20.7 C
Indonesia
Tuesday, March 17, 2026

Jokowi Hadiri Munas KADIN Di Kendari, Protokol Ketat Covid-19 Diberlakukan

Suasana Rapat KADIN di Kendari (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)
Suasana Rapat KADIN di Kendari (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)

KENDARI – Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya Jokowi telah menerima undangan untuk hadir dalam Munas Kadin. Munas Kadin tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Negara Republik Indonesia berangkat menuju Kendari dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma. Selain menghadiri Munas Kadin, Jokowi juga akan meninjau vaksinasi dan pengarahan terkait penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

“Peninjauan vaksin di kantor gubernur, total Sulawesi Tenggara vaksin hari ini 14.40. Pengarahan presiden kepada gubernur, walikota, bupati. Lanjut acara Munas Kadin,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada wartawan, Rabu (30/6).

Sebelumnya Kadin Indonesia mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir dalam Munas Kadin. Ketua Umum Kadin Indonesia Rodan P Roeslani didampingi oleh Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid.

“Alhamdulilah Bapak Presiden mendengarkan dan tentunya Insyaallah Bapak Presiden juga akan menyampaikan menghadiri acara di Kendari,” ujar Rosan usai bertemu Jokowi, Senin (28/6).

Rosan menyampaikan nantinya Munas akan digelar dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Nantinya seluruh peserta akan dites menggunakan pemeriksaan PCR.

Selain itu, Munas juga akan dilakukan di area terbuka sehingga mengurangi potensi penularan Covid-19. Nantinya juga akan dilaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Dalam kegiatan itu kita akan melakukan vaksinasi besar-besaran, 15.000 vaksinasi yang akan kita lakukan,” terang Rosan.

Nantinya Munas akan dihadiri sebanyak 200 peserta. Namun, tidak semuanya akan hadir dalam agenda bersama Jokowi yang ditargetkan hanya setengahnya.

Ini Sayur Dan Buah Pencegah Virus Corona

Kedelai (Foto: Klikdokter/ THE EDITOR)
Kedelai (Foto: Klikdokter/ THE EDITOR)

JAKARTA – Kasus pasien terpapar covid-19 terus meningkat di Pulau Jawa dan beberapa kota di Indonesia. Namun tidak perlu khawatir karena Anda dapat menghindar dari virus corona dengan meningkatkan imuntas tubuh. Caranya juga sangat sederhana, diantaranya dengan rutin mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, vitamin B6 dan vitamin E.

Apa saja makanan yang mengandung vitamin-vitamin tersebut?

1. Vitamin C

Agar mendapat asupan vitamin C yang cukup Anda cukup mengkonsumsi sayur dan buah seperti jeruk, strawberi, paprika, bayam, kangkung dan brokoli.

2. Vitamin B6

Vitamin B6 dapat diperoleh dari ayam, ikan salmon, ikan tuna, sayuran hijau dan buncis.

3. Vitamin E

Vitamin E bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan kacang-kacangan, biji-bijian dan bayam.

Pengamat: Kepala Daerah Perlu Belajar Ke Bupati Bulukumba

Andaq Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)
Andaq Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)

PANGKAJENE – Pengamat Politik Andaq Hidayat mengapresiasi kinerja 100 hari dari Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Sebagaimana diketahui, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf hingga kini ternyata tidak menerima gaji selama empat bulan ini karena disumbangkan ke masyarakat Bulukumba.

“Beliau mempunyai sikap pemimpin yang mementingkan kehidupan masyarakat yang ada di wilayah kepemimpinannya yaitu Bulukumba,” ujarnya kepada The Editor, Rabu (30/6).

Dengan memikirkan nilai nilai kemanusian, lanjutnya, Bupati Bulukumba patut di jadikan teladan buat bupati-bupati yang ada di Sulawesi Selatan.

Kebijakan yang dilakukan bupati Bulukumba ini menurut Andaq sama dengan yang dilakukan oleh Bupati Kabupaten Pangkjene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau.

Program SIJAGAI (Siap, Antar, Jaga) yang tengah digaungkan bupati termuda di Sulawesi Selatan ini menurutnya menjadi salah satu program kerja yang sangat diperlukan oleh masyarakat Pangkep.

“Bupati Pangkajene yang merupakan Bupati termuda yang ada di Sulawesi Selatan ini memiliki banyak terobosan dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat yang tak mampu seperti kebijakan dengan Program SIJAGAI buat masyarakat yang tidak mampu dalam hal kesehatan,” katanya.

“Program yang tak kalah menarik Bupati Pangkep yang dimiliki yaitu program gratis seragam sekolah buat anak SD dan SMP di bidang pendidikan,” tandasnya.

Ekonom: Serapan Tenaga Kerja Di Sektor Pertanian Menurun, Food Estate Buang-Buang Anggaran

Dr. Ichsanuddin Noorsy (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)
Dr. Ichsanuddin Noorsy (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo seharusnya mulai khawatir saat jumlah serapan tenaga kerja di sektor pertanian terus menurun. Demikian dikatakan oleh Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy saat berbincang dengan The Editor, Senin (29/6).

“Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian menurun di tahun 2021 ini,” ungkap Noorsy.

Menurutnya, Presiden Jokowi seharusnya tahu bahwa dengan menurunnya serapan tenaga kerja di sektor pertanian maka kontribusi pertanian pada ekonomi juga menurun. Padahal di periode kerja 2014-2019 Indonesia mendapat rapor bagus dalam bidang ekspor komoditi pertanian. Ia mempertanyakan mengapa turun lagi di periode baru ini.

Noorsy mengungkapkan serapan tenaga kerja di sektor pertanian menurun dari 49,3 persen menjadi 29,59 persen. Hal ini terjadi karena terjadinya urbanisasi di kalangan remaja dan pemuda di pedesaan.

“Padahal di periode kerja sebelumnya data ekspor pertanian sangat tinggi,” ungkap Noorsy.

Paket Stimulus Joe Biden Hanya Untungkan Pengusaha Bukan Petani

Selain itu, Jokowi menurutnya harus memperhatikan kondisi ekonomi global saat ini. Ia berharap Jokowi berhati-hati dengan program paket stimulus yang dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Karena komoditas harga internasional membaik tidak menjamin pada perbaikan ekonomi petani kecil di Indonesia.

Noorsy mengungkapkan bahwa paket stimulus Joe Biden ini hanya akan menguntungkan petani besar yang bergerak di bidang penanaman sawit, kopi dan cokelat. Petani kecil yang sehari-hari bergerak di bagian tanaman pangan dipastikan olehnya tidak akan merasakan paket stimulus tersebut.

Perlu diketahui, Joe Biden akan menggelontorkan suntikan dana sebesar Rp 27.000 triliun untuk masyarakat dan dunia usaha. Rencana ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi perekonomian Amerika Serikat yang goyah akibat peningkatan penyebaran pandemi virus corona di negara Paman Sam tersebut.

“Yang mengungkit harga pertanian baik itu hanya perusahaan sawit, kopi dan cokelat. Bisa dilihat siapa pemilik cokelat dan pabrik cokelat? Jadi penikmatnya (kebijakan paket stimulus Joe Biden) hanya pabrik cokelat, bukan petani cokelat,” ungkap Noorsy.

“Jadi yang menikmati membaiknya harga komoditas pertanian ini bukan petani,” tambahnya lagi.

Food Estate Buang-Buang Anggaran

Jokowi menurut Noorsy sejauh ini belum mengambil langkah yang konkret. Pasalnya kebijakan membangun Food Estate yang dijalankan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo justru menghambur-hamburkan uang negara. Selain itu Jokowi dinilai hanya ingin menguntungkan petani besar saja.

“Food estate tidak bisa dilakukan di Kalimantan karena kondisi tanah yang tidak mendukung. Berdasarkan pengalaman saya studi 10 tahun di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat diketahui bahwa lahan gambut itu hanya cocok untuk sawit,” jelas Noorsy.

Noorsy meminta pemerintah sadar bahwa mengolah lahan gambut butuh keahlian khusus dan mahal biayanya. Menurutnya selama ini perusahaan yang ahli dalam pengolahan lahan gambut adalah Grup Wilmar. Dari studinya di Kalimantan Barat, Noorsy menemukan bila lahan di provinsi tersebut hanya cocok untuk ditanami pohon jarak saja.

Food estate tidak bisa di kalimantan karena kondisi tanah yang tidak mendukung,” jelasnya.

Noorsy juga menilai Jokowi mengabaikan pertumbuhan tenaga kerja pertanian. Menurutnya menteri pertanian mengabaikan penurunan jumlah tenaga kerja di sektor ini dengan melakukan pembiaran petani pindah ke sektor lain.

“Benih juga tidak ada ditemukan pada petani,” ungkapnya.

Negara Agraris Tapi Tidak Swasembada Pangan

Ia mengingatkan juga bahwa sistem bercocok tanam hidroponik yang saat ini tengah digemari oleh kalangan menengah tidak akan mengubah apapun di petani kecil. Jadi Ia berharap Jokowi dan Yasin Limpo lebih inovatif lagi dalam mendorong sektor pertanian.

“Perubahan iklim mempengaruhi perikanan, pertanian dan perkebunan. Hingga saat ini pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk mengatasi cuaca ekstrim. Kalau pakai hidroponik mungkin tidak ada masalah, tapi berapa banyak sih yang sanggup pakai?” tanya Noorsy.

Ia berharap Jokowi tidak jadikan Indonesia sebagai negara konsumen produk pertanian negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Perlu diketahui global food security index Indonesia tahun 2020 berada di urutan no.4 atau lebih rendah dari Singapura dan Malaysia yang bukan negara agraris.

Agar tidak terjadi lagi, Noorsy berharap menteri pertanian jadikan prestasi ekspor di periode 2014-2019 sebagai contoh kerja.

“Jangan sampai Indonesia hanya jadi konsumen. Masa global food security index kalah dengan Singapura dan negara lain di Asia? Masa Indonesia no.4 padahal lahan kita luas,” tutupnya.

PB IKAMI SS : Gerakan Kitra Harus Menjadi Isu Sentral Gerakan kepemudaan

Rahmat Alkafi (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)

JAKARTA – Koalisi Untuk kesejahteraan TNI-Polri (Kitra TNI-Polri) secara maraton dan serentak gelar gelombang sosialisasi menuntut kenaikan gaji sebesar Rp 50 juta per bulan untuk para penegak hukum.

Muhammad Riyadha koordinator nasional Kitra mengatakan bahwa sosialiasi ini datang dari berbagai elemen masyarakat. Aksi simpatik dan sosialisasi ini akan dilakukan secara nasional mulai tanggal 15 Juni 2021 hingga 15 Juli mendatang.

“Kitra berharap melalui sosialisasi ini muncul kesadaran baru masyarakat terhadap gerakan kesejahteraan TNI Polri. Kesejahteraan Ini bukan hanya menyangkut Ketahanan dan keamanan Bangsa dan Negara, tapi juga menjaga kehormatan dan kemanusiaan setiap keluarga,” jelas Dadang kepada The Editor, Senin (29/6).

Pria yang akrab disapa Dadang ini menjelaskan bahwa sosialisasi ini tujuannya untuk memverifikasi keaslian gerakan dan tuntutan kesejahteraan tersebut sebagai agenda strategis bangsa Indonesia. Kegiatan ini akan diadakan diseluruh pusat komunitas intelektual di seluruh Nusantara.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI SULSEL), Rahmat Alkafi mengatakan konsistensi gerakan Kitra selama satu dekade ini menyuarakan kenaikan gaji TNI-Polri sangat strategis dalam mendukung profesionalisme TNI Polri menjalankan tugas yang berat.

“Oleh karena itu harus menjadi perhatian lembaga mahasiswa dan kepemudaan,” jelas Rahmat.

Menurutnya gerakan Kitra memberikan harapan pemajuan sistemik institusi pertahanan dan keamanan sekaligus fundamental ekonomi negara. Ia setuju bila perjuangan ini akan mendongkrak kesejahteraan 30 juta keluarga di Tanah Air.

“Sehingga roda ekonomi negara akan bergerak mulai dari keluarga TNI Polri,” ungkapnya.

Kenaikan Gaji ini diyakini Rahmat akan menjadi pilihan utama bagi kaum muda dan mahasiswa untuk meletakkan pondasi sistem kesejahteraan aparat keamanan.

Sebagaimana diketahui Indonesia saat ini menganut standar gaji dengan sistem vegetatif, dimana gaji hanya dihitung berdasarkan kebutuhan biologis semata. Akibat dari kebijakan ini lanjut Rahmat, pemuda dan mahasiswa akan menjadi korban berikutnya dari sistem vegetatif saat terjun ke dunia kerja.

“Sudah mati-matian sekolah dan kuliah tapi Gelar akademik dan keterampilannya tidak dihargai secara layak dan tetap harus hidup dalam tekanan ekonomi,” ungkapnya.

Ia berharap di hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2021 mendatang seluruh mahasiswa mendukung gerakan Kitra karena Rahmat meyakini aksi ini akan menjadi pintu gerbang kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Semoga dukungan penuh Pemuda Mahasiswa bagi Gerakan Kitra untuk naikkan Gaji TNI Polri menjadi. Pintu gerbang terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Selamat hari Bhayangkara,” tutup Rahmat.

Turki, Negara Makmur Yang Jadi Gudang Penjualan Tas Branded Palsu

Grand Bazar Istanbul di musim dingin (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)
Grand Bazar Istanbul yang menjadi salah satu pusat penjualan tas branded palsu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

ISTANBUL – Turki adalah salah satu negara di Timur Tengah yang paling ganas dalam menjual tas palsu. The Editor beberapa waktu lalu berkunjung ke Grand Bazzar Istanbul yang berlokasi di distrik Fatih yang tak jauh dari Masjid Biru dan Museum Hagia Sophia.

Apa yang menarik dari sini? Saat hendak masuk ke gerbang utama pasar, dua orang pria yang tengah menenteng tas yang Ia sebut bermerek Hermes memanggil kami untuk singgah di toko miliknya.

“Hallo, sini. Ini tas Hermes asli. Ayo, ada harga bagus,” katanya sedikit berbisik.

Kami terkejut dengan panggilan mereka yang tadinya kencang berubah jadi pelan. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa tas yang sedang Ia pegang tersebut adalah produk terbatas keluaran Hermes. Barang yang Ia klaim asli tersebut akan diberikan dengan harga diskon asal tidak dibesar-besarkan kepada pembeli lain.

Sikap kedua pria itu makin mencurigakan saat toko yang Ia tunjuk sebagai pusat penjualan barang-barang asli sangat kecil dan tertutup. Gang sempit yang berada disamping toko tersebut makin menambah kesan tidak percaya. Apalagi keduanya memanggil pembeli dengan cara berbisik seolah informasi yang hendak Ia sampaikan rahasia.

Tentu saja Hermes tidak membuka tokonya di Grand Bazzar yang merupakan pasar tradisional di Turki. Apalagi di tempat yang sangat mencurigakan. Selain itu, Hermes juga tidak akan menjual tas Chanel atau Gucci di toko pribadinya.

Saat kami bertanya hal tersebut ke dua penjual yang terlihat sangat percaya diri itu, mereka dengan antusias mengatakan bila toko yang mereka miliki berbeda. Banyak turis Asia lainnya yang khusus berbelanja ke toko mereka karena harganya yang murah. Yang pasti, kedua orang ini berbohong.

Penjual semacam ini akan dengan mudah Anda temui saat berada di Turki. Mereka akan merayu turis hanya agar mereka mau membeli barang-barang yang ada di toko mereka. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka merayu perempuan asal Asia Tenggara dengan iming-iming akan jadi pacar mereka.

Fenomena penjual Turki yang menarik perhatian turis wanita asal Asia itu bukan hal baru lagi. Karena penjual pria di negara ini tak segan mendekatkan tubuh mereka ke pembeli sembari menunjukkan sikap bahwa mereka tengah merayu dengan serius.

“Saya siap jadi istri dan punya pacar orang Indonesia lho,” katanya.

Penjual di pasar ini juga suka membedakan pembeli yang pernah singgah di kios mereka. Menurutnya pembeli asal Malaysia kurang diminati karena selalu meminta tambahan diskon saat berbelanja. Jadi tidak menarik perhatian pembeli yang Ia klaim kebanyakan masih berstatus single alias jomblo.

Sebagaimana diketahui, Turki adalah salah satu negara raksasa modern dengan gedung pencakar langit nan mengagumkan. Kekuatan ekonomi negara ini membuat Erdogan, presiden Turki saat ini sangat percaya diri dalam mengambil kebijakan internasional. Bahkan mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid. Keputusan ini menarik perhatian dunia internasional sekaligus mencoreng kerja keras Presiden Pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk yang merenovasi Gereja Hagia Sophia dan menjadikannya museum sejarah dunia.

Sayangnya, gedung pencakar langit yang menjadi rumah-rumah barang branded asli seperti Hermes dipajang dan dijual, ternyata tidak menjadi patokan bagi negara ini untuk menghentikan penjualan produk palsu.

Penjualan produk palsu di Turki ini telah jadi ajang perbincangan dunia internasional. Karena kamar dagang di ibukota Ankara menyatakan kerugian negara yang mencapai milyaran dolar akibat penjualan produk-produk palsu yang tidak terkendali.

Ketua Gempita Pangkep Kritik RSUD Yang Tidak Profesional Melayani Pasien Pengguna KIS

Khalijah Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)
Khalijah Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Pelayanan kesehatan semestinya jadi prioritas utama yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Sayangnya harapan ini baru sebatas impian. Kartu Indonesia Sehat (KIS) misalnya, di lapangan hingga tahun 2021 ini belum bisa diterima secara sempurna diseluruh rumah sakit di Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Ketua Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (Pangkep), Makassar, Sulawesi Selatan Khalijah Hidayat (36) adalah satu diantara pejuang yang mau meluangkan waktunya untuk membantu masyarakat yang dipersulit proses administrasinya saat mendapat perawatan di rumah sakit.

“Saya bukan kepala desa, tapi semua orang minta tolong ke rumah sejak dulu. Awalnya saya keberatan tapi pada akhirnya masyarakat ini harus ditolong,” ujar Khalijah saat berbincang dengan The Editor, Selasa (29/6) pagi.

Baru-baru ini misalnya, Khalijah membantu persoalan seorang warga asal desa Batiling, Kabupaten Pangkep bernama Hajjah Darmawati yang harus kembali mendapat perawatan setelah menjalani operasi usus buntu beberapa minggu sebelumnya di rumah sakit umum daerah (RSUD) Batara Siang di Pangkep.

Khalijah menceritakan bahwa Darmawati menjalani operasi usus buntu di RSUD Batara Siang pada tanggal 8 Juni 2021. Namun pasca operasi Darmawati ternyata terus menerus mengeluh kesakitan dan kembali ke rumah sakit pada tanggal 19 Juni 2021.

“Dari penuturan anaknya Ibu Darmawati hasil bekas operasinya kembali dikeluhkan oleh ibunya karena mengalami kesakitan dan dokter RSUD Batara Siang menginfokan supaya menunggu dulu selama 2 hari. Bila kesakitan maka akan dioperasi lagi. Tapi selama dua hari itu
Ibu Darmawati hanya diberi paracetamol dan injeksi. Namun rasa sakitnya tidak sembuh juga,” jelas Khalijah.

Kata Khalijah, pihak RSUD Batara Siang mempersulit proses pelayanan kesehatan yang seharusnya diterima oleh Darmawati. Karena hingga Rabu (23/6) Darmawati belum juga mendapat rujukan untuk dirawat padahal sudah tiga hari berada di rumah sakit. Pihak keluarga ingin agar Darmawati dirujuk ke rumah sakit lain di kota Makassar agar bisa melakukan operasi.

“Rujukan untuk dirawat di rumah sakit lain diajukan oleh keluarga Darmawati karena khawatir persoalan yang sama akan kembali terjadi bila pasien tetap dioperasi di RSUD Batara Siang. Tapi sampai hari Rabu (23/6) ternyata belum ada surat rujukan dari rumah sakit,” jelas Khalijah.

Situasi semacam ini membuat Khalijah harus turun tangan menghadapi birokrasi rumah sakit. Pada Rabu (23/6) pagi sekitar pukul 06.00 pagi, Khalijah mendatangi RSUD Batara Siang untuk meminta langsung agar pihak rumah sakit mengeluarkan surat rujukan kepada Darmawati.

Khalijah yang saat itu menemui bagian perawatan mendapat kabar bila surat rujukan belum diperoleh dengan alasan belum mendapat jawaban dari rumah sakit di Makassar. Khalijah saat itu mencari sendiri rumah sakit yang akan dijadikan rujukan untuk pelayanan KIS.

“Saya telpon salah satu staf rumah sakit Primaya Hospital Makassar agar dibuka layanan untuk Ibu Darmawati. Dan jawaban mereka langsung oke dan saat itu juga semua kebutuhan administrasi dipenuhi,” ungkapnya.

Khalijah mengeluhkan sikap RSUD Batara Siang yang menahan pasien untuk tidak menjalani operasi di rumah sakit lain. Menurutnya, kasus operasi ulang semacam ini tidak perlu terulang bila dokter yang menangani profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Untuk apa operasi lagi di rumah sakit yang sama kalau yang pertama saja kemarin gagal hasilnya,” ungkap Khalijah.

Darmawati akhirnya berangkat ke Primaya Hospital Makassar pada Rabu (23/6) pagi sekitar pukul 10.43 untuk menjalani operasi usus buntu untuk yang kedua kalinya dengan menggunakan layanan KIS. Dia tiba di lokasi sekitar pukul 11.31 waktu setempat.

Khalijah mengatakan minimnya pelayanan terhadap pasien pengguna KIS ternyata sama di semua rumah sakit. Karena trauma dengan pengalaman operasi sebelumnya di RSUD Batara Siang, akhirnya Darmawati memilih untuk menggunakan layanan umum rumah sakit tanpa KIS.

“Biaya operasinya sangat mahal. Tapi lebih baik dari pada pakai KIS tapi harus operasi dua kali karena tidak diperhatikan oleh dokter di RUSD Batara Siang,” ungkap Khalijah.

Khalijah berharap pemerintah lebih peduli pada masyarakat pengguna KIS. Karena hingga saat ini jumlah masyarakat miskin masih banyak di Indonesia, terutama di Kabupaten Pangkep.

“Bila tidak dilayani dengan baik dan profesional siapa yang mau pakai layanan kesehatan milik pemerintah,” tandasnya.

Saat ditanya siapa sosok yang membiayai operasi Darmawati, Khalijah enggan menjawab. Ia hanya berharap pemerintah lebih peduli lagi pada pelayanan terhadap masyarakat miskin. Karena dalam kesehariannya Ia menemukan banyak persoalan serupa yang menimpa orang-orang miskin yang perlu mendapat perawatan kesehatan yang cepat namun tidak memiliki biaya.

“Tanpa KIS dan BPJS masyarakat miskin pakai apa kalau ke rumah sakit? Saya kira itu yang penting diperhatikan pemerintah,” tutup Khalijah.

Cingkes, Desa Budaya Yang Dulu Jadi Tujuan Wisata Turis Asing Di Tanah Karo

Tambak ikan milik keluarga Tarigan Gerneng yang menjadi objek wisata di Desa Cingkes, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

Tambak ikan milik keluarga Tarigan Gerneng yang menjadi objek wisata di Desa Cingkes, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

TANAH KARO – Puluhan tahun silam, Desa Cingkes adalah salah satu desa adat yang banyak dituju oleh wisatawan asing. Mereka umumnya sangat menikmati suguhan rumah adat Karo yang berada di beberapa titik.

Desa Cingkes memang sangat cantik. Dulu puluhan rumah adat Karo dapat ditemukan di desa ini. Sayangnya sekarang rumah-ruah tradisional berukuran besar ini sudah tidak ada karena rusak dan ada sebagian diantaranya yang terbakar

Masyarakat desa ini juga sangat ramah. Mereka akan dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan turis yang datang berwisata ke tempat mereka. Pada jamannya, Desa Cingkes merupakan salah satu kerajaan tertua di Tanah Karo. Peninggalannya juga terlihat hingga sekarang, yakni geriten dan puluhan rumah adat.

Tidak hanya sebagai desa adat, desa ini juga merupakan destinasi wisata air yang menyenangkan. Cingkes adalah desa yang dikelilingi oleh bukit dengan puluhan mata air. Saat kesana, anda akan temukan puluhan tambak atau kolam ikan milik keluarga yang dirawat dengan baik. Tambak di desa ini dimiliki secara turun temurun oleh keluarga. Jadi keasriannya pun sangat terjaga.

Pengunjung diizinkan untuk mandi di mata air atau dalam bahasa Karo disebut dengan sumbul. Namun alangkah baiknya bila langsung meminta izin kepada keluarga pemilik mata air bila ingin bersenang-senang disana. Terdapat dua mata air yang sempat redaksi kunjungi, yakni tambak milik keluarga Tarigan Gerneng dan tambak milik keluarga Tarigan Tambak. Keduanya memiliki air yang sangat jernih.

Desa Cingkes berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Untuk menuju desa ini cukup mudah karena tersedia angkutan umum yang beroperasi dari pukul 06.00 WIB – pukul 18.00 WIB.

Bila anda dari Kabanjahe, anda tinggal menuju stasiun yang biasa tempat angkutan umum ini menunggu penumpang. Tempatnya berada di Jalan Wagimin, Kabanjahe. Semua orang di Tanah Karo lebih familiar bila anda menyebutkan nama Stasiun Rumah Makan Rina. Disana anda akan menemukan sebuah angkutan berwarna merah dengan tulisan Arih Ersada.

Perjalanan dari Kabanjahe menuju Desa Cingkes memakan waktu antara 45 menit sampai 1 jam saja. Ongkos yang dikeluarkan pun tak lebih dari Rp10.000 untuk menuju daerag itu. Jangan lupa mengenakan pakaian hangat dan tebal bila anda berkunjung ke daerah ini karena suhunya sangat dingin. Selamat berwisata.

Berikut Cara Menyembuhkan Cidera Berkepanjangan Ala Pelatih Fitnes

Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan (Foto: Instagram hendratiagunawanlubisofficial/ THE EDITOR)
Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan (Foto: Instagram hendratiagunawanlubisofficial/ THE EDITOR)

JAKARTA – Banyak orang yang tidak tahu bahwa tubuh tidak bisa dipaksakan berolah raga di semua tempat, termasuk di sarana olah raga seperti klub fitnes. Alasannya adalah karena tubuh rentan mengalami cidera bila tidak dipahami kondisinya.

Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan mengatakan ada tahapan yang harus dilalui sebelum konsumen memutuskan untuk bergabung di klub fitnes, diantaranya adalah harus sehat jasmani dan rohani.

“Sangat perlu juga bagi yang memiliki riwayat kondisi kesehatan seperti jantung, paru-paru, diabetes dan permasalah di persendian biasanya calon member harus konsultasi ke pihak medis atau yang ahli dalam bidangnya atau yang berkompeten guna membantu Personal Trainer membuatkan design Program sesuai dengan kebutuhan tubuh member itu sendiri dan meminimalisir Accident risk,” ungkapnya kepada The Editor, Senin (30/6).

Bila keterangan medis sudah diperoleh, lanjut Hendra, maka personal trainer akan langsung melakukan tes kesehatan kepada klien untuk memastikan kembali kondisi kesehatan, fisik serta mengetahui lebih dalam apa tujuan atau tujuan member itu sendiri.

Setelah melalui beberapa tahapan member melakukan sesi Personal Training 1:1 yang biasanya akan diikuti dengan body assessment. Dalam proses itu personal trainer bisa mengetahui bagian tubuh mana dari klien yang harus di perbaiki agar menjadi sempurna.

Namun, lanjut Hendra, bila klien terlanjur mengalami cidera, maka personal trainer akan memulai sesi olah raga dengan pemanasan untuk memperluas ruang gerak klien.

Beberapa latihan wajib yang selama ini Hendra lakukan untuk menyembuhkan cidera pada tubuh klien melalui olah raga adalah sebagai berikut:

Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan (Foto: Instagram hendratiagunawanlubisofficial/ THE EDITOR)

1. Stretching Statis

Jenis peregangan ini merupakan satu di antara dilakukan yang cukup menantang. Namun, jika dilakukan secara teratur akan terasa nyaman. Stretching statis biasanya berkisar antara 10-30 detik.

2. Stretching Dinamis

Peregangan dinamis dilakukan dengan bergerak melalui berbagai tantangan di luar. Stretching dinamis sangat dianjurkan untuk dilakukan berulang kali, biasanya hingga 10-12 kali.

3. Stretching Pasif

Stretching pasif merupakan jenis peregangan yang memakai bantuan dari luar. Bantuannya beragam, mulai dari yang sederhana seperti berat tubuh, tali, gravitasi, orang lain, atau perangkat peregangan.

4. Stretching Aktif

Selain stretching pasif ada pula peregangan aktif. Stretching aktif merupakan peregangan yang melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan apa yang diregangkan.

5. Stretching Isometrik

Selain stretching statis, dinamis, pasif dan aktif, ada juga peregangan isometrik. Dalam melakukan peregangan isometrik seseorang menolak peregangan dengan cara menarik otot ke posisinya.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Proprioceptive Neuromuscular Facilitation atau yang disingkat dengan PNF. Stretching jenis ini menggabungkan peregangan isometrik, statis, serta pasif untuk meningkatkan fleksibilitas otot Anda. PNF merupakan bentuk lanjutan dari pelatihan fleksibilitas yang juga bisa membantu meningkatkan kekuatan.

Habis olahraga biasanya badan akan terasa bugar, tapi keesokan harinya malah muncul nyeri otot. Kondisi ini dinamakan DOMS (Delayed-Onset Muscle Soreness). Hal ini sering terjadi pada orang yang suka berolah raga dan kondisi tersebut sebaiknya tidak disepelekan. Hendra yang telah berkecimpung di Fitness Industry lebih 12 tahun ini menerapkan 3 poin agar cidera semacam itu tidak terjadi, yaitu menjaga pola makan, menjaga pola tidur atau istirahat dan menjaga pola olah raga.

“Dan agar cedera tidak berkepanjangan biasanya itu karena respon tubuh kita yang berbeda-beda salah satunya yang sering kita sebut DOMS,” ungkapnya.

“Kalau kita lakukan secara konsisten dan komitmen kita badan tetap bugar, fit, goals tercapai dan olah raga terhindar dari yang namanya cedera berkepanjangan. Apa lagi situasi pandemi yang mengharuskan kita agar immunity system harus terjaga salah satunya dengan tetap patuhi Protokol kesehatan dan tetap berolah raga,” pungkasnya.

#Pilpres2024 – Ganjar Pranowo Dikabarkan Siap Meminang Amran Sulaiman

Andaq Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)
Andaq Hidayat (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikabarkan ikut meminang Andi Amran Sulaiman sebagai salah satu calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan umum presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Pengamat Politik Andaq Hidayat saat ini kabar tersebut sangat ramai tersebar di organisasi politik di kawasan Timur Indonesia, terutama Sulawesi.

“Santer terdengar kabar juga jika Pak Ganjar Pranomo ingin meminang Pak Amran Sulaiman sebagai calon Wakilnya di Pilpres 2024 nantinya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan bahwa tim Ganjar Pranowo tertarik dengan berbagai kebijakan yang dilakuka Amran Sulaiman saat menjadi Menteri Pertanian di tahun 2014-2019 lalu. Selain itu, Amran Sulaiman yang juga adalah seorang pengusaha menjadi daya tarik tersendiri di ajang Pilpres nanti.

“Karena The Power of Politic secara umum di miliki oleh sosok Amran Sulaiman yang secara materi dan kepopuleran beliau sangat tinggi di Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Karena besarnya elektabilitas Amran Sulaiman di kawasan Timur, lanjutnya, tim Ganjar Pranowo yakin bila dua pasangan tersebut akan menang karena keduanya populer dan diketahui sepak terjangnya di mata publik.

“Sampai sata ini kabar ini sudah diketahui banyak pihak tapi keduanya memang memiliki potensi yang tinggi,” tutupnya.