28.4 C
Indonesia

Bian Lian, Tarian Kuno Yang Mengganti Topeng Wajah Hanya Dalam 20 Detik

Must read

CHINA – Tari topeng dari Bian Lian mungkin jarang Anda kenal, namun di negeri asalnya Chengdu, China, seni opera Tiongkok ini sangat terkenal karena tingkat kesulitannya.

Tionghoa melaporkan bahwa seni pagelaran kuno ini sangat sedikit yang mampu memainkannya. Salah satu kesulitan dalam memainkannya adalah kecepatan penari mengganti topeng wajahnya yang hanya berlangsung sepersekian detik saja.

Pemain yang bisa menguasai teknik Bian Lian bisa mengubah tampilan wajahnya dalam hitungan detik di atas panggung, di depan banyak penonton.

Mereka bisa melakukan perubahan itu berkali-kali hanya dalam tempo 1 menit. Dalam performanya, para pemain akan mengubah wajahnya dengan ditutupi topeng; dari satu wajah ke wajah yang lain secara seketika dengan babatan kipas angin, menggerakan kepala, atau gerakan tangan yang cepat.

Bian lian memang sudah dikenal paling tidak sejak 300 tahun lalu, sekitar masa Dinasti Qing (1736-1795) masa pemerintahan Kaisar Qianlong. Ia menjadi seni pertunjukan yang erat dengan tradisi suatu keluarga.

Pada zaman dahulu, Bian Lian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam sebuah keluarga. Tekniknya tidak diajarkan secara bebas.

Ada 2 versi mengenai asal mula kesenian ini :

Versi yang pertama menyebutkan bahwa di jaman dahulu orang sengaja melukis wajahnya untuk menakuti binatang liar di hutan. Dan seiring waktu akhirnya menjadi sebuah kesenian yang dilakukan diatas panggung.

Versi lain menyebutkan bahwa di China pernah ada seorang pahlawan bertopeng yang mencuri uang dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin.

Jarang Diwariskan Kepada Wanita

Teknik Bian Lian sangat rahasia jadi jaman dahulu tarian ini tidak diajarkan kepada wanita karena biasanya saat menikah wanita akan keluar dari rumah orang tuanya. Karena tidak ingin meningkatkan resiko tarian ini hilang, maka akhirnya tari Bian Lian hanya diajarkan kepada pria saja.

Secara historis, seni pertunjukan Bian Lian jarang terlihat di luar wilayah Tiongkok, karena warga non-Tiongkok tidak diizinkan untuk mempelajari bentuk seni ini.

Tapi sejak pertengahan tahun 2000-an, pertunjukan Bian Lian ini mulai ditunjukan ke publik sesekali lewat media massa internasional, dan di acara-acara pertemuan yang bertema atau bernuansa Tiongkok.

Pemain mengganti topeng dalam waktu 20 detik saja

Seorang pemeran seni Bian Lian dapat mengganti topeng mereka sebanyak 10 kali dalam tempo waktu 20 detik saja. Bahkan selama proses latihannya, konon para pemeran kesenian ini diharuskan untuk dapat mengganti topeng sebanyak 2 kali dalam sedetik.

Pementasan kesenian ini biasanya dilakukan oleh satu orang (atau bisa ditemani seorang partner lain), dengan di iringi musik instrumen tradisional Tiongkok kuno. Salah satu tempat pertunjukan seni Bian Lian terpopuler dapat temui di Opera Furong Goucui, Sichuan, Tiongkok.

Tiket masuknya seharga ±$15, dan Anda akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukkan kesenian opera khas Sichuan Tiongkok yang berdurasi 70 menit.

Seperti dilansir pearlriver, hanya terdapat 200 orang penari seni wajah Bian Lian di Tiongkok.

Alasannya, karena teknik kesenian Bian Lian ini tidak diturunkan atau disebarkan ke sembarang orang, apalagi untuk orang asing. Untuk mempelajari teknik ini, setidaknya diperlukan waktu selama 10 tahun agar bisa sampai ke taraf ahli (master).

Kesenian ini juga dianggap sebagai bagian dari warisan budaya Tiongkok, dan merupakan satu-satunya warisan dalam bentuk seni yang berada diperingkat kedua rahasia Negara China.

Topeng-topeng wajah yang digunakan oleh para lakon penari ini dibuat dan didesain secara detail, dengan harapan setiap topengnya mampu mengekspresikan emosi atau maksud tertentu.

Sembari diiringi oleh instrumen musik, lakon ini akan secara berulang-ulang mengubah topengnya sesuai dengan iramanya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru