27.4 C
Indonesia

Apa Itu Malam Nuzulul Quran?

Must read

JAKARTA – Malam 17 Ramadan mempunyai makna tersendiri bagi umat Islam. Para ulama percaya, ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan pada malam ini.

Malam 17 Ramadan kemudian disebut sebagai Nuzulul Quran. Nuzulul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, sementara Al-Quran adalah kitab suci umat Islam.

Tahun ini, berdasarkan hasil sidang isbat yang menentukan datangnya bulan Ramadan 1445 Hijriah, 17 Ramadan bertepatan dengan hari ini, Kamis (28/3). Itu artinya, malam Nuzulul Quran telah dimulai sejak Rabu (27/3) malam.

Dalam menyambut malam Nuzulul Quran, umat Islam di seluruh dunia umumnya dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran.

Mengadakan pengajian, membaca tahlil, melakukan shalat malam, hingga iktikaf juga dapat dilakukan untuk menyemarakkan malam penting ini.

Sejarah malam Nuzulul Quran

Melansir Kompas.com, malam Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadan 610 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW yang saat itu berusia 40 tahun menyendiri di Gua Hira.

Saat menyendiri itu, yang juga disebut sebagai ber-khalwat, Muhammad didatangi Malaikat Jibril yang kemudian memintanya untuk membaca lembar yang dibawanya.

Iqra,” demikian kata malaikat kepada nabi, yang berarti “Bacalah”. Akan tetapi, Muhammad tidak bisa membaca.

Jibril kemudian memeluk Muhammad dan memintanya untuk kembali membaca. Hal itu dilakukannya hingga tiga kali, yang semuanya berujung pada pengakuan Muhammad bahwa ia tidak bisa membaca.

Pada pelukan ketiga, sang malaikat membacakan lima ayat pertama Surah Al-Alaq kepada Muhammad. Ayat-ayat itu lah yang kemudian dianggap sebagai wahyu pertama untuknya.

Setelah peristiwa itu, Muhammad mengalami kedinginan dan gemetar di sekujur tubuhnya. Ia beranjak dari Gua Hira dan pulang ke rumah, meminta Siti Khadijah yang merupakan istrinya untuk segera menyelimutinya.

Selanjutnya, ayat demi ayat Al-Quran diturunkan Allah untuk Nabi Muhammad SAW secara bertahap sesuai kebutuhan umatnya.

Secara keseluruhan, Al-Quran diturunkan dalam dua periode, yaitu periode Mekkah (ayat Makkiyah) dan periode Madinah (ayat Madaniyah).

Pada periode Makkiyah, wahyu Al-Quran yang diturunkan sebanyak 86 surat, dalam kurun waktu 12 tahun 5 bulan.

Sedangkan pada periode Madaniyah atau setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, wahyu Al-Quran yang diturunkan sebanyak 28 surat, dalam waktu 9 tahun 9 bulan.

Hingga kini, malam Nuzulul Quran masih menjadi momen penting bagi umat Islam karena menandai turunnya Al-Quran yang merupakan kitab suci sekaligus pedoman hidup.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru