29.4 C
Indonesia

Aktivis China Melarikan Diri ke Korea Selatan dengan Naik Jetski

Must read

KOREA SELATAN – Seorang aktivis China menempuh perjalanan sejauh 300 km dengan jetski ke Korea Selatan demi melarikan diri dari negaranya.

Aktivis yang kemudian diidentifikasi sebagai Kwon Pyong itu sebelumnya pernah dipenjara karena mengkritik Pemerintahan China.

Melansir The Guardian, penjaga pantai di Incheon, Korea Selatan, pada pertengahan bulan lalu mengatakan bahwa mereka dihubungi oleh pihak militer berkenaan dengan keberadaan “kapal tidak dikenal”.

“Kapal” tersebut telah dilacak selama sekitar 90 menit dan tampaknya terdampar di dataran pasang surut dekat terminal kapal pesiar Pelabuhan Incheon.

Secara terpisah, penjaga pantai juga dihubungi oleh layanan darurat, yang menerima telepon dari seorang pria yang meminta bantuan.

Mereka menjelaskan bahwa, ketika diselamatkan, ia mengenakan helm dan jaket pelampung serta membawa teropong dan kompas.

Untuk melarikan diri dari Provinsi Shandong, China, pria itu membawa serta lima barel bakar demi menjalankan jetski 1800cc nya.

“Ia mengisi ulang bensin di perjalanan dan membuang tong-tong kosong ke laut,” kata penjaga pantai, dikutip dari Radii.

Pihak penjaga pantai tidak mengidentifikasi pria tersebut, namun seorang anggota dari organisasi non-profit Dialogue China mengonfirmasi bahwa itu adalah Kwon.

Kwon ditangkap pada bulan Oktober 2016 karena “menumbangkan kekuasaan negara” dengan “menghina otoritas negara dan sistem sosialis”.

Menurut LSM Front Line Defenders, ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan dibebaskan pada Maret 2018.

Pada tahun-tahun sebelum penangkapannya, Kwon aktif berkampanye melawan pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan yang dilakukan oleh otoritas China.

Ia juga berpartisipasi dalam aksi mendukung pengacara hak asasi manusia yang dipenjara, secara terbuka mengkritik pembantaian Lapangan Tiananmen, dan melakukan perjalanan ke Hong Kong untuk protes Occupy Central pada tahun 2014.

Kepada AFP, Lee mengatakan bahwa Kwon telah melakukan perjalanan berisiko setelah bertahun-tahun diawasi dan dianiaya secara politik oleh otoritas China.

“Ia sekarang mempertimbangkan apakah akan mengajukan status pengungsi di Korea Selatan atau memilih negara ketiga,” kata Lee.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru