24.4 C
Indonesia

Air Telaga di Hawaii Berwarna Pink, Ilmuwan: Mungkin Karena Kekeringan

Must read

HAWAII – Sebuah telaga di Maui, negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, menarik perhatian banyak orang dengan warnanya yang tak biasa–merah muda!

Para ilmuwan mengatakan, warna pink yang memancar dari air Telaga Kealia Suaka Margasatwa Nasional itu mungkin disebabkan oleh kekeringan.

Oleh sebab itu, mereka memperingatkan agar masyarakat tidak berenang ke dalamnya atau meminum airnya.

Adapun staf di suaka margasatwa tersebut telah memonitor kondisi tersebut sejak 30 Oktober lalu.

“Saya mendapat laporan dari seseorang yang berjalan-jalan di pantai. Ia menghubungi saya dan mengatakan, ‘Ada sesuatu yang aneh terjadi di sini’,” kata manajer suaka margasatwa, Bret Wolfe, dikutip dari AP.

Ia mengaku khawatir warna tersebut adalah tanda berkembangnya alga. Akan tetapi, hasil tes laboratorium menunjukkan alga beracun tidak menyebabkan hal tersebut.

Sebaliknya organisme yang disebut halobacteria mungkin menjadi penyebabnya.

Halobacteria adalah sejenis archaea atau organisme bersel tunggal yang tumbuh subur di perairan dengan kadar garam tinggi.

Salinitas di dalam area Telaga Kealia saat ini lebih dari 70 bagian per seribu, alias dua kali lipat salinitas air laut.

Wolfe mengatakan laboratorium perlu melakukan analisis DNA untuk mengidentifikasi organisme tersebut secara pasti.

Kekeringan di Maui kemungkinan besar berkontribusi terhadap situasi ini. Biasanya Aliran Waikapu mengalir ke Telaga Kealia dan menaikkan permukaan air di sana, namun Wolfe mengatakan hal itu sudah lama tidak terjadi.

Saat hujan, aliran sungai akan mengalir ke kolam utama Kealia dan kemudian ke area yang kini berwarna merah muda. Hal ini akan mengurangi salinitas dan berpotensi mengubah warna air.

“Mungkin itulah yang membuatnya hilang,” kata Wolfe.

Disebutkan, tidak ada seorang pun di suaka yang pernah melihat telaga berwarna ini sebelumnya.

Mereka termasuk para sukarelawan yang telah berada di sekitar kolam tersebut selama 70 tahun.

Akan tetapi, kolam tersebut telah mengalami masa kekeringan dan salinitas tinggi sebelumnya, dan Wolfe tidak yakin mengapa warnanya berubah sekarang.

Para pengunjung yang penasaran berbondong-bondong mengunjungi taman tersebut setelah foto telaga merah muda tersebut muncul di media sosial.

Sementara Wolfe berharap orang-orang datang untuk mendengarkan misi melestarikan burung air asli serta restorasi lahan basah, ia tidak masalah dengan mereka yang ternyata lebih tertarik dengan telaga tersebut.

Suaka margasatwa tersebut adalah lahan basah yang menyediakan habitat bersarang, mencari makan, dan beristirahat bagi burung panggung Hawaii yang terancam punah, yang dikenal sebagai aeo, dan burung coot Hawaii atau alae keokeo.

Kawasan ini juga menjadi tuan rumah bagi burung-burung yang bermigrasi selama musim dingin.

Adapun air telaga yang saat ini berwarna merah muda, menurut Wolfe, tampaknya tidak membahayakan burung-burung tersebut.

Sebagai tempat perlindungan satwa liar, orang tidak boleh masuk ke dalam kolam atau membiarkan hewan peliharaannya masuk ke dalam air, apa pun warnanya.

Meskipun begitu, para pejabat tetap mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memperingatkan masyarakat agar tidak memasuki air atau memakan ikan apa pun yang ditangkap di sana karena sumber warna tersebut belum dapat diidentifikasi.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru