22.4 C
Indonesia

Australia Atur Strategi Untuk Hentikan Kepunahan Spesies Mamalia

Must read

AUSTRALIA – Pemerintah Australia mengatakan bahwa negaranya telah berencana untuk menghentikan hilangnya lebih banyak spesies dan mengakhiri statusnya sebagai “ibu kota kepunahan mamalia dunia”.

Lebih dari 100 hewan dan tumbuhan yang terancam–termasuk spesies ikonik seperti koala–akan diprioritaskan di bawah strategi konservasi yang baru.

Rencana tersebut mencakup janji untuk melindungi sepertiga daratan benua itu.

Sebuah laporan yang terbit pada awal tahun ini mengungkap bahwa lingkungan Australia mengalami penurunan yang mengejutkan.

Banyak hewan dan tumbuhan asli negara ini menghadapi berbagai ancaman.

Mulai dari semakin hilangnya habitat mereka, hama dan gulma invasif, perubahan iklim, dan bencana alam yang lebih sering terjadi sekaligus lebih merusak.

Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek mengatakan bahwa kebutuhan akan suatu tindakan tidak pernah sebesar ini.

“Pendekatan kami saat ini tidak berhasil,” kata Plibersek dalam sebuah pernyataan.

“Kami bertekad untuk memberi satwa liar kesempatan yang lebih baik,” sambungnya.

Plibersek juga mengatakan bahwa target untuk mendaftarkan 30% tanah Australia sebagai area yang dilindungi di bawah undang-undang lingkungan nasional akan membantu spesies dan habitat yang rentan.

Strategi 10 tahun juga bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, membangun populasi “asuransi” dari beberapa spesies kunci di zona bebas predator, dan memantau populasi yang ada dengan lebih baik.

Ini menyerukan lebih banyak upaya untuk mengurangi dampak dari kucing liar, rubah, dan gulma produktif yang dikenal sebagai rumput gamba, dan untuk lebih memanfaatkan keahlian Aborigin dalam mengelola lingkungan.

Dua puluh area dengan kepadatan spesies terancam yang tinggi akan menjadi target khusus.

Dua di antaranya adalah Pulau Kanguru di Australia Selatan dan Pegunungan Biru di New South Wales, yang hancur akibat kebakaran hutan pada 2019-20.

110 spesies yang akan diprioritaskan termasuk singa laut Australia dan marsupial terlangka di dunia, Gilbert’s Potoroo–yang hanya tersisa sekitar 100 spesies.

Plibersek mengatakan bahwa strategi tersebut adalah jawaban pemerintah atas laporan State of the Environment.

Laporan tersebut sebelumnya menemukan bahwa Australia telah kehilangan lebih banyak spesies hingga punah daripada benua lain.

Survei sistem ekologi negara itu menyimpulkan bahwa lebih dari setengahnya berada dalam keadaan yang buruk.

Disebutkan bahwa ancaman-ancaman yang ada tidak dikelola secara memadai, yang menempatkannya di jalur yang tepat untuk menyebabkan lebih banyak masalah.

 

Sumber: BBC

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru