahnya kepercayaan  diri di kalangan anak muda dan pandangan berbahaya tentang seks dan hubungan.

Komisaris Dame Rachel de Souza pun mengatakan hal itu “sangat memprihatinkan”.

 

Sumber: BBC

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru