20.9 C
Indonesia
Friday, March 20, 2026

Jalan Benesari Kuta Yang Biasa Ramai Sekarang Masih Sepi

Jalan Benesari, Kuta (Foto: Dokumen Pribadi)

BALI – Jalan Benesari Kuta, Bali yang biasa ramai oleh manusia dan kendaraan yang lalu lalang kini sepi. Kondisi semacam ini masih banyak ditemukan di seluruh area Bali sejak pandemi corona menyerang kota ini. Pariwisata belum sepenuhnya pulih namun beberapa wisatawan tetap nekat berwisata di tempat-tempat yang jauh dari perkotaan.

Banyak hotel yang bisa ditemukan di sepanjang jalan ini, dari hotel bintang tiga sampai Sheraton ada di Jalan Benesari. Selain itu, jalan ini juga semarak dengan bar dan restauran, jadi tak heran bila suasana di jalan ini tidak pernah sepi, apalagi di malam hari. Turis yang ingin menghemat uang saat liburan biasanya tinggal di sekitar Jalan Benesari. Karena, selain dekat dengan pusat hiburan, tempat ini juga dekat dengan pantai. Tinggal jalan kaki, maka anda akan segera tiba di Pantai Kuta.

Delman Menanti Penumpang Di Malioboro

Foto: Robert Ginting untuk The Editor
Foto: Robert Ginting untuk The Editor

YOGYAKARTA – Delman yang tengah parkir di tengah Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (30/7). Foto ini diambil sekitar pukul 22.30 WIB, dimana suasana di sekitar area wisata ini sudah kosong karena di malam Idul Adha, turis di Kota Gudek ini lebih memilih untuk menikmati waktu di tiap-tiap kedai kopi yang berada di persimpangan jalan atau di sudut-sudut gang perumahan warga. Area jalan utama Jalan Malioboro mungkin sepi, tapi tidak demikian dengan warung makan, baik lesehan ataupun restoran. Tempat-tempat kuliner di wilayah ini cenderung ramai hingga menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari ini, Jumat (31/7).

Duka Mendalam Puan Rayakan Idul Adha 2020 #Corona

Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA – “Kepada Umat Muslim Indonesia yang saya cintai, Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah,” demikian sapaan Ketua DPR RI Puan Maharani kepada seluruh masyarakat di Indonesia yang akan merayakan Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7) besok.

Foto: Dokumen Pribadi

Untuk merayakan Lebaran Haji ini, Puan mengirimkan pesan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi corona. Lewat keterangan resminya malam ini, Kamis (30/6), Puan Maharani sampaikan duka mendalam atas musibah yang tengah di hadapi dunia saat ini. Idul Adha pun harus dirayakan dengan seadanya meski dalam kepedihan.

Berikut lanjutan pesan Puan untuk Idul Adha 2020:

Tahun ini kita merayakan Idul Adha ditengah keprihatinan akibat Pandemi Covid-19. Begitu banyak warga muslim Indonesia dan seluruh dunia yang tidak bisa melaksanakan ibadah Haji seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya ikut merasakan kesedihan saudara-saudara kita yang tidak bisa berangkat Haji tahun ini.

Namun kita tidak boleh mengabaikan kesehatan dan keselamatan. Kita belajar keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim ketika menerima kehendak Allah SWT.

Insya Allah tahun depan ibadah haji bisa dilaksanakan, sehingga mereka-mereka yang tahun ini gagal melaksanakannya akan dapat berangkat.

DPR-RI akan terus mengingatkan pemerintah agar ada rencana matang dan yang memberi rasa keadilan dalam keberangkatan haji tahun depan.

Mari kita fokuskan Idul Adha kali ini dengan ber-Kurban bagi yang mampu. Dalam suasana keprihatinan akibat pandemi sekarang ini, berbagi daging kurban sangat membantu saudara-saudara kita. Distribusi daging kurban dapat melengkapi bantuan sembako kepada mereka yang terdampak Pandemi Covid-19. Tentu saja prosesi Kurban hingga pembagiannya harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berkurban juga bisa dimaknai secara luas sebagai bentuk kerelaan kita untuk berbagi dan peduli dengan sesama, menciptakan solidaritas sosial dan memupuk gotong royong untuk mengatasi Pandemi Covid-19.

Kita telah melihat pengorbanan para tenaga medis yang rela mengorbankan segalanya di garda terdepan melawan virus Corona. Kita juga melihat para warga yang tidak mudik, termasuk di hari raya Idul Adha kali ini, rela mengorbankan silaturahim fisik dengan kerabatnya demi pencegahan penularan Covid-19.

Kerelaan berkorban dan keikhlasan semua pihak untuk bahu membahu mengatasi Covid-19 dan dampaknya masih terus kita butuhkan, mengingat penularan Covid-19 masih terus terjadi.

Semoga dengan kerja keras dan gotong royong seluruh komponen bangsa, disertai keikhlasan dan kepatuhan seperti teladan Nabi Ibrahim ketika menerima perintah kurban, Bangsa ini segera bisa melewati masa-masa sulit akibat Pandemi Covid-19.

Periksa Suhu Tubuh Di Malioboro #Corona

Periksa Suku Tubuh Foto: Robert Ginting untuk The Editor)
Periksa Suhu Tubuh Foto: Robert Ginting untuk The Editor)

YOGYAKARTA – Pemeriksaan suhu tubuh pengunjung yang memasuki area wisata Malioboro. Setiap pengunjung yang masuk ke Malioboro harus menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang berjaga di depan Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Kamis (30/7) malam.

Baluran National Park, Habitat To 155 Types Of Birds

Pelatuk Ayam or White-bellied Woodpecker (Dryocopus javensis), one Baluran National Park collection (Source:@tamannasional_baluran)

JAKARTA – Enjoy the large Javan water buffaloes called banteng, small Java mouse deer is known as kancil, peacocks strutting about displaying their colorful plumage, eagles flying overhead and macaques fishing for crabs with their tails on the Island of Java, the Baluran National Park.

Indonesia Travel wrote that during the dry season, Baluran land parches and water becomes scarce, while when it rains, water slides over the black alluvial land with little being absorbed, forming water pools especially along the Park’s southern part that connects Talpat with Bama Beach.

“When you visit Baluran during the rainy season, you will see ample water holes, but during this time the Banteng and the wild bulls prefer to wander in the forests, although other animals like peacocks, mouse deer, and wildfowl do come out and can still be observed,”.

Baluran National Park boasts 444 species of trees, some unique to the area like the widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), and pilang (Acacia leucophloea). These plants are able to adapt to dry conditions when others have long wilted. Other trees also remaining green are the candle trees or kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp), the tamarind tree (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum) and kepuh (Sterculia foetida).

The Park is habitat to 26 mammal species among which are the banteng (Bos javanicus), wild water buffaloes (Bubalus bubalis), the ajag (Cuon alpinus javanicus), the muncak deer (Muntiacus muntjak), the rusa (Cervus timorensis), leopards (Panthera pardus), the mouse deer (Tragulus javanicus), and mangrove cats (Prionailurus viverrinus). The Banteng are specific to Baluran and are therefore the Park’s mascot.

Additionally, Baluran is habitat to 155 types of birds, among which are the rare fire kite (Hirundo rustica), the red forest fowl (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), hornbills (Buceros rhinoceros), tuwuk or asian tuwur (Eudynamys scolopacea), peacocks (Pavo muticus), and herons (Leptoptilos javanicus).

To reach the Baluran National Park from Surabaya, capital of East Java, traveling overland takes around 6 hours. Baluran is located partly in the district of Situbondo and partly in the district of Banyuwangi. The Park covers a total area of 22,500 hectares comprising coastal forests and grassland and is protected by three mountains, namely Mt. Baluran, Mt. Merapi (not to be confused with Mt. Merapi near Yogyakarta) and the Ijen volcano.

From Surabaya driving via the northern coastal road east you will pass the towns of Pasuruan, Probolinggo, and Situbondo. After Banyuputih, the road turns south. Do not take the road further east to the village of Bilik. Before you reach the village of Wongsorejo turn left and you will see the sign: Visitor Center. This is the entrance gate to Baluran Park.

Alternatively, you can also drive from Sitobondo to Bangandengan. Some 60 km distance. The Baluran National Park is in fact on the highway connecting Surabaya with the city of Banyuwangi from where ferries take cars and passengers to Bali’s west coast. So that Baluran is also easily accessible from Bali.

Now that Garuda and Wings Air also fly daily to Banyuwangi from Surabaya and Denpasar, Bali, you can take the short route from Banyuwangi to Batangan some 35 km away, and then on to Bekol which is 12 km from here and takes around 45 minutes.

Within Baluran National Park you can drive through the Park to Bekol, The road takes two cars in opposite directions. Although the road is asphalted it is best to use SUV cars. From the entrance to the Bekol-Bama savannah is about 15 km. Around Bekol and Bama are trails for tourists and students.

Presiden Jokowi Meminta TNI Polri Memotong Cara Kerja Yang Bertele-Tele Dan Lamban

Presiden Joko Widodo konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020 (Sumber Foto: @KemensetnegRI

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendorong para siswa perwira TNI-Polri untuk bekerja dengan cara-cara baru yang lebih cepat dan efisien, antara lain dengan melakukan terobosan-terobosan sehingga memotong cara kerja yang bertele-tele dan lamban.

Presiden Joko Widodo konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020 (Sumber Foto: @KemensetnegRI

Jokowi mengatakan sistem kerja yang tidak bertele tele akan mempercepat proses pembangunan sebuah negara. Karena kedepannya negara yang cepat pasti akan mengalahkan negara yang lambat.

“Berkali-kali saya sampaikan bahwa bukan negara besar mengalahkan negara kecil, kalau itu yang lalu iya, tetapi yang sekarang dan yang akan datang negara cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Artinya, yang cepat yang akan menang,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7).

Jokowi juga menjelaskan bahwa permasalahan tata kelola pemerintahan berada pada terlalu banyaknya peraturan yang membelenggu. Menurutnya, prosedur dan tahapan-tahapan yang terlalu banyak, serta birokrasi yang panjang acap kali menjebak kemajuan Indonesia.

“Inilah saya kira pekerjaan besar kita ke depan, termasuk di TNI dan Polri. Dan saudara-saudara nantinya akan berada di depan karena akan menjadi pimpinan-pimpinan di TNI dan Polri,” katanya.

Untuk itu, Jokowi mengajak para peserta yang terdiri atas siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan, Sespimti dan Sespimmen Polri berani memberikan nuansa baru dan pemikiran-pemikiran baru yang berbeda. Tak hanya itu, perwira TNI-Polri juga harus mampu menuntun dan menemukan cara-cara baru yang lebih cepat.

“Memacu anak buah kita untuk menempuh jalan yang lebih cepat, yang smart shortcut, yang goal oriented, berorientasi pada hasil yang hasilnya bisa kita lihat dan bisa kita kalkulasi,” kata Presiden.

Ia meminta di tengah situasi sulit dimana krisis kesehatan bersamaan dengan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, agar lembaga ini dapat mengubah pola pikir dengan membangun sistem kerja yang berorientasi pada hasil, cepat dan efisien.

“Yang kita harapkan nantinya tahun depan kita sudah berada pada posisi pulih ekonomi, vaksinnya sudah ketemu, dan bisa dilaksanakan vaksinasi secara massal kepada seluruh rakyat di negara kita,” kata Presiden.

Untuk diketahui, acara konferensi tersebut diikuti oleh peserta dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

Berjuang Menyelesaikan Ekonomi Indonesia Di Tengah Hantaman Covid-19

Presiden Joko Widodo konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020 (Sumber Foto:@Jokowi)
Presiden Joko Widodo konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Juli 2020 (Sumber Foto:@Jokowi)

JAKARTA – “Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan minus 2,5{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}. Sebulan kemudian, Bank Dunia menyampaikan, pertumbuhannya minus 5{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc},” demikian cuitan Presiden Joko Widodo lewat akun Twiternya @Jokowi tentang pertumbuhan ekonomi dunia saat ini.

Masih lewat akun media sosialnya, Jokowi mengatakan bahwa tiga pekan sebelumnya Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan terpuruk ke angka minus 6{449fde34b18ca6505a303acf59cd2914251092e879039fa6b1605563bfad8ebc}

“Bagaimana pun, kita terus berjuang menyelesaikan soal Covid-19 dan ekonomi di negara kita,” jelasnya.

Jokowi Perintahkan Anak Buahnya Kerja Sama Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan pada kegiatan perekonomian secara nasional. Namun, pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendirian untuk dapat melakukan pemulihan ekonomi. Saat ini, dibutuhkan pula peran pemerintah daerah agar proses pemulihan dapat cepat terlaksana. Untuk memulihkan ekonomi Indonesia, pemerintah telah menetapkan

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dipilih untuk memulihkan ekonomi nasional. Kebijakan terbaru yang menjadi bagian dalam program PEN adalah terkait pinjaman PEN Daerah dan Penempatan Dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Pemerintah melalui APBN di Tahun Anggaran 2020 telah mengalokasikan total dana sebesar 695,2 Triliun, dan khusus dukungan untuk Pemerintah Daerah adalah sebesar 23,7 Triliun yang terdiri dari Dana Insentif Daerah (DID) Tambahan Pemulihan Ekonomi sebesar 5 Triliun, cadangan DAK Fisik sebesar 8,7 Triliun. Untuk penyediaan fasilitas Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi Pemerintah Daerah adalah sebesar 10 triliun,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat merupakan Pemda pertama yang memanfaatkan Pinjaman PEN Daerah ini. Perjanjian tersebut sebagai bentuk dukungan atas usulan kebutuhan pembiayaan penanganan Covid-19 dan pemulihan kegiatan ekonomi di DKI sebesar 12,5 triliun dan Jawa Barat sebesar Rp4 triliun.

Untuk DKI Jakarta, lanjut Sri Mulyani, naiknya defisit disebabkan oleh turunnya PAD dan adanya realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Melalui pinjaman daerah, Pemprov DKI mengajukan usulan pinjaman yaitu sebesar 4,5 triliun (tahun 2020) dan 8 triliun (tahun 2021). Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang terkendala dana, utamanya sektor pelayanan air minum, pengendalian banjir, pengolahan sampah, transportasi, pariwisata, dan olah raga.

Sementara itu, Pemprov Jawa Barat mengajukan pinjaman sebesar 1,904 triliun (tahun 2020) dan 2,098 triliun (tahun 2021). Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur seperti Infrastruktur Sosial (Rumah Sakit, Puskesmas, Fasilitas Kesehatan), Infrastruktur Logistik (Jalan/Jembatan Provinsi dan Kabupaten atau Kota), Perumahan MBR (Pembangunan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah/Rutilahu); Penataan Kawasan Khusus (Alun-alun, Destinasi Wisata, Creative Center), serta Infrastruktur Lingkungan (Irigasi & Drainase).

Viability Gap Fund Proyek KPBU Legok Nangka

Proyek Pengelolaan Persampahan Legok Nangka menjadi proyek pertama di sektor persampahan yang mendapat dukungan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui Viability Gap Fund (VGF). Dukungan fiskal dari Pemerintah ini bersifat finansial berupa kontribusi atas sebagian biaya konstruksi yang diberikan pada Proyek Kerja Sama yang sudah memiliki kelayakan ekonomi, namun belum memiliki kelayakan finansial.

Penempatan Dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD)

Di kesempatan yang sama, pemerintah juga melakukan penandatanganan MoU penempatan dana di BPD yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Andin Hadiyanto bersama perwakilan 4 BPD yang terpilih sebagai Bank Umum Mitra dalam Penempatan Uang Negara. Penandatangan ini merupakan kelanjutan dari program penempatan uang negara yang telah dilakukan kepada Bank Himbara pada tahap 1. Ke-empat BPD tersebut adalah BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Barat dan Banten, BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta BPD Jawa Tengah. Saat ini, beberapa BPD lainnya sedang dalam tahap kajian.

Pinjaman PEN Daerah dan Penempatan Dana Sri Mulyani harapkan dapat mendukung perbaikan ekonomi daerah dari sisi supply side, di mana pengusaha daerah mendapatkan pinjaman murah dari BPD, dan demand side di mana pemerintah daerah memiliki kapasitas fiskal yang lebih untuk membeli produk lokal daerah.

“Hari ini saya juga senang, kita melihat bahwa dengan hal ini saya berharap seluruh APBN kita akan bisa bekerja penuh dan bekerjasama bersama dengan Kementerian Lembaga, Pemerintah Daerah, BPD, Bank BUMN untuk bisa mendorong dan mengembalikan confidence untuk pemulihan ekonomi kita,” tutupnya.

Ini Skema PLN Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Sumber Foto: PLN
Sumber Foto: PLN

JAKARTA – Untuk mendukung pemerintah memulihkan kondisi ekonomi akibat pandemi corona, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membebaskan rekening mininum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1300 VA ke atas.

“Stimulus ini juga diberikan bagi pelanggan Sosial daya 220 VA sd 900 VA, Pelanggan Bisnis dan Industri daya 900 VA berupa pengurangan biaya beban,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril dalam keterangan yang diterima The Editor, Rabu (29/7) malam.

PLN akan menjalankan kebijakan pemerintah dengan memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban adalah keharusan.

Program pembebasan rekening minimum ini dibagi dalam tiga bagian.

Yang pertama adalah pembebasan rekening minimum bagi pelanggan yang harus memakai energi listrik 40 jam tanpa henti. Pelanggan tipe ini masuk dalam kategori:

A. Pelanggan Golongan Sosial daya 1300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA)
B. Pelanggan Golongan Bisnis daya 1300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA)
C. Pelanggan Golongan Industri daya 1300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I- 4/30.000 kVA keatas);

Yang kedua adalah program pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Yang ketiga adalah program pembebasan biaya beban yang dibagi dalam tiga tahap, diantaranya:

A. Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA)

B. Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA)
C. Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA (1-1/900 VA)

Melalui stimulus Tarif Tenaga Listrik ini, Bob Saril lanjutkan, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara selisih dari Rekening Minimum atau Jam Nyala Minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta Biaya Beban menjadi stimulus yang dibayar Pemerintah.

Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember Tahun 2020

Ia memastikan stimulus ini tidak akan mengganggu keuangan PLN, pasalnya setiap stimulus yang diberikan akan diganti pemerintah melalui mekanisme kompensasi seperti halnya stimulus yang telah diberikan kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta industri dan bisnis kecil berdaya 450 VA.

Mengenang Peristiwa Kudatuli, Momen Saat Megawati Soekarnoputri Menang Melawan Kekuasaan Tirani

Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani (belakang) (Sumber Foto: @pdiperjuangan

JAKARTA – Memilih jalur hukum di tengah kuatnya pengaruh kekuasaan yang mengendalikan seluruh aparat penegak hukum sangatlah menarik. Pilihan Megawati Soekarnoputri dalam menghadapi serangan terhadap kantor DPP PDI yang terjadi tanggal 27 Juli 1996 merupakan peristiwa yang harus dicatat oleh sejarah Indonesia agar tidak takut melawan penjajah demokrasi.

Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani (belakang) (Sumber Foto: @pdiperjuangan

“Tidak hanya langkah tersebut menunjukkan keyakinan politik yang sangat kuat. Lebih jauh lagi, keyakinan terhadap kekuatan moral terbukti mampu menggalang kekuatan demokrasi arus bawah,” ujar Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Praktek deSukarnoisasi mestinya dibuka kembali. Masyarakat harus ingat bagaimana tekanan dan diskriminasi politik politik yang diterima Soekarno saat tumbang dari singgasananya. Di tengah sulitnya menelan memori pahit masa lalu, Megawati, seperti diceritakan Hasto, meminta agar sejarah kelam tidak terulang kembali.

“Stop Hujat Pak Harto,”

“Saya tidak ingin sejarah terulang, seorang Presiden begitu dipuja berkuasa, dan dihujat ketika tidak berkuasa. Rakyat telah mencatat apa yang dialami oleh keluarga Bung Karno. Karena itulah, mengapa Bung Karno selalu berada di hati dan pikiran rakyat. Kita tidak boleh dendam lalu hanya melihat masa lalu, dan melupakan masa depan,” ungkap Megawati.

Kudatuli akan jadi kekuatan moral politik, juga memilih jalur hukum adalah cara pejuang demokrasi memperkuat moral pribadi. Hasto yakin Kudatuli akan menjadi benih perjalanan reformasi dimana kekuatan rakyat menyatu dan mampu mengalahkan tirani.

“Di balik jatuhnya Pak Harto, Ibu Megawati telah mengajarkan politik rekonsiliasi, berdamai dengan masa lalu dan melihat masa depan. Disitulah hadir kekuatan moral seorang pemimpin,” tutup Hasto.

Guru Di SD Singa, Tanah Karo Tetap Bahagia Mengajar Meski 36 Tahun Mengajar Tanpa Angkutan Umum Yang Memadai

Nurdiana Br Ginting menyerahkan tugas kepada siswa kelas 3 Foto: Dokumen Pribadi)
Nurdiana Br Ginting menyerahkan tugas kepada siswa kelas 3 Foto: Dokumen Pribadi)

TANAH KARO – Program new normal di sekolah dasar di Sumatera Utara belum seluruhnya berlangsung sebagaimana di Jakarta. Di Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara misalnya. Berdasarkan aturan dari Dinas Pendidikan, maka sekolah masih harus terus menjalankan program karantina alias belajar dari rumah hingga waktu yang belum ditentukan.

Bicara tentang sistem belajar dari rumah, sekolah dasar di desa ini cukup unik. Meski berada dekat dengan pusat kota, ternyata sistem belajar mengajar mereka masih terkendala berbagai hal. Di mulai dari transportasi, desa ini ternyata belum memiliki sistem transportasi yang memadai sebagaimana seharusnya. Dari pantauan The Editor, masyarakat di desa ini harus naik motor yang disulap menjadi becak sebagai kendaraan umum sehari-hari.

Nurdiana Br Ginting, salah satu guru yang mengajar di sekolah ini adalah salah satu saksi sejarah perkembangan desa ini. Nurdiana tidak berasal dari Desa Singa, Ia tinggal puluhan kilometer dari sekolah tempat Ia mengajar. Ia mengabdikan diri di sekolah ini sejak tahun 1984, tepatnya tanggal 1 April 1984.

Nurdiana mengungkapkan bahwa di tahun itu, moda transportasi memang masih jarang masuk ke Desa Singa. Meski jalan raya sudah di aspal, namun Ia dan rekan mengajarnya kadang harus berjalan sejauh 2 kilometer melewati rute turunan dan jembatan untuk tiba di sekolah. Sehari-hari, Ia harus 3 kali naik angkutan umum yang berbeda agar tiba di sekolah.

“Dulu ada angkutan umum meski sangat jarang jadi harus jalan kaki dari persimpangan ke dalam desa. Karena sudah tidak ada (angkutan umum) jadi sekarang naik becak motor,” ujar Nurdiana.

Nurdiana yang merupakan seorang Guru Agama Katolik ini mengatakan saat ini mereka tengah menunggu aturan baru tentang New Normal dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Selama masa karantina ini, sekolahnya menerapkan aturan belajar dari rumah dengan gaya yang sedikit berbeda. Teknologi yang minim membuat sistem berkunjung ke rumah murid harus dilakukan karena meski lokasi sekolah berada di dalam desa, namun nyatanya tidak semua murid ingat aturan tentang belajar dari rumah.

Teknologi Yang Minim, Hanya Dua Siswa Yang Orang Tuanya Punya Telepon Genggam

Setiap dua minggu sekali para guru kelas dan guru mata pelajaran mengantarkan bahan ujian dan paket pembelajaran kepada siswa. Bila siswa tidak datang ke sekolah, maka cara lain yang harus dilakukan adalah mendatangi mereka ke rumahnya. Atau meminta salah satu murid untuk memanggil teman-temannya agar bertemu di Losd (balai desa) atau sekolah. Untuk diketahui, lokasi sekolah dan perkampungan penduduknya dipisahkan oleh sungai, jadi karena letaknya di perbukitan membuat desa ini sangat unik dan menyenangkan untuk dijadikan sebagai area touring atau wisata.

Teknologi yang sangat minim disebut Nurdiana jadi alasan para guru harus mendatangi murid mereka satu pe satu. Pasalnya tidak semua orang tua murid menggunakan aplikasi pesan instan untuk smartphone seperti Whatsapp, apalagi memiliki telepon genggam (handphone). Jadi mau tidak mau pesan yang disampaikan harus dari mulut ke mulut, baik lewat guru yang kebetulan tinggal sebagai warga di Desa Singa atau kalau beruntung menghubungi seorang warga yang bisa menyampaikan pesan ke salah satu anak didik mereka.

Setiap anak yang kemarin ikut ujian UAS, lanjutnya, satu per satu didatangi ke rumah mereka masing-masing dan usai ujian mereka akan difoto beserta dengan lembar ujian yang mereka kerjakan.

“Nanti satu anak didik diminta untuk menyampaikan pesan ke teman-temannya. Kami guru-guru di SD Singa tidak bisa hanya mengandalkan rekan kami yang tinggal disana. Kami harus datangi karena ini tanggung jawab kami. Satu anak didik akan memanggil teman-temannya ke tempat yang sudah di tentukan, biasanya balai desa atau kami sebut Losd,” jelasnya.

Para guru yang mengajar di sekolah ini harus ekstra sabar saat mengajar, karena program belajar dari rumah ternyata tidak bisa diterapkan seperti orang yang tinggal di perkotaan. Nurdiana mengaku menyiapkan rekaman video untuk ditonton oleh anak-anak dari rumah. Rekaman video tersebut berisi tentang mata pelajaran yang harus dipelajari oleh anak-anak dan tugas apa saja yang harus mereka kerjakan. Namun, karena orang tua murid pekerjaannya adalah petani, maka video tersebut hanya bisa ditonton malam hari.

“Sudah ditunggu selama berbulan-bulan, tapi sampai sekarang hanya 2 orang siswa yang orang tuanya punya aplikasi whatsaap untuk kirim rekaman mengajar. Orang tua murid mengatakan kalau mereka cuma bisa menunjukkan video tersebut usai pulang dari ladang. Jadi harus ditunggu,” kata Nurdiana.